Kota Gorontalo
Marten Taha Memang Beda dengan yang Lain
Published
6 years agoon
KOTA GORONTALO-Cara Marten Taha memimpin Kota Gorontalo memang beda dari para walikota sebelumnya. Itu bisa dilihat dari cara ia menangani masalah dan sekelumit persoalan. Seperti bencana banjir yang baru-baru ini melanda Kota Gorontalo dua kali berturut-turut dalam sebulan dan di tengah pandemi Covid-19 pula. Bukan hal mudah bagi seorang Marten, akan tetapi dengan cara dan gayanya memimpin, dua persoalan tersebut bisa tertangani dengan baik, terencana, terkoordinir dan sukses. Korban bencana mendapatkan hak mereka, kawasan terdampak bencana tertangani dan pencegahan pandemi Covid-19 pun tetap terlaksana.
Berbicara soal bencana alam banjir di Kota Gorontalo, sejak awal kejadian dirinya terlibat langsung dalam penanganan banjir, melakukan evakuasi terhadap korban bencana bersama petuga di lapangan, meski air sudah setinggi orang dewasa. Niatnya hanya satu saat turun ke lokasi terdampak banjir, memastikan semua masyarakat terdampak banjir sudah terevakuasi ke tempat yang lebih aman, dan diberikan makanan dan tempat pengungsian. Rasa khawatir Marten terhadap kondisi masyarakatnya yang tertimpah musibah begitu besar, setiap hari pun rutin dirinya bersama jajaran pejabat Pemerintah Kota Gorontalo, melakukan monitoring kondisi warga korban bencana banjir, dan memastikan semua korban bencana sudah makan dan mendapatkan penanganan secara medis, jika ada yang sakit.
Koordinasi, komunikasi dan konsultasi dengan seluruh instansi terkait terus dilakukan Wali Kota Gorontalo Dua Periode ini, demi kemaslahatan masyarakat korban bencana. Dan apa yang dilakukannya tersebut berbuah baik, seluruh instansi vertikal lain diantaranya TNI dan Polri bersinergi dengan Pemerintah Kota Gorontalo, membersihakn kawasan terdampak banjir dari sampah, lumpur dan melakukan penyedotan genangan air yang ada di rumah warga korban bencana. Mulai dari personil kebersihan, alat berat sampai dengan puluhan truk pengangkut sampah dikerahkan, untuk membersihkan seluruh wilayah tempat tinggal warga korban bencana dari sampah. “Sampah, lumpu dan genangan air ini bisa menjadi sarang penyakit, saya tidak mau kesehatan masyarakat korban bencana sakit akibat kotoran ini. Semua pelayanan kesehatan wajib diberikan kepada mereka,” begitu kata Pak Wali kata Yudin, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo Rabu (08/07/2020).
Penanganan bencana banjir terus dilakukan, seiring dengan pelaksanaan penerapan pendisiplinan kepatuhan protokol kesehatan kepada masyarakat. Berbagai bentuk bantuan mulai dari beras, ikan segar, sembako, mie instan sampai dengan alat pelindung diri dan pakaian terus berdatang di Posko Penanggulangan Bencana Kota Gorontalo. Di tengah penanggulangan pasca bencana, protokol kesehatan tetap dijalankan karena itu sudah menjadi kebijakan. Sehingga, wajar meski di terjang bencana alam banjir Kota Gorontalo menoreh prestasi gemilang, mewakili Provinsi Gorontalo ke tingkat Nasional dalam ajang Kampung atau Kelurahan Tangguh, yang pada saat itu Kelurahan Moodu Kecamatan Kota Timur sebagai pesertanya.
“Ini bukan persoalan berapa besar hadiah yang akan diterima pemenang dalam ajang tersebut. Tetapi sebuah komitmen daerah yang mampu mengarhkan masyarakatnya, untuk taat pada anjuran pemerintah, sekalipun dalam kondisi “susah” (Bencana Alam). Seperti yang pernah dikatakan Gubernur Gorontalo, jangan hanya berkarya kata, tetapi harus berkarya nyata, dan itu sudah dilakukan Pak Wali Kota Gorontalo,” jelas Yudin.
