Connect with us

Gorontalo

Anggota TNI Korban Penganiayaan Tak Perpanjang Masalah Hingga Ke Ranah Hukum

Published

on

GORONTALO – Peltu Alder Mandalika, Plh Danramil 11/Moutong Kodim 1306/Donggala yang menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Erwin Ismail, tak akan memperpanjang dan mempersoalkan kejadian pemukulan tersebut.

Hal tersebut terungkap setelah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak yang disaksikan pihak keluarga Erwin dan Alter Mandalika dan saksi – saksi di Mapolsek Popayato.

“Untuk kejadian ini, kami telah menerima keluarganya (Erwin) dan melakukan mediasi serta tidak akan memperpanjang persoalan ini,” ungkap Alder Mandalika, saat melakukan mediasi di Mapolsek Popayato,

“Saat ini, Erwin telah dirawat di RSUD Bumi Papua Pohuwato sebagai bentuk tanggung jawab kami,” tambahnya.

Dalam mediasi tersebut, seorang Tokoh Masyarakat Desa Bukit Tingki, Haryono Gobel menyarankan Erwin agar mendapat pekerjaan, sehingga kebiasaan buruknya yang sering meresahkan warga tidak terulang kembali.

Begitupun Kepala Desa Bukit Tingki, Sarton juga merasa khawatir terhadap kejadian yang dialami Danramil Moutong.

“Kita sangat khawatir terhadap kejadian ini. Saya masih bersyukur karena bapak Danramil Moutong tidak sampai terluka terkena senjata tajam milik Erwin,” ungkap Sarton.

Mediasi tersebut dilanjutkan dengan penyerahan uang santunan yang di berikan oleh Peltu Alter Mandalika kepada perwakilan keluarga (Erwin) Berni Ismail sebesar Rp. 1,5 juta.

Usai melakukan penandatanganan oleh kedua pihak, hasil musyawarah tersebut di bacakan secara langsung oleh Camat Popayato, Kadir Amran.

Turut hadir dalam musyawarah tersebut, Kapolsek Popayato, Ipda Yanuarto Tudaan, Camat Popayato, Kadir Amran, SE, M.Si, Keluarga (Erwin Ismail) Berni Ismail, Babinsa Ramil 11/Moutong, dan Sertu Meriman, Babinsa Ramil 03/ Popayato Dim 1313/Pohuwato, Sertu Atom Kajo.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Seorang Lansia Warga Upomela Dikabarkan Hilang Terseret Arus Sungai

Published

on

GORONTALO – Seorang Lansia, Abdullah Pakaya warga Desa Upomela, Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo dikabarkan hilang terseret arus sungai Upomela, dirinya diketahui menyebrangi sungai dan akan memberi makan ke kucing peliharaannya pada Rabu (10/8/2022).

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo, Hendry Pattiruhu menjelaskan bagian komunikasi SAR Gorontalo mendapat laporan dari masyarakat ada kejadian membahayakan manusia, laporan tersebut diterima pukul 22.18 WITA.

“Kami kantor SAR Gorontalo menerima laporan dari masyarakat, mereka meminta bantuan SAR untuk melakukan pencarian terhadap korban hilang,” Hendry Pattiruhu.

Hendry melanjutkan kronologis hilangnya Abdullah, bermula ketika korban akan menyebrangi bantaran sungai Upomela. Korban berangkat menuju sungai pukul 16.30 WITA dan biasanya pulang ke rumah Sekitar Pukul 18.00 WITA. Namun hingga menjelang waktu Maghrib korban tak kunjung kembali.

Hingga saat ini Tim SAR gabungan terdiri dari TNI-Polri, IEA, dan masyarakat setempat masih melakukan pencarian terhadap korban dan dikarenakan posisi sudah larut malam, pencarian di hentikan sementara dan akan di lanjutkan besok pagi Kamis, (11/8/2022).

Continue Reading

Gorontalo

PMI Apresiasi Langkah Tegas Kapolri Mutasi 25 Personil Polri

Published

on

Wakil ketua umum Partai Mahasiswa Indonesia Aldy Ibura

GORONTALO – Kasus penembakan sesama anggota Polisi Brigadir J, dan Brada E, akhir-akhir ini menyita perhatian publik, terutama pengguna sosial media. Di Instagram sendiri ada kurang lebih 5,4 ribu tagar #brigadirj dan ribuan komentar membicarakan dan bertanya-tanya seputar kasus ini. Bahkan sempat trending beberapa kali di Twitter, semua bertanya-tanya seputar kebenaran dan kepastian dari kasus ini.

Wakil ketua umum Partai Mahasiswa Indonesia Aldy Ibura mengatakan, jika kita menyoroti perkembangan keseriusan penanganan kasus ini, maka bisa dilihat dari beberapa anggota Polri yang diperiksa dan mendapatkan sanksi dicopot serta dimutasi dari jabatannya.

“Hal ini membuktikan bahwasanya sedari awal institusi Polri dan Kapolri sendiri tidak tersandera oleh kepentingan manapun. Dan kami yakin kasus ini bisa kemudian di ungkap secara transparan,” Kata Aldy.

Kepada Kapolri, Kami berharap kasus ini segera diselesaikan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku serta dapat dilakukan penegakan hukum dengan seadil-adilnya tanpa memandang pangkat dan jabatan terhadap siapa saja yang terlibat.

“Sehingga citra Polri sebagai aparat penegak hukum tetap terjaga di hadapan masyarakat Indonesia,” Sambung Aldy.

“Pada intinya harapan publik adalah bagaimana Tim Khusus Polri bisa menuntaskan pekerjaannya dan menegakkan supremasi hukum yang seadil-adilnya bagi korban dan seluruh pihak yang terlibat,..”

“Terakhir kami meminta kepada masyarakat untuk menunggu hasil penanganan kasus ini dan mendukung segala upaya penegakan hukum yang sedang di jalankan,” Tutup Aldy.

Continue Reading

Gorontalo

Ketua OKK DPD II Tanggapi Polemik Hasil Muscam KNPI Dungaliyo

Published

on

Arief Habibie Ketua OKK DPD II Kabupaten Gorontalo || Foto istimewa

GORONTALO – Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Gorontalo menyikapi polemik hasil Musyawarah Kecamatan DPK Komite Nasional Pemuda Indonesia Kecamatan Dungaliyo. Selasa (26/7/2022).

Arif Habibie mengatakan pihak DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo melihat, bahwa hasil muscam KNPI Kecamatan Dungaliyo sudah sesuai ketentuan dan prosedur.

“Kami hadir bersama ketua DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo dalam pelaksanaan Muscam tersebut berdasarkan undangan yang diberikan oleh panitia, dan kami melihat dengan hadirnya pemerintah Kecamatan Dungaliyo dan beberapa aparat desa yang ada tentu hal ini sudah dikoordinasikan terlebih dahulu,” Ungkap Arif.

Arif menambahkan konflik yang terjadi di Kecamatan Dungaliyo itu adalah hal biasa dan itu hanyalah dinamika organisasi. Ia juga sangat mengapresiasi, karena ternyata ada pihak-pihak terkait yang penduli terhadap kepemudaan apalagi mengenai musyawarah KNPI khususnya di Kecamatan Dungaliyo.

“Sehingga hal ini tidak perlu dilakukan peninjauan kembali dan kami menunggu hasil Muscam tersebut segera dilakukan pengajuan administrasi sebagai proses untuk pemenuhan Surat Keputusan (SK) dari DPD II KNPI Kabupaten Gorontalo,” Pungkasnya.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler