<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>anggaran mbg Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/anggaran-mbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/anggaran-mbg/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 08:47:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>anggaran mbg Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/anggaran-mbg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</title>
		<link>https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil</link>
					<comments>https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 08:47:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran mbg]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[csr bumn]]></category>
		<category><![CDATA[daerah 3t]]></category>
		<category><![CDATA[dapur umum]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi apbn]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[hibah yayasan]]></category>
		<category><![CDATA[kantin sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[nanik s deyang]]></category>
		<category><![CDATA[pemenuhan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah terluar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah efisiensi strategis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khusus di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Alih-alih membangun infrastruktur dari nol, pemerintah akan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah hingga dapur umum, untuk disulap menjadi pusat produksi hidangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="xdj266r x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs x126k92a">
<div dir="auto">Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah efisiensi strategis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khusus di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Alih-alih membangun infrastruktur dari nol, pemerintah akan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah hingga dapur umum, untuk disulap menjadi pusat produksi hidangan bernutrisi bagi para penerima manfaat.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi geografis sekaligus upaya menekan beban anggaran negara. Kepala BGN, Nanik S Deyang, dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6), mengungkapkan bahwa pemerintah juga terus menggali alternatif pendanaan dari luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi menunjang operasional dapur MBG.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain. Itu banyak loh hibah-hibah ini. Bahkan, sekarang sudah ada juga beberapa yayasan yang menerima hibah untuk membangun dapur,&#8221; ungkap Nanik S Deyang.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Selain hibah eksternal, korporasi yang memiliki wilayah operasi di sekitar daerah terpencil juga didorong kuat untuk mengalokasikan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) mereka. Sinergi ini dinilai penting untuk mendukung pengadaan maupun peningkatan fasilitas dapur gizi.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Jadi ada beberapa alternatif. Intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN. Dulu kan full 100 persen dibiayai oleh APBN,&#8221; ujar Nanik.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Dari sisi demografi dan efisiensi, pendekatan di wilayah 3T tidak bisa disamakan dengan wilayah urban. Menurut Nanik, volume penerima manfaat di beberapa titik terpencil relatif sangat kecil. Karena itu, membangun fasilitas baru di titik-titik tersebut dianggap sebagai langkah yang kurang efisien secara ekonomi.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Kita juga tidak harus membangun dapur baru. Itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah karena (daerah) 3T ini cuma ada yang 200, ada 81, ada 47 orang di wilayah-wilayah itu,&#8221; ujar Nanik.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Dengan skema pemberdayaan ini, segala fasilitas masak eksisting yang masih memenuhi standar kebersihan dan kelayakan dapat langsung dimanfaatkan.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Enggak mungkin kita membangun dapur-dapur baru. Jadi yang sudah ada, eksisting, enggak tahu dapurnya siapa, mungkin ada dapur umum. Intinya tidak harus membangun dapur baru,&#8221; jelasnya lebih lanjut.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Langkah adaptif ini tak lepas dari realitas bahwa pagu anggaran untuk program MBG saat ini telah dirasionalisasi menjadi Rp268 triliun. Menyikapi hal tersebut, BGN telah merumuskan empat langkah utama: refocusing sasaran penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, revitalisasi dapur yang sudah berjalan, serta perluasan program di area 3T dengan skema pembiayaan alternatif di luar APBN.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Rasionalisasi dan pengawasan ini sangat krusial bagi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dalam menargetkan puluhan juta anak sekolah, balita, dan ibu hamil di seluruh Indonesia secara bertahap, dengan misi besar menekan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kognitif pelajar, serta meringankan beban ekonomi masyarakat prasejahtera. Oleh karena itu, standardisasi tetap menjadi harga mati.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">BGN menjamin bahwa penghematan tidak akan mengorbankan kualitas asupan. Pengawasan ketat akan diterapkan secara berkala untuk memastikan setiap fasilitas yang dijadikan tempat memasak betul-betul layak dan higienis. Sanksi tegas menanti jika ditemukan adanya pelanggaran.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Artinya bila dapur itu tidak sesuai tentu kami akan melakukan suspend,&#8221; ujarnya.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Dengan terobosan pemanfaatan kantin dan dapur umum ini, pemerataan akses gizi di pelosok negeri diharapkan bisa diakselerasi tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur fisik berskala besar.</div>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</title>