Masih dengan penanganan bencana banjir di Kota Gorontalo. Belum lama tertangani bencan di lima kelurahan di Kota Gorontalo dari banjir, tiba-tiba Jumat belum lama ini kembali diterjang banjir. Tidak ada yang bisa disalahkan dalam kondisi tersebut, mungkin ini bisa dikatakan berkah, bisa juga cobaan. Tidak ada keluh kesah dari seorang Marten, saat mendengar wilayah yang telah dibersihkan itu, kembali diterjang banjir. Dan yang timbul dalam lubuk hatinya adalah rasa khawatir terhadap masyarakatnya.
“Jumat malam pada kejadian benjir yang ke dua, sebelumnya seharian penuh Pak Wali dengan pekerjaannya. Tiba-tiba saat baru sampai di rumah jabatan, mendengar bahwa wilayah yang sudah dibersihkan kembali diterjang banjir. Belum juga istirahat dari aktivitas seharian penuh, beliau langsung turun ke lokasi banjir pada Jumat malam itu, padahal cuaca saat itu hujan cukup deras. Satu kalimat dari beliau pada malam itu. ‘Coba kumpul pejabat, kita turun mengevakuasi masyarakat di lokasi banjir malam ini, saya harus pastikan mereka sampai ke tempat yang lebih aman dan diberikan makanan’,” ucap Yudin.
Banyak jalan menuju roma. Kalimat ini sangat pas untuk sosok Marten A. Taha, kata Yudin. Sebab di tengah semua anggaran sudah difokuskan dalam penanganan Covid-19, masih banyak cara bagi Marten untuk ‘melahirkan’ anggaran yang tidak terduga dalam menangani bencana. Dan hal itu dilakukan Marten, semata-mata hanya untuk masyarakat Kota Gorontalo, termasuk mereka yang tertimpah bencana banjir. Dan sekarang penanganan bencana banjir dan korban bencana, masih digalakan Pemerintah Kota Gorontalo. Beberapa hari terakhir ini, Pemerintah Kota Gorontalo menurunkan sebanyak 300 ASN berkolaborasi dengan personil TNI/Polri, membersihkan sampah, lumpur dan genangan di kawasan terdampak banjir.
Ada yang menarik lagi dilakukan Marten, dan masih kaitannya dengan kebutuhan masyarakat korban bencana. Yaitu menggratiskan tarif PDAM terhadap 1.400 KK (Kepala Keluarga), yang terdampak banjir. Ini tentunya sebuah pemikiran yang sangat brilian dari seorang pemimpin yang bijak, dalam kondisi terjepit masih bisa melompat tinggi. “Pak Wali Kota bukan hanya menggratiskan tarif PDAM terhadap 1.400 KK yang terdampak banjir di Kota Gorontalo. Tetapi, bagi warga korban bencana yang sudah terlanjur membayar tarif PDAM, uangnya akan dikembalikan oleh PDAM. Anggaran yang digunakan Pemerintah Kota Gorontalo, bukan untuk hura-hura seperti isu tidak jelas dikembangkan segelintir orang, tetapi demi kemaslahatan umat. Dan hal itu lebih tinggi dari pada prestasi,” pungkas Yudin.(#).
You may like
-
Cegah Ruang Mangkrak! Wali Kota Gorontalo Dorong Bangunan Kosong Jadi Wadah UMKM
-
Komitmen Jaga Warisan Sejarah, Pemkot Gorontalo Perkuat Pembangunan Museum 23 Januari
-
Terbaik Nasional! Pemkot Gorontalo Boyong Penghargaan Layanan Kesehatan Kemendagri
-
Jasin Mohammad Tarik Diri, Ramdan: Tak Pengaruhi Somasi MUKOTA KADIN Kota Gorontalo
-
Dinilai Langgar AD/ART! Muskot Kadin Kota Gorontalo Menuai Sorotan Tajam
-
Dorong Birokrasi Digital! BKPSDM Kota Gorontalo Gagas Inovasi GO-ASN
Advertorial
Cegah Ruang Mangkrak! Wali Kota Gorontalo Dorong Bangunan Kosong Jadi Wadah UMKM
Published
6 hours agoon
22/09/2026
Kota Gorontalo – Komitmen terhadap keberlangsung sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, memantau langsung sejumlah bangunan dan toko yang saat ini dalam kondisi kosong di kawasan perkotaan pada Selasa (22/9/2026).
