<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>annie stevelink Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/annie-stevelink/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/annie-stevelink/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Jan 2020 07:48:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>annie stevelink Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/annie-stevelink/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hampir Satu Abad Tersimpan, Bule Asal Belanda Bawa Foto Lawas Gorontalo Zaman Kolonial</title>
		<link>https://barakati.id/hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial</link>
					<comments>https://barakati.id/hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jan 2020 07:10:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[annie stevelink]]></category>
		<category><![CDATA[bule belanda]]></category>
		<category><![CDATA[bule kelahiran gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[napak tilas]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=2006</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Potret lawas tahun 1934 menjadi awal cerita Annie Stevelink (87) tentang masa kecilnya di Gorontalo. Perempuan asal Netherland, Belanda ini tak percaya kalau hari ini dirinya sampai di tanah kelahiran. Annie Tiba di Gorontalo pada Selasa (14/1/2020) pagi. Saat tiba Annie langsung berkeliling. Setumpuk foto peninggalan orang tua tahun 1930 an menjadi modal Annie untuk [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial/">Hampir Satu Abad Tersimpan, Bule Asal Belanda Bawa Foto Lawas Gorontalo Zaman Kolonial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial/">Hampir Satu Abad Tersimpan, Bule Asal Belanda Bawa Foto Lawas Gorontalo Zaman Kolonial</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Potret lawas tahun 1934 menjadi awal cerita Annie Stevelink (87) tentang masa kecilnya di Gorontalo. Perempuan asal Netherland, Belanda ini tak percaya kalau hari ini dirinya sampai di tanah kelahiran. Annie Tiba di Gorontalo pada Selasa (14/1/2020) pagi. Saat tiba Annie langsung berkeliling. Setumpuk foto peninggalan orang tua tahun 1930 an menjadi modal Annie untuk mengunjungi sejumlah tempat. Ditemani anaknya Mellisa (52) Annie menyisir beberapa lokasi, mulai dari Jembatan Talumolo, Kantor Pos Gorontalo, hingga Rumah Dinas Gubernur. Annie bercerita bahwa ia lahir di Gorontalo pada 1932 oleh kedua orang tuanya Beb Stevelink keturunan Belanda dan Ibunya berdarah Jerman. Saat itu kata Annie, Gorontalo masih di bawah Keresidenan Manado, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Annie menyebut bahwa dirinya dilahirkan di rumah sakit milik Pemerintah Hindia Belanda yang lokasinya saat ini berdiri Hotel Grand Q Gorontalo/Quality. Ayahnya kata Annie bekerja di Koninklijke Paketvaart-Maatschappij (KPM) atau National Shippingof Pacheges Company, atau Perusahaan Pelayaran Kerajaan Belanda di Gorontalo saat itu. Sementara sang ibu, bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit milik Pemerintah Belanda Hindia Belanda pula. Annie tinggal di Gorontalo kurang lebih dua tahun. Setelah itu keluarga Annie pindah ke Jakarta yang saat itu berjuluk Batavia. Meski hanya tinggal dua tahun namun kerinduan Annie pada Gorontalo telah berkobar sejak berpuluh tahun lalu. Annie bahkan sempat kuliah di pertanian tropis dengan harapan bisa berkunjung ke Indonesia untuk melihat tanah kelahirannya ini. \"Ya saya sempat minta kuliah ambil pertanian tropis tapi waktu itu tidak diizinkan oleh orang tua saya untuk bisa kembali berkunjung ke Gorontalo\" begitu kira-kira jawab Annie saat ditanyai barakati.id di Domestique Cafe N Resto. Menurut tour guide Agus Kamba, Annie dan Mellisa berencana akan meneruskan perjalanan ke Manado, Sulawesi Utara besok. Meski hanya sehari di Gorontalo, Annie mengaku sangat terkesan. Matanya bahkan sempat berkaca-kaca saat melihat bangunan tua peninggalan Belanda. Ia seakan mengingat kembali masa-masa kecil saat bermain-main bersama ayah dan ibunya di Gorontalo.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Potret lawas tahun 1934 menjadi awal cerita Annie Stevelink (87) tentang masa kecilnya di Gorontalo. Perempuan asal Netherland, Belanda ini tak percaya kalau hari ini dirinya sampai di tanah kelahiran.</p>
<p>Annie Tiba di Gorontalo pada Selasa (14/1/2020) pagi. Saat tiba Annie langsung berkeliling. Setumpuk foto peninggalan orang tua tahun 1930 an menjadi modal Annie untuk mengunjungi sejumlah tempat.</p>
<div id="attachment_2010" style="width: 750px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2010" class="wp-image-2010 size-large" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM-1024x657.jpeg" alt="" width="740" height="475" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM-1024x657.jpeg 1024w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM-300x192.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM-768x492.jpeg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM.jpeg 1215w" sizes="(max-width: 740px) 100vw, 740px" /><p id="caption-attachment-2010" class="wp-caption-text">Foto salah satu masjid di Gorontalo tahun 1930 yang dibawa Annie Stevelink, diperkirakan saat ini adalah Masjid Baiturrahim</p></div>