		<link>https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu</link>
					<comments>https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 09:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anak kurang gizi]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran mbg]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik terkini]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[nanik sudaryati deyang]]></category>
		<category><![CDATA[penyaluran bantuan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[program andalan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[program mbg prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[siswa kurang mampu]]></category>
		<category><![CDATA[survei mbg jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tim optimalisasi penerima manfaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30094</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Presiden RI Prabowo Subianto telah mengarahkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipukul rata, melainkan disasarkan secara spesifik bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu yang rentan mengalami kekurangan gizi. Merespons instruksi tegas tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah taktis dengan membentuk satuan tugas bernama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat. Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan kali ini murni berbasis kebutuhan esensial para pelajar. Program andalan pemerintah ini tidak akan diterapkan secara kaku kepada seluruh peserta didik, terutama bagi mereka yang sudah terjamin asupan nutrisinya dari pihak keluarga. “Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik memberikan pemahaman terkait arahan Kepala Negara. Lebih lanjut, ia menerangkan logika di balik keputusan mengeluarkan kelompok siswa dari keluarga mapan dari daftar penerima bantuan pangan ini. “Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” tambah Nanik. Sebagai tindak lanjut, BGN tidak akan bekerja sendirian. Instansi ini tengah menjalin konsolidasi lintas sektoral dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna melakukan sinkronisasi data masyarakat. Nantinya, data silang yang telah dikompilasi dari kedua kementerian tersebut akan divalidasi secara faktual ke lapangan oleh tim yang baru dibentuk. Menanggapi rujukan akhir dari database yang akan dipakai, Nanik memastikan kesiapan lembaganya. \"Iya nantinya data dari kita,\" ujarnya singkat. Langkah konkret pendataan di lapangan pun dipastikan segera dieksekusi. Ibu Kota Jakarta ditunjuk sebagai titik awal pemetaan para kandidat penerima manfaat. “Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” paparnya lebih lanjut. Sebagai informasi tambahan berdasarkan data pemerintah, optimalisasi penargetan ini dirasa sangat vital mengingat program MBG menelan alokasi anggaran fantastis yang mencapai angka Rp 71 triliun dalam APBN untuk menjangkau belasan juta anak. Dengan nilai sebesar itu, ketepatan penyaluran wajib dikawal ketat agar tidak ada uang negara yang menguap sia-sia ke kelompok masyarakat di luar kriteria. Hal tersebut sangat selaras dengan komitmen internal BGN untuk terus mengevaluasi dan memperketat keberjalanan program dari waktu ke waktu. “Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” pungkas Nanik menutup penjelasannya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Presiden RI Prabowo Subianto telah mengarahkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipukul rata, melainkan disasarkan secara spesifik bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu yang rentan mengalami kekurangan gizi. Merespons instruksi tegas tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah taktis dengan membentuk satuan tugas bernama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.</p>
<p>Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan kali ini murni berbasis kebutuhan esensial para pelajar. Program andalan pemerintah ini tidak akan diterapkan secara kaku kepada seluruh peserta didik, terutama bagi mereka yang sudah terjamin asupan nutrisinya dari pihak keluarga.</p>
<p>“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik memberikan pemahaman terkait arahan Kepala Negara.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menerangkan logika di balik keputusan mengeluarkan kelompok siswa dari keluarga mapan dari daftar penerima bantuan pangan ini.</p>
<p>“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” tambah Nanik.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, BGN tidak akan bekerja sendirian. Instansi ini tengah menjalin konsolidasi lintas sektoral dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna melakukan sinkronisasi data masyarakat. Nantinya, data silang yang telah dikompilasi dari kedua kementerian tersebut akan divalidasi secara faktual ke lapangan oleh tim yang baru dibentuk. Menanggapi rujukan akhir dari database yang akan dipakai, Nanik memastikan kesiapan lembaganya.</p>
<p>&#8220;Iya nantinya data dari kita,&#8221; ujarnya singkat.</p>
<p>Langkah konkret pendataan di lapangan pun dipastikan segera dieksekusi. Ibu Kota Jakarta ditunjuk sebagai titik awal pemetaan para kandidat penerima manfaat.</p>
<p>“Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” paparnya lebih lanjut.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan berdasarkan data pemerintah, optimalisasi penargetan ini dirasa sangat vital mengingat program MBG menelan alokasi anggaran fantastis yang mencapai angka Rp 71 triliun dalam APBN untuk menjangkau belasan juta anak. Dengan nilai sebesar itu, ketepatan penyaluran wajib dikawal ketat agar tidak ada uang negara yang menguap sia-sia ke kelompok masyarakat di luar kriteria.</p>
<p>Hal tersebut sangat selaras dengan komitmen internal BGN untuk terus mengevaluasi dan memperketat keberjalanan program dari waktu ke waktu.</p>
<p>“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” pungkas Nanik menutup penjelasannya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</title>