Peninjauan lapangan tersebut bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi aset yang tidak produktif, sekaligus memetakan potensi pembukaannya kembali sebagai ruang aktivitas ekonomi bagi masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Gorontalo, Haryono Soeronoto, S.STP., M.Si., serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Gorontalo, Dandy Winardi Datau, S.E.
Adhan Dambea menegaskan bahwa keberadaan bangunan atau toko kosong di kawasan strategis tidak semestinya dibiarkan mangkrak. Selama memenuhi ketentuan hukum dan mekanisme yang berlaku, aset-aset tersebut harus didorong agar kembali aktif memberikan manfaat ekonomi.
“Bangunan-bangunan yang kosong ini perlu kita lihat dan kita pikirkan bagaimana bisa dimanfaatkan. Jangan sampai ada ruang yang sebenarnya bisa menjadi tempat usaha, tetapi dibiarkan kosong begitu saja,” tegas Adhan, Selasa (22/9/2026).
Menurutnya, perhatian terhadap ketersediaan ruang usaha merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dalam menciptakan iklim ekonomi yang makin inklusif bagi para pelaku UMKM. Pemerintah daerah tidak hanya bertugas membangun infrastruktur secara fisik, tetapi juga harus peka melihat dinamika riil yang dihadapi masyarakat dalam menjalankan roda usaha.
Oleh karena itu, peninjauan langsung dianggap krusial untuk menemukenali potensi serta kendala di lapangan, termasuk memanfaatkan lokasi-lokasi strategis yang belum tergarap optimal.
“Pemerintah harus melihat langsung kondisi di lapangan. Kita ingin kota ini hidup, aktivitas ekonominya bergerak, dan masyarakat punya ruang untuk berusaha,” ujanya.
Selain menyoroti ketersediaan ruang, Adhan juga menjamin bahwa Kota Gorontalo merupakan daerah yang aman dan kondusif untuk menjalankan aktivitas bisnis. Jaminan keamanan dan kepastian lingkungan merupakan modal utama dalam membangun rasa percaya para investor maupun pelaku usaha lokal.
Ia berharap iklim kondusif ini dapat dijaga bersama oleh seluruh elemen masyarakat agar para pelaku UMKM memiliki kepastian dalam merintis, mengembangkan, dan mempertahankan usahanya.
“Pada prinsipnya, Kota Gorontalo adalah daerah yang aman untuk melakukan aktivitas usaha. Kita ingin masyarakat merasa nyaman menjalankan usahanya dan pelaku usaha dari luar juga melihat Gorontalo sebagai tempat yang baik untuk berinvestasi dan mengembangkan usaha,” jelasnya.
Adhan menambahkan, dukungan terhadap UMKM tidak boleh berhenti pada pemberian modal atau bantuan keuangan semata, melainkan harus mencakup penyediaan ruang usaha, jaminan keamanan lingkungan, serta pendampingan pemerintah secara berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkot Gorontalo dalam memastikan setiap jengkal potensi di wilayahnya dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang kita pikirkan adalah bagaimana setiap potensi yang ada bisa memberikan manfaat. Kalau ada bangunan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha, tentu harus kita lihat peluangnya. Kita ingin UMKM tumbuh dan ekonomi masyarakat terus bergerak,” pungkas Adhan.
Advertorial
Komitmen Jaga Warisan Sejarah, Pemkot Gorontalo Perkuat Pembangunan Museum 23 Januari
Published
1 day agoon
21/09/2026
Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo mengalokasikan dana apresiasi senilai Rp1 miliar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk mendukung penguatan dan pembangunan Museum 23 Januari. Langkah ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjaga sekaligus melestarikan warisan sejarah yang bernilai tinggi bagi masyarakat Gorontalo.
Dana apresiasi tersebut diperoleh atas prestasi Pemkot Gorontalo yang meraih penghargaan kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi.
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, melalui Juru Bicara, Jeffry As. Rumampuk, menegaskan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya sekadar torehan prestasi di atas kertas, tetapi harus membawa dampak nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
“Hari ini dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Gorontalo, Pak Wali Kota sudah menyampaikan bahwa dana apresiasi dari Kemendagri akan digunakan untuk membiayai pembangunan Museum 23 Januari,” ungkap Jeffry, Senin (21/9/2026).
