<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dies natalis Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/dies-natalis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/dies-natalis/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jan 2026 07:48:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Dies natalis Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/dies-natalis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</title>
		<link>https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah</link>
					<comments>https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 07:48:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[civitas akademika]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kampus kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[kampus negeri]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi kampus]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas sdm]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Upacara bendera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29107</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memperingati Dies Natalis ke-33 pada Januari 2026. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan penuh khidmat melalui upacara bendera yang diikuti ribuan civitas akademika di halaman utama kampus. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi mendalam terhadap perjalanan UNG sebagai institusi pendidikan yang terus bertransformasi menuju kemajuan. Rektor mengibaratkan UNG sebagai “Rumah Besar” yang menaungi puluhan ribu harapan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Meski telah mencatat berbagai kemajuan dalam tiga dekade terakhir, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi agar UNG semakin unggul di masa depan. “Di usia ke-33 ini, UNG telah menjadi rumah besar yang menampung berbagai cita-cita dalam bingkai perguruan tinggi. Namun, kami sadar bahwa UNG belumlah sempurna. Karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan di segala lini,” ujar Rektor Eduart Wolok. Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kekuatan utama UNG terletak pada sumber daya manusianya—yakni ribuan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang berperan sentral dalam kemajuan institusi. Namun, besarnya jumlah SDM tidaklah cukup tanpa peningkatan kualitas yang berkelanjutan. “Jika dosen dan tendik berhenti menempa diri, maka UNG akan tertinggal dalam menghadapi dinamika zaman yang makin kompleks. Peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa harus menjadi fokus utama sebagai bentuk tanggung jawab moral Kampus Kerakyatan UNG,” tegasnya. Menutup pesannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika menjadikan momen Dies Natalis ke-33 sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, meningkatkan produktivitas, dan bekerja bersama untuk membawa UNG menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta bermanfaat bagi masyarakat luas. “Momentum Dies Natalis ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperkokoh semangat kolaborasi. Mari kita melangkah bersama, bekerja keras, dan memastikan UNG menjadi institusi yang benar-benