<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dedi mulyadi Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/dedi-mulyadi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/dedi-mulyadi/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Apr 2026 06:45:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>dedi mulyadi Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/dedi-mulyadi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gus Miftah Pamer Jasa Loloskan Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Ke Praboso</title>
		<link>https://barakati.id/gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso</link>
					<comments>https://barakati.id/gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 10:30:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[bupati purwakarta]]></category>
		<category><![CDATA[dedi mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[gedung sate]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[gus miftah]]></category>
		<category><![CDATA[kdm]]></category>
		<category><![CDATA[lobi politik]]></category>
		<category><![CDATA[pilgub jabar]]></category>
		<category><![CDATA[politik jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[presiden prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[rekomendasi gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[utusan khusus presiden]]></category>
		<category><![CDATA[viral di medsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30212</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso/">Gus Miftah Pamer Jasa Loloskan Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Ke Praboso</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso/">Gus Miftah Pamer Jasa Loloskan Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Ke Praboso</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("BANDUNG – Panggung politik dan jagat media sosial kembali dibuat riuh. Sebuah potongan video yang menampilkan pendakwah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, mendadak viral. Dalam momen tersebut, Gus Miftah secara blak-blakan mengungkap tabir di balik majunya Dedi Mulyadi hingga sukses menduduki kursi Gubernur Jawa Barat. Pernyataan yang dilontarkan di hadapan publik itu sontak menyita perhatian. Pasalnya, Gus Miftah secara terbuka memposisikan dirinya sebagai \"jembatan\" utama yang menghubungkan Dedi Mulyadi dengan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah orasi atau sambutannya, pendakwah nyentrik ini dengan lantang menegaskan perannya dalam peta politik Jawa Barat. Tanpa ragu, Gus Miftah menyatakan, \"Saya di balik rekomendasi Dedi Mulyadi jadi gubernur.\" Klaim tersebut tidak berhenti sampai di situ. Ia menceritakan bagaimana proses lobi tingkat tinggi itu terjadi, menyiratkan bahwa lobi politiknya kepada Prabowo adalah kunci sukses melenggangnya mantan Bupati Purwakarta tersebut ke Gedung Sate. Menegaskan perannya yang krusial, Gus Miftah melontarkan kalimat, \"Itu jasa aku.\" Menariknya, kejujuran Gus Miftah yang terlampau polos ini memancing reaksi Dedi Mulyadi (KDM) yang juga diketahui hadir dalam momen tersebut dengan hanya menunjukkan ekspresi tersenyum simpul merespons celotehan sahabatnya itu. Jika ditarik ke belakang, klaim Gus Miftah ini bukannya tanpa dasar. Mengutip laporan dari media arus utama seperti Kompas dan CNN Indonesia, Gus Miftah memang dikenal memiliki kedekatan eksklusif dengan Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian mengangkatnya sebagai Utusan Khusus Presiden. Di sisi lain, rekam jejak Dedi Mulyadi yang mundur dari posisinya di DPR RI demi merapat ke gerbong Prabowo juga sempat menjadi sorotan nasional. Media lainnya juga banyak menulis bagaimana manuver politik Dedi Mulyadi mendapat dukungan penuh (endorsement) dari koalisi Prabowo untuk bertarung di Pilgub Jabar, sebuah proses di mana lingkaran ring satu presiden—termasuk Gus Miftah—memiliki pengaruh yang sangat kuat. Kini, video \"buka-bukaan\" tersebut menjadi perbincangan hangat, membuka mata publik tentang bagaimana lobi kultural dan kedekatan personal tokoh agama dapat menjadi faktor penentu dalam kontestasi politik sekelas pemilihan gubernur.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>BANDUNG</strong> – Panggung politik dan jagat media sosial kembali dibuat riuh. Sebuah potongan video yang menampilkan pendakwah kondang, Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab disapa Gus Miftah, mendadak viral. Dalam momen tersebut, Gus Miftah secara blak-blakan mengungkap tabir di balik majunya Dedi Mulyadi hingga sukses menduduki kursi Gubernur Jawa Barat.</p>
<p>Pernyataan yang dilontarkan di hadapan publik itu sontak menyita perhatian. Pasalnya, Gus Miftah secara terbuka memposisikan dirinya sebagai &#8220;jembatan&#8221; utama yang menghubungkan Dedi Mulyadi dengan Presiden Prabowo Subianto.</p>
<p>Di tengah orasi atau sambutannya, pendakwah nyentrik ini dengan lantang menegaskan perannya dalam peta politik Jawa Barat. Tanpa ragu, Gus Miftah menyatakan, &#8220;Saya di balik rekomendasi Dedi Mulyadi jadi gubernur.&#8221;</p>
<p>Klaim tersebut tidak berhenti sampai di situ. Ia menceritakan bagaimana proses lobi tingkat tinggi itu terjadi, menyiratkan bahwa lobi politiknya kepada Prabowo adalah kunci sukses melenggangnya mantan Bupati Purwakarta tersebut ke Gedung Sate. Menegaskan perannya yang krusial, Gus Miftah melontarkan kalimat, &#8220;Itu jasa aku.&#8221;</p>
<p>Menariknya, kejujuran Gus Miftah yang terlampau polos ini memancing reaksi Dedi Mulyadi (KDM) yang juga diketahui hadir dalam momen tersebut dengan hanya menunjukkan ekspresi tersenyum simpul merespons celotehan sahabatnya itu.</p>
<p>Jika ditarik ke belakang, klaim Gus Miftah ini bukannya tanpa dasar. Mengutip laporan dari media arus utama seperti Kompas dan CNN Indonesia, Gus Miftah memang dikenal memiliki kedekatan eksklusif dengan Presiden Prabowo Subianto, yang kemudian mengangkatnya sebagai Utusan Khusus Presiden. Di sisi lain, rekam jejak Dedi Mulyadi yang mundur dari posisinya di DPR RI demi merapat ke gerbong Prabowo juga sempat menjadi sorotan nasional.</p>
<p>Media lainnya juga banyak menulis bagaimana manuver politik Dedi Mulyadi mendapat dukungan penuh (endorsement) dari koalisi Prabowo untuk bertarung di Pilgub Jabar, sebuah proses di mana lingkaran ring satu presiden—termasuk Gus Miftah—memiliki pengaruh yang sangat kuat.</p>
<p>Kini, video &#8220;buka-bukaan&#8221; tersebut menjadi perbincangan hangat, membuka mata publik tentang bagaimana lobi kultural dan kedekatan personal tokoh agama dapat menjadi faktor penentu dalam kontestasi politik sekelas pemilihan gubernur.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso/">Gus Miftah Pamer Jasa Loloskan Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Ke Praboso</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso/">Gus Miftah Pamer Jasa Loloskan Dedi Mulyadi Jadi Gubernur Ke Praboso</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/gus-miftah-pamer-jasa-loloskan-dedi-mulyadi-jadi-gubernur-ke-praboso/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar</title>
		<link>https://barakati.id/respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar</link>
					<comments>https://barakati.id/respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 10:18:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran daerah]]></category>
		<category><![CDATA[APBD Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[APBD Kalbar]]></category>
		<category><![CDATA[berita nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dedi mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Gubernur Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Infrastruktur Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[keterbatasan fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[Krisantus Kurniawan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan jalan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Polemik Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Viral Medsos]]></category>
