Politik
Minggu Tenang, Minggunya Mayor Teddy
Published
3 years agoon
Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo)
Saya tidak ingin menyebut nama atasannya secara spesifik dalam tulisan, apalagi mengkampanyekannya. Saya hanya ingin membahas soal Mayor Teddy. Bagi saya ini yang paling menarik dari seluruh episode politik yang sedang kita saksikan.
SIAPAKAH MAYOR TEDDY?
Sampai Sabtu sore, saya tidak tahu siapa Mayor Teddy. Tapi beberapa hari terakhir ini, tergiang terus nama si Mayor Teddy ini. Saya memang lagi kurang tertarik membahas soal Pilpres pada dua minggu terakhir ini karena harus menyiapkan salah satu Hari Agung dalam Islam yakni Isra’ Mi’raj, dimana UNG telah menerbitkan kitab Meeraji dengan tulisan latin bahasa Gorontalo sekaligus terjemahan bahasa Indonesia. Juga harus ikut turut serta membantu secara teknis pelaksanaan KKN UNG Pemilu 2024. Pilpres tahun ini bagi saya adalah hal yang tidak terlalu menarik karena terlalu tegang, saling hina, suudzon, ghibah dan bahkan fitnah.
Hingga tadi sore putri saya yang bernama Zahra Tanipu memperlihatkan wajah si Mayor Teddy, dia menanyakan kira-kira kapan si Mayor Teddy ke Gorontalo. Memang banyak pertanyaan aneh dan unik dari anak-anak saya selama beberapa tahun terakhir sejak mereka aktif memantau media sosial. Pertanyaannya terus terang tak bisa saya jawab, karena memang saya tidak tahu. Lalu saya mulai searching di Tiktok, Instagram, dan Facebook saya soal Mayor Teddy. Rupanya ia adalah seorang ajudan Menteri Pertahanan RI saat ini, yang sebelumnya ia adalah ajudan Presiden RI.
Hingga dari hasil googling yang rupanya Mayor Teddy adalah lulusan SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Sebagian besar alumnus SMA Taruna dipastikan masuk dan diterima di Akademi Militer ataupun Akademi Kepolisian, Teddy adalah jebolan Akademi Militer tahun 2011. Dalam karir militernya, Teddy lulusan sekolah pasukan elit di US Army Infantry School. Teddy adalah United States Army Ranger School dengan meraih predikat International Honor Graduate. Di Ranger School, Presiden SBY juga alumni dari sekolah ini.
Teddy lahir di Manado dari sepasang tentara yakni Kolonel Inf. (Purn) Giyono dan Mayor Caj (K) Patris R.A. Rumayan. Ia pernah menikah tahun 2018, lalu memilih pisah dan kini ia berstatus jomblo.
MENGAPA MAYOR TEDDY MENCUAT?
Nah, nama Teddy rupanya mulai mencuat ke permukaan saat disoroti media ketika hadir sebagai ajudan salah satu Capres pada Debat Capres bulan Desember tahun lalu. Lalu, mulailah Teddy menjadi sosok idola baru bagi kalangan ibu-ibu hingga para perempuan milenial dan Gen Z.
Karakter dan latar belakang Teddy memenuhi semua prasyarat dari seorang idola baru ; ganteng, cerdas, berwibawa, ramah dan rajin. Bagi netizen, setelah jenuh dengan segala hiruk pikuk Pilpres, tentu segala pertunjukkan tokoh-tokoh politik termasuk artis-artis yang digaet untuk menarik simpati, tidak lagi menggairahkan suasana. Apalagi mulai mendekati Hari – H yang terjadi saling hina yang mengarah pada saling serang karakter individu, bukan lagi saling mendebat gagasan.
