<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Demo tolak omnibis law Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/demo-tolak-omnibis-law/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/demo-tolak-omnibis-law/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 12 Oct 2020 14:38:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Demo tolak omnibis law Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/demo-tolak-omnibis-law/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polisi Intimidasi Wartawan saat Liput Demo Tolak UU Omnibus Law</title>
		<link>https://barakati.id/polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law</link>
					<comments>https://barakati.id/polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2020 14:18:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Demo ricuh omnibus law]]></category>
		<category><![CDATA[Demo tolak omnibis law]]></category>
		<category><![CDATA[omnibus law]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi intimidasi wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[Polisi pukul wartawan]]></category>
		<category><![CDATA[ricuh]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan di intimidasi]]></category>
		<category><![CDATA[Wartawan di pukul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6741</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Seorang awak media di Gorontalo mengaku diintimidasi petugas saat melakukan peliputan aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Gorontalo, Senin (12/10). Saat itu, salah satu anggota polisi dengan pakaian dinas lengkap meminta wartawan liputan6.com, Arfandi Ibrahim untuk menghapus gambar polisi saat menyeret salah satu pengunjuk rasa yang hendak ditangkap. &#8220;Hapus-hapus itu gambar, berita kalian [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law/">Polisi Intimidasi Wartawan saat Liput Demo Tolak UU Omnibus Law</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law/">Polisi Intimidasi Wartawan saat Liput Demo Tolak UU Omnibus Law</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Seorang awak media di Gorontalo mengaku diintimidasi petugas saat melakukan peliputan aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Gorontalo, Senin (12/10). Saat itu, salah satu anggota polisi dengan pakaian dinas lengkap meminta wartawan liputan6.com, Arfandi Ibrahim untuk menghapus gambar polisi saat menyeret salah satu pengunjuk rasa yang hendak ditangkap. \"Hapus-hapus itu gambar, berita kalian tidak berimbang,\" kata Arfandi Ibrahim yang memperagakan perkataan salah satu Anggota Polisi berpakaian dinas lengkap itu. \"Kalau sudah dihapus, Insya Allah anda selamat, saya juga disini bayar pajak,\" lanjut Polisi itu yang dijelaskan oleh Arfandi Ibrahim. Dengan terpaksa, Arfandi Ibrahim yang merupakan wartawan Liputan6.com Kontributor Gorontalo itu langsung menghapus gambar itu dan diperlihatkan kepada sang polisi. \"Saya mengambil gambar salah satu massa aksi yang diseret, kemudian mereka meminta menghapus gambar itu,\" jelasnya \"Saat kejadian itu terjadi, saya bersama Wartawan Barakati.id dan Wartawan Mimoza.tv, Dengan secara terpaksa kemudian saya langsung menghapus gambar yang ada di kamera saya,\" tambahnya Selain itu, hal yang sama juga didapatkan oleh Agung Julianto, salah satu wartawan Media Online Kronologi.id. dia mengaku dirinya diperintahkan polisi untuk menghapus Video yang diambil saat melakukan peliputan. \"Saat saya mengambil Video, saya langsung ditegur oleh polisi, dan langsung menanyakan kalau saya wartawan atau tidak. Dan saat sampai saya wartawan,\" kata Agung Julianto Dia menjelaskan, dirinya mengambil Video itu saat polisi mengamankan beberapa massa Aksi, tapi saat polisi melihatnya sedang mengambil Video tersebut, dirinya diperhatikan untuk menghapus video tersebut. \"Salah satu polisi bilang, jangan mengambil Video, dan Video saya sudah ambil itu, di perintahkan untuk hapus, jadi saya hapus. Saya juga dilarang untuk