<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Beasiswa pip Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/beasiswa-pip/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/beasiswa-pip/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Nov 2024 12:58:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Beasiswa pip Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/beasiswa-pip/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>GERINDRA: Yang Politis Itu Partai yang Menolak Beasiswa PIP</title>
		<link>https://barakati.id/gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip</link>
					<comments>https://barakati.id/gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 06:43:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Provinsi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa pip]]></category>
		<category><![CDATA[elnino mohi]]></category>
		<category><![CDATA[gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[WAHIDIN ISHAK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=23846</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip/">GERINDRA: Yang Politis Itu Partai yang Menolak Beasiswa PIP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip/">GERINDRA: Yang Politis Itu Partai yang Menolak Beasiswa PIP</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KOTA GORONTALO- Juru bicara Partai GERINDRA, Wahidin Ishak tertawa terbahak-bahak setelah diberitahu bahwa ada partai lain yang menolak beasiswa PIP agar jangan sampai dihubungkan dengan Pilkada. \"Panik ya? Panik gak?\" tanya Wahidin terbahak-bahak sambil menirukan video tiktok. Menurutnya, jika ada partai yang menolak beasiswa PIP itu menunjukkan bahwa partai itu sedang panik dan berusaha melawan adanya beasiswa PIP. Kenapa partai itu panik dengan beasiswa PIP? \"Ya karena PIP Elnino itu ditengarai dipakai untuk Pilkada,\" tutur Wahidin yang terbahak menyeka air matanya saking lucunya, katanya. Bagaimana cerita tentang beasiswa PIP itu? Wahidin menjelaskan panjang lebar tentang itu beasiswa itu yang diurus oleh Tim Elnino Center. Beasiswa PIP itu dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan bekerjasama dengan Komisi X DPR RI Bidang Pendidikan. Sehingga beasiswa PIP itu ada dua jalur/jalan, yaitu Jalur Reguler (terkenal juga dengan isitilah beasiswa jalur non politik, atau Jalur Biasa,) dan Gorontalo mendapatkan bantuan kira-kira 10 ribu anak penerima tiap tahun. Jalur ke dua adalan Jalur Pemangku Kepentingan berupa Jalur Aspirasi Anggota Komisi X DPR RI, Pejabat di Kementerian Dikbud, BPK, petinggi polri, TNI, Kejaksaan dan sebagainya. Elnino Mohi, wakil rakyat dari Gorontalo ditugaskan oleh Ketua Umum GERINDRA Prabowo Subianto, jadi anggota DPR RI Komisi Pendidikan, maka dia mendapatkan diskresi untuk menentukan 60 ribu nama siswa penerima beasiswa PIP di provinsi Gorontalo. Itulah yang kita kenal sebagai \"Jalur Aspirasi Elnino Mohi\". Kenapa penyebutannya ada kata \"aspirasi\"? Sebab, yang dapat beasiswa PIP jenis ini hanyalah anak-anak yang orang tuanya diusulkan oleh pak Elnino sebagai politisi. Makanya jalur ini terkenal pula dengan istilah \"beasisa PIP jalur politik\". Jadi, semua orang menghubungi Elnino? \"Praktisnya lewat kita lah di Elce karena Elnino sendirian bukan operator dari 60 ribu orang,\" papar Wahidin. POLITIS Menurut Wahidin, seharusnya Elnino Mohi menyampaikan bahwa beasiswa PIP ini dia perjuangkan, pasti akibat politik bagi partai GERINDRA Gorontalo akan sangat positif. \"Sayangnya Elnino Mohi sendiri yang tidak mau mengklaim begitu&#8230;\" tutur Wahidin. Oleh eLCe yang mengolah beasiswa PIP ini kemudian menetapkan kriteria penerima beasiswa PIP berturut-turut (satu kriteria juga sudah boleh): murid yang yatim-piatu, yatim, piatu, anak terlantar, kalangan duafa, orang yang ortu nya miskin, dst. \"Jadi, tidak ada syarat harus memilih atau mencoblos gambar GERINDRA yah&#8230;. Kalau begitu apanya yang dianggap untuk kepentingan Pilkada ya?\" kata Wahidin menggaruk kepalanya sendiri. Jadi, kata Wahidin, kalangan yang menolak beasiswa PIP itulah yang bekerja untuk kepentingan politik. \"Itu beda dengan kami yang didoktrin untuk bekerja menolong orang yang susah,\" tandasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>KOTA GORONTALO&#8211; Juru bicara Partai GERINDRA, Wahidin Ishak tertawa terbahak-bahak setelah diberitahu bahwa ada partai lain yang menolak beasiswa PIP agar jangan sampai dihubungkan dengan Pilkada.</p>
<p>&#8220;Panik ya? Panik gak?&#8221; tanya Wahidin terbahak-bahak sambil menirukan video tiktok.</p>
<p>Menurutnya, jika ada partai yang menolak beasiswa PIP itu menunjukkan bahwa partai itu sedang panik dan berusaha melawan adanya beasiswa PIP. Kenapa partai itu panik dengan beasiswa PIP? &#8220;Ya karena PIP Elnino itu ditengarai dipakai untuk Pilkada,&#8221; tutur Wahidin yang terbahak menyeka air matanya saking lucunya, katanya.</p>
<p>Bagaimana cerita tentang beasiswa PIP itu? Wahidin menjelaskan panjang lebar tentang itu beasiswa itu yang diurus oleh Tim Elnino Center.</p>
<p>Beasiswa PIP itu dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan bekerjasama dengan Komisi X DPR RI Bidang Pendidikan.</p>
<p>Sehingga beasiswa PIP itu ada dua jalur/jalan, yaitu Jalur Reguler (terkenal juga dengan isitilah beasiswa jalur non politik, atau Jalur Biasa,) dan Gorontalo mendapatkan bantuan kira-kira 10 ribu anak penerima tiap tahun.</p>
<p>Jalur ke dua adalan Jalur Pemangku Kepentingan berupa Jalur Aspirasi Anggota Komisi X DPR RI, Pejabat di Kementerian Dikbud, BPK, petinggi polri, TNI, Kejaksaan dan sebagainya.</p>
<p>Elnino Mohi, wakil rakyat dari Gorontalo ditugaskan oleh Ketua Umum GERINDRA Prabowo Subianto, jadi anggota DPR RI Komisi Pendidikan, maka dia mendapatkan diskresi untuk menentukan 60 ribu nama siswa penerima beasiswa PIP di provinsi Gorontalo. Itulah yang kita kenal sebagai &#8220;Jalur Aspirasi Elnino Mohi&#8221;.</p>
<p>Kenapa penyebutannya ada kata &#8220;aspirasi&#8221;? Sebab, yang dapat beasiswa PIP jenis ini hanyalah anak-anak yang orang tuanya diusulkan oleh pak Elnino sebagai politisi. Makanya jalur ini terkenal pula dengan istilah &#8220;beasisa PIP jalur politik&#8221;.</p>
<p>Jadi, semua orang menghubungi Elnino? &#8220;Praktisnya lewat kita lah di Elce karena Elnino sendirian bukan operator dari 60 ribu orang,&#8221; papar Wahidin.</p>
<p>POLITIS<br />
Menurut Wahidin, seharusnya Elnino Mohi menyampaikan bahwa beasiswa PIP ini dia perjuangkan, pasti akibat politik bagi partai GERINDRA Gorontalo akan sangat positif. &#8220;Sayangnya Elnino Mohi sendiri yang tidak mau mengklaim begitu&#8230;&#8221; tutur Wahidin.</p>
<p>Oleh eLCe yang mengolah beasiswa PIP ini kemudian menetapkan kriteria penerima beasiswa PIP berturut-turut (satu kriteria juga sudah boleh): murid yang yatim-piatu, yatim, piatu, anak terlantar, kalangan duafa, orang yang ortu nya miskin, dst.</p>
<p>&#8220;Jadi, tidak ada syarat harus memilih atau mencoblos gambar GERINDRA yah&#8230;. Kalau begitu apanya yang dianggap untuk kepentingan Pilkada ya?&#8221; kata Wahidin menggaruk kepalanya sendiri.</p>
<p>Jadi, kata Wahidin, kalangan yang menolak beasiswa PIP itulah yang bekerja untuk kepentingan politik. &#8220;Itu beda dengan kami yang didoktrin untuk bekerja menolong orang yang susah,&#8221; tandasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip/">GERINDRA: Yang Politis Itu Partai yang Menolak Beasiswa PIP</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip/">GERINDRA: Yang Politis Itu Partai yang Menolak Beasiswa PIP</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/gerindra-yang-politis-itu-partai-yang-menolak-beasiswa-pip/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terdaftar Sebagai Penerima Beasiswa PIP Tapi Tak Pernah Terima Uangnya</title>
		<link>https://barakati.id/terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya</link>
					<comments>https://barakati.id/terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2022 06:43:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa pip]]></category>
