<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bunuh diri gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/bunuh-diri-gorontalo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/bunuh-diri-gorontalo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 07 Aug 2023 06:25:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Bunuh diri gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/bunuh-diri-gorontalo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Melacak Calon Pelaku Bunuh Diri?</title>
		<link>https://barakati.id/bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri</link>
					<comments>https://barakati.id/bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Aug 2023 06:24:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh diri gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[funco tanipu]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus bunuh diri gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=18389</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri/">Bagaimana Melacak Calon Pelaku Bunuh Diri?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri/">Bagaimana Melacak Calon Pelaku Bunuh Diri?</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Direktur Pusat Inovasi UNG) Saat ini, hampir semua orang panik luar biasa dengan pertambahan kasus bunuh diri. Kasus bunuh diri di Gorontalo sudah bisa dikategorikan \"suicide contagion\". Memang berbagai upaya yang dilakukan mulai terlihat, walaupun masih sebatas flyer, himbauan, khutbah hingga layanan konseling, tapi upaya memutus rantai bunuh diri secara efektif sepertinya belum ada yang mengemukakan secara terbuka di publik. Dalam pemutusan rantai tersebut, yang menjadi problem bagaimana mendeteksi dan melacak siapa calon pelaku bunuh diri selanjutnya. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana melakukan itu dan siapa yang mampu di kondisi saat ini? Sebagaimana pandemi silam, kita belum melahirkan rumusan-rumusan teknis dalam artian bahasa dan istilah yang lebih komprehensif sehingga setiap orang bisa melakukan kategorisasi. Seperti saat itu ada istilah Orang Dalam Pengawasan atau disingkat ODP, begitu pula saat ini siapa saja yang masuk dalam kategori ODP di kasus bunuh diri ini. Nah, kategori ODP ini butuh kemampuan pelacakan (tracing) yang hanya bisa dilakukan oleh orang atau lembaga yang memiliki kehandalan di bidang itu. Kasus bunuh diri di Gorontalo tentu tidak terjadi secara kebetulan, ada prakondisi yang panjang, dan tentu saja karena \"copycat suicide\". \"Beruntung\" belum ada kasus bunuh diri yang dilakukan tokoh publik atau selebriti lokal, karena bisa akan memicu \"suicide celebration\". Karena bersifat contagion, maka masih bisa dikategorikan \"local transmission\", masih skala lokal penularannya. Dalam pengalaman penanganan kasus yang sulit diungkap dan bahkan tersembunyi, hal ini bisa diatasi secara cepat dengan menggunakan instrumen aktif dan berpengalaman puluhan tahun. Siapa dan lembaga mana yang memiliki kemampuan itu? Hanya TNI dan Polri yang memiliki kemampuan intelejen yang kuat, terstruktur dan berpengalaman serta memiliki sumber daya yang banyak. Pengalaman pelacakan dan pengungkapan teroris dan jaringan radikal selama ini adalah best practices dari intelejen TNI/Polri. Kemampuan pelacakan intelejen ini mesti dipercayakan pada institusi ini karena kondisi \"emergency\". Pemerintah Daerah dalam hal ini mesti mempercayakan kewenangan tersebut dengan pola intelejen karena kemampuan cepat mendeteksi dan menguak serta memetakan. Kemampuan dan pengalaman puluhan tahun ini yang tinggal dikonversi ke pelacakan calon pelaku bunuh diri dan semua yang pernah berinteraksi dengannya. Apalagi jika merujuk data kasus percobaan bunuh diri, dimana Gorontalo berada pada peringkat ketiga nasional beberapa tahun silam. Kita tentu masih ingat bagaimana jejaring teroris yang didalamnya memiliki person-person yang \"siap bunuh diri\" bisa dilumpuhkan oleh intelejen TNI/POLRI secara spesifik dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror. Tentu dengan kasus yang ke 26, tidak akan berhenti begitu saja, walaupun begitu banyak himbauan yang menyampaikan jika \"bunuh diri bukan solusi\", karena kita telah memasuki era \"suicide contagion\". Semoga kita segera bisa \"menyatu\" dan \"menyatukan\" langkah yang lebih efisien dan efektif dalam pencegahan bunuh diri di Gorontalo.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Direktur Pusat Inovasi UNG)</p>
<p>Saat ini, hampir semua orang panik luar biasa dengan pertambahan kasus bunuh diri. Kasus bunuh diri di Gorontalo sudah bisa dikategorikan &#8220;suicide contagion&#8221;.</p>
