Connect with us

UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO

Indonesia Pasca Pilpres

Published

on

Dr. Funco Tanipu, ST., M.A || Foto Istimewa

Oleh : Dr. Funco Tanipu, ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)

Politik di Indonesia selalu menampilkan wajah yang unik. Ia tak selalu linier dengan perasaan dan logika warganya.

Bagi pendukung si A, langkah dan rekam jejak si B selalu salah di mata si A. Demikian pula sebaliknya. Hingga jika kontestasi itupun berakhir, lalu ada konsolidasi elit untuk saling berbagi “resources” dan termasuk posisi. Sebagai contoh kontestasi Pilpres 2019 yang sangat panas lalu diakhir oleh perjumpaan politik hingga berbagi kekuasaan.

Demikianlah, fakta politik Indonesia yang bisa disebut sebagai political gymnastic. Hal ini memperlihatkan bahwa politik adalah sesuatu yang cair. Politik itu tidak selalu linier dengan cara pandang yang minimal.

Fakta bahwa dalam Pilpres 2024 yang mulai hangat, lalu jika nanti ada konsolidasi elit yang mengagetkan pasca ini, warga yang begitu sengit pada saat ini tentu mau tidak mau harus mengelus dada, bahwa semangat mereka yang berapi-api dalam mendukung kandidatnya, yang harus anti A dan pro B, mau tidak mau dan suka tidak suka harus menerima kenyataan, bahwa pembicaraan Jakarta telah “delapan enam”.

Sebab, pada saat pasca Pilpres nanti, dengan formasi partai politik yang bisa kita lihat sementara dari berbagai hasil survey, tidak ada satupun kandidat yang meraih mayoritas dukungan di legislatif. Kandidat yang menang nanti, siapapun itu, akan berada pada situasi yang lemah dari sisi politis. Bahwa ada suara rakyat yang memilihnya dan membawa ia secara elektoral menjadi Presiden, bukan lagi alasan untuk dia dianggap terus “kuat”. Sandaran politisnya hanya berada dalam “keputusan” masing-masing ketua umum partai yang jumlahnya hanya hitungan jari. Merekalah yang “menentukan” arah politik bangsa kedepan.

Para ketua umum ini akan menggaransi dukungan politik pada Presiden terpilih jika ada kompensasi kursi mentri di kabinet, lembaga negara, jabatan strategis di BUMN serta tentu saja “resources” yang tak terbatas. Tanpa itu, dukungan politik pada Presiden terpilih tak akan bulat seperti pada periode sebelumnya.

Jauh sebelum fakta ini berlangsung, di zaman kerajaan silam, kondisi seperti ini sudah berulang-ulang terjadi. Termasuk juga apa yang telah dialami Soekarno saat berpindah kekuasaan pada Soeharto. Juga perpindahan kekuasaan dari Soeharto ke Habibie. Dari Gus Dur ke Megawati hingga ke SBY.

Kita disodori oleh sejarah tikung-menikung politik. Kita juga banyak membaca soal ketangkasan elit kita di banyak tikungan sejarah. Banyak yang tak terkira dan tak terpikirkan. Tetapi, hal-hal yang tak terpikirkan itu, telah terjadi secara berulang-ulang. Banyak korban yang mengenaskan, ada yang terlempar. Ada pula yang bertahan dengan segala kedigdayaannya.

Karena itu, politik Indonesia tidak bisa dibaca lagi dengan modal perasaan yang berhadap-hadapan dengan logika serta fakta politik yang ada di depan mata. Imajinasi politik harus lebih kuat dalam menghadapi segala macam “political gymnastic” yang akan terjadi.

Politik Indonesia bukan sekedar angka numerik dan elektabilitas pada pemilu, juga bukan soal angka pertumbuhan dan kemiskinan semata. Politik Indonesia adalah puzzle peradaban yang sedang mencari pola untuk kemudian menyejarah.

Banyak hal yang luar biasa di negeri ini, namun kita memiliki kekurangan pada soal kesabaran. Hal yang jarang kita temui di negeri ini.

Menghadapi kondisi politik terkini tidak bisa dihadapi dengan model asal tumbuh, maju dan cepat berkembang. Harus disertai dengan kondisi siap dengan segala perubahan cuaca politik.

Pada suatu titik nanti, ada kalanya kita harus menahan diri, belajar mengelola kesabaran untuk hal-hal yang mengecewakan, sambil terus merawat benih-benih harapan untuk bangsa ini.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertorial

Atlet UNG Raih Dua Medali pada Kejuaraan Nasional Petanque Antar Mahasiswa

Published

on

UNG – Prestasi gemilang berhasil diraih oleh para atlet dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dalam ajang Kejuaraan Nasional Petanque Antar Mahasiswa yang diselenggarakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada 22-26 Mei 2024. Mahasiswa UNG sukses membawa pulang dua medali perunggu, masing-masing untuk kategori double women dan beregu putra.

Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Provinsi Gorontalo, Dr. dr. Cecy Rahma Karim, Sp. GK., mengungkapkan rasa bangga dan senangnya atas pencapaian tersebut. Keberhasilan meraih medali perunggu ini merupakan pencapaian awal yang membanggakan bagi para atlet petanque UNG dan menjadi kebanggaan tersendiri untuk Provinsi Gorontalo.

“Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa UNG tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki potensi besar dalam bidang olahraga. Prestasi ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama universitas,” ujar Cecy.

Sebagai Dekan Fakultas Kedokteran UNG, Cecy menambahkan bahwa raihan medali dalam Kejurnas Petanque mahasiswa ini menunjukkan eksistensi UNG di kancah nasional, serta membuktikan bahwa dalam olahraga petanque, UNG mampu bersaing dengan universitas-universitas lainnya di Indonesia.

“Prestasi ini diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi para atlet petanque UNG untuk meraih lebih banyak lagi prestasi di masa mendatang, baik di tingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para atlet dan universitas, tetapi juga memacu semangat seluruh civitas akademika UNG untuk terus mengembangkan diri dalam berbagai bidang. Semangat dan dedikasi para atlet petanque UNG dalam meraih prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk turut serta mengukir prestasi di bidang olahraga maupun akademik.

Keberhasilan ini menandai babak baru dalam perkembangan olahraga petanque di UNG dan Provinsi Gorontalo, dengan harapan akan ada lebih banyak lagi prestasi yang diraih oleh para atlet muda di masa depan.

Continue Reading

Advertorial

FSB UNG Gelar Workshop untuk Tingkatkan Kapasitas Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi Ilmiah

Published

on

UNG -Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menyelenggarakan Workshop Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi Ilmiah pada 16 Mei 2024 di Gedung FSB UNG. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dosen FSB UNG dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, khususnya dalam bidang bahasa, sastra, dan budaya.

Dekan FSB, Prof. Dra. Nonny Basalama, M.A., Ph.D., menjelaskan bahwa tujuan utama workshop ini adalah untuk mendorong dosen dalam menghasilkan penelitian dan pengabdian yang dapat dipublikasikan di tingkat internasional. “Publikasi ini merupakan bentuk pertanggungjawaban ilmiah dosen sebagai ilmuwan serta sarana untuk memperkaya khasanah ilmu pengetahuan,” jelasnya.

Prof. Nonny juga menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pencapaian visi UNG yang unggul dan berdaya saing. “Dengan publikasi ilmiah yang berkualitas, kita dapat berkontribusi dalam perbincangan ilmu pengetahuan global dan menunjukkan keunggulan UNG di kancah internasional,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman: Dr. Hasan Panigoro, Sekretaris LP2M UNG, yang membahas roadmap penelitian, pengabdian masyarakat, dan publikasi ilmiah UNG, serta Prof. Irwan Abdullah, Guru Besar UGM dan pendiri IAS Foundation, yang memberikan wawasan tentang publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional.

Dengan workshop ini, FSB UNG berharap dapat meningkatkan kompetensi dosen dalam menghasilkan penelitian dan publikasi berkualitas, serta memperkuat kontribusi UNG dalam bidang ilmu pengetahuan dan pengabdian masyarakat di tingkat global.

Continue Reading

Advertorial

Fakultas Ilmu Sosial Gelar Pelatihan Penulisan Artikel Scopus Bagi Dosen

Published

on

UNG – Dalam upaya meningkatkan kualitas publikasi dosen, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) menggelar pelatihan penulisan artikel pada Kamis (16/5). Pelatihan tersebut dilakukan melalui kegiatan bootcamp penulisan artikel Scopus, dengan menghadirkan pemateri utama, Direktur IA Scholar (IAS) Foundation, Prof. Dr. Irwan Abdullah.

Dekan FIS, Dr. Drs. Zuchri Abdussamad, S.I.K., M.Si, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pelatihan yang bekerja sama dengan IAS Foundation ini merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi artikel Scopus dosen. “Melalui peningkatan publikasi tersebut, diharapkan dapat mengakomodir para dosen FIS dalam mengakselerasi percepatan kenaikan pangkat menuju Lektor Kepala hingga Guru Besar,” ungkap Zuchri.

Wakil Dekan Bidang Akademik FIS, Dr. Yowan Tamu, M.A., menuturkan bahwa pelatihan semacam ini merupakan bagian dari program unggulan akademik fakultas. Program ini menjadi upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penulisan artikel, yang diharapkan dapat mempercepat peningkatan jabatan fungsional dosen. “Besar harapan kami dosen dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Melalui pelatihan semacam ini, diharapkan menghasilkan output berupa 10 artikel yang terpublikasi di Scopus untuk tahun 2024,” harapnya.

Sementara itu, Direktur IAS Foundation, Prof. Dr. Irwan Abdullah, mengatakan bahwa pelatihan melalui bootcamp penulisan artikel ini menjadi momentum bagi dosen untuk berkembang dalam menulis artikel Scopus yang merupakan sebuah perbincangan akademik, bukan hanya laporan penelitian.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler