<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anak penjual bensin raih sarjana Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/anak-penjual-bensin-raih-sarjana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/anak-penjual-bensin-raih-sarjana/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Aug 2025 11:40:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>anak penjual bensin raih sarjana Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/anak-penjual-bensin-raih-sarjana/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Air Mata Haru di Wisuda UNG: Kisah Inspiratif Nurlia Anak Penjual Bensin Eceran</title>
		<link>https://barakati.id/air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran</link>
					<comments>https://barakati.id/air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 11:40:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[anak penjual bensin raih sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa KIP-K]]></category>
		<category><![CDATA[cerita haru wisuda]]></category>
		<category><![CDATA[IPK tertinggi wisuda UNG]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif mahasiswa UNG]]></category>
		<category><![CDATA[kisah mahasiswa berprestasi]]></category>
		<category><![CDATA[perjuangan mahasiswa sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Prestasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[UNG Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[wisuda UNG 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26665</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran/">Air Mata Haru di Wisuda UNG: Kisah Inspiratif Nurlia Anak Penjual Bensin Eceran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran/">Air Mata Haru di Wisuda UNG: Kisah Inspiratif Nurlia Anak Penjual Bensin Eceran</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Senyum merekah dan mata berkaca-kaca tampak dari wajah Nurlia Herman, S.Pd., saat mengenakan toga di prosesi Wisuda ke-52 Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dari ratusan wisudawan yang dikukuhkan hari itu, kisah Nurlia menyita perhatian. Putri seorang penjual bensin eceran ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi. Lahir dari keluarga sederhana, sang ayah berprofesi sebagai penjual bensin eceran, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Meski dalam keterbatasan, kedua orang tuanya menjadi teladan tentang kerja keras, kejujuran, dan keteguhan hati. “Dari mereka, saya belajar arti perjuangan. Sebagai mahasiswa UNG, saya bukan hanya berjuang di bidang akademik, tetapi juga berjuang menepis keterbatasan,” tutur Nurlia. Perjalanan menuju toga sarjana bukanlah perkara mudah. Di balik peluh ayah yang mencari nafkah dan doa tulus seorang ibu, Nurlia menapaki jalan pendidikan dengan penuh keyakinan. Ia meyakini bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari keterbatasan. “Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana pun bisa berdiri sejajar bahkan menjadi yang terbaik, jika dibarengi tekad dan doa,” ungkapnya. Semangat itu membuahkan prestasi. Selama kuliah, Nurlia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menorehkan berbagai capaian. Ia pernah tampil sebagai presenter di International Conference on Education, meraih Juara II Peksiminas tingkat UNG, hingga akhirnya dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan IPK 3,92. Kesuksesan ini, diakui Nurlia, juga berkat dukungan beasiswa KIP-K yang ia terima sejak awal perkuliahan.“Bagi saya, beasiswa tersebut bukan hanya penopang biaya kuliah, tetapi juga cahaya harapan yang mengantarkan saya sampai pada titik ini,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="274" data-end="663">UNG &#8211; Senyum merekah dan mata berkaca-kaca tampak dari wajah <strong data-start="345" data-end="369">Nurlia Herman, S.Pd.</strong>, saat mengenakan toga di prosesi <strong data-start="403" data-end="454">Wisuda ke-52 Universitas Negeri Gorontalo (UNG)</strong>. Dari ratusan wisudawan yang dikukuhkan hari itu, kisah Nurlia menyita perhatian. Putri seorang penjual bensin eceran ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih mimpi.</p>
<p data-start="665" data-end="905">Lahir dari keluarga sederhana, sang ayah berprofesi sebagai penjual bensin eceran, sementara ibunya seorang ibu rumah tangga. Meski dalam keterbatasan, kedua orang tuanya menjadi teladan tentang kerja keras, kejujuran, dan keteguhan hati.</p>
<p data-start="907" data-end="1083"><em>“<strong data-start="908" data-end="1066">Dari mereka, saya belajar arti perjuangan. Sebagai mahasiswa UNG, saya bukan hanya berjuang di bidang akademik, tetapi juga berjuang menepis keterbatasan,</strong>” tutur Nurlia.</em></p>
<p data-start="1085" data-end="1333">Perjalanan menuju toga sarjana bukanlah perkara mudah. Di balik peluh ayah yang mencari nafkah dan doa tulus seorang ibu, Nurlia menapaki jalan pendidikan dengan penuh keyakinan. Ia meyakini bahwa pendidikan adalah jalan keluar dari keterbatasan.</p>
<p data-start="1335" data-end="1495"><em>“<strong data-start="1336" data-end="1481">Saya ingin membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana pun bisa berdiri sejajar bahkan menjadi yang terbaik, jika dibarengi tekad dan doa,</strong>” ungkapnya.</em></p>
<p data-start="1497" data-end="1822">Semangat itu membuahkan prestasi. Selama kuliah, Nurlia tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga menorehkan berbagai capaian. Ia pernah tampil sebagai presenter di <strong data-start="1660" data-end="1701">International Conference on Education</strong>, meraih <strong data-start="1710" data-end="1745">Juara II Peksiminas tingkat UNG</strong>, hingga akhirnya dinobatkan sebagai <strong data-start="1782" data-end="1819">wisudawan terbaik dengan IPK 3,92</strong>.</p>
<p data-start="1824" data-end="2092">Kesuksesan ini, diakui Nurlia, juga berkat dukungan <strong data-start="1876" data-end="1894">beasiswa KIP-K</strong> yang ia terima sejak awal perkuliahan.<br data-start="1933" data-end="1936" /><em>“<strong data-start="1937" data-end="2077">Bagi saya, beasiswa tersebut bukan hanya penopang biaya kuliah, tetapi juga cahaya harapan yang mengantarkan saya sampai pada titik ini,</strong>” pungkasnya.</em>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran/">Air Mata Haru di Wisuda UNG: Kisah Inspiratif Nurlia Anak Penjual Bensin Eceran</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran/">Air Mata Haru di Wisuda UNG: Kisah Inspiratif Nurlia Anak Penjual Bensin Eceran</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/air-mata-haru-di-wisuda-ung-kisah-inspiratif-nurlia-anak-penjual-bensin-eceran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