Pada titik jenuh itu, bagi netizen Mayor Teddy dianggap sebagai oase baru yang dapat membasahi “keringnya” politik nasional walaupun Mayor Teddy bukanlah politisi atau tim kampanye. Mayor Teddy adalah “perasan” dari kebutuhan netizen tentang sosok yang kalem tapi tegas, penolong, “ba kendis”, mirip opa-opa korea, postur tubuh proporsional dan tentu saja single. Apalagi aksi heroiknya yang menggendong seorang gadis yang jatuh pingsan di panggung kampanye terakhir.
Setelah mencuat, mulai terlihat banyaknya fans grup dan akun-akun fans yang dibuat, yang isinya adalah keseharian Mayor Teddy. Dan dalam waktu singkat terjadilah parasocial relationship yakni terbentuknya hubungan satu arah antara idola dan fans. Pada kondisi parasocial relationship, seorang fans sudah merasa memiliki ikatan emosional bahkan merasa mengenal idolanya secara personal. Hal itu terlihat dari eskpresi netizen pada kolom komentar baik di Tiktok, Instagram, Twitter dan Facebook.
Hingga kemarin, pembentukan soliditas netizen terhadap Mayor Teddy mulai kencang. Saya mencoba mensimulasikan foto Mayor Teddy dan foto saya, tujuannya ingin mengetahui sejauhmana netizen (teman saya di media sosial) mengenal Mayor Teddy, dan rata-rata teman saya mengenalnya bahkan seperti telah dekat. Walaupun dalam postingan tersebut, saya tidak menuliskan nama Mayor Teddy. Rupanya ingatan netizen terhadap wajah, topi, kacamata dan juga kendis Mayor Teddy telah sebegitu kental.
PEMUJAAN DAN HISTERIA TERHADAP MAYOR TEDDY
Setelah pengenalan terhadap idola mulai terbentuk, karakter dan identitas fans (netizen) mulai bisa dikategorikan. Fans Mayor Teddy adalah ibu-ibu muda dan perempuan single yang berasal dari kalangan milenial dan Gen Z.
Kebiasaan netizen dalam menggemari idolanya adalah (1). Bertanya-tanya apa yang sedang dilakukan, dipikirkan, atau dirasakan oleh idolanya saat ini. (2). Mengecek media sosial sepanjang waktu hanya untuk mengetahui hal-hal terbaru tentang idolanya. (3). Merasa memiliki hubungan spesial atau romantis dengan idolanya. (4). Membayangkan atau mencari tahu tentang kehidupan pribadi idolanya, seperti dengan siapa mereka menjalin hubungan atau berkencan.
Jika hal itu mulai menggejala, maka yang terjadi adalah Celebrity Worship Syndrome (CWS). Istilah ini dikemukakan oleh Lynn McCutcheon. CWS adalah gangguan obsesif seseorang terhadap selebriti atau orang terkenal lainnya. Orang yang mengalami CWS cenderung memiliki ketertarikan emosional yang kuat terhadap idolanya. Mereka tidak hanya mengagumi sang idola, tetapi sampai berusaha mencari tahu segala informasi pribadi tentang idolanya. Hingga berujung pada pemujaan.
Pada kondisi ini, seseorang akan terlihat lebih ekstrim dalam mengemukakan ekspresinya, hal ini terlihat dari banyaknya story di Instagram, Tiktok dan Facebook tentang Mayor Teddy dengan caption yang unik dan lucu. Situasi ini menuju apa yang dinamakan histeria.
Dalam kondisi histeria, seseorang tidak lagi sadar akan kondisi psikologisnya, ia tak bisa lagi mengendalikan perasaannya. Dalam konteks yang ada, Mayor Teddy dianggap sebagai sekumpulan tanda dan simbol. Bagi Jean Baudrillard, situasi saat ini adalah masa mode of consumtion, dimana konsumsi masyarakat kontemporer dilatar belakangi oleh kebutuhan akan simbol dan tanda.
Pada kondisi mode of consumtion, Mayor Teddy dianggap sebagai realitas, walaupu sebenarnya bukan. Mayor Teddy sebagai tanda dan simbol pada akhirnya telah “dimanipulasi” sehingga hubungan netizen seperti konsumen, yang mengonsumsi tanda dan simbol tentang Mayor Teddy.