		<link>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo</link>
					<comments>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 14:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran mbg]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bento superindo]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[katering mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[makanan siap saji superindo]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[menu makan siang gratis]]></category>
		<category><![CDATA[menu mbg 15 ribu]]></category>
		<category><![CDATA[netizen kritik mbg]]></category>
		<category><![CDATA[perbandingan menu mbg]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[standar gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[viral di medsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30071</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("JAKARTA – Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam di jagat maya. Belakangan ini, linimasa media sosial ramai oleh aksi warganet yang menyandingkan potret menu uji coba MBG dengan paket makanan siap saji dari gerai supermarket Superindo. Tak pelak, perbandingan ini langsung memicu perdebatan sengit terkait kelayakan porsi dan standar gizi yang diberikan kepada pelajar. Sorotan utama publik terletak pada nominal yang nyaris sama namun menghasilkan kualitas yang dianggap jomplang. Sebagai informasi, alokasi anggaran pemerintah untuk satu porsi MBG dipatok di kisaran Rp15.000. Angka tersebut langsung dibandingkan dengan paket bento ala Superindo yang dibanderol hanya seharga Rp14.900. Dalam berbagai foto dan video viral yang beredar, paket makanan ritel swasta tersebut tampak jauh lebih menggugah selera. Dengan harga di bawah lima belas ribu rupiah, konsumen sudah mendapatkan variasi lauk pauk yang lengkap, tata letak penyajian yang rapi, serta kualitas rasa yang terjamin. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa temuan foto menu uji coba MBG di lapangan yang kerap dinilai terlalu minimalis oleh publik. Kritik bernada satire pun tak terbendung. Publik dibuat keheranan mengapa pihak swasta bisa menekan biaya produksi serendah mungkin dengan output hidangan yang layak, sementara program raksasa dengan dana triliunan justru kerap kedapatan menyajikan menu yang mengundang tanda tanya. Salah satu komentar warganet yang memantik banyak persetujuan bahkan secara blak-blakan menyentil pihak penyelenggara. “Menu Superindo Rp14.900 lebih enak dari MBG. Harusnya Superindo saja yang buka (katering) Makan Bergizi Gratis,” tulis salah satu netizen yang unggahannya viral melintasi berbagai platform media sosial. Melansir laporan dari media Hasanah dan pantauan Harian Narasi, fenomena ini bukan sekadar ajang adu visual makanan, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap efektivitas anggaran negara. Lebih lanjut, informasi yang turut diviralkan oleh akun agregator Lambe Turah dan Repelita memperlihatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar agar pemerintah segera mengevaluasi rantai pasok dan standar dapur katering MBG. Netizen berharap, kehebohan komparasi ini bisa menjadi tamparan sekaligus masukan konstruktif bagi Badan Gizi Nasional (BGN). Jika supermarket saja bisa menyajikan hidangan berkualitas dengan budget yang sama, seharusnya negara mampu memberikan nutrisi yang jauh lebih optimal untuk anak-anak Indonesia.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>JAKARTA</strong> – Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam di jagat maya. Belakangan ini, linimasa media sosial ramai oleh aksi warganet yang menyandingkan potret menu uji coba MBG dengan paket makanan siap saji dari gerai supermarket Superindo. Tak pelak, perbandingan ini langsung memicu perdebatan sengit terkait kelayakan porsi dan standar gizi yang diberikan kepada pelajar.</p>
<p>Sorotan utama publik terletak pada nominal yang nyaris sama namun menghasilkan kualitas yang dianggap jomplang. Sebagai informasi, alokasi anggaran pemerintah untuk satu porsi MBG dipatok di kisaran Rp15.000. Angka tersebut langsung dibandingkan dengan paket bento ala Superindo yang dibanderol hanya seharga Rp14.900.</p>
<p>Dalam berbagai foto dan video viral yang beredar, paket makanan ritel swasta tersebut tampak jauh lebih menggugah selera. Dengan harga di bawah lima belas ribu rupiah, konsumen sudah mendapatkan variasi lauk pauk yang lengkap, tata letak penyajian yang rapi, serta kualitas rasa yang terjamin. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa temuan foto menu uji coba MBG di lapangan yang kerap dinilai terlalu minimalis oleh publik.</p>
<p>Kritik bernada satire pun tak terbendung. Publik dibuat keheranan mengapa pihak swasta bisa menekan biaya produksi serendah mungkin dengan output hidangan yang layak, sementara program raksasa dengan dana triliunan justru kerap kedapatan menyajikan menu yang mengundang tanda tanya.</p>
<p>Salah satu komentar warganet yang memantik banyak persetujuan bahkan secara blak-blakan menyentil pihak penyelenggara.</p>
<p>“Menu Superindo Rp14.900 lebih enak dari MBG. Harusnya Superindo saja yang buka (katering) Makan Bergizi Gratis,” tulis salah satu netizen yang unggahannya viral melintasi berbagai platform media sosial.</p>
<p>Melansir laporan dari media Hasanah dan pantauan Harian Narasi, fenomena ini bukan sekadar ajang adu visual makanan, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap efektivitas anggaran negara. Lebih lanjut, informasi yang turut diviralkan oleh akun agregator Lambe Turah dan Repelita memperlihatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar agar pemerintah segera mengevaluasi rantai pasok dan standar dapur katering MBG.</p>
<p>Netizen berharap, kehebohan komparasi ini bisa menjadi tamparan sekaligus masukan konstruktif bagi Badan Gizi Nasional (BGN). Jika supermarket saja bisa menyajikan hidangan berkualitas dengan budget yang sama, seharusnya negara mampu memberikan nutrisi yang jauh lebih optimal untuk anak-anak Indonesia.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
