<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>armada pengangkut sampah Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/armada-pengangkut-sampah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/armada-pengangkut-sampah/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 17:51:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>armada pengangkut sampah Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/armada-pengangkut-sampah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</title>
		<link>https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah</link>
					<comments>https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 03:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[adhan dambea]]></category>
		<category><![CDATA[Aduan Sampah WhatsApp]]></category>
		<category><![CDATA[armada pengangkut sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi Warga Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Gorontalo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Lingkungan Hidup Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[FKP RKPD Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Kebersihan Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik Adhan Dambea]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Berkelanjutan Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Sampah TPS3R]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Sistemik Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Pengelolaan Sampah Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola Lingkungan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Kota Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30856</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kota Gorontalo - Akselerasi reformasi tata kelola lingkungan hidup menjadi benang merah dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Gorontalo. Agenda strategis yang digelar terbuka di pelataran Kantor Wali Kota pada Jumat (06/02/2026) tersebut, diwarnai dengan desakan dari berbagai elemen masyarakat terkait pembenahan sistem pengelolaan sampah perkotaan. Dalam serapan aspirasi publik tersebut, polemik persampahan dibedah dari berbagai sudut pandang ekstrim. Mulai dari keterbatasan unit armada pengangkut, kendala keterlambatan ritasi angkutan, hingga mandeknya fungsi manajemen kebersihan di tingkat kelurahan dan klaster permukiman padat penduduk. Merespons hal itu, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan bahwa dinamika persampahan telah lama berada dalam radar prioritas penanganan taktisnya. Adhan menggarisbawahi bahwa problematika ini tidak boleh lagi dikerdilkan sebagai isu domestik lokal semata, melainkan sudah bertransformasi menjadi isu darurat berskala nasional. “Masalah sampah ini eskalasinya sudah bukan hanya urusan internal Kota Gorontalo lagi. Ini telah menjelma menjadi persoalan nasional yang membutuhkan perhatian makro,” tegas Adhan Dambea saat memberikan pokok-pokok pikiran di podium forum. Adhan memaparkan, sejak awal menakhodai lini eksekutif kota, penanganan sampah langsung dikunci sebagai program prioritas jangka pendek. Langkah intervensi perdana yang dieksekusi pemerintah kota adalah memperkuat kapasitas daya angkut logistik di lapangan melalui skema pengadaan armada baru. “Begitu saya mulai bertugas aktif sebagai wali kota, instrumen pertama yang saya putuskan adalah mengontrak sembilan unit mobil armada pengangkut sampah tambahan guna merespons tumpukan di titik-titik krusial,” urainya. Kendati demikian, Wali Kota Adhan tidak menampik bahwa residu tumpukan sampah masih kerap mencuat di sudut kota. Ia membeberkan bahwa laporan ketidakpuasan publik mengalir masif setiap harinya, bahkan banyak yang masuk langsung via saluran komunikasi pribadi digitalnya secara real-time. “Saya rutin menerima aduan langsung dari warga lewat pesan singkat WhatsApp. Bahkan, ketika saya sedang menjalankan dinas di luar daerah, jika ada foto kiriman tumpukan sampah masuk, detik itu juga langsung saya diskusikan dan teruskan ke petugas garda depan agar segera dieksekusi,” kata Adhan. Lebih lanjut, ia mengaitkan penegasan ini dengan instruksi langsung dari pemerintah pusat. Adhan menyitir arahan tegas Presiden Republik Indonesia yang menuntut penanganan sampah secara kolaboratif-agresif dan menolak pola penyelesaian setengah hati. “Presiden bersikap sangat rigid dan keras terkait isu sampah. Menurut kepala negara, ini persoalan struktural besar yang tidak bisa diselesaikan dengan metode konvensional. Seluruh pemangku kepentingan