APA IMPLIKASI DARI MAYOR TEDDY EFFECT?
Sebagaimana diketahui bahwa pada Pemilu 2024 ada sebanyak 66.822.389 atau 33,60 persen pemilih dari generasi milenial. Sedangkan pemilih dari generasi Z adalah sebanyak 46.800.161 pemilih atau sebanyak 22,85 persen. Kedua generasi ini mendominasi pemilih Pemilu 2024, yakni sebanyak 56,45 persen dari total keseluruhan pemilih.
Di antara 56,54 persen tersebut ada sekitar separuhnya yang terdiri dari ibu-ibu muda dan perempuan single. Itu berkisar pada angka 50 – 60 juta pemilih.
Sebagian besar dari mereka ini adalah yang belum menentukan pilihan (undecided voters) dan yang sudah ada pilihan tapi masih mungkin untuk mengubah pilihannya (swing voters).
Implikasi dari Mayor Teddy Effect adalah terbentukanya fanbase secara ekstrim dan cepat, bahkan parasocial relationship bisa jadi akan menjadi bandwagon effect (kecenderungan mengikuti gaya, style dan ikut-ikutan). Akan ada mode ikut-ikutan yang bergerak secara eksponensial.
Bagi kalangan politisi yang memiliki kemampuan dan pengetahuan diatas rata-rata, kesempatan ini tidak akan disia-siakan, apalagi dalam waktu yang sangat sempit. Entah “tanda dan simbol” tentang Mayor Teddy adalah by design, tetapi kecenderungan untuk memanfaatkan “momentum” Mayor Teddy telah mengisi minggu tenang secara aktif.
Mayor Teddy sebagai simbol dan tanda juga menjadi pemecah kejenuhan pemilih tentang isu gemoy, samsul, lagu tabrak-tabrak masuk, dan oke gas untuk kalangan milenial dan gen Z. Mayor Teddy dalam bentuk simbol menjadi perekat soliditas pemilih untuk terus bertahan hingga tanggal 14. Termasuk menjaga soliditas kalangan tersebut untuk terus bertahan di tengah gempuran isu “dinasti”, bansos dan yang terakhir adalah film dokumenter Dirty Vote yang diluncurkan oleh kalangan aktifits pro demokrasi.
Jadi, disadari atau tidak, by design atau by momentum, setidaknya tanda dan simbol tentang Mayor Teddy telah mengisi hari-hari kosong selama minggu tenang, netizen sibuk membahas dan memperbincangkan hingga tanggal 14 Februari, tidak lagi membahas gempuran isu yang sedang naik. Dan demi idola yang dipujanya, besar kemungkinan semua fans Mayor Teddy akan mengarahkan pilihannya kepada yang dikawal Mayor Teddy selama ini.
Demi Mayor Teddy, mereka rela melakukan apa saja. Memang minggu ini, minggunya Mayor Teddy.
You may like
-
Sambut Kemitraan Strategis, UNG dan KemenP2MI Bahas Draf MoU Pengembangan SDM
-
Menuju PTN-BH! UNG Timba Ilmu Tata Kelola Perguruan Tinggi dari Unhas
-
Siap Harumkan Daerah! 27 Mahasiswa UNG Berlaga di Peksiminas XVIII 2026
-
Cetak Sejarah Baru! UNG Resmi Lahirkan 36 Apoteker Profesional Perdana
-
Kawal Makan Bergizi Gratis: LPPM UNG Tinjau Kesuksesan Inovasi Pangan di Gorontalo
-
Kuliah Gratis Sampai Lulus: UNG Buka Jalur Seleksi Mandiri Prestasi Unggul 2026
Daerah
Kunci Pemenangan 2029: Ratusan Laskar Gerindra Gorontalo Digembeleng Jadi Barisan Akar Rumput
Published
5 days agoon
30/09/2026
GORONTALO — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Gorontalo resmi merampungkan agenda Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Pertama. Kegiatan kaderisasi strategis ini berlangsung selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu (27/09/2026), bertempat di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo.
