<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CUMLAUDE Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/cumlaude/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/cumlaude/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2022 16:18:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>CUMLAUDE Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/cumlaude/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Anak Pandai Besi Dan Anak Petani Buktikan Jadi Wisudawan Terbaik di UNG</title>
		<link>https://barakati.id/anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung</link>
					<comments>https://barakati.id/anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Jul 2022 21:40:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[CUMLAUDE]]></category>
		<category><![CDATA[fakultas ilmu pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[fip ung]]></category>
		<category><![CDATA[Wisudawan terbaik]]></category>
		<category><![CDATA[WISUDAWAN UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=14719</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung/">Anak Pandai Besi Dan Anak Petani Buktikan Jadi Wisudawan Terbaik di UNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung/">Anak Pandai Besi Dan Anak Petani Buktikan Jadi Wisudawan Terbaik di UNG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Rama Yudha Dumbela dan Riswanto Pakaya, Seorang Anak Pandai Besi, Dan Seorang Anak Petani yang menjadi wisudawan terbaik dan Cumlaude di Universitas Negeri Gorontalo, (30/6/2022). Rama Yudha Dumbela adalah Anak dari pasangan Andi Bastian Dumbela dan Riyanti Nteseo, Sedangkan Riswanto Pakaya adalah anak dari Rusli Rajak Pakaya dan Momy Arbabu yang berhasil menamatkan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 6 bulan. Pria yang lahir pada 19 November 1999 dan 9 September 1999 lulus dengan predikatcumlaudedengan total IPK 3,89, dan 3,62 capaian nilai Rama Yudha Dumbela ini yang menempatkan dirinya berada di posisi ketiga wisudawan terbaik Universitas Negeri Gorontalo tahun 2022. Dan terbaik pertama di Fakultas Ilmu Pendikan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Nilai Capaian Riswanto Pakaya Juga Mengantarkannya Meraih Predikat Cumlaude/Pujian. Hasil ini tidak diraih dengan mudah, Yudha Dan Riswanto harus berjuang dengan kuat agar bisa diterima di UNG, dengan kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, mereka harus bekerja keras membiayai hidupnya selama kuliah. Keinginan untuk kuliah sangat besar, jadi sebelum lulus mereka sudah berusaha mendaftar di UNG lewat jalur prestasi dan jalur tes dan mereka diterima dan menjadi salah satu penerima beasiswa Bidik Misi, cerita Yudha Dan Riswanto usai pelaksanaan wisuda, Kamis (30/6/2022). Perjalanan Yudha Dumbela Dan Riswanto Pakaya untuk mendapatkan pendidikan ternyata belum selesai sampai disitu, sebagai penerima beasiswa Bidik Misi, mereka dituntut harus lulus tepat waktu. \"Jadi nilai tidak boleh rendah, dan harus lulus tepat waktu, mau tidak mau mereka harus belajar lebih giat lagi,\" kata Yudha Dumbela Dan Riswanto Pakaya. Diawal-awal memang terasa mudah, namun karena tidak ingin membebani orang tua di kampung dan di kota, mereka juga harus memikirkan biaya hidup selama jauh dari orang tua maupun dekat dengan orang tua. Mereka berharap hasil ini bisa membuat orang tua mereka bahagia, wisuda juga bukan akhir dari perjuangan mereka, semoga dengan bekal sarjana, mereka bisa lebih membahagiakan kedua orang tua mereka. Tutup Yudha Dumbela Dan Riswanto Pakaya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Rama Yudha Dumbela dan Riswanto Pakaya, Seorang Anak Pandai Besi, Dan Seorang Anak Petani yang menjadi wisudawan terbaik dan Cumlaude di Universitas Negeri Gorontalo, (30/6/2022).</p>
<p>Rama Yudha Dumbela adalah Anak dari pasangan Andi Bastian Dumbela dan Riyanti Nteseo, Sedangkan Riswanto Pakaya adalah anak dari Rusli Rajak Pakaya dan Momy Arbabu yang berhasil menamatkan kuliahnya dalam waktu 3 tahun 6 bulan.</p>
<p>Pria yang lahir pada 19 November 1999 dan 9 September 1999 lulus dengan predikat&nbsp;cumlaude&nbsp;dengan total IPK 3,89, dan 3,62 capaian nilai Rama Yudha Dumbela ini yang menempatkan dirinya berada di posisi ketiga wisudawan terbaik Universitas Negeri Gorontalo tahun 2022.</p>
<p>Dan terbaik pertama di Fakultas Ilmu Pendikan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Nilai Capaian Riswanto Pakaya Juga Mengantarkannya Meraih Predikat Cumlaude/Pujian.</p>
<p>Hasil ini tidak diraih dengan mudah, Yudha Dan Riswanto harus berjuang dengan kuat agar bisa diterima di UNG, dengan kondisi ekonomi keluarga yang tidak mampu, mereka harus bekerja keras membiayai hidupnya selama kuliah.</p>
<p>Keinginan untuk kuliah sangat besar, jadi sebelum lulus mereka sudah berusaha mendaftar di UNG lewat jalur prestasi dan jalur tes dan mereka diterima dan menjadi salah satu penerima beasiswa Bidik Misi, cerita Yudha Dan Riswanto usai pelaksanaan wisuda, Kamis (30/6/2022).</p>
<p>Perjalanan Yudha Dumbela Dan Riswanto Pakaya untuk mendapatkan pendidikan ternyata belum selesai sampai disitu, sebagai penerima beasiswa Bidik Misi, mereka dituntut harus lulus tepat waktu.</p>
<p>&#8220;Jadi nilai tidak boleh rendah, dan harus lulus tepat waktu, mau tidak mau mereka harus belajar lebih giat lagi,&#8221; kata Yudha Dumbela Dan Riswanto Pakaya.</p>
<p>Diawal-awal memang terasa mudah, namun karena tidak ingin membebani orang tua di kampung dan di kota, mereka juga harus memikirkan biaya hidup selama jauh dari orang tua maupun dekat dengan orang tua.</p>
<p>Mereka berharap hasil ini bisa membuat orang tua mereka bahagia, wisuda juga bukan akhir dari perjuangan mereka, semoga dengan bekal sarjana, mereka bisa lebih membahagiakan kedua orang tua mereka. Tutup Yudha Dumbela Dan Riswanto Pakaya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung/">Anak Pandai Besi Dan Anak Petani Buktikan Jadi Wisudawan Terbaik di UNG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung/">Anak Pandai Besi Dan Anak Petani Buktikan Jadi Wisudawan Terbaik di UNG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/anak-pandai-besi-dan-anak-petani-buktikan-jadi-wisudawan-terbaik-di-ung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Moh. Sigit Ibrahim, Wisudawan Difabel Peraih Predikat Cumlaude</title>
		<link>https://barakati.id/moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude</link>
					<comments>https://barakati.id/moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2021 22:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[CUMLAUDE]]></category>
		<category><![CDATA[MAHASISWA UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[WISUDAWAN UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=11053</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG &#8211; Jika ada kemauan dengan didukung semangat dan keyakinan disitu pasti ada jalan, kalimat itulah yang berhasil dibuktikan oleh Moh. Sigit Ibrahim, S.H, salah seorang wisudawan difabel . Pria dengan keterbatasan fisik itu berhasil dikukuhkan sebagai wisudawan bergelar Sarjana Hukum lulusan Fakultas Hukum UNG. Tidak hanya berhasil meraih gelar sarjana, Sigit juga menjadi salah [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude/">Moh. Sigit Ibrahim, Wisudawan Difabel Peraih Predikat Cumlaude</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude/">Moh. Sigit Ibrahim, Wisudawan Difabel Peraih Predikat Cumlaude</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Jika ada kemauan dengan didukung semangat dan keyakinan disitu pasti ada jalan, kalimat itulah yang berhasil dibuktikan oleh Moh. Sigit Ibrahim, S.H, salah seorang wisudawan difabel . Pria dengan keterbatasan fisik itu berhasil dikukuhkan sebagai wisudawan bergelar Sarjana Hukum lulusan Fakultas Hukum UNG. Tidak hanya berhasil meraih gelar sarjana, Sigit juga menjadi salah satu wisudawan terbaik peraih predikat cumlaude