wajib berintegrasi,” ungkap Adhan. Baginya, sinyal dari pusat tersebut menjadi indikator sahih bahwa tata kelola persampahan di Kota Gorontalo harus segera memutus rantai pola lama yang sekadar mengandalkan metode \"kumpul-angkut-buang\" ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Persoalan sampah tidak akan pernah tuntas jika kita hanya berfokus pada urusan angkut-mengangkut semata. Poin paling fundamental adalah merombak total sistem pembagian kerja dan tata kelolanya secara komprehensif dari hulu ke hilir,” cetus Wali Kota Adhan. Saat ini, kompas kebijakan Pemkot Gorontalo mulai diorientasikan pada pembenahan sistemik, termasuk mengoptimalisasi fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Namun, Adhan mengakui secara objektif bahwa produktivitas infrastruktur TPS3R di beberapa titik wilayah kelurahan belum berjalan maksimal. “Kami segera melakukan evaluasi total dan optimalisasi kinerja operasional TPS3R yang ada. Ini sangat krusial agar reduksi volume sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber produksinya, bukan sekadar memindahkan beban tumpukan ke TPA,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">Kota Gorontalo &#8211; Akselerasi reformasi tata kelola lingkungan hidup menjadi benang merah dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Gorontalo. Agenda strategis yang digelar terbuka di pelataran Kantor Wali Kota pada Jumat (06/02/2026) tersebut, diwarnai dengan desakan dari berbagai elemen masyarakat terkait pembenahan sistem pengelolaan sampah perkotaan.</p>
<p data-path-to-node="4">Dalam serapan aspirasi publik tersebut, polemik persampahan dibedah dari berbagai sudut pandang ekstrim. Mulai dari keterbatasan unit armada pengangkut, kendala keterlambatan ritasi angkutan, hingga mandeknya fungsi manajemen kebersihan di tingkat kelurahan dan klaster permukiman padat penduduk.</p>
<p data-path-to-node="5">Merespons hal itu, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan bahwa dinamika persampahan telah lama berada dalam radar prioritas penanganan taktisnya. Adhan menggarisbawahi bahwa problematika ini tidak boleh lagi dikerdilkan sebagai isu domestik lokal semata, melainkan sudah bertransformasi menjadi isu darurat berskala nasional.</p>
<p data-path-to-node="6">“Masalah sampah ini eskalasinya sudah bukan hanya urusan internal Kota Gorontalo lagi. Ini telah menjelma menjadi persoalan nasional yang membutuhkan perhatian makro,” tegas Adhan Dambea saat memberikan pokok-pokok pikiran di podium forum.</p>
<p data-path-to-node="7">Adhan memaparkan, sejak awal menakhodai lini eksekutif kota, penanganan sampah langsung dikunci sebagai program prioritas jangka pendek. Langkah intervensi perdana yang dieksekusi pemerintah kota adalah memperkuat kapasitas daya angkut logistik di lapangan melalui skema pengadaan armada baru.</p>
<p data-path-to-node="8">“Begitu saya mulai bertugas aktif sebagai wali kota, instrumen pertama yang saya putuskan adalah mengontrak sembilan unit mobil armada pengangkut sampah tambahan guna merespons tumpukan di titik-titik krusial,” urainya.</p>
<p data-path-to-node="9">Kendati demikian, Wali Kota Adhan tidak menampik bahwa residu tumpukan sampah masih kerap mencuat di sudut kota. Ia membeberkan bahwa laporan ketidakpuasan publik mengalir masif setiap harinya, bahkan banyak yang masuk langsung via saluran komunikasi pribadi digitalnya secara real-time.</p>
<p data-path-to-node="10">“Saya rutin menerima aduan langsung dari warga lewat pesan singkat WhatsApp. Bahkan, ketika saya sedang menjalankan dinas di luar daerah, jika ada foto kiriman tumpukan sampah masuk, detik itu juga langsung saya diskusikan dan teruskan ke petugas garda depan agar segera dieksekusi,” kata Adhan.</p>
<p data-path-to-node="11">Lebih lanjut, ia mengaitkan penegasan ini dengan instruksi langsung dari pemerintah pusat. Adhan menyitir arahan tegas Presiden Republik Indonesia yang menuntut penanganan sampah secara kolaboratif-agresif dan menolak pola penyelesaian setengah hati.</p>
<p data-path-to-node="12">“Presiden bersikap sangat rigid dan keras terkait isu sampah. Menurut kepala negara, ini persoalan struktural besar yang tidak bisa diselesaikan dengan metode konvensional. Seluruh pemangku kepentingan wajib berintegrasi,” ungkap Adhan.</p>
<p data-path-to-node="13">Baginya, sinyal dari pusat tersebut menjadi indikator sahih bahwa tata kelola persampahan di Kota Gorontalo harus segera memutus rantai pola lama yang sekadar mengandalkan metode &#8220;kumpul-angkut-buang&#8221; ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).</p>