Pelatihan skala provinsi ini diikuti oleh ratusan kader muda utusan resmi dari seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Provinsi Gorontalo. Melalui kegiatan ini, Partai Gerindra Gorontalo secara terbuka menegaskan kesiapannya menghadapi Pemilu 2029 dengan menjadikan Laskar Gerindra sebagai motor penggerak utama partai di tingkat akar rumput hingga ke pelosok desa.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, M. Nasir Madjid, menyatakan bahwa pembentukan Laskar Gerindra di tingkat daerah merupakan langkah terukur untuk memastikan struktur dan mesin partai bekerja optimal jauh sebelum kontestasi politik dimulai.
“Diklat Laskar Pertama ini adalah titik awal konsolidasi besar-besaran Partai Gerindra di Gorontalo. Laskar yang kita gembleng di Bongohulawa ini diproyeksikan menjadi mesin politik partai yang hidup dan bergerak langsung di tengah masyarakat. Mereka akan menjadi ujung tombak di akar rumput, masuk ke dusun-dusun dan pelosok desa untuk menjaga basis konstituen sekaligus mengawal kemenangan Gerindra pada Pemilu 2029 mendatang,” tegas M. Nasir Madjid di lokasi kegiatan, Minggu (27/09/2026).
M. Nasir Madjid menambahkan, Laskar Gerindra tidak hanya dibekali dengan kedisiplinan dan ketahanan fisik, tetapi juga dipersiapkan menjadi jembatan informasi antara partai, pemerintah, dan masyarakat desa.
“Para kader ini dilatih untuk memiliki militansi tinggi dan kepedulian sosial. Begitu kembali ke daerah masing-masing, mereka langsung bertugas memperkuat jaringan hingga tingkat ranting dan anak ranting, memastikan aspirasi masyarakat desa terserap dan diperjuangkan oleh Partai Gerindra,” tambah Nasir Madjid.
Langkah DPD Gerindra Gorontalo dalam membentuk Laskar Gerindra selaras dengan strategi kaderisasi nasional partai. Sebagaimana informasi yang dihimpun, gelombang Diklat Laskar Gerindra rutin digelar secara intensif di berbagai wilayah Indonesia—seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Bengkulu, hingga Jawa Barat. Laporan media massa mencatat bahwa perekrutan dan pelatihan Laskar Gerindra secara masif memang dirancang sebagai investasi politik jangka panjang. Kehadiran laskar dinilai efektif mengunci suara pemilih muda, memperkuat pengamanan basis di akar rumput, serta menjamin soliditas satu komando partai dari pusat hingga tingkat desa.
Dengan berakhirnya Diklat Laskar Pertama di Bumi Perkemahan Bongohulawa ini, DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo optimistis jaringan organisasi partai di seluruh pelosok Gorontalo semakin solid, terstruktur, dan siap memenangkan agenda-agenda politik menuju 2029.
Daerah
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Published
6 days agoon
29/09/2026
GORONTALO UTARA — Usai merampungkan agenda Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) beberapa hari lalu, Laskar Gerindra Gorontalo Utara (Gorut) langsung diterjunkan ke lapangan untuk melayani masyarakat. Melalui instruksi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Gorontalo Utara, para kader menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa yang tengah dilanda kekeringan ekstrem di Kecamatan Kwandang.
Aksi sosial ini menyasar wilayah yang terdampak krisis pasokan air bersih, dimulai dari Desa Ombulodata dan Desa Pontolo Atas. Penyaluran bantuan air bersih ini dipastikan akan terus berlanjut secara bertahap ke desa-desa lain yang membutuhkan di seluruh wilayah Kecamatan Kwandang.
Koordinator Laskar Gerindra Gorontalo Utara, Febriyan Mohu, menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan bentuk pengabdian nyata para kader pasca-pelatihan.