		<category><![CDATA[Penerima beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Taluditi]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=13716</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya/">Terdaftar Sebagai Penerima Beasiswa PIP Tapi Tak Pernah Terima Uangnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya/">Terdaftar Sebagai Penerima Beasiswa PIP Tapi Tak Pernah Terima Uangnya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Merasa tak menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), sejumlah orang tua siswa di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, merasa kaget saat dimintakan buku tabungan penerima beasiswa PIP tahun 2019 - 2020 oleh pihak sekolah. Rencananya buku tabungan tersebut akan digunakan untuk memproses beasiswa PIP tahun 2021 - 2022. Salah satu orang tua siswa mengakui baru mengetahui jika anaknya tercatat sebagai penerima PIP. \"Anak saya datang ke saya, katanya ; mama, kepala sekolah minta buku tabungan rekening beasiswa PIP. Buku ini kata dia untuk digunakan memproses beasiswa PIP. Saya kaget, karena saya tidak tahu bahwa anak saya ini penerima beasiswa PIP, karena selama ini tidak ada buku tabungan yang diserahkan ke kami dari pihak sekolah,\" ungkap orang tua siswa. Sejumlah orang tua siswa penerima beasiswa PIP ini pun mempertanyakan keberadaan buku tabungan yang dimaksud kepada Kepala Sekolah terdahulu. \"Ternyata buku rekening ini ada sama mantan kepala sekolah ini. Kemudian diberikan ke kami setelah kami memintanya,\" ungkap orang tua siswa. \"Kami pun kaget setelah melihat catatan yang ada di dalam rekening tabungan bahwa pada tahun 2020 lalu itu sudah ada dua kali pencairan dan, tapi selama ini uang di tabungan atas nama anak kami itu tidak ada diberikan ke kami,\" katanya lagi yang kaget dan mempertanyakan kemana beasiswa yang telah dicairkan tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, ada 19 siswa penerima beasiswa PIP dengan jumlah nominal beasiswa yang bervariasi, yang tidak diserahkan oleh kepala Sekolah terdahulu kepada siswa penerima beasiswa PIP. Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Ikbar AT. Salam membenarkan bahwa 19 penerima beasiswa PIP di salah satu SD di Taluditi tidak diserahkan oleh kepala Sekolah terdahulu kepada siswa penerima. Dinas pendidikan pun kata dia telah melakukan pemeriksaan kepada Kepala Sekolah terdahulu guna dimintai keterangan alasan tidak meneruskan beasiswa PIP kepada siswa penerima. \"Baru beberapa hari lalu kita undang yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi terkait beasiswa PIP. Ternyata yang bersangkutan membenarkan bahwa beasiswa itu tidak serahkan kepada penerima,\" ucap Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Jum\'at (1/4/2022). Lebih jauh kepala Dinas melalui Kepala Seksi Kurikulum Bidang SD Selvis G. Umar menerangkan bahwa penarikan dana PIP ada dua mekanisme. Pertama, penarikan oleh anak atau orang tua siswa. Kedua penarikan oleh pihak Sekolah dengan melampirkan kuasa dari orang tua atau siswa. \"Di tahun 2020 itu ada anggaran untuk PIP program tahun 2019 - 2020, sebagian siswa, dia ( kepala sekolah terdahulu) sudah tarik dengan menggunakan mekanisme surat kuasa orang tua, yang kita juga belum melihat keabsahan apakah benar ada pemberian surat kuasa,\" kata Selvis menceritakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan. Namun kata Selvis, sejumlah orang tua siswa mengaku tidak mengetahui adanya proses penarikan dana beasiswa dengan mekanisme surat kuasa tersebut. Dinas pendidikan sebelumnya sudah meminta Kepala Sekolah terdahulu untuk mengumpulkan bukti penggunaan dana beasiswa PIP yang tidak diserahkan ke penerima. \"Setelah itu kita melakukan pertemuan dengan orang tua, dengan pihak sekolah, Koordinator Taluditi dan Ayahanda Kepala Desa. Dari situ terungkap bahwa dana ini dia gunakan untuk menanggulangi kebutuhan anak yang mengikuti Pramuka,\" terang Selvis. \"Jadi anak - anak mengikuti Pramuka Garuda, kemudian yang sudah Lolos Pramuka ini mereka melangkapi seragam dengan atribut Garuda,\" terangnya menambahkan. Selvis pun menyampaikan saat ini Dinas Pendidikan sedang mendalami dan akan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Merasa tak menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), sejumlah orang tua siswa di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, merasa kaget saat dimintakan buku tabungan penerima beasiswa PIP tahun 2019 &#8211; 2020 oleh pihak sekolah.</p>