Ia melanjutkan, penggunaan dana Rp1 miliar ini menjadi momentum berharga untuk memperkuat pembangunan sektor kebudayaan dan sejarah daerah tanpa melupakan aspek kemanfaatan publik.
“Penghargaan ini tentu bukan hanya soal angka Rp1 miliar. Bagi Pemerintah Kota Gorontalo, ini merupakan kesempatan untuk memperkuat pembangunan yang memiliki nilai substantif bagi masyarakat, termasuk menjaga warisan sejarah Kota Gorontalo,” jelasnya.
Menurut Jeffry, Museum 23 Januari memegang peranan sentral dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan serta memperkenalkan rekam jejak perjuangan Gorontalo kepada generasi penerus. Oleh karena itu, penguatan museum tidak sebatas pembenahan struktur fisik, melainkan juga penyampaian narasi sejarah yang lebih modern dan komunikatif.
“Warisan sejarah bukan hanya untuk dikenang, melainkan harus menjadi sumber pembelajaran bagi generasi muda. Ketika penghargaan ini diarahkan untuk mendukung Museum 23 Januari, semangatnya adalah menjaga apa yang sudah diwariskan sekaligus membuatnya tetap hidup dan relevan bagi generasi berikutnya,” tegas Jeffry.
Meskipun demikian, Pemkot Gorontalo memastikan seluruh proses penggunaan dana apresiasi tersebut tetap tunduk pada mekanisme dan aturan pengelolaan keuangan daerah yang berlaku secara transparan dan akuntabel.
Lebih lanjut, Jeffry menyampaikan pandangan Wali Kota bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik dan pelayanan publik, tetapi juga sejauh mana daerah tersebut merawat akar sejarah dan identitas budayanya.
“Pembangunan itu tidak boleh membuat kita kehilangan arah sejarah. Justru pembangunan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas daerah. Museum 23 Januari adalah salah satu ruang vital untuk tujuan tersebut,” terangnya.
Melalui program penguatan ini, Pemkot Gorontalo berharap masyarakat, khususnya generasi muda, dapat makin dekat dan bangga akan sejarah daerahnya sendiri.
“Ini bukan sekadar membangun fisik sebuah museum. Yang ingin kami bangun adalah kesadaran kolektif bahwa Gorontalo memiliki sejarah besar yang harus diketahui, dihargai, dan terus diwariskan,” pungkas Jeffry.
Advertorial
Dorong Birokrasi Digital! BKPSDM Kota Gorontalo Gagas Inovasi GO-ASN
Published
1 week agoon
15/09/2026
Kota Gorontalo – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dalam mempercepat transformasi birokrasi dan modernisasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) kembali diwujudkan melalui terobosan inovasi digital.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Gorontalo, Mohammad Mulky Datau, mempresentasikan Rancangan Proyek Perubahan (RPP) bertajuk “GO-ASN: Model Transformasi Manajemen ASN Kota Gorontalo” pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXIII Tahun 2026.
Seminar pembuktian gagasan tersebut berlangsung di BPSDMD Provinsi Sulawesi Utara, Jumat (4/9/2026).
Dalam pemaparannya, Mulky menjelaskan bahwa GO-ASN dirancang sebagai model transformasi manajemen yang mengintegrasikan berbagai layanan kepegawaian ke dalam satu sistem tata kelola yang terpadu dan efisien.
Presentasi RPP tersebut dihadiri langsung oleh Dewan Penguji, Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil, yang juga menjabat sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Dalam penyusunannya, Mulky didampingi oleh Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah Kota Gorontalo, Nuryanto, selaku mentor, serta Shinta Papia sebagai coach.
Inovasi GO-ASN digagas untuk menjawab berbagai tantangan pengelolaan administrasi kepegawaian sekaligus mengawal agenda reformasi birokrasi. Inisiatif ini selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam aspek penguatan reformasi birokrasi, digitalisasi tata kelola pemerintahan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Di tingkat daerah, GO-ASN diarahkan menjadi bagian integral dari implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Gorontalo dan Rencana Strategis (Renstra) BKPSDM Kota Gorontalo. Melalui model ini, pelayanan kepegawaian tidak lagi bersifat reaktif, melainkan bertransformasi menuju sistem berbasis teknologi yang proaktif.