<p data-path-to-node="14">“Persoalan sampah tidak akan pernah tuntas jika kita hanya berfokus pada urusan angkut-mengangkut semata. Poin paling fundamental adalah merombak total sistem pembagian kerja dan tata kelolanya secara komprehensif dari hulu ke hilir,” cetus Wali Kota Adhan.</p>
<p data-path-to-node="15">Saat ini, kompas kebijakan Pemkot Gorontalo mulai diorientasikan pada pembenahan sistemik, termasuk mengoptimalisasi fungsi Tempat Pengolahan Sampah <i data-path-to-node="15" data-index-in-node="149">Reduce, Reuse, dan Recycle</i> (TPS3R). Namun, Adhan mengakui secara objektif bahwa produktivitas infrastruktur TPS3R di beberapa titik wilayah kelurahan belum berjalan maksimal.</p>
<p data-path-to-node="16">“Kami segera melakukan evaluasi total dan optimalisasi kinerja operasional TPS3R yang ada. Ini sangat krusial agar reduksi volume sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber produksinya, bukan sekadar memindahkan beban tumpukan ke TPA,” pungkasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Adhan Gagal Tangani Sampah? Prof. Sukirman Buka Suara</title>
		<link>https://barakati.id/benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara</link>
					<comments>https://barakati.id/benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 04:52:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[adhan dambea]]></category>
		<category><![CDATA[armada pengangkut sampah]]></category>
		<category><![CDATA[berita Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[isu publik]]></category>
		<category><![CDATA[kebersihan kota]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi pernyataan]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[media lokal]]></category>
		<category><![CDATA[penanganan sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Sukirman]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Talumelito]]></category>
		<category><![CDATA[Wali kota gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28965</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara/">Benarkah Adhan Gagal Tangani Sampah? Prof. Sukirman Buka Suara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara/">Benarkah Adhan Gagal Tangani Sampah? Prof. Sukirman Buka Suara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kot Gorontalo - Akademisi Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Sukirman, angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebutkan dirinya menyalahkan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, atas persoalan sampah di daerah itu. Ia menegaskan, pernyataannya telah dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. “Saya tidak pernah menyatakan bahwa Pak Wali gagal. Kalau saya mengatakan hal itu, berarti saya berbohong. Justru, penanganan sampah di Kota Gorontalo menunjukkan progres yang positif di tangan Pak Adhan,” kata Prof. Sukirman, Selasa (06/02/2026). Lebih lanjut, guru besar tersebut menerangkan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kajian terkait penanganan sampah di Kota Gorontalo. Kajian yang ia lakukan hanya sebatas analisis pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito. “Kajian saya hanya tentang TPA Talumelito, bukan penanganan sampah di wilayah Kota Gorontalo,” tegasnya. Prof. Sukirman pun merasa perlu meluruskan pemberitaan salah satu media yang menyebut Wali Kota Adhan Dambea gagal mengatasi sampah. Menurutnya, kondisi pengelolaan sampah di Gorontalo saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum kepemimpinan Adhan. “Sejauh ini penanganan sampah di Kota Gorontalo sudah sangat baik. Program-program yang dijalankan Pak Adhan sangat tepat dan berdampak nyata,” ujarnya. Pernyataan tersebut diperkuat data lapangan. Hasil pantauan pewarta menunjukkan bahwa sejumlah program pengelolaan sampah berjalan efektif, seperti penambahan armada truk pada bulan Ramadan tahun lalu, upaya Pemkot Gorontalo memperoleh pasokan armada tambahan dari BTN, serta pengadaan gerobak motor (Getor) listrik yang memudahkan pengangkutan di kawasan padat penduduk. Warga dari berbagai lapisan masyarakat pun menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota Adhan. “Dulu banyak sampah menumpuk di pusat keramaian karena warga membuang sampah tidak sesuai waktu. Sekarang, Alhamdulillah, kondisi itu sudah jauh berubah. Warga juga sudah paham kapan waktu membuang sampah,” ujar Wahyu, siswa MAN Model Gorontalo. Pendapat serupa disampaikan Febi, warga Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat. “Sebelum Pak Adhan, sampah bisa dibiarkan berhari-hari. Sekarang sudah tidak ada lagi seperti itu,” ungkapnya. Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Hadi Sutrisno, menyebut isu yang menyudutkan Adhan Dambea merupakan bentuk serangan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan kinerja wali kota dua periode itu. “Mereka yang membenci Pak Wali tak pernah mau melihat hasil kerja nyata beliau dalam menangani sampah. Kalau sudah benci, sebaik-baiknya karya orang pun tetap dianggap buruk,” kata Hadi. Ia pun mengimbau agar pihak-pihak yang gemar menyebar fitnah dan nyinyir segera introspeksi diri. “Tanyakan ke diri masing-masing, apa yang sudah kita lakukan untuk rakyat?” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kot Gorontalo &#8211; Akademisi Universitas Negeri Gorontalo, Prof. Sukirman, angkat bicara terkait pemberitaan yang menyebutkan dirinya menyalahkan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, atas persoalan sampah di daerah itu. Ia menegaskan, pernyataannya telah dipelintir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Saya tidak pernah menyatakan bahwa Pak Wali gagal. Kalau saya mengatakan hal itu, berarti saya berbohong. Justru, penanganan sampah di Kota Gorontalo menunjukkan progres yang positif di tangan Pak Adhan,” kata Prof. Sukirman, Selasa (06/02/2026).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, guru besar tersebut menerangkan bahwa dirinya tidak pernah melakukan kajian terkait penanganan sampah di Kota Gorontalo. Kajian yang ia lakukan hanya sebatas analisis pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talumelito.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kajian saya hanya tentang TPA Talumelito, bukan penanganan sampah di wilayah Kota Gorontalo,” tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Prof. Sukirman pun merasa perlu meluruskan pemberitaan salah satu media yang menyebut Wali Kota Adhan Dambea gagal mengatasi sampah. Menurutnya, kondisi pengelolaan sampah di Gorontalo saat ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum kepemimpinan Adhan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Sejauh ini penanganan sampah di Kota Gorontalo sudah sangat baik. Program-program yang dijalankan Pak Adhan sangat tepat dan berdampak nyata,” ujarnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pernyataan tersebut diperkuat data lapangan. Hasil pantauan pewarta menunjukkan bahwa sejumlah program pengelolaan sampah berjalan efektif, seperti penambahan armada truk pada bulan Ramadan tahun lalu, upaya Pemkot Gorontalo memperoleh pasokan armada tambahan dari BTN, serta pengadaan gerobak motor (Getor) listrik yang memudahkan pengangkutan di kawasan padat penduduk.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Warga dari berbagai lapisan masyarakat pun menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Wali Kota Adhan.<br />
“Dulu banyak sampah menumpuk di pusat keramaian karena warga membuang sampah tidak sesuai waktu. Sekarang, Alhamdulillah, kondisi itu sudah jauh berubah. Warga juga sudah paham kapan waktu membuang sampah,” ujar Wahyu, siswa MAN Model Gorontalo.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pendapat serupa disampaikan Febi, warga Kelurahan Molosipat W, Kecamatan Kota Barat.<br />
“Sebelum Pak Adhan, sampah bisa dibiarkan berhari-hari. Sekarang sudah tidak ada lagi seperti itu,” ungkapnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam kesempatan terpisah, Juru Bicara Wali Kota Gorontalo, Hadi Sutrisno, menyebut isu yang menyudutkan Adhan Dambea merupakan bentuk serangan dari pihak-pihak yang tidak senang dengan kinerja wali kota dua periode itu.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Mereka yang membenci Pak Wali tak pernah mau melihat hasil kerja nyata beliau dalam menangani sampah. Kalau sudah benci, sebaik-baiknya karya orang pun tetap dianggap buruk,” kata Hadi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia pun mengimbau agar pihak-pihak yang gemar menyebar fitnah dan nyinyir segera introspeksi diri.<br />
“Tanyakan ke diri masing-masing, apa yang sudah kita lakukan untuk rakyat?” pungkasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara/">Benarkah Adhan Gagal Tangani Sampah? Prof. Sukirman Buka Suara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara/">Benarkah Adhan Gagal Tangani Sampah? Prof. Sukirman Buka Suara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/benarkah-adhan-gagal-tangani-sampah-prof-sukirman-buka-suara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