<p>Ditemani anaknya Mellisa (52) Annie menyisir beberapa lokasi, mulai dari Jembatan Talumolo, Kantor Pos Gorontalo, hingga Rumah Dinas Gubernur.</p>
<p>Annie bercerita bahwa ia lahir di Gorontalo pada 1932 oleh kedua orang tuanya Beb Stevelink keturunan Belanda dan Ibunya berdarah Jerman.</p>
<div id="attachment_2015" style="width: 1234px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2015" class="wp-image-2015 size-full" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-14-at-8.26.28-PM.jpeg" alt="" width="1224" height="796" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-14-at-8.26.28-PM.jpeg 1224w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-14-at-8.26.28-PM-300x195.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-14-at-8.26.28-PM-1024x666.jpeg 1024w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-14-at-8.26.28-PM-768x499.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1224px) 100vw, 1224px" /><p id="caption-attachment-2015" class="wp-caption-text">Foto Jembatan Talumolo tahun 1932 yang dibawa Annie Stavelink</p></div>
<p>Saat itu kata Annie, Gorontalo masih di bawah Keresidenan Manado, Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Annie menyebut bahwa dirinya dilahirkan di rumah sakit milik Pemerintah Hindia Belanda yang lokasinya saat ini berdiri Hotel Grand Q Gorontalo/Quality.</p>
<p>Ayahnya kata Annie bekerja di Koninklijke Paketvaart-Maatschappij (KPM) atau National Shippingof Pacheges Company, atau Perusahaan Pelayaran Kerajaan Belanda di Gorontalo saat itu. Sementara sang ibu, bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit milik Pemerintah Belanda Hindia Belanda pula.</p>
<div id="attachment_2011" style="width: 1027px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2011" class="wp-image-2011 size-full" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM1.jpeg" alt="" width="1017" height="644" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM1.jpeg 1017w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM1-300x190.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.13.04-AM1-768x486.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1017px) 100vw, 1017px" /><p id="caption-attachment-2011" class="wp-caption-text">Foto ayahanda Beb Stevelink di depan rumah mereka tahun 1930 yang saat ini diperkirakan sudah menjadi gedung TP-PKK PEMKOT Gorontalo</p></div>
<p>Annie tinggal di Gorontalo kurang lebih dua tahun. Setelah itu keluarga Annie pindah ke Jakarta yang saat itu berjuluk Batavia. Meski hanya tinggal dua tahun namun kerinduan Annie pada Gorontalo telah berkobar sejak berpuluh tahun lalu.</p>
<p>Annie bahkan sempat kuliah di pertanian tropis dengan harapan bisa berkunjung ke Indonesia untuk melihat tanah kelahirannya ini.</p>
<p>&#8220;Ya saya sempat minta kuliah ambil pertanian tropis tapi waktu itu tidak diizinkan oleh orang tua saya untuk bisa kembali berkunjung ke Gorontalo&#8221; begitu kira-kira jawab Annie saat ditanyai barakati.id di Domestique Cafe N Resto.</p>
<div id="attachment_2012" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2012" class="wp-image-2012 size-full" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.05.26-AM1.jpeg" alt="" width="800" height="609" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.05.26-AM1.jpeg 800w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.05.26-AM1-300x228.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2020/01/WhatsApp-Image-2020-01-15-at-4.05.26-AM1-768x585.jpeg 768w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2012" class="wp-caption-text">Annie bersama anaknya Melissa berpose di depan salah satu rumah peninggalan Belanda</p></div>
<p>Menurut tour guide Agus Kamba, Annie dan Mellisa berencana akan meneruskan perjalanan ke Manado, Sulawesi Utara besok. Meski hanya sehari di Gorontalo, Annie mengaku sangat terkesan. Matanya bahkan sempat berkaca-kaca saat melihat bangunan tua peninggalan Belanda. Ia seakan mengingat kembali masa-masa kecil saat bermain-main bersama ayah dan ibunya di Gorontalo.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial/">Hampir Satu Abad Tersimpan, Bule Asal Belanda Bawa Foto Lawas Gorontalo Zaman Kolonial</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial/">Hampir Satu Abad Tersimpan, Bule Asal Belanda Bawa Foto Lawas Gorontalo Zaman Kolonial</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/hampir-satu-abad-tersimpan-bule-asal-belanda-bawa-foto-lawas-gorontalo-zaman-kolonial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
