<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Akur desa Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/akur-desa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/akur-desa/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Sep 2020 13:36:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Akur desa Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/akur-desa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gagas Akur Desa, UNG Dorong Sistem Multikultural</title>
		<link>https://barakati.id/gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural</link>
					<comments>https://barakati.id/gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2020 13:36:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Akur desa]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem multikultural]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6593</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG-Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggagas program Akademi Kerukunan Desa (Akur Desa) sebagai perpanjangan dari Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (Forpeace). Akademi kerukunan desa dibentuk untuk menelisik isu isu kontemporer berupa ketidakadilan gender, ketimpangan ekonomi, dan tata kelola desa yang cenderung eksklusif dan struktural, alih-alih inklusif dan fungsional. “Ini merupakan forum komunikasi yang mempertemukan masyarakat [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural/">Gagas Akur Desa, UNG Dorong Sistem Multikultural</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural/">Gagas Akur Desa, UNG Dorong Sistem Multikultural</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG-Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggagas program Akademi Kerukunan Desa (Akur Desa) sebagai perpanjangan dari Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (Forpeace). Akademi kerukunan desa dibentuk untuk menelisik isu isu kontemporer berupa ketidakadilan gender, ketimpangan ekonomi, dan tata kelola desa yang cenderung eksklusif dan struktural, alih-alih inklusif dan fungsional. “Ini merupakan forum komunikasi yang mempertemukan masyarakat yang datang dari berbagai latar belakang untuk berdiskusi, belajar, dan membuka pandangan seluas-luasnya terhadap orang lain,” ungkap Ketua Pokja Desa Hidayat Koniyo, S.T, M.T. Lanjut katanya, akur desa sebagai wadah terciptanya forum koordinasi antar tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah, perangkat, serta masyarakat desa untuk berkontribusi dalam merumuskan format penyelesaian konflik dengan menggunakan pendekatan multikulturalisme. Dimana capaian yang ingin dicapai dari program ini dengan mewujudkan sistem sosial berbasis multikultur yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar sesama melalui peran aktif tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda, aparat pemerintah dan perangkat desa, serta masyarakat. Lebih lanjut dikatakan Hidayat, pembahasan Akur Desa dipilah dalam beberapa bidang meliputi agama dan kebudayaan, ekonomi dan sumberdaya manusia, Sosial dan Politik, serta gender dan kesetaraan.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG-Kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggagas program Akademi Kerukunan Desa (Akur Desa) sebagai perpanjangan dari Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (Forpeace).</p>
<p>Akademi kerukunan desa dibentuk untuk menelisik isu isu kontemporer berupa ketidakadilan gender, ketimpangan ekonomi, dan tata kelola desa yang cenderung eksklusif dan struktural, alih-alih inklusif dan fungsional.</p>
<p>“Ini merupakan forum komunikasi yang mempertemukan masyarakat yang datang dari berbagai latar belakang untuk berdiskusi, belajar, dan membuka pandangan seluas-luasnya terhadap orang lain,” ungkap Ketua Pokja Desa Hidayat Koniyo, S.T, M.T.</p>
<p>Lanjut katanya, akur desa sebagai wadah terciptanya forum koordinasi antar tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah, perangkat, serta masyarakat desa untuk berkontribusi dalam merumuskan format penyelesaian konflik dengan menggunakan pendekatan multikulturalisme.</p>
<p>Dimana capaian yang ingin dicapai dari program ini dengan mewujudkan sistem sosial berbasis multikultur yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar sesama melalui peran aktif tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda, aparat pemerintah dan perangkat desa, serta masyarakat.</p>
<p>Lebih lanjut dikatakan Hidayat, pembahasan Akur Desa dipilah dalam beberapa bidang meliputi agama dan kebudayaan, ekonomi dan sumberdaya manusia, Sosial dan Politik, serta gender dan kesetaraan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural/">Gagas Akur Desa, UNG Dorong Sistem Multikultural</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural/">Gagas Akur Desa, UNG Dorong Sistem Multikultural</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/gagas-akur-desa-ung-dorong-sistem-multikultural/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
