<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>desa pone Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/desa-pone/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/desa-pone/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2020 14:15:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>desa pone Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/desa-pone/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polres Gorontalo Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Guru PAUD di Desa Pone</title>
		<link>https://barakati.id/polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone</link>
					<comments>https://barakati.id/polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2020 14:15:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[desa pone]]></category>
		<category><![CDATA[Guru PAUD]]></category>
		<category><![CDATA[KABGOR]]></category>
		<category><![CDATA[polres gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=5828</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Rekonstruksi kasus pembunuhan salah seorang oknum guru PAUD di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, digelar petugas kepolisian Polres Gorontalo, Kamis (06/08). Reka adegan dilakukan di Mapolres Gorontalo. Dalam rekonstruksi, aksi pelaku diperankan oleh tersangka MDP sendiri. Satu persatu warga Desa Pone itu memperagakan aksi pembunuhannya terhadap korban Zeska Yuningsi Bakar (33), yang tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone/">Polres Gorontalo Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Guru PAUD di Desa Pone</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone/">Polres Gorontalo Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Guru PAUD di Desa Pone</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Rekonstruksi kasus pembunuhan salah seorang oknum guru PAUD di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, digelar petugas kepolisian Polres Gorontalo, Kamis (06/08). Reka adegan dilakukan di Mapolres Gorontalo. Dalam rekonstruksi, aksi pelaku diperankan oleh tersangka MDP sendiri. Satu persatu warga Desa Pone itu memperagakan aksi pembunuhannya terhadap korban Zeska Yuningsi Bakar (33), yang tidak lain adalah kekasihnya. Dimulai dari tempat bermain biliyar sampai pergi ke rumah korban dalam keadaan mabuk. Plh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Ipda Pranti Natalia Olii menuturkan, peristiwa nahas itu terjadi pada 17 Juli 2020. Ia menjelaskan, tersangka yang telah dipengaruhi alkohol meminta salah seorang. Karena sudah larut malam, rumah korban yang terletak di dusun 1 desa Pone itu pun sudah tutup. \"Tersangka kemudian menghubungi korban dengan menggunakan handphone hingga empat kali panggilan. Ketika tersambung ia meminta korban agar membukakan pintu rumah,\" ungkap Plh. Kasat Reskrim. Usai dibukakan pintu, tersangka lalu masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar korban yang disusul oleh korban. Saat itu, korban kata Ipda Pranti, marah marah karena tersangka datang sudah mabuk. Korban kemudian menyinggung soal angsuran mereka di bank. Namun, tersangka seakan tidak menghiraukan keluhan kekasihnya itu. Karena keduanya sudah emosi, di antara mereka lalu terjadi adu mulut. Korban kemudian meraba-raba kantong celana tersangka dan menemukan uang sebesar Rp 100.000. Ketika uang itu akan diambil korban, tersangka saat itu tidak memberikan dan terjadi tarik menarik hingga tersangka memukul tangan kanan korban. Karena merasa sakit, korban saat itu langsung berteriak sebanyak dua kali. Merasa takut akan ketahuan orang dalam rumah, tersangka lalu mencekik leher korban dengan menggunakan kedua tangannya kurang lebih 10 menit. Cekikkan tangan tersangka inilah yang mengakibatkan korban meninggal dunia. “Korban berusaha untuk melepaskan tangan dari tersangka. Namun, cekikan tersangka sulit untuk dilepaskan karena dicekik dengan keras oleh tersangka sehingga korban mengeluarkan suara ngorok atau kesulitan untuk bernapas ,” tutur Ipda Natalia. Melihat Korban mulai kehabisan tenaga dan tidak sadarkan diri tersangka mengambil inisiatif untuk membaringkanya dilantai. Selang beberapa menit kemudian, tersangka mencoba membangunkan korban dan meletakan jari telunjuknya dibagian hidung korban untuk mengecek apakah korban masih bernapas atau tidak. Namun, korban sudah tidak bernapas lagi.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Rekonstruksi kasus pembunuhan salah seorang oknum guru PAUD di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, digelar petugas kepolisian Polres Gorontalo, Kamis (06/08).</p>
<p>Reka adegan dilakukan di Mapolres Gorontalo. Dalam rekonstruksi, aksi pelaku diperankan oleh tersangka MDP sendiri. Satu persatu warga Desa Pone itu memperagakan aksi pembunuhannya terhadap korban Zeska Yuningsi Bakar (33), yang tidak lain adalah kekasihnya. Dimulai dari tempat bermain biliyar sampai pergi ke rumah korban dalam keadaan mabuk.</p>
<p>Plh Kasat Reskrim Polres Gorontalo Ipda Pranti Natalia Olii menuturkan, peristiwa nahas itu terjadi pada 17 Juli 2020. Ia menjelaskan, tersangka yang telah dipengaruhi alkohol meminta salah seorang.</p>
<p>Karena sudah larut malam, rumah korban yang terletak di dusun 1 desa Pone itu pun sudah tutup.</p>
<p>&#8220;Tersangka kemudian menghubungi korban dengan menggunakan handphone hingga empat kali panggilan. Ketika tersambung ia meminta korban agar membukakan pintu rumah,&#8221; ungkap Plh. Kasat Reskrim.</p>
<p>Usai dibukakan pintu, tersangka lalu masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar korban yang disusul oleh korban. Saat itu, korban kata Ipda Pranti, marah marah karena tersangka datang sudah mabuk.</p>
<p>Korban kemudian menyinggung soal angsuran mereka di bank. Namun, tersangka seakan tidak menghiraukan keluhan kekasihnya itu.</p>
<p>Karena keduanya sudah emosi, di antara mereka lalu terjadi adu mulut. Korban kemudian meraba-raba kantong celana tersangka dan menemukan uang sebesar Rp 100.000. Ketika uang itu akan diambil korban, tersangka saat itu tidak memberikan dan terjadi tarik menarik hingga tersangka memukul tangan kanan korban. Karena merasa sakit, korban saat itu langsung berteriak sebanyak dua kali.</p>
<p>Merasa takut akan ketahuan orang dalam rumah, tersangka lalu mencekik leher korban dengan menggunakan kedua tangannya kurang lebih 10 menit. Cekikkan tangan tersangka inilah yang mengakibatkan korban meninggal dunia.</p>
<p>“Korban berusaha untuk melepaskan tangan dari tersangka. Namun, cekikan tersangka sulit untuk dilepaskan karena dicekik dengan keras oleh tersangka sehingga korban mengeluarkan suara ngorok atau kesulitan untuk bernapas ,” tutur Ipda Natalia.</p>
<p>Melihat Korban mulai kehabisan tenaga dan tidak sadarkan diri tersangka mengambil inisiatif untuk membaringkanya dilantai.</p>
<p>Selang beberapa menit kemudian, tersangka mencoba membangunkan korban dan meletakan jari telunjuknya dibagian hidung korban untuk mengecek apakah korban masih bernapas atau tidak. Namun, korban sudah tidak bernapas lagi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone/">Polres Gorontalo Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Guru PAUD di Desa Pone</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone/">Polres Gorontalo Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Guru PAUD di Desa Pone</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/polres-gorontalo-rekonstruksi-kasus-pembunuhan-guru-paud-di-desa-pone/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</title>
		<link>https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri</link>
					<comments>https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2020 13:07:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[desa pone]]></category>
		<category><![CDATA[di phk]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[limboto barat]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=5747</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Diduga tak mampu menanggung beban hidup dan tekanan ekonomi, seorang bapak 44 tahun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bunuh diri. Pria dengan nama lengkap Muhtar Latawa itu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Rabu (29/7). Kabarnya, korban mengalami depresi akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Korban juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Diduga tak mampu menanggung beban hidup dan tekanan ekonomi, seorang bapak 44 tahun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bunuh diri. Pria dengan nama lengkap Muhtar Latawa itu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Rabu (29/7). Kabarnya, korban mengalami depresi akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Korban juga menurut pengakuan sang istri MD, sempat alami stres karena sudah lama tidak lagi bekerja setelah diberhentikan dari pabrik karena sakit. “Suami saya stres dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh dan tidak bisa bekerja. Dulu dia pernah bekerja di pabrik kelapa tapi karena sakit dia berhenti, dia juga pernah menderita struk,” kata Istri korban. Jasad korban ditemukan pada 14.30 WITA. MD mengaku kaget melihat suaminya sudah menggantung diri di dapur rumah mereka. Dirinya kemudian langsung berteriak dan meminta tolong kepada warga. Kapolsek Limboto Barat, Iptu Iwan Kapojos saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurtnya usai ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke Puskes Limboto Barat untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan hasil penelusuran informasi dari para warga sekitar, Kapolsek Limboto juga membenarkan bahwa korban memang mengalami depresi akibat kehilangan pekerjaan. “Korban mengalami depresi, kita juga sudah cari info dan memang dari hasil penelusuran aktivitas korban beberapa hari sebelumnya, korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri di sungai,” ujar Kapolsek.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Diduga tak mampu menanggung beban hidup dan tekanan ekonomi, seorang bapak 44 tahun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bunuh diri. Pria dengan nama lengkap Muhtar Latawa itu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Rabu (29/7). Kabarnya, korban mengalami depresi akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Korban juga menurut pengakuan sang istri MD, sempat alami stres karena sudah lama tidak lagi bekerja setelah diberhentikan dari pabrik karena sakit.</p>
<p>“Suami saya stres dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh dan tidak bisa bekerja. Dulu dia pernah bekerja di pabrik kelapa tapi karena sakit dia berhenti, dia juga pernah menderita struk,” kata Istri korban.</p>
<p>Jasad korban ditemukan pada 14.30 WITA. MD mengaku kaget melihat suaminya sudah menggantung diri di dapur rumah mereka. Dirinya kemudian langsung berteriak dan meminta tolong kepada warga.</p>
<p>Kapolsek Limboto Barat, Iptu Iwan Kapojos saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurtnya usai ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke Puskes Limboto Barat untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan hasil penelusuran informasi dari para warga sekitar, Kapolsek Limboto juga membenarkan bahwa korban memang mengalami depresi akibat kehilangan pekerjaan.<br />
“Korban mengalami depresi, kita juga sudah cari info dan memang dari hasil penelusuran aktivitas korban beberapa hari sebelumnya, korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri di sungai,” ujar Kapolsek.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
