<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>di phk Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/di-phk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/di-phk/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 30 Jul 2020 13:07:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.13</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>di phk Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/di-phk/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</title>
		<link>https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri</link>
					<comments>https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2020 13:07:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[desa pone]]></category>
		<category><![CDATA[di phk]]></category>
		<category><![CDATA[gantung diri]]></category>
		<category><![CDATA[limboto barat]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=5747</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Diduga tak mampu menanggung beban hidup dan tekanan ekonomi, seorang bapak 44 tahun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bunuh diri. Pria dengan nama lengkap Muhtar Latawa itu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Rabu (29/7). Kabarnya, korban mengalami depresi akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Korban juga [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Diduga tak mampu menanggung beban hidup dan tekanan ekonomi, seorang bapak 44 tahun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bunuh diri. Pria dengan nama lengkap Muhtar Latawa itu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Rabu (29/7). Kabarnya, korban mengalami depresi akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Korban juga menurut pengakuan sang istri MD, sempat alami stres karena sudah lama tidak lagi bekerja setelah diberhentikan dari pabrik karena sakit. “Suami saya stres dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh dan tidak bisa bekerja. Dulu dia pernah bekerja di pabrik kelapa tapi karena sakit dia berhenti, dia juga pernah menderita struk,” kata Istri korban. Jasad korban ditemukan pada 14.30 WITA. MD mengaku kaget melihat suaminya sudah menggantung diri di dapur rumah mereka. Dirinya kemudian langsung berteriak dan meminta tolong kepada warga. Kapolsek Limboto Barat, Iptu Iwan Kapojos saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurtnya usai ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke Puskes Limboto Barat untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan hasil penelusuran informasi dari para warga sekitar, Kapolsek Limboto juga membenarkan bahwa korban memang mengalami depresi akibat kehilangan pekerjaan. “Korban mengalami depresi, kita juga sudah cari info dan memang dari hasil penelusuran aktivitas korban beberapa hari sebelumnya, korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri di sungai,” ujar Kapolsek.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Diduga tak mampu menanggung beban hidup dan tekanan ekonomi, seorang bapak 44 tahun di Desa Pone, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bunuh diri. Pria dengan nama lengkap Muhtar Latawa itu, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Rabu (29/7). Kabarnya, korban mengalami depresi akibat penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Korban juga menurut pengakuan sang istri MD, sempat alami stres karena sudah lama tidak lagi bekerja setelah diberhentikan dari pabrik karena sakit.</p>
<p>“Suami saya stres dengan penyakitnya yang tidak kunjung sembuh dan tidak bisa bekerja. Dulu dia pernah bekerja di pabrik kelapa tapi karena sakit dia berhenti, dia juga pernah menderita struk,” kata Istri korban.</p>
<p>Jasad korban ditemukan pada 14.30 WITA. MD mengaku kaget melihat suaminya sudah menggantung diri di dapur rumah mereka. Dirinya kemudian langsung berteriak dan meminta tolong kepada warga.</p>
<p>Kapolsek Limboto Barat, Iptu Iwan Kapojos saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Menurtnya usai ditemukan jenazah korban langsung dibawa ke Puskes Limboto Barat untuk diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, pada tubuh jenazah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dan hasil penelusuran informasi dari para warga sekitar, Kapolsek Limboto juga membenarkan bahwa korban memang mengalami depresi akibat kehilangan pekerjaan.<br />
“Korban mengalami depresi, kita juga sudah cari info dan memang dari hasil penelusuran aktivitas korban beberapa hari sebelumnya, korban juga sempat melakukan percobaan bunuh diri di sungai,” ujar Kapolsek.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/">Stress Di-PHK, Bapak Tiga Anak di Kabgor Gantung Diri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/stress-di-phk-bapak-tiga-anak-di-kabgor-gantung-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