Konsep utama GO-ASN adalah membangun ekosistem orkestrasi digital yang menghubungkan sejumlah platform kepegawaian yang telah digunakan pemerintah, seperti SIASN BKN, SIMPEG, dan e-Kinerja.
Sistem ini dirancang untuk mendeteksi kebutuhan maupun hak-hak kepegawaian ASN secara otomatis, sehingga seluruh proses administrasi dapat dituntaskan tepat waktu.
Melalui pola otomatisasi ini, ASN tidak perlu lagi secara manual mengurus berkas administrasi personal yang berkaitan dengan hak kepegawaiannya. Langkah ini diharapkan mampu memangkas beban administratif ASN, sehingga para pegawai dapat lebih fokus pada peningkatan mutu pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam seminar tersebut, Dewan Penguji Dr. Fransiscus Engelbert Manumpil memberikan sejumlah catatan strategis. Selain mengapresiasi konsep integrasi bersama SIASN dan Document Management System (DMS) BKN, ia mendorong agar pengembangan GO-ASN diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.
Kolaborasi tersebut mencakup pemangku kepentingan (stakeholder) internal, yakni seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Gorontalo. Sementara untuk stakeholder eksternal, GO-ASN diharapkan dapat merangkul berbagai lembaga penyedia layanan kesejahteraan ASN, seperti PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, dan PT Taspen (Persero).
Menurut penguji, makin luas jangkauan integrasi antarlembaga, makin besar pula manfaat yang dirasakan para ASN. Pegawai nantinya dapat mengakses layanan hak finansial, jaminan sosial, perbankan, hingga persiapan masa pensiun secara lebih mudah, transparan, dan terintegrasi.
Pada kesempatan yang sama, Mulky Datau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea dan Wakil Wali Kota Indra Gobel atas arahan serta dukungan penuh dalam pelaksanaan PKN Tingkat II dan pengembangan proyek perubahan ini.
“Dukungan penuh, arahan, serta kepercayaan dari Bapak Wali Kota H. Adhan Dambea dan Bapak Wakil Wali Kota Indra Gobel menjadi fondasi utama bagi saya dalam mengikuti PKN Tingkat II ini. Gagasan Proyek Perubahan GO-ASN ini lahir untuk mengawal visi dan misi Pemkot Gorontalo serta RPJMD,” ujar Mulky.
Sementara itu, Pj. Sekda Kota Gorontalo, Nuryanto, selaku mentor menegaskan kesiapan jajaran jajaran birokrasi Pemkot Gorontalo untuk menyukseskan tahapan implementasi proyek perubahan tersebut.
Tahapan selanjutnya akan difokuskan pada pelaksanaan aksi perubahan dan uji coba (piloting) layanan proaktif GO-ASN di lingkungan Pemkot Gorontalo. Evaluasi menyeluruh terhadap penerapan proyek perubahan ini dijadwalkan berlangsung pada Seminar Evaluasi Implementasi Proyek Perubahan pada November 2026 mendatang.
Sambut Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Bahas Draf MoU Pengembangan SDM
Dampak Kemarau Ekstrem! Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Cek Ketersediaan Air Bersih di Haya-Haya
Cegah Ruang Mangkrak! Wali Kota Gorontalo Dorong Bangunan Kosong Jadi Wadah UMKM
Olahan Laut Berdaya Saing! KKN UNG Dorong UMKM Pesisir Huangobotu Naik Kelas
Soroti Data Desil! Komisi IV DPRD Gorontalo Tinjau Penyaluran Bantuan di Desa Tenggela
Tampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
Salurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
Berani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
Polemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
Lintasi Pegunungan telaga Hingga Telaga Biru: Yayasan Niswadi Ilmu Gemilang Salurkan 100 Bantuan SD di Kabupaten Gorontalo
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo2 months agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo3 weeks agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo1 month agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
Gorontalo3 months agoDiduga Tembus Rp1,3 Miliar: Skandal Penggelapan Dana Mahasiswa Guncang Kampus Universitas Gorontalo
-
Ruang Literasi3 months agoDosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Sultan Amai Gorontalo Luncurkan “Manjonongki”, Aplikasi Karya Anak Daerah dari Riset Kampus
-
Gorontalo4 weeks agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
Gorontalo4 weeks agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
kabupaten boalemo3 weeks agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
