<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Atensi dan normalisasi pungli Pohuwato Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/atensi-dan-normalisasi-pungli-pohuwato/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/atensi-dan-normalisasi-pungli-pohuwato/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 21 Aug 2025 12:22:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Atensi dan normalisasi pungli Pohuwato Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/atensi-dan-normalisasi-pungli-pohuwato/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nama Oknum Disebut, Pelaku Usaha Keluhkan Beban Kontribusi Siluman di Pohuwato</title>
		<link>https://barakati.id/nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato</link>
					<comments>https://barakati.id/nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2025 12:20:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Alat berat ditahan pungli Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Arlan Arif Rubia dugaan pungli]]></category>
		<category><![CDATA[Atensi dan normalisasi pungli Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan pungli Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Dugaan pungutan liar Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus pungli usaha di Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Kontribusi usaha Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Oknum pungli pengusaha Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah Kabupaten Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Pengusaha korban pungli Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26671</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato/">Nama Oknum Disebut, Pelaku Usaha Keluhkan Beban Kontribusi Siluman di Pohuwato</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato/">Nama Oknum Disebut, Pelaku Usaha Keluhkan Beban Kontribusi Siluman di Pohuwato</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Seorang pelaku usaha di Desa Bulangita, Kabupaten Pohuwato, buka suara terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pengumpul kontribusi. Modus pungutan ini disebut-sebut menggunakan istilah atensi dan normalisasi, yang justru membebani para pelaku usaha di lapangan. Dalam kesaksiannya, pelaku usaha tersebut mengungkap bahwa meski sudah membayar atensi sebesar Rp30 juta, ia masih dipaksa mengeluarkan biaya tambahan. “Awalnya torang mo bayar dulu Rp30 juta, tapi dia tidak mau. Dia bilang ada kewajiban Rp10 juta untuk normalisasi, baru janji tidak mo ta turun alat. Tapi kenyataannya alat torang tetap dorang kase turun,” ungkapnya dengan nada kesal. Ia menambahkan, situasi makin membingungkan karena meski sudah menyetor uang, alat berat yang digunakan dalam aktivitas usahanya tetap ditahan. Bahkan, oknum itu kembali meminta tambahan Rp5 juta dengan alasan normalisasi. “Padahal itu di luar kontribusi, tapi tetap saja alat ditahan,” jelasnya. Bahkan, orang tua sang pelaku usaha harus turun langsung ke lokasi. Namun hasilnya sama, alat berat diturunkan paksa. “Tidak ada gunanya torang kase doi kalau begitu,” tambahnya. Lebih jauh, ia menyebut pengelolaan kontribusi ini dikendalikan oknum tertentu yang melibatkan aparat lapangan. “Yang jaga dan kumpul kontribusi itu torang pe Arlan Arif Rubia dengan T AS. Untuk pembayaran, Rp50 juta per alat. Dua alat, berarti Rp100 juta torang ada bayar,” bebernya. Sementara itu, Arlan Arif yang juga dikenal sebagai pimpinan media Otanahanews saat dikonfirmasi via WhatsApp tidak memberikan tanggapan. Alih-alih menjawab, ia justru hanya membaca pesan lalu memblokir nomor wartawan. Hingga berita ini diturunkan, Barakati.id masih berupaya menghubungi pihak-pihak yang disebut dalam kesaksian pelaku usaha tersebut guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="321" data-end="635"><strong>Pohuwato</strong> &#8211; Seorang pelaku usaha di Desa Bulangita, Kabupaten Pohuwato, buka suara terkait dugaan praktik <strong data-start="430" data-end="456">pungutan liar (pungli)</strong> yang dilakukan oknum pengumpul kontribusi. Modus pungutan ini disebut-sebut menggunakan istilah <em data-start="553" data-end="561">atensi</em> dan <em data-start="566" data-end="579">normalisasi</em>, yang justru membebani para pelaku usaha di lapangan.</p>
<p data-start="637" data-end="790">Dalam kesaksiannya, pelaku usaha tersebut mengungkap bahwa meski sudah membayar atensi sebesar Rp30 juta, ia masih dipaksa mengeluarkan biaya tambahan.</p>
<p data-start="794" data-end="1030"><em>“Awalnya torang mo bayar dulu Rp30 juta, tapi dia tidak mau. Dia bilang ada kewajiban Rp10 juta untuk normalisasi, baru janji tidak mo ta turun alat. Tapi kenyataannya alat torang tetap dorang kase turun,” ungkapnya dengan nada kesal.</em></p>
<p data-start="1032" data-end="1256">Ia menambahkan, situasi makin membingungkan karena meski sudah menyetor uang, alat berat yang digunakan dalam aktivitas usahanya tetap ditahan. Bahkan, oknum itu kembali meminta tambahan Rp5 juta dengan alasan normalisasi.</p>
<p data-start="1260" data-end="1335"><em>“Padahal itu di luar kontribusi, tapi tetap saja alat ditahan,” jelasnya.</em></p>
<p data-start="1337" data-end="1456">Bahkan, orang tua sang pelaku usaha harus turun langsung ke lokasi. Namun hasilnya sama, alat berat diturunkan paksa.</p>
<p data-start="1459" data-end="1521"><em>“Tidak ada gunanya torang kase doi kalau begitu,” tambahnya.</em></p>
<p data-start="1523" data-end="1636">Lebih jauh, ia menyebut pengelolaan kontribusi ini dikendalikan oknum tertentu yang melibatkan aparat lapangan.</p>
<p data-start="1640" data-end="1814"><em>“Yang jaga dan kumpul kontribusi itu torang pe Arlan Arif Rubia dengan T AS. Untuk pembayaran, Rp50 juta per alat. Dua alat, berarti Rp100 juta torang ada bayar,” bebernya.</em></p>
<p data-start="1816" data-end="2042">Sementara itu, <strong data-start="1831" data-end="1845">Arlan Arif</strong> yang juga dikenal sebagai pimpinan media <em data-start="1887" data-end="1900">Otanahanews</em> saat dikonfirmasi via WhatsApp tidak memberikan tanggapan. Alih-alih menjawab, ia justru hanya membaca pesan lalu memblokir nomor wartawan.</p>
<p data-start="2044" data-end="2224">Hingga berita ini diturunkan, <a href="https://barakati.id/"><strong data-start="2074" data-end="2089">Barakati.id</strong></a> masih berupaya menghubungi pihak-pihak yang disebut dalam kesaksian pelaku usaha tersebut guna mendapatkan klarifikasi lebih lanjut.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato/">Nama Oknum Disebut, Pelaku Usaha Keluhkan Beban Kontribusi Siluman di Pohuwato</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato/">Nama Oknum Disebut, Pelaku Usaha Keluhkan Beban Kontribusi Siluman di Pohuwato</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/nama-oknum-disebut-pelaku-usaha-keluhkan-beban-kontribusi-siluman-di-pohuwato/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
