<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>biodiesel b50 Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/biodiesel-b50/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/biodiesel-b50/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 07:08:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>biodiesel b50 Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/biodiesel-b50/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>1 Juli 2026 Indonesia Resmi Setop Impor Solar, Mentan Pastikan Sawit Gantikan Solar Impor</title>
		<link>https://barakati.id/1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor</link>
					<comments>https://barakati.id/1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 13:58:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[bensin sawit]]></category>
		<category><![CDATA[biodiesel b50]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia setop impor solar]]></category>
		<category><![CDATA[kampus its surabaya]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa sawit indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian energi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian esdm]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[mentan andi amran sulaiman]]></category>
		<category><![CDATA[menteri bahlil lahadalia]]></category>
		<category><![CDATA[pt pertamina persero]]></category>
		<category><![CDATA[ptpn iv]]></category>
		<category><![CDATA[swasembada energi 2026]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[traktor listrik anak bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[transisi energi hijau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30222</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor/">1 Juli 2026 Indonesia Resmi Setop Impor Solar, Mentan Pastikan Sawit Gantikan Solar Impor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor/">1 Juli 2026 Indonesia Resmi Setop Impor Solar, Mentan Pastikan Sawit Gantikan Solar Impor</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil dari luar negeri akan segera menemui titik akhir. Pemerintah secara resmi menabuh genderang kemandirian energi dengan memproyeksikan penghentian total impor solar pada pertengahan tahun ini. Transformasi ini menjadikan kelapa sawit—komoditas unggulan Nusantara—sebagai tulang punggung utama bahan bakar nasional. Langkah berani ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan pidato kunci pada acara wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu (19/4/2026). Kebijakan penghentian impor ini berjalan lurus dengan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang sepenuhnya berbasis sawit. Di hadapan para akademisi, Mentan Amran dengan tegas memaparkan tenggat waktu kebijakan tersebut. \"Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,\" tegasnya. Transisi menuju energi hijau ini bukan sekadar soal biodiesel. Pemerintah melihat potensi jauh lebih besar dari sekadar memutar roda mesin diesel. Pengembangan teknologi kini tengah dipercepat agar sawit mampu dikonversi menjadi bensin dan etanol. Bagi Amran, tanaman ini adalah kunci kedaulatan masa depan. \"Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin,\" ungkapnya menjelaskan visi besar tersebut. Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian telah menggandeng PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV). Kerja sama ini difokuskan pada perintisan produksi bensin berbasis sawit dalam skala laboratorium atau skala kecil. Jika purwarupa ini terbukti sukses, ekspansi industri besar-besaran sudah menanti di depan mata. \"Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah,\" imbuh Amran dengan nada optimis. Selain membahas revolusi bahan bakar, kunjungan Mentan ke kampus perjuangan tersebut juga diwarnai dengan apresiasi terhadap inovasi teknologi dalam negeri. Ia meninjau langsung traktor bertenaga listrik karya mahasiswa dan peneliti ITS. Tanpa ragu, Kementerian Pertanian langsung memborong 10 unit traktor tersebut untuk tahap uji coba di lapangan. Keputusan meminang teknologi anak bangsa ini didasari oleh efisiensi yang ditawarkan. \"Traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian, efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi ini sangat hemat,\" ucap Amran. Data Dukung: Harmonisasi Kementan dan Kementerian ESDM Langkah Kementan ini sejalan dengan peta jalan yang telah disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan laporan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menutup keran impor untuk solar jenis CN48 sejak awal Januari 2026. Sementara itu, sisa kebutuhan untuk jenis CN51 memang masih didatangkan dari luar, namun izin tersebut akan kedaluwarsa pada paruh kedua tahun ini. Artinya, mulai Juli 2026, PT Pertamina (Persero) akan mengambil alih kendali penuh untuk memproduksi seluruh varian solar secara domestik, menjadikan perusahaan swasta wajib membeli pasokan dari dalam negeri. Sinkronisasi dua kementerian ini memastikan bahwa kemandirian energi bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang tengah dieksekusi.