<p>Memang berbagai upaya yang dilakukan mulai terlihat, walaupun masih sebatas flyer, himbauan, khutbah hingga layanan konseling, tapi upaya memutus rantai bunuh diri secara efektif sepertinya belum ada yang mengemukakan secara terbuka di publik.</p>
<p>Dalam pemutusan rantai tersebut, yang menjadi problem bagaimana mendeteksi dan melacak siapa calon pelaku bunuh diri selanjutnya. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana melakukan itu dan siapa yang mampu di kondisi saat ini?</p>
<p>Sebagaimana pandemi silam, kita belum melahirkan rumusan-rumusan teknis dalam artian bahasa dan istilah yang lebih komprehensif sehingga setiap orang bisa melakukan kategorisasi. Seperti saat itu ada istilah Orang Dalam Pengawasan atau disingkat ODP, begitu pula saat ini siapa saja yang masuk dalam kategori ODP di kasus bunuh diri ini. Nah, kategori ODP ini butuh kemampuan pelacakan (tracing) yang hanya bisa dilakukan oleh orang atau lembaga yang memiliki kehandalan di bidang itu.</p>
<p>Kasus bunuh diri di Gorontalo tentu tidak terjadi secara kebetulan, ada prakondisi yang panjang, dan tentu saja karena &#8220;copycat suicide&#8221;. &#8220;Beruntung&#8221; belum ada kasus bunuh diri yang dilakukan tokoh publik atau selebriti lokal, karena bisa akan memicu &#8220;suicide celebration&#8221;.</p>
<p>Karena bersifat contagion, maka masih bisa dikategorikan &#8220;local transmission&#8221;, masih skala lokal penularannya.</p>
<p>Dalam pengalaman penanganan kasus yang sulit diungkap dan bahkan tersembunyi, hal ini bisa diatasi secara cepat dengan menggunakan instrumen aktif dan berpengalaman puluhan tahun.</p>
<p>Siapa dan lembaga mana yang memiliki kemampuan itu? Hanya TNI dan Polri yang memiliki kemampuan intelejen yang kuat, terstruktur dan berpengalaman serta memiliki sumber daya yang banyak. Pengalaman pelacakan dan pengungkapan teroris dan jaringan radikal selama ini adalah best practices dari intelejen TNI/Polri.</p>
<p>Kemampuan pelacakan intelejen ini mesti dipercayakan pada institusi ini karena kondisi &#8220;emergency&#8221;. Pemerintah Daerah dalam hal ini mesti mempercayakan kewenangan tersebut dengan pola intelejen karena kemampuan cepat mendeteksi dan menguak serta memetakan.</p>
<p>Kemampuan dan pengalaman puluhan tahun ini yang tinggal dikonversi ke pelacakan calon pelaku bunuh diri dan semua yang pernah berinteraksi dengannya. Apalagi jika merujuk data kasus percobaan bunuh diri, dimana Gorontalo berada pada peringkat ketiga nasional beberapa tahun silam.</p>
<p>Kita tentu masih ingat bagaimana jejaring teroris yang didalamnya memiliki person-person yang &#8220;siap bunuh diri&#8221; bisa dilumpuhkan oleh intelejen TNI/POLRI secara spesifik dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror.</p>
<p>Tentu dengan kasus yang ke 26, tidak akan berhenti begitu saja, walaupun begitu banyak himbauan yang menyampaikan jika &#8220;bunuh diri bukan solusi&#8221;, karena kita telah memasuki era &#8220;suicide contagion&#8221;.</p>
<p>Semoga kita segera bisa &#8220;menyatu&#8221; dan &#8220;menyatukan&#8221; langkah yang lebih efisien dan efektif dalam pencegahan bunuh diri di Gorontalo.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri/">Bagaimana Melacak Calon Pelaku Bunuh Diri?</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri/">Bagaimana Melacak Calon Pelaku Bunuh Diri?</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bagaimana-melacak-calon-pelaku-bunuh-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ikih Pencegahan Bunuh Diri Bakal Dirumuskan</title>
		<link>https://barakati.id/ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan</link>
					<comments>https://barakati.id/ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jul 2023 13:45:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Bunuh diri gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[funco tanipu]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=18196</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan/">ikih Pencegahan Bunuh Diri Bakal Dirumuskan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan/">ikih Pencegahan Bunuh Diri Bakal Dirumuskan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Fenomena bunuh diri di Provinsi Gorontalo memerlukan perhatian yang serius dari berbagai kalangan. Akademisi juga perlu melakukan sinergitas bersama ‘Alim Ulama dalam merumuskan gagasan-gagasan sebagai solusi serta menegaskan langkah-langkah preventif dalam melakukan upaya pencegahan peristiwa bunuh diri. “Penyusunan Draft Fikih Pencegahan Bunuh Diri sebagai awal dari langkah bersama menjawab masalah-masalah yang khususnya disebabkan oleh berbagai faktor,” ungkap Direktur Pusat Inovasi UNG Dr. Funco Tanipu, S.T., M.A. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 13 Juli 2023 di Rektorat UNG yang bertujuan untuk melakukan identifikasi isu yang menjadi penyebab. Kedua, akan mencari solusi atas persoalan tersebut dan ketiga adalah menyusun mitigasi melalui produk fikih islam yang dikomparasi dengan hasil riset multidisiplin yang sesuai dengan potret sosial budaya masyarakat Gorontalo “Pada pertemuan awal ini juga melibatkan akademisi dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UNG, Ikatan Sarjana NU, Gusdurian Gorontalo, pemuka agama dan lain-lain untuk mendapatkan masukan yang relevan dengan fenomena bunuh diri,” jelasnya. Perwakilan dari Lembaga Bahtsul Masail PBNU yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi\'iyah Banuroja K.H. Abdullah Aniq Nawawi, Lc. M.A., mengatakan bahwa perumusan fikih pencegahan bunuh diri sebagai bentuk kepedulian agama dalam merespon kejadian-kejadian negatif yang tengah melanda masyarakat dan membuka ruang dialektika “Mengapa dibahas di kampus?, fikih yang merupakan kepanjangan dari nilai-nilai keagamaan harus bisa mewarnai berbagai macam kebijakan dan kajian. Karena itu fikih perlu diperkenalkan dan dikaji di banyak forum, serta mendapatkan input kajian akademik dari kalangan akademisi” ujarnya. Menurut Gus Aniq fikih yang baik harus berdasarkan landasan-landasan yang beragam. Bukan hanya landasan keagamaan, tapi juga landasan sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain. Karena itu, fikih harus bersentuhan dengan banyak perspektif agar cakupan rumusannya bisa lebih jauh. Lebih lanjut Funco Tanipu menyampaikam bahwa nantinya setelah agenda perumusan draft awal, akan ditindaklanjuti dengan serial diskusi untuk pendalaman materi yang akan mengundang lembaga-lembaga keagamaan dan pemerintah daerah hingga akan berupaya mendapatkan data primer dari keluarga pelaku bunuh diri.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Fenomena bunuh diri di Provinsi Gorontalo memerlukan perhatian yang serius dari berbagai kalangan. Akademisi juga perlu melakukan sinergitas bersama ‘Alim Ulama dalam merumuskan gagasan-gagasan sebagai solusi serta menegaskan langkah-langkah preventif dalam melakukan upaya pencegahan peristiwa bunuh diri.</p>
<p>“Penyusunan Draft Fikih Pencegahan Bunuh Diri sebagai awal dari langkah bersama menjawab masalah-masalah yang khususnya disebabkan oleh berbagai faktor,” ungkap Direktur Pusat Inovasi UNG Dr. Funco Tanipu, S.T., M.A.</p>
<p>Kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis, 13 Juli 2023 di Rektorat UNG yang bertujuan untuk melakukan identifikasi isu yang menjadi penyebab. Kedua, akan mencari solusi atas persoalan tersebut dan ketiga adalah menyusun mitigasi melalui produk fikih islam yang dikomparasi dengan hasil riset multidisiplin yang sesuai dengan potret sosial budaya masyarakat Gorontalo</p>
<p>“Pada pertemuan awal ini juga melibatkan akademisi dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan UNG, Ikatan Sarjana NU, Gusdurian Gorontalo, pemuka agama dan lain-lain untuk mendapatkan masukan yang relevan dengan fenomena bunuh diri,” jelasnya.</p>
<p>Perwakilan dari Lembaga Bahtsul Masail PBNU yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah Syafi&#8217;iyah Banuroja K.H. Abdullah Aniq Nawawi, Lc. M.A., mengatakan bahwa perumusan fikih pencegahan bunuh diri sebagai bentuk kepedulian agama dalam merespon kejadian-kejadian negatif yang tengah melanda masyarakat dan membuka ruang dialektika</p>
<p>“Mengapa dibahas di kampus?, fikih yang merupakan kepanjangan dari nilai-nilai keagamaan harus bisa mewarnai berbagai macam kebijakan dan kajian. Karena itu fikih perlu diperkenalkan dan dikaji di banyak forum, serta mendapatkan input kajian akademik dari kalangan akademisi” ujarnya.</p>
<p>Menurut Gus Aniq fikih yang baik harus berdasarkan landasan-landasan yang beragam. Bukan hanya landasan keagamaan, tapi juga landasan sosial, ekonomi, politik, dan lain-lain. Karena itu, fikih harus bersentuhan dengan banyak perspektif agar cakupan rumusannya bisa lebih jauh.</p>
<p>Lebih lanjut Funco Tanipu menyampaikam bahwa nantinya setelah agenda perumusan draft awal, akan ditindaklanjuti dengan serial diskusi untuk pendalaman materi yang akan mengundang lembaga-lembaga keagamaan dan pemerintah daerah hingga akan berupaya mendapatkan data primer dari keluarga pelaku bunuh diri.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan/">ikih Pencegahan Bunuh Diri Bakal Dirumuskan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan/">ikih Pencegahan Bunuh Diri Bakal Dirumuskan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ikih-pencegahan-bunuh-diri-bakal-dirumuskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
