<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bedah buku Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/bedah-buku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/bedah-buku/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 19 Nov 2025 13:24:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.12</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Bedah buku Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/bedah-buku/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sekda Ismail: Literasi Butuh Kolaborasi Semua Pihak</title>
		<link>https://barakati.id/sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak</link>
					<comments>https://barakati.id/sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Nov 2025 16:15:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[adhan dambea]]></category>
		<category><![CDATA[akses buku]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah buku]]></category>
		<category><![CDATA[budaya baca]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas kearsipan]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ekosistem literasi]]></category>
		<category><![CDATA[FESTIVAL LITERASI]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ismail madjid]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi literasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[minat baca]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan literasi]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan kota gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28274</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak/">Sekda Ismail: Literasi Butuh Kolaborasi Semua Pihak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak/">Sekda Ismail: Literasi Butuh Kolaborasi Semua Pihak</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kota Gorontalo - Festival Literasi Gorontalo 2025 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo berlangsung meriah di Perpustakaan Daerah, Selasa (18/11). Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang hadir mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea. Dalam sambutannya, Sekda Ismail menyoroti pentingnya penguatan ekosistem literasi di Kota Gorontalo serta kondisi minat baca yang masih memprihatinkan. Ia mengutip hasil survei yang menunjukkan hanya satu dari seribu warga yang rutin membaca, sehingga diperlukan dorongan serius dari seluruh pihak. “Kebiasaan membaca biasanya tumbuh dari lingkungan terdekat. Jika berada di lingkungan yang gemar membaca, orang lain pun akan terpengaruh dan terbentuk kebiasaan baru,” ujar Ismail. Selain itu, Ismail juga menyoroti masih adanya kesenjangan akses buku dan pengetahuan di sejumlah wilayah. Ia mengajak semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama melakukan gerakan literasi yang terbuka, masif, dan kolaboratif. Pada kesempatan tersebut, Sekda Ismail juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo beserta seluruh pihak yang turut mendukung terlaksananya festival ini. Ia berharap kegiatan seperti ini mampu mendekatkan masyarakat pada bacaan dan sumber informasi bermanfaat yang mampu meningkatkan kualitas hidup. Festival yang diisi dengan bedah buku “Adhan Dambea: Cerita di Balik Kontroversi” tersebut resmi dibuka setelah sambutan Sekda Ismail, menandai komitmen pemerintah memperkuat budaya literasi di Kota Gorontalo.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kota Gorontalo &#8211; Festival Literasi Gorontalo 2025 yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo berlangsung meriah di Perpustakaan Daerah, Selasa (18/11). Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, yang hadir mewakili Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam sambutannya, Sekda Ismail menyoroti pentingnya penguatan ekosistem literasi di Kota Gorontalo serta kondisi minat baca yang masih memprihatinkan. Ia mengutip hasil survei yang menunjukkan hanya satu dari seribu warga yang rutin membaca, sehingga diperlukan dorongan serius dari seluruh pihak.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kebiasaan membaca biasanya tumbuh dari lingkungan terdekat. Jika berada di lingkungan yang gemar membaca, orang lain pun akan terpengaruh dan terbentuk kebiasaan baru,” ujar Ismail.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Selain itu, Ismail juga menyoroti masih adanya kesenjangan akses buku dan pengetahuan di sejumlah wilayah. Ia mengajak semua elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersama-sama melakukan gerakan literasi yang terbuka, masif, dan kolaboratif.