		<category><![CDATA[Wagub Kalbar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29982</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar/">Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar/">Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Bandung - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons santai tantangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menyatakan siap \"mencium lutut\" Dedi jika mampu membangun jalan di Kalbar dengan APBD Rp 6 triliun. Polemik ini dipicu viralnya perbandingan infrastruktur jalan Jabar dan Kalbar di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Dedi menegaskan tak pernah berniat pamer. \"Mohon maaf, pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,\" ungkapnya melalui video, Sabtu (11/4/2026). Alih-alih adu argumen, Dedi justru berterima kasih atas tantangan tersebut. Ia memaklumi sulitnya membangun infrastruktur di wilayah seluas Kalbar dengan APBD terbatas. \"Kami memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri, apalagi dengan keterbatasan fiskal di wilayah seluas Kalimantan Barat,\" paparnya. Hal ini sejalan dengan catatan CNBC Indonesia terkait tingginya disparitas pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa. Secara terbuka, Dedi meminta maaf jika pembangunan di Jabar menyinggung daerah lain. Ia berharap pemerataan fiskal ke depan lebih baik agar dana bagi hasil mengalir proporsional ke daerah. Menutup pernyataannya, Dedi mengirim salam hangat dan mendoakan Wagub serta seluruh warga Kalbar agar selalu sehat dan bahagia.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Bandung &#8211; Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merespons santai tantangan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, yang menyatakan siap &#8220;mencium lutut&#8221; Dedi jika mampu membangun jalan di Kalbar dengan APBD Rp 6 triliun. Polemik ini dipicu viralnya perbandingan infrastruktur jalan Jabar dan Kalbar di media sosial.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Dedi menegaskan tak pernah berniat pamer. &#8220;Mohon maaf, pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain,&#8221; ungkapnya melalui video, Sabtu (11/4/2026).</p>
<p>Alih-alih adu argumen, Dedi justru berterima kasih atas tantangan tersebut. Ia memaklumi sulitnya membangun infrastruktur di wilayah seluas Kalbar dengan APBD terbatas. &#8220;Kami memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri, apalagi dengan keterbatasan fiskal di wilayah seluas Kalimantan Barat,&#8221; paparnya. Hal ini sejalan dengan catatan CNBC Indonesia terkait tingginya disparitas pembangunan antara Pulau Jawa dan luar Jawa.</p>
<p>Secara terbuka, Dedi meminta maaf jika pembangunan di Jabar menyinggung daerah lain. Ia berharap pemerataan fiskal ke depan lebih baik agar dana bagi hasil mengalir proporsional ke daerah. Menutup pernyataannya, Dedi mengirim salam hangat dan mendoakan Wagub serta seluruh warga Kalbar agar selalu sehat dan bahagia.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar/">Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar/">Respons Berkelas! Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Cium Lutut Wagub Kalbar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/respon-berkelas-dedi-mulyadi-tanggapi-santai-tantangan-cium-lutut-wagub-kalbar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Air Aqua Ternyata dari Sumur Bor, YLKI: Melanggar Hak Konsumen</title>
		<link>https://barakati.id/air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen</link>
					<comments>https://barakati.id/air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Oct 2025 12:44:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[air mineral]]></category>
		<category><![CDATA[aqua]]></category>
		<category><![CDATA[aqua subang]]></category>
		<category><![CDATA[audit aqua]]></category>
		<category><![CDATA[berita viral]]></category>
		<category><![CDATA[dedi mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[hak konsumen]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi aqua]]></category>
		<category><![CDATA[sumur bor]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[YLKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27752</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen/">Air Aqua Ternyata dari Sumur Bor, YLKI: Melanggar Hak Konsumen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen/">Air Aqua Ternyata dari Sumur Bor, YLKI: Melanggar Hak Konsumen</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Belakangan ini, merek air mineral terkenal Aqua tengah menjadi sorotan publik setelah temuan bahwa sumber air mereka berasal dari sumur bor, bukan mata air pegunungan seperti yang selama ini diklaim dalam iklan dan label produk. Temuan ini disampaikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran hak konsumen.Ketua YLKI, Niti Emiliana, secara tegas menyatakan bahwa penggunaan air dari sumur bor oleh PT Tirta Investama Subang, perusahaan produsen Aqua, merupakan bentuk kebohongan terhadap konsumen. Niti mengutip Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang melarang pelaku usaha memperdagangkan produk dengan kondisi yang tidak sesuai dengan klaim pada label dan iklan. “Dalam UU Perlindungan Konsumen, hal ini masuk dalam perbuatan yang dilarang oleh pelaku yaitu karena memproduksi dan memperdagangkan tidak sesuai dan kondisi sebagaimana yang dinyatakan oleh label dan iklan,” ujarnya. Isu ini memuncak setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik Aqua di Kabupaten Subang. Dalam kunjungannya, Dedi mempertanyakan langsung ke pekerja terkait asal air yang digunakan. Pekerja mengonfirmasi bahwa air diambil dari dalam tanah melalui sumur bor dengan kedalaman lebih dari 100 meter, bukan dari air permukaan seperti sungai maupun mata air yang selama ini diasosiasikan dengan kualitas air pegunungan murni. Dalam video viral yang beredar di media sosial, Dedi pun tampak terkejut dan menekankan bahwa konsumen berhak mendapatkan informasi jujur soal asal air minum tersebut. Hal ini juga disuarakan oleh anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, yang menyatakan bahwa masalah ini berkaitan langsung dengan kepercayaan publik dan hak konsumen atas informasi yang benar. Menanggapi kontroversi ini, pihak Aqua memberikan klarifikasi: air yang mereka gunakan berasal dari 19 sumber air pegunungan di Indonesia yang telah melalui seleksi ketat menggunakan 9 kriteria ilmiah dan 5 tahapan evaluasi selama minimal satu tahun penelitian oleh para ahli geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi. Aqua menegaskan bahwa air tersebut berasal dari akuifer dalam dengan kedalaman 60 sampai 140 meter, yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan, bukan sumur bor biasa sebagaimana yang disangkakan. Sementara itu, pakar Tata Kelola Air dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, menambahkan bahwa sebenarnya tidak ada regulasi khusus yang secara eksplisit mengatur asal sumber air minum dalam kemasan. Namun, ia menekankan kewajiban perusahaan untuk transparan dan jujur kepada konsumen mengenai sumber air yang digunakan dalam produk mereka. Aspek kualitas air sendiri telah diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk air minum dalam kemasan. Di tengah polemik ini, YLKI mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap sumber air serta proses produksi Aqua, dan merekomendasikan pemerintah meninjau ulang perizinan usaha Aqua demi melindungi hak konsumen dan menjaga kepercayaan publik.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Belakangan ini, merek air mineral terkenal Aqua tengah menjadi sorotan publik setelah temuan bahwa sumber air mereka berasal dari sumur bor, bukan mata air pegunungan seperti yang selama ini diklaim dalam iklan dan label produk. Temuan ini disampaikan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran hak konsumen.Ketua YLKI, Niti Emiliana, secara tegas menyatakan bahwa penggunaan air dari sumur bor oleh PT Tirta Investama Subang, perusahaan produsen Aqua, merupakan bentuk kebohongan terhadap konsumen.</p>
<p>Niti mengutip Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang melarang pelaku usaha memperdagangkan produk dengan kondisi yang tidak sesuai dengan klaim pada label dan iklan. “Dalam UU Perlindungan Konsumen, hal ini masuk dalam perbuatan yang dilarang oleh pelaku yaitu karena memproduksi dan memperdagangkan tidak sesuai dan kondisi sebagaimana yang dinyatakan oleh label dan iklan,” ujarnya.</p>
<p>Isu ini memuncak setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik Aqua di Kabupaten Subang. Dalam kunjungannya, Dedi mempertanyakan langsung ke pekerja terkait asal air yang digunakan. Pekerja mengonfirmasi bahwa air diambil dari dalam tanah melalui sumur bor dengan kedalaman lebih dari 100 meter, bukan dari air permukaan seperti sungai maupun mata air yang selama ini diasosiasikan dengan kualitas air pegunungan murni.</p>
<p>Dalam video viral yang beredar di media sosial, Dedi pun tampak terkejut dan menekankan bahwa konsumen berhak mendapatkan informasi jujur soal asal air minum tersebut. Hal ini juga disuarakan oleh anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Kawendra Lukistian, yang menyatakan bahwa masalah ini berkaitan langsung dengan kepercayaan publik dan hak konsumen atas informasi yang benar.</p>