“Laskar Gerindra tidak hanya dididik untuk memiliki kedisiplinan internal, tetapi juga diajarkan untuk peka dan hadir di tengah kesulitan rakyat. Begitu selesai mengikuti pendidikan dan pelatihan, kami langsung bergerak ke lapangan menyalurkan air bersih bagi warga yang mengalami krisis air. Langkah awal kami mulai dari Desa Ombulodata dan Desa Pontolo Atas, dan akan terus berlanjut ke desa-desa lain se-Kecamatan Kwandang yang membutuhkan,” tegas Febriyan Mohu.
Krisis air bersih yang melanda wilayah Gorontalo Utara tidak terlepas dari fenomena iklim El Niño Godzilla—sebuah fenomena pemanasan suhu permukaan laut tingkat kuat yang memicu musim kemarau ekstrem. Dampak fenomena ini menyebabkan penipisan cadangan air tanah, mengeringnya sumber-sumber air bersih warga, serta lumpuhnya pasokan air bersih di berbagai kawasan pemukiman.
Di tengah kondisi darurat pasokan air akibat fenomena cuaca ekstrem tersebut, Laskar Gerindra Gorut berkomitmen untuk terus siaga memfasilitasi kebutuhan mendasar masyarakat hingga pasokan air warga kembali normal.
Daerah
Sinyal Untuk 2029! Diklat Laskar Gerindra Gorontalo Mulai Panaskan Mesin Tempur Partai
Published
1 week agoon
28/09/2026
GORONTALO — Gelaran Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Laskar Gerindra Pertama yang diselenggarakan oleh DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo selama tiga hari, sejak Jumat hingga Minggu (27/09/2026), di Bumi Perkemahan Bongohulawa, Kabupaten Gorontalo, menyisakan pesan politik yang cukup kuat. Agenda kaderisasi yang diikuti oleh ratusan kader utusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) kabupaten/kota se-Gorontalo ini menjadi penanda jelas bahwa mesin tempur Partai Gerindra di Gorontalo sudah resmi dipanaskan sejak dini guna menghadapi Pemilu 2029.
Selama tiga hari menginap di tenda-tenda perkemahan, para peserta digembeleng secara intensif meliputi latihan kedisiplinan fisik, ketahanan mental, wawasan kebangsaan, hingga pemantapan ideologi partai. Kehadiran ratusan kader muda utusan DPC tersebut memperlihatkan bahwa Gerindra Gorontalo tidak ingin menunda konsolidasi organisasi pasca-agenda politik nasional.
Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo, M. Nasir Madjid, menegaskan bahwa pelaksanaan Diklat Laskar Pertama ini memang dirancang sebagai start awal untuk memanaskan mesin partai secara sistematis hingga ke tingkat tapak.
“Diklat Laskar Pertama ini adalah bukti konkret bahwa Gerindra Gorontalo tidak ingin membuang waktu. Ini bukan sekadar agenda seremoni rutin, melainkan sinyal tegas bahwa mesin tempur partai sudah mulai kami panaskan dari sekarang untuk menyambut Pemilu 2029,” ujar M. Nasir Madjid di lokasi kegiatan, Minggu (27/09/2026).
M. Nasir Madjid menambahkan, penguatan kapasitas kader sejak jauh-jauh hari merupakan kunci utama agar jaringan partai di daerah selalu berada dalam kondisi siap tempur kapan pun dibutuhkan.
“Kami ingin memastikan seluruh jaringan kader, mulai dari DPD, DPC, hingga pengurus anak cabang di akar rumput, memiliki kedisiplinan, militansi, dan kesiapan yang sama. Lewat Diklat Laskar ini, para kader tidak hanya dilatih tangguh secara fisik di alam terbuka, tetapi juga dipersiapkan menjadi motor penggerak partai yang mampu mengawal program-program kerakyatan sekaligus memenangkan kepercayaan masyarakat Gorontalo menuju 2029,” lanjutnya.