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada kesempatan tersebut, Sekda Ismail juga memberikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Gorontalo beserta seluruh pihak yang turut mendukung terlaksananya festival ini. Ia berharap kegiatan seperti ini mampu mendekatkan masyarakat pada bacaan dan sumber informasi bermanfaat yang mampu meningkatkan kualitas hidup.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Festival yang diisi dengan bedah buku “Adhan Dambea: Cerita di Balik Kontroversi” tersebut resmi dibuka setelah sambutan Sekda Ismail, menandai komitmen pemerintah memperkuat budaya literasi di Kota Gorontalo.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak/">Sekda Ismail: Literasi Butuh Kolaborasi Semua Pihak</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak/">Sekda Ismail: Literasi Butuh Kolaborasi Semua Pihak</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/sekda-ismail-literasi-butuh-kolaborasi-semua-pihak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Reiner Ointoe : Bedah Buku “Mengayuh di Antara Gelombang”, Upaya Penjajakan Kembali Intelektual Gorontalo di Sulawesi Utara</title>
		<link>https://barakati.id/reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara</link>
					<comments>https://barakati.id/reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Mar 2022 13:55:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Bedah buku]]></category>
		<category><![CDATA[Intelektual]]></category>
		<category><![CDATA[Mengayuh di antara gelombang]]></category>
		<category><![CDATA[Reiner ointoe]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=13588</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara/">Reiner Ointoe : Bedah Buku “Mengayuh di Antara Gelombang”, Upaya Penjajakan Kembali Intelektual Gorontalo di Sulawesi Utara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara/">Reiner Ointoe : Bedah Buku “Mengayuh di Antara Gelombang”, Upaya Penjajakan Kembali Intelektual Gorontalo di Sulawesi Utara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Pada zaman dahulu, untuk mengembangkan pemikirannya para pemikir atau akademisi harus keluar dari lokasi dimana dia berada. Contohnya akademisi abad pertengahan Peter Abelard. “Saya menangkap bahwa spirit sebenarnya bukan buku ini yang menjadi tujuan kita disini. Saya kira intelektual dari Gorontalo yang punya afiliasi historis sedang menjajaki kembali sebetulnya,\" Terangnya. \"Karena kalau kita pake teori Geography of Genius dari Eric Weiner, satu geografi itu pasti akan melahirkan seorang jenius, dan seorang jenius pasti akan mencari wilayah-wilayah dimana dia pernah berinteraksi\" Ungkap Reiner Ointoe Budayawan Sulawesi Utara pada Diskusi Buku Mengayuh di Antara Gelombang. Dalam teori ilmu pengetahuan ternyata geografi itu menjadi satu ranah dimana seseorang itu mencari kembali jati dirinya. “Buku ini adalah sebuah pintu masuk dan saya mengharapkan agar jangan dijadikan gerakan sementara atau gerakan instan,\" Tuturnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Pada zaman dahulu, untuk mengembangkan pemikirannya para pemikir atau akademisi harus keluar dari lokasi dimana dia berada. Contohnya akademisi abad pertengahan Peter Abelard.</p>
<p>“Saya menangkap bahwa spirit sebenarnya bukan buku ini yang menjadi tujuan kita disini. Saya kira intelektual dari Gorontalo yang punya afiliasi historis sedang menjajaki kembali sebetulnya,&#8221; Terangnya.</p>
<p>&#8220;Karena kalau kita pake teori Geography of Genius dari Eric Weiner, satu geografi itu pasti akan melahirkan seorang jenius, dan seorang jenius pasti akan mencari wilayah-wilayah dimana dia pernah berinteraksi&#8221; Ungkap Reiner Ointoe Budayawan Sulawesi Utara pada Diskusi Buku Mengayuh di Antara Gelombang.</p>
<p>Dalam teori ilmu pengetahuan ternyata geografi itu menjadi satu ranah dimana seseorang itu mencari kembali jati dirinya.</p>
<p>“Buku ini adalah sebuah pintu masuk dan saya mengharapkan agar jangan dijadikan gerakan sementara atau gerakan instan,&#8221; Tuturnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara/">Reiner Ointoe : Bedah Buku “Mengayuh di Antara Gelombang”, Upaya Penjajakan Kembali Intelektual Gorontalo di Sulawesi Utara</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara/">Reiner Ointoe : Bedah Buku “Mengayuh di Antara Gelombang”, Upaya Penjajakan Kembali Intelektual Gorontalo di Sulawesi Utara</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/reiner-ointoe-bedah-buku-mengayuh-di-antara-gelombang-upaya-penjajakan-kembali-intelektual-gorontalo-di-sulawesi-utara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