<p>Menanggapi kontroversi ini, pihak Aqua memberikan klarifikasi: air yang mereka gunakan berasal dari 19 sumber air pegunungan di Indonesia yang telah melalui seleksi ketat menggunakan 9 kriteria ilmiah dan 5 tahapan evaluasi selama minimal satu tahun penelitian oleh para ahli geologi, hidrogeologi, geofisika, dan mikrobiologi. Aqua menegaskan bahwa air tersebut berasal dari akuifer dalam dengan kedalaman 60 sampai 140 meter, yang merupakan bagian dari sistem hidrogeologi pegunungan, bukan sumur bor biasa sebagaimana yang disangkakan.</p>
<p>Sementara itu, pakar Tata Kelola Air dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, menambahkan bahwa sebenarnya tidak ada regulasi khusus yang secara eksplisit mengatur asal sumber air minum dalam kemasan. Namun, ia menekankan kewajiban perusahaan untuk transparan dan jujur kepada konsumen mengenai sumber air yang digunakan dalam produk mereka. Aspek kualitas air sendiri telah diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk air minum dalam kemasan.</p>
<p>Di tengah polemik ini, YLKI mendesak pemerintah untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap sumber air serta proses produksi Aqua, dan merekomendasikan pemerintah meninjau ulang perizinan usaha Aqua demi melindungi hak konsumen dan menjaga kepercayaan publik.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen/">Air Aqua Ternyata dari Sumur Bor, YLKI: Melanggar Hak Konsumen</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen/">Air Aqua Ternyata dari Sumur Bor, YLKI: Melanggar Hak Konsumen</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/air-aqua-ternyata-dari-sumur-bor-ylki-melanggar-hak-konsumen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</title>
		<link>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis</link>
					<comments>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:27:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[AUDIT]]></category>
		<category><![CDATA[bandung barat]]></category>
		<category><![CDATA[dapur sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[dedi mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[hygiene]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[labkes]]></category>
		<category><![CDATA[makanan basi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[program gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[trauma anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak dan distribusi yang tidak higienis sebagai penyebab utama.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan evaluasi ketat terhadap program MBG.<br />
<em>&#8220;Peristiwa keracunan yang terjadi, misalnya, saya akan meminta evaluasi terhadap dapur, apakah higienis atau tidak, atau dalam istilah akademis, dilakukan audit,&#8221;</em> jelas Dedi Mulyadi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga menyoroti persoalan waktu memasak:<br />
<em>&#8220;Kami akan menilai dari segi waktu memasak, karena jika dimasak pada pukul 12.00 WIB malam dan diantarkan ke siswa pada pukul 12 siang, waktu yang terlalu lama akan menjadi masalah. Harapan saya, ke depan dapur itu harus lebih dekat dengan sekolah dan jumlah siswa yang dilayani tidak terlalu banyak,&#8221;</em> tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kepala Labkes Jabar Ryan Bayusantika menyebut faktor utama keracunan adalah mikrobiologi dan fisik akibat penyimpanan yang tidak sesuai standar, menyebabkan bakteri patogen cepat berkembang.<br />
<em>&#8220;Faktor mikrobiologi, terjadi pertumbuhan bakteri pada makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak,&#8221;</em> ujar Ryan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pakar gizi Atik Nirwanawati menyoroti lemahnya pengawasan dan standar keamanan pangan, serta waktu distribusi yang terlalu lama.<br />
<em>&#8220;Jadi saya berasumsi kalau tim supervisinya jalan nggak akan terjadi keracunan,&#8221;</em> kata Atik dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Surat terbuka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan agar keselamatan anak dan kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam program MBG.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
