Connect with us

Advertorial

Pemda Gorut Bersama BNN Perangi Penyalahgunaan Narkotika

Published

on

Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin saat diwawancarai || Foto HUMAS

GORUT – Bupati Indra Yasin membuka kegiatan rapat kerja program pemberdayaan masyarakat anti narkoba di Instansi Pendidikan yang di gelar oleh Badan Narkotika Nasional BNN Gorontalo Utara yang di ikuti oleh sejumlah Kepala Sekolah, di Hotel Maqna Kota Gorontalo, (17/6/2021).

Menurut Indra Yasin, penyalahgunaan narkoba saat ini sangat memprihatinkan dimana telah masuk ke generasi muda usia sekolah menengah pertama maupun menengah atas.

“Kebanyakan yang hari ini presentasi penyalahgunaan narkotika itu ada pada generasi muda dan terutama yang ada di sekolah-sekolah,” Ungkapnya.

Pemda bersama BNN telah bersepakat memerangi penyalahgunaan narkotika, dengan melibatkan seluruh stakeholder, orang tua, turut pula memberikan edukasi akan bahayanya barang haram tersebut.

“Kita juga harus lakukan penyuluhan hukum, dari seluruh komponen yang terkait termasuk aparat penegak hukum, kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan. Supaya anak-anak kita ini tau, kalau mereka salah menggunakannya, maka dia akan berhadapan dengan aparat penegak hukum dalam hal penjara,..”

“Sebab itu pekerjaan ini tidak ringan, dan tidak hanya di sekolah tetapi harus ada campur tangan juga orang tua di rumah,” Ujar Indra.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertorial

Wali Kota Lakukan Pengawasan Prokes di Pasar Tradisional Andalas

Published

on

Walikota Gorontalo Marten Taha mendampingi wakil gubernur Idris Rahim, meninjau penerapan protkes dipasar Rabu andalas. || Foto Istimewa

KOTA GORONTALO – Usai melakukan peninjauan penerapan protokol kesehatan pencegahan covid 19 di beberapa pasar tradisional di wilayah Kota Gorontalo beberapa hari kemarin, kali ini Wali kota Marten Taha mendampingi Wakil Gubernur Idris Rahim meninjau situasi pasar andalas, (4/8/2021).

Menurut wali kota Gorontalo, yang harus mendapatkan perhatian serius berupa pengendalian terpadu dan pengetatan yang lebih masif untuk penerapan protokol kesehatan salah satunya pasar tradisional. Dikatakannya hal ini berbeda dengan pasar modern seperti Mall yang diatur seketat mungkin prokesnya bahkan ada pembatasan waktu untuk aktivitasnya.

“Kalau pasar tradisional begini ini, orang-orang pasti berkerumun, lapak-lapak berdekatan tempatnya juga berdesakan maka oleh karena itu kita kerahkan seluruh kekuatan baik dari unsur TNI-Polri dinas terkait untuk melakukan pengawasan,..”

“Nah dengan kegiatan seperti ini, bukan hanya sekedar sosialisasi tapi edukasi kepada masyarakat yang kita lakukan pada pasar mingguan, diharapkan pula ini bisa menjadi satu kebiasaan bagi masyarakat,” Jelas Marten Taha.

Jika prokes ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka tak akan lagi ada pengawasan yang ketat. Namun saja masih ada masyarakat yang abai dengan hal ini.

“Sebab yang susah ini menggunakan masker baik para penjual maupun pembeli dan pengunjung mereka membeberkan alasan susah bernafas, bahkan ada masker yang di lingkar di leher,” Ungkap Wali kota dua periode tersebut.

Ia pula menambahkan, selama dua minggu terakhir aktivitas malam masyarakat Kota Gorontalo sudah mulai berkurang. Sejak diberlakukannya PPKM level 3 pemerintah dsn tim satgas tak henti-hentinya menyosialisasikan dsn mengedukasi tentang bahaya virus ini.

“Oleh karena itu, kita lakukan pembinaan sosialisasi edukasi dan penindakan ditempat tempat umum salah satunya pasar seperti ini, dan sudah menunjukkan peningkatan ketaatan signifikan warga dalam menerapkan prokes,” Jelas Marten Taha.

