Connect with us

News

Dua Mantri Bank BRI Unit Aloei Saboe Diputus Lepas Oleh Majelis Hakim

Published

on

Foto Istimewa

GORONTALO – Sidang Tindak Pidana Korupsi Kredit Bank BRI di Unit Aloei Saboe dengan terdakwa Riana Kamali dan Agustina Karim (spilitsing perkara), akhirnya diputus lepas dari segala tuntutan pada kamis, (15/6/2022).

Sebelumnya, Agustina karim dan Riana Kamali dituntut masing-masing 5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum karena dianggap lalai dalam memproses kredit tekeover yang dilakukan oleh nasabah.

Kuasa Hukum Keduanya dari kantor Yakop Mahmud & Partners Law Firm menjelaskan bahwa kedua kliennya didakwa dengan Pasal 2 UU tipikor dan tuntutan 5 tahun penjara,

“Alhamdulillah, majelis hakim dapat melihat dengan jeli berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, bahwa klien kami sejak awal tidak terlibat dalam proses merekayasa dokumen yang diajukan kredit oleh para nasabah. hal itu telah diakui oleh para terdakwa Alfian Ginsu (vonis 5 tahun penjara), Della Ahmad (4 Tahun Penjara) dalam persidangan sebelumnya,” ungkap Yakop Mahmud yang didampingi Ardi Wiratana, Rio Anwar Pala, Firman Hilipito dan Saleh Gasin.

Dalam pertimbangannya Majelis hakim yang di pimpin Dwi Hatmodjo, SH., MH menyebut bahwa kedua mantri tersebut telah menjalankan tugasnya sebagaimana SOP Bank BRI, dan tidak ada niat jahat atau mens rea dari kedua mantri itu untuk merekayasa dokumen.

Berdasarkan pertimbangan tersebut Majelis Hakim menjatuhkan Putusan :
1. Menyatakan Terdakwa Agustina Karim tersebut diatas, terbukti melakukan perbuatan yang didakwakan tetapi bukan merupakan tindak pidana.
2. Melepaskan Terdakwa oleh karena itu dari segala tuntutan hukum;
3. Memerintahkan Terdakwa dibebaskan dari Tahanan seketika setelah putusan ini diucapkan;
4. Memulihkan hak hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabatnya.

Hal sama juga berlaku bagi Terdakwa Riana Anggraini Kamali.

“Alhamdulillah, berdasarkan putusan tersebut, kedua klien kami dinyatakan tidak bersalah dan harus dilepaskan dari segala tuntutan hukum oleh karena itu haruslah dibebaskan dari tahanan. Tutup Pokay sapaan akrab Yakop Mahmud,” tandasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Gorontalo

Proyek Kanal Tanggidaa Mangkrak, Memicu Kekhawatiran Warga dan Tanggapan Presiden BEM UNG

Published

on

Presiden BEM UNG Ridha Alvariza Anwar

GORONTALO – Sejak 2022, proyek Kanal Tanggidaa yang diharapkan membawa manfaat besar bagi masyarakat Gorontalo mengalami penghentian dan mangkrak. Proyek ini awalnya disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat karena dijanjikan dapat menata ulang Jalan HOS Cokroaminoto menjadi lebih rapi, bebas banjir, dan bebas macet. Namun, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya.

Kondisi Proyek yang Memprihatinkan

Proyek yang seharusnya menunjukkan kemajuan pesat kini justru terhenti tanpa perkembangan signifikan. Alat berat yang terdiam, jarangnya pekerja terlihat, dan material proyek yang berserakan tanpa pengelolaan menambah keprihatinan masyarakat. Lebih parah lagi, saat musim hujan tiba, kondisi proyek yang mangkrak ini memperparah situasi. Jalanan yang becek dan berlumpur menghambat aktivitas warga dan membahayakan keselamatan mereka.

Selain itu, dampak negatif lainnya dari proyek yang mangkrak ini adalah debu yang berterbangan, sampah yang menumpuk, dan bau tak sedap yang menyelimuti kawasan sekitar. Hal ini tentunya menambah keresahan warga yang harus menghadapi kondisi lingkungan yang tidak sehat dan tidak nyaman.

Tanggapan Pemerintah dan Presiden BEM UNG

Menanggapi kondisi proyek Kanal Tanggidaa yang mangkrak, PJ Gubernur Gorontalo terpilih menyatakan perlunya perhatian serius untuk kelanjutan proyek ini. Presiden BEM Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Ridha Alvariza Anwar, memberikan tanggapan terhadap respons PJ Gubernur terkait kelanjutan pembangunan kanal Tanggidaa.

“Proyek Tanggidaa ini sudah lama mangkrak, artinya perlu perhatian yang super serius dari pemerintah daerah. Kita tahu bersama, dari awal pembangunan sudah sangat lari dari target penyelesaian. Meski begitu, komitmen untuk melanjutkan pembangunan kanal Tanggidaa ini masih ada. Jangan sampai, statusnya hanya sebagai proyek gilir yang dioper-oper mengingat sejak tahun 2022 sampai sekarang dengan beberapa kali pergantian PJ gubernur belum tuntas 100%,” ujar Ridha Alvariza Anwar.

Ridha menekankan pentingnya bagi PJ Gubernur Gorontalo saat ini untuk mengagresifkan pembangunan yang sudah mencapai 80% lebih dengan efisiensi tinggi untuk mencapai hasil yang efektif. Berdasarkan respons PJ Gubernur, penyelesaian proyek ini ditargetkan pada bulan Agustus ini.

“Jadi mari kita lihat apakah akan benar-benar mampu diselesaikan di bulan Agustus ini, atau hanya akan dioper lagi, dengan dalih waktu yang tidak cukup, entah itu waktu pembangunan atau bahkan batas pencairan anggaran. Akhirnya, anggaran sekitar 4,9 miliar yang sudah disiapkan tidak terkelola dengan baik sesuai dengan alasan disetujui anggaran tersebut. Kepedulian kepada daerah dan masyarakat harus tetap diutamakan,” tambah Ridha.

Dengan kondisi yang memprihatinkan ini, masyarakat dan pihak terkait berharap agar proyek Kanal Tanggidaa dapat segera diselesaikan demi meningkatkan kualitas hidup warga dan memajukan infrastruktur Kota Gorontalo.

Continue Reading

News

Titik Terang Perjalanan Singkat PB HPMIG di Musyawarah Luar Biasa Yogyakarta

Published

on

YOGYAKARTA – Perjalanan singkat Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (PB HPMIG) pasca Mubes XIII Tahun 2023 di Gorontalo akhirnya menemukan titik terang. Musyawarah Luar Biasa (MLB) HPMIG yang dihadiri oleh 12 cabang di Yogyakarta mengukuhkan Raihan Daffa Nadiro Koniyo sebagai Ketua Umum PB HPMIG.

Ketua HPMIG Bogor menyatakan bahwa Raihan Daffa Nadiro Koniyo terpilih secara konstitusional, sesuai dengan Bab VI Pasal 10 tentang pengambilan keputusan melalui musyawarah luar biasa, dan Bab VII Pasal 11 mengenai permusyawaratan dan rapat musyawarah luar biasa HPMIG.

“Ya, Refa diterima di semua cabang. Ia memaparkan keberlanjutan PB HPMIG dan HPMIG cabang se-Indonesia. Gagasannya disampaikan di masing-masing cabang,” ungkapnya, Jumat (07/06/2024).

Inkri, Ketua HPMIG Bogor, juga menekankan bahwa semangat untuk membesarkan HPMIG ada pada tubuh Refa Koniyo.

“Ia mampu menggandeng seluruh cabang dan bergerak secara kolektif,” terangnya.

Inkri menambahkan bahwa HPMIG perlu dikobarkan di seluruh penjuru Indonesia, terutama dalam menjaga kekompakan.

“Kita butuh pemimpin visioner seperti Refa, yang mampu mengakomodir aspirasi mahasiswa rantau, terutama HPMIG se-Indonesia,” tutupnya.

Dengan terpilihnya Raihan Daffa Nadiro Koniyo, diharapkan PB HPMIG dapat terus maju dan mengembangkan organisasi dengan mengedepankan semangat kolektif dan visi yang jelas untuk mendukung mahasiswa Gorontalo di seluruh Indonesia.

Continue Reading

Gorontalo

Perayaan Hari Lingkungan Hidup di Kota Gorontalo Disemarakkan dengan Penanaman Pohon dan Program Kebersihan

Published

on

GORONTALO – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia, Kota Gorontalo menyelenggarakan berbagai kegiatan yang meriah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Salah satu acara utama adalah penanaman 50 bibit pohon Tabebuya di sepanjang bantaran Sungai Bulango, yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Dungingi.

Camat Dungingi, Heriyanto Abas, menjelaskan bahwa aksi penanaman pohon di kawasan bantaran Sungai Bulango melibatkan berbagai unsur masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh pemerintahan kecamatan, kelurahan, pejabat Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, Puskesmas, serta Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gorontalo.

“Bibit Pohon Tabebuya ini kami dapatkan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Gorontalo. Kami memilih kawasan bantaran Sungai Bulango, tepatnya di sekitaran SPAM Dungingi, karena kawasan tersebut sangat kurang pohon rindang. Kami berharap kedepannya, ketika bibit pohon ini tumbuh besar, bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Heriyanto.

Selain aksi penanaman pohon, Pemerintah Kecamatan Dungingi juga terus menggalakkan program Grebek Lorong Kumuh yang sudah berjalan sekitar tiga bulan. Program ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang asri dan bersih.

“Kami memiliki program di bidang lingkungan, yakni Grebek Lorong Kumuh. Program ini kami laksanakan setiap hari Kamis, dan sudah berjalan tiga bulan. Konsepnya, pada hari Senin kami mengidentifikasi wilayah sasaran program, dan pada hari Kamis kami bergerak melaksanakan program grebek lorong kumuh. Sasaran kami adalah saluran kumuh yang tersumbat, kawasan kumuh, dan sampah yang berserakan,” jelas Heriyanto.

Dengan berbagai inisiatif ini, Kecamatan Dungingi berharap dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup. Kegiatan penanaman pohon dan program kebersihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di Kota Gorontalo.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler