<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>desa panca karsa 2 Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/desa-panca-karsa-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/desa-panca-karsa-2/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 17 Dec 2023 21:50:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>desa panca karsa 2 Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/desa-panca-karsa-2/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Akses Terdekat dan Berbahaya: Jembatan Pertama Transmigrasi Menanti Pembangunan</title>
		<link>https://barakati.id/akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan</link>
					<comments>https://barakati.id/akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Dec 2023 21:50:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[desa panca karsa 2]]></category>
		<category><![CDATA[jembatan transmigrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemda pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Saipul mbuinga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=19651</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan/">Akses Terdekat dan Berbahaya: Jembatan Pertama Transmigrasi Menanti Pembangunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan/">Akses Terdekat dan Berbahaya: Jembatan Pertama Transmigrasi Menanti Pembangunan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("POHUWATO - Jembatan yang menjadi lintasan vital bagi petani di Dusun Abadi dan Dusun Lembah Permai, Desa Panca Karsa II, menuai kekhawatiran serius. Jembatan sepanjang 20 meter ini, yang juga merupakan jalur pertama bagi warga transmigrasi sejak 2001, kini menjadi fokus perhatian Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Pemandangan yang memprihatinkan terungkap saat Bupati Saipul meninjau langsung jembatan tersebut bersama Kadis PUPR, Risdiyanto Mokodompit, dan Kades Panca Karsa II, Budi Muliyono, pada Minggu (17/12/2023). Jembatan yang hanya diperkuat oleh kayu tanpa tiang peyanggah di bagian tengahnya disebut tidak layak dan berbahaya, terutama untuk kendaraan bermotor. Selain menjadi lintasan penting bagi para petani dengan lebih dari 200 hektar lahan pertanian yang dikelola oleh sekitar 75 Kepala Keluarga (KK), jembatan ini juga merupakan jalan pertama bagi warga transmigrasi Desa Makarti Jaya. Namun, keberlanjutan pemakaian jembatan kayu ini menjadi sorotan karena sudah tiga kali pergantian sejak 2001. Bupati Saipul menyampaikan keprihatinan terhadap keadaan jembatan tersebut, menggambarkannya sebagai ancaman serius bagi pengguna. Penanganan permanen yang diusulkan berupa pembangunan jembatan beton membutuhkan dana sekitar Rp. 2 miliar lebih. \"Insyaallah itu dapat dianggarkan lewat dana relaksasi pengembalian PEN, karena merupakan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam rangka pengangkutan hasil pertanian yang ada di Desa Makarti Jaya dan yang di dua dusun di Desa Panca Karsa II,\" ungkap bupati dihadapan warga. Saat ini, Pemkab Pohuwato tengah melakukan relaksasi pengembalian pinjaman dana PEN. Apabila disetujui oleh Kementerian Keuangan, anggaran tersebut akan diarahkan untuk pembangunan jembatan tersebut. Bupati berharap agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari pengangkutan hasil pertanian yang lebih aman dan efisien. Dalam keterangannya, Kades Budi Muliyono menambahkan bahwa Dusun Lembah Permai dan Dusun Abadi memiliki hubungan langsung dengan jembatan tersebut. Sebelum adanya jalan saat ini, jembatan ini menjadi jalur utama bagi warga Desa Makarti Jaya. Pembangunan jembatan yang memadai diharapkan meningkatkan konektivitas dan keselamatan bagi seluruh masyarakat yang bergantung pada lintasan ini.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>POHUWATO &#8211; Jembatan yang menjadi lintasan vital bagi petani di Dusun Abadi dan Dusun Lembah Permai, Desa Panca Karsa II, menuai kekhawatiran serius. Jembatan sepanjang 20 meter ini, yang juga merupakan jalur pertama bagi warga transmigrasi sejak 2001, kini menjadi fokus perhatian Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga.</p>
<p>Pemandangan yang memprihatinkan terungkap saat Bupati Saipul meninjau langsung jembatan tersebut bersama Kadis PUPR, Risdiyanto Mokodompit, dan Kades Panca Karsa II, Budi Muliyono, pada Minggu (17/12/2023). Jembatan yang hanya diperkuat oleh kayu tanpa tiang peyanggah di bagian tengahnya disebut tidak layak dan berbahaya, terutama untuk kendaraan bermotor.</p>
<p>Selain menjadi lintasan penting bagi para petani dengan lebih dari 200 hektar lahan pertanian yang dikelola oleh sekitar 75 Kepala Keluarga (KK), jembatan ini juga merupakan jalan pertama bagi warga transmigrasi Desa Makarti Jaya. Namun, keberlanjutan pemakaian jembatan kayu ini menjadi sorotan karena sudah tiga kali pergantian sejak 2001.</p>
<p>Bupati Saipul menyampaikan keprihatinan terhadap keadaan jembatan tersebut, menggambarkannya sebagai ancaman serius bagi pengguna. Penanganan permanen yang diusulkan berupa pembangunan jembatan beton membutuhkan dana sekitar Rp. 2 miliar lebih.</p>
<p>&#8220;Insyaallah itu dapat dianggarkan lewat dana relaksasi pengembalian PEN, karena merupakan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat dalam rangka pengangkutan hasil pertanian yang ada di Desa Makarti Jaya dan yang di dua dusun di Desa Panca Karsa II,&#8221; ungkap bupati dihadapan warga.</p>
<p>Saat ini, Pemkab Pohuwato tengah melakukan relaksasi pengembalian pinjaman dana PEN. Apabila disetujui oleh Kementerian Keuangan, anggaran tersebut akan diarahkan untuk pembangunan jembatan tersebut. Bupati berharap agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari pengangkutan hasil pertanian yang lebih aman dan efisien.</p>
<p>Dalam keterangannya, Kades Budi Muliyono menambahkan bahwa Dusun Lembah Permai dan Dusun Abadi memiliki hubungan langsung dengan jembatan tersebut. Sebelum adanya jalan saat ini, jembatan ini menjadi jalur utama bagi warga Desa Makarti Jaya. Pembangunan jembatan yang memadai diharapkan meningkatkan konektivitas dan keselamatan bagi seluruh masyarakat yang bergantung pada lintasan ini.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan/">Akses Terdekat dan Berbahaya: Jembatan Pertama Transmigrasi Menanti Pembangunan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan/">Akses Terdekat dan Berbahaya: Jembatan Pertama Transmigrasi Menanti Pembangunan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/akses-terdekat-dan-berbahaya-jembatan-pertama-transmigrasi-menanti-pembangunan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