yang ikut dalam wisuda secara offline. Keberhasilannya meraih predikat cumlaude karena ia menyelesaikan pendidikan selama 3,5 tahun, dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74. Sigit mengaku sangat bahagia telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dengan beragam pencapaian membanggakan. Meskipun memiliki keterbatasan fisik tidak menjadi halangan baginya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikuti perkuliahan di kampus. “Ini merupakan pencapaian membanggakan bagi saya dan orang tua,” ujar Sigit. Setelah resmi dikukuhkan sebagai sarjana, Sigit memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang magister. “Selanjutnya saya ini kuliah S2 ilmu hukum, karena saya memiliki keinginan untuk menjadi seorang advokat,” ujarnya. Sigit berpesan kepada taman-teman difabel untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan. Meskipun memiliki keterbatasan, kaum difabel tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan orang normal khususnya dalam memperoleh pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Sementara itu Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, mengapresiasi kegigihan Sigit yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, tidak boleh menyurutkan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri. “Selamat untuk Sigit, hari ini ia telah memperoleh hasil dari kerja kerasnya. Ini membuktikan pendidikan tidak tebang pilih tapi dapat dinikmati oleh siapa saja,” kata Rektor.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG &#8211; Jika ada kemauan dengan didukung semangat dan keyakinan disitu pasti ada jalan, kalimat itulah yang berhasil dibuktikan oleh Moh. Sigit Ibrahim, S.H, salah seorang wisudawan difabel . Pria dengan keterbatasan fisik itu berhasil dikukuhkan sebagai wisudawan bergelar Sarjana Hukum lulusan Fakultas Hukum UNG.</p>
<p>Tidak hanya berhasil meraih gelar sarjana, Sigit juga menjadi salah satu wisudawan terbaik peraih predikat cumlaude yang ikut dalam wisuda secara offline. Keberhasilannya meraih predikat cumlaude karena ia menyelesaikan pendidikan selama 3,5 tahun, dengan perolehan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,74.</p>
<p>Sigit mengaku sangat bahagia telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana dengan beragam pencapaian membanggakan. Meskipun memiliki keterbatasan fisik tidak menjadi halangan baginya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dengan mengikuti perkuliahan di kampus.</p>
<p>“Ini merupakan pencapaian membanggakan bagi saya dan orang tua,” ujar Sigit.</p>
<p>Setelah resmi dikukuhkan sebagai sarjana, Sigit memiliki keinginan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang magister. “Selanjutnya saya ini kuliah S2 ilmu hukum, karena saya memiliki keinginan untuk menjadi seorang advokat,” ujarnya.</p>
<p>Sigit berpesan kepada taman-teman difabel untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikan. Meskipun memiliki keterbatasan, kaum difabel tetap memiliki hak dan kesempatan yang sama dengan orang normal khususnya dalam memperoleh pendidikan ke jenjang lebih tinggi.</p>
<p>Sementara itu Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, mengapresiasi kegigihan Sigit yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, tidak boleh menyurutkan semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.</p>
<p>“Selamat untuk Sigit, hari ini ia telah memperoleh hasil dari kerja kerasnya. Ini membuktikan pendidikan tidak tebang pilih tapi dapat dinikmati oleh siapa saja,” kata Rektor.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude/">Moh. Sigit Ibrahim, Wisudawan Difabel Peraih Predikat Cumlaude</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude/">Moh. Sigit Ibrahim, Wisudawan Difabel Peraih Predikat Cumlaude</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/moh-sigit-ibrahim-wisudawan-difabel-peraih-predikat-cumlaude/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