mengambil foto,\" jelasnya \"Yang melarang itu, ada polisi yang memakai seragam, dan ada yang tidak memakai seragam,\" sambungnya Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan bahwa maksud polisi tidak demikian. Akan tetapi kita hanya menginginkan agar teman-teman jurnalis memberikan informasi yang benar. \"Karena selama ini banyak video yang sudah diedit sehingga menyudutkan polri,\" tuturnya. Ia berharap kepada jurnalis memberikan informasi yang jelas dan benar. \"Kehadiran Polisi untuk mengamankan saja,\" tandasnya", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Seorang awak media di Gorontalo mengaku diintimidasi petugas saat melakukan peliputan aksi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Gorontalo, Senin (12/10).</p>
<p>Saat itu, salah satu anggota polisi dengan pakaian dinas lengkap meminta wartawan <a href="https://m.liputan6.com/" target="_blank" rel="noopener">liputan6.com</a>, Arfandi Ibrahim untuk menghapus gambar polisi saat menyeret salah satu pengunjuk rasa yang hendak ditangkap.</p>
<p>&#8220;Hapus-hapus itu gambar, berita kalian tidak berimbang,&#8221; kata Arfandi Ibrahim yang memperagakan perkataan salah satu Anggota Polisi berpakaian dinas lengkap itu.</p>
<p>&#8220;Kalau sudah dihapus, Insya Allah anda selamat, saya juga disini bayar pajak,&#8221; lanjut Polisi itu yang dijelaskan oleh Arfandi Ibrahim.</p>
<p>Dengan terpaksa, Arfandi Ibrahim yang merupakan wartawan <a href="https://m.liputan6.com/" target="_blank" rel="noopener">Liputan6.com</a> Kontributor Gorontalo itu langsung menghapus gambar itu dan diperlihatkan kepada sang polisi.</p>
<p>&#8220;Saya mengambil gambar salah satu massa aksi yang diseret, kemudian mereka meminta menghapus gambar itu,&#8221; jelasnya</p>
<p>&#8220;Saat kejadian itu terjadi, saya bersama Wartawan <a href="https://barakati.id/">Barakati.id</a> dan Wartawan <a href="https://mimoza.tv/" target="_blank" rel="noopener">Mimoza.tv</a>, Dengan secara terpaksa kemudian saya langsung menghapus gambar yang ada di kamera saya,&#8221; tambahnya</p>
<p>Selain itu, hal yang sama juga didapatkan oleh Agung Julianto, salah satu wartawan Media Online <a href="https://kronologi.id/" target="_blank" rel="noopener">Kronologi.id</a>. dia mengaku dirinya diperintahkan polisi untuk menghapus Video yang diambil saat melakukan peliputan.</p>
<p>&#8220;Saat saya mengambil Video, saya langsung ditegur oleh polisi, dan langsung menanyakan kalau saya wartawan atau tidak. Dan saat sampai saya wartawan,&#8221; kata Agung Julianto</p>
<p>Dia menjelaskan, dirinya mengambil Video itu saat polisi mengamankan beberapa massa Aksi, tapi saat polisi melihatnya sedang mengambil Video tersebut, dirinya diperhatikan untuk menghapus video tersebut.</p>
<p>&#8220;Salah satu polisi bilang, jangan mengambil Video, dan Video saya sudah ambil itu, di perintahkan untuk hapus, jadi saya hapus. Saya juga dilarang untuk mengambil foto,&#8221; jelasnya</p>
<p>&#8220;Yang melarang itu, ada polisi yang memakai seragam, dan ada yang tidak memakai seragam,&#8221; sambungnya</p>
<p>Kabid Humas Polda Gorontalo, Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan bahwa maksud polisi tidak demikian. Akan tetapi kita hanya menginginkan agar teman-teman jurnalis memberikan informasi yang benar.</p>
<p>&#8220;Karena selama ini banyak video yang sudah diedit sehingga menyudutkan polri,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia berharap kepada jurnalis memberikan informasi yang jelas dan benar.</p>
<p>&#8220;Kehadiran Polisi untuk mengamankan saja,&#8221; tandasnya</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law/">Polisi Intimidasi Wartawan saat Liput Demo Tolak UU Omnibus Law</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law/">Polisi Intimidasi Wartawan saat Liput Demo Tolak UU Omnibus Law</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/polisi-intimidasi-wartawan-saat-liput-demo-tolak-uu-omnibus-law/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