Strategi penyiapan Laskar Gerindra sebagai tulang punggung mesin partai menuju Pemilu 2029 ini sejajar dengan arah kebijakan kaderisasi nasional Partai Gerindra. Sebagaimana diberitakan media nasional Detikcom dan RRI, gelombang Diklat Laskar Gerindra yang digelar secara masif di berbagai daerah—seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, hingga Jawa Tengah—merupakan bentuk investasi politik jangka panjang. Media-media besar tersebut mencatat bahwa konsolidasi Laskar Gerindra difokuskan untuk menjaga soliditas barisan, memperkuat jangkauan partai ke pemilih muda, serta memastikan para kader di daerah mampu menjadi penyambung lidah program-program strategis Presiden Prabowo Subianto di tengah masyarakat.
Dengan tuntasnya Diklat Laskar Perdana di Bumi Perkemahan Bongohulawa ini, DPD Partai Gerindra Provinsi Gorontalo menegaskan kesiapannya untuk melangkah lebih cepat dalam mengonsolidasikan kekuatan politik partai hingga ke pelosok desa di seluruh wilayah Gorontalo.
Persiapkan Kodam Baru pada 2027, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Tegaskan Dukungan Pembentukan Struktur TNI
Mantapkan Pendidikan Profesi Dokter! FK UNG Hadiri Forum Dekan FK LPTKNI pada KONASPI XII di Bali
Solusi Pascapanen Kelautan! Peneliti UNG Olah Buah Mangrove Jadi Pengawet Alami Ikan Cakalang
Seragam Bukan Tameng! Usut Tuntas Dugaan Uang Pengamanan PETI di Pohuwato
Persiapan Dapur Umum Ramadan! Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo Tinjau Pemanfaatan Dana Bantuan Rp10 Juta
Respon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
Muda, Disiplin, dan Militan! Gemblengan Kaderisasi khas Hambalang Hadir di Diklat Laskar Gerindra Gorontalo
Resmi Dilantik! Erna Giasi Siap Nakhodai GOW Kabupaten Pohuwato Periode 2026–2031
Terkesan Kebal Hukum! Puluhan Ekskavator PETI Masih Bebas Beroperasi di Taluditi
Bayar Tagihan Tapi Air Mati! Warga Pohuwato Keluhkan Pelayanan PDAM
PKK GELAR JAMBORE PKK TINGKAT KABUPATEN GORUT
Kota Gorontalo Peringkat kedua Internet Paling Ngebutt se-Indonesia
PIMPIN RAPAT PENYERAPAN PROGRAM, BUPATI PUAS HASIL EVALUASI
PEMKAB GORUT BERIKAN BANTUAN RP. 1 JUTA/ORANG UNTUK JAMAAH CALON HAJI
Dua Kepala Desa Di copot Bupati
Terpopuler
-
Gorontalo1 month agoTampil Memukau, MIN 1 Pohuwato Sabet Gelar Juara 1 Umum Hulonthalo Marching Festival 2026
-
Gorontalo3 months agoFakta Menarik: Anak Muda Gorontalo Bikin Platform Tiket Digital Pesaing Nasional
-
Gorontalo1 month agoSalurkan 150 Bantuan Pendidikan di Bonepantai, Aserval: Ini langkah Awal
-
Gorontalo1 month agoSalurkan Paket Bantuan Pendidikan, IAC: Jangan Sampai Anak Berhenti Sekolah karena Tak Punya Sepatu
-
kabupaten boalemo1 month agoPolemik Kopdes: Pj Kades Bendungan Diduga Enggan Teken Surat Hibah Lahan, Ada Apa?
-
Gorontalo1 month agoBerani! Tolak PT Celebes Bone Mineral, Camat Bonepantai Siap Pertaruhkan Jabatan
-
Daerah6 days agoRespon Dampak Buruk El nino! Laskar Gerindra Gorut Langsung Gerak Cepat
-
Gorontalo2 months agoKurang dari 1×24 Jam: Tim URC Jatanras Polresta Gorontalo Kota Ringkus Pembobol Konter HP