Continue Reading

Advertorial

Warga Minta Ketegasan Pemda Kabgor Terkait Eks Lahan HGU

Published

on

Masyarakat Eks Penggarap HGU Saat Mendatangi Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo || Foto Barakati.id

DPRD KABGOR – Sejumlah masyarakat mantan penggarap lahan Hak Guna Usaha (HGU) Motoduwo dan Matolotaluhu Kecamatan Dungaliyo kembali mendatangi gedung dewan Kabupaten Gorontalo terkait tindak lanjut rapat dengar pendapat yang di langsungkan beberapa waktu lalu.

Masyarakat meminta komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo dapat mengeluarkan rekomendasi eksekusi lahan yang sampai saat ini masih menjadi polemik ditengah-tengah masyarakat.

Masri Hunggaita, masyarakat Kecamatan Dungaliyo menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kedatangan mereka tak lain untuk mempertanyakan hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dilaksanakan oleh komisi I, bersama sejumlah instansi dan masyarakat eks penggarap HGU beberapa waktu lalu.

“Kami masih ingat penyampaian komisi I kemarin memberikan waktu pemerintah daerah untuk melakukan upaya sterilisasi lahan eks HGU selama dua minggu, sementara hal ini sudah melewati dua bulan namun belum ada realisasi,” Ungkap Masri.

Sambung Masri, apa bila pemerintah tidak segera melakukan tindak lanjut eksekusi lahan, maka penguasaan lahan hanya sepihak dan bisa memicu polemik yang berkepanjangan.

“Saat ini mereka yang menguasai lahan baru melewati masa panen, untuk itu lahan eks HGU harus dieksekusi. Kami minta ada upaya tegas dari pemerintah sesuai janji,” Tegas Masri.

Sementara anggota komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo, Irman Mooduto mengatakan pihaknya telah menerima aspirasi masyarakat tersebut dan akan menggelar rapat di internal komisi.

“Aspirasi sudah resmi kami terima, selanjutnya akan disampaikan kepada ketua komisi. Apakah akan dilakukan rapat dengar pendapat lanjutan, maka masih menunggu hasil rapat internal,” Jelasnya.

Continue Reading

Advertorial

Pemda Kabgor Diminta Perhatikan Nasib Para Petani

Published

on

Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Gorontalo Jarwadi Mamu || Foto Istimewa

DPRD KABGOR – Anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Gorontalo Jarwadi Mamu, mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk memperhatikan nasib para petani terutama pada tanaman padi yang sering diserang hama penggerek batang sehingga berpengaruh pada hasil panen.

Menurut ketua Fraksi Nasdem di situasi yang sekarang ini, terlebih pandemi Covid 19 membuat nasib para petani yang menggantungkan hidupnya dari hasil panen tersebut sangatlah memprihatinkan. Maka Jarwadi menekan ke Pemerintah Daerah untuk sesegera mungkin menyikapi persoalan ini.

Ia pun menjelaskan, akibat dari serangan hama ini bisa mempengaruhi stadium pertumbuhan tanaman padi, selanjutnya serangan penggerek batang padi pada stadium vegetatif juga tidak dapat dikompensasi menjadi pembentukan anakan baru.

Dirinya menyampaikan serangan pada stadium generatif menyebabkan mulai tampak putih dan hampa atau disebut beluk (whiteheads), dan kerugian hasil yang diakibatkan setiap persen gejala berkisar 1 sampai 3% atau rata-rata 1,2%.

“Jadi hama penggerek batang itu sudah mulai melanda petani yang ada di Gorontalo,” Terang Jarwadi

Sebagai ketua Gapoktan atau gabungan kelompok tani Jarwadi Mamu menambahkan, apa bila tanaman padi sudah diserang hama penggerek batang dengan demikian hasil panen para petani tidak memiliki isi di dalamnya.

“Khususnya untuk paritas 4,2 semua hasil produksi para petani diatas 50% gagal. Sehingga saya berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan para petani yang gagal panen akibat hama tersebut,” Tutup Jarwadi.

Continue Reading

Facebook

Terpopuler