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar fosil dari luar negeri akan segera menemui titik akhir. Pemerintah secara resmi menabuh genderang kemandirian energi dengan memproyeksikan penghentian total impor solar pada pertengahan tahun ini. Transformasi ini menjadikan kelapa sawit—komoditas unggulan Nusantara—sebagai tulang punggung utama bahan bakar nasional.</p>
<p>Langkah berani ini diumumkan langsung oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman saat memberikan pidato kunci pada acara wisuda ke-133 program doktor, magister, dan profesi insinyur di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Minggu (19/4/2026). Kebijakan penghentian impor ini berjalan lurus dengan implementasi mandatori biodiesel 50 persen (B50) yang sepenuhnya berbasis sawit.</p>
<p>Di hadapan para akademisi, Mentan Amran dengan tegas memaparkan tenggat waktu kebijakan tersebut. &#8220;Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Transisi menuju energi hijau ini bukan sekadar soal biodiesel. Pemerintah melihat potensi jauh lebih besar dari sekadar memutar roda mesin diesel. Pengembangan teknologi kini tengah dipercepat agar sawit mampu dikonversi menjadi bensin dan etanol.</p>
<p>Bagi Amran, tanaman ini adalah kunci kedaulatan masa depan. &#8220;Ini energi masa depan Indonesia. Karena sumbernya dari sawit. Sawit jadi solar, sawit juga jadi bensin,&#8221; ungkapnya menjelaskan visi besar tersebut.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian telah menggandeng PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV). Kerja sama ini difokuskan pada perintisan produksi bensin berbasis sawit dalam skala laboratorium atau skala kecil. Jika purwarupa ini terbukti sukses, ekspansi industri besar-besaran sudah menanti di depan mata.</p>
<p>&#8220;Kalau ini berhasil, kita buka skala besar. Jadi masa depan Indonesia cerah,&#8221; imbuh Amran dengan nada optimis.</p>
<p>Selain membahas revolusi bahan bakar, kunjungan Mentan ke kampus perjuangan tersebut juga diwarnai dengan apresiasi terhadap inovasi teknologi dalam negeri. Ia meninjau langsung traktor bertenaga listrik karya mahasiswa dan peneliti ITS. Tanpa ragu, Kementerian Pertanian langsung memborong 10 unit traktor tersebut untuk tahap uji coba di lapangan.</p>
<p>Keputusan meminang teknologi anak bangsa ini didasari oleh efisiensi yang ditawarkan. &#8220;Traktor yang dibuat ini harganya separuh dari yang biasanya. Kemudian, efektif, tidak menggunakan solar tetapi menggunakan elektrik, listrik. Jadi ini sangat hemat,&#8221; ucap Amran.</p>
<p>Data Dukung: Harmonisasi Kementan dan Kementerian ESDM</p>
<p>Langkah Kementan ini sejalan dengan peta jalan yang telah disusun oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Berdasarkan laporan, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya telah menutup keran impor untuk solar jenis CN48 sejak awal Januari 2026.</p>
<p>Sementara itu, sisa kebutuhan untuk jenis CN51 memang masih didatangkan dari luar, namun izin tersebut akan kedaluwarsa pada paruh kedua tahun ini. Artinya, mulai Juli 2026, PT Pertamina (Persero) akan mengambil alih kendali penuh untuk memproduksi seluruh varian solar secara domestik, menjadikan perusahaan swasta wajib membeli pasokan dari dalam negeri. Sinkronisasi dua kementerian ini memastikan bahwa kemandirian energi bukan sekadar wacana, melainkan realitas yang tengah dieksekusi.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor/">1 Juli 2026 Indonesia Resmi Setop Impor Solar, Mentan Pastikan Sawit Gantikan Solar Impor</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor/">1 Juli 2026 Indonesia Resmi Setop Impor Solar, Mentan Pastikan Sawit Gantikan Solar Impor</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/1-juli-2026-indonesia-resmi-setop-impor-solar-mentan-pastikan-sawit-gantikan-solar-impor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