<p>Rencananya buku tabungan tersebut akan digunakan untuk memproses beasiswa PIP tahun 2021 &#8211; 2022. Salah satu orang tua siswa mengakui baru mengetahui jika anaknya tercatat sebagai penerima PIP.</p>
<p>&#8220;Anak saya datang ke saya, katanya ; mama, kepala sekolah minta buku tabungan rekening beasiswa PIP. Buku ini kata dia untuk digunakan memproses beasiswa PIP. Saya kaget, karena saya tidak tahu bahwa anak saya ini penerima beasiswa PIP, karena selama ini tidak ada buku tabungan yang diserahkan ke kami dari pihak sekolah,&#8221; ungkap orang tua siswa.</p>
<p>Sejumlah orang tua siswa penerima beasiswa PIP ini pun mempertanyakan keberadaan buku tabungan yang dimaksud kepada Kepala Sekolah terdahulu.</p>
<p>&#8220;Ternyata buku rekening ini ada sama mantan kepala sekolah ini. Kemudian diberikan ke kami setelah kami memintanya,&#8221; ungkap orang tua siswa.</p>
<p>&#8220;Kami pun kaget setelah melihat catatan yang ada di dalam rekening tabungan bahwa pada tahun 2020 lalu itu sudah ada dua kali pencairan dan, tapi selama ini uang di tabungan atas nama anak kami itu tidak ada diberikan ke kami,&#8221; katanya lagi yang kaget dan mempertanyakan kemana beasiswa yang telah dicairkan tersebut.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, ada 19 siswa penerima beasiswa PIP dengan jumlah nominal beasiswa yang bervariasi, yang tidak diserahkan oleh kepala Sekolah terdahulu kepada siswa penerima beasiswa PIP.</p>
<p>Sementara saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Ikbar AT. Salam membenarkan bahwa 19 penerima beasiswa PIP di salah satu SD di Taluditi tidak diserahkan oleh kepala Sekolah terdahulu kepada siswa penerima.</p>
<p>Dinas pendidikan pun kata dia telah melakukan pemeriksaan kepada Kepala Sekolah terdahulu guna dimintai keterangan alasan tidak meneruskan beasiswa PIP kepada siswa penerima.</p>
<p>&#8220;Baru beberapa hari lalu kita undang yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi terkait beasiswa PIP. Ternyata yang bersangkutan membenarkan bahwa beasiswa itu tidak serahkan kepada penerima,&#8221; ucap Kepala Dinas Pendidikan Pohuwato, Jum&#8217;at (1/4/2022).</p>
<p>Lebih jauh kepala Dinas melalui Kepala Seksi Kurikulum Bidang SD Selvis G. Umar menerangkan bahwa penarikan dana PIP ada dua mekanisme. Pertama, penarikan oleh anak atau orang tua siswa. Kedua penarikan oleh pihak Sekolah dengan melampirkan kuasa dari orang tua atau siswa.</p>
<p>&#8220;Di tahun 2020 itu ada anggaran untuk PIP program tahun 2019 &#8211; 2020, sebagian siswa, dia ( kepala sekolah terdahulu) sudah tarik dengan menggunakan mekanisme surat kuasa orang tua, yang kita juga belum melihat keabsahan apakah benar ada pemberian surat kuasa,&#8221; kata Selvis menceritakan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan.</p>
<p>Namun kata Selvis, sejumlah orang tua siswa mengaku tidak mengetahui adanya proses penarikan dana beasiswa dengan mekanisme surat kuasa tersebut.</p>
<p>Dinas pendidikan sebelumnya sudah meminta Kepala Sekolah terdahulu untuk mengumpulkan bukti penggunaan dana beasiswa PIP yang tidak diserahkan ke penerima.</p>
<p>&#8220;Setelah itu kita melakukan pertemuan dengan orang tua, dengan pihak sekolah, Koordinator Taluditi dan Ayahanda Kepala Desa. Dari situ terungkap bahwa dana ini dia gunakan untuk menanggulangi kebutuhan anak yang mengikuti Pramuka,&#8221; terang Selvis.</p>
<p>&#8220;Jadi anak &#8211; anak mengikuti Pramuka Garuda, kemudian yang sudah Lolos Pramuka ini mereka melangkapi seragam dengan atribut Garuda,&#8221; terangnya menambahkan.</p>
<p>Selvis pun menyampaikan saat ini Dinas Pendidikan sedang mendalami dan akan menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan.


<p></p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya/">Terdaftar Sebagai Penerima Beasiswa PIP Tapi Tak Pernah Terima Uangnya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya/">Terdaftar Sebagai Penerima Beasiswa PIP Tapi Tak Pernah Terima Uangnya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/terdaftar-sebagai-penerima-beasiswa-pip-tapi-tak-pernah-terima-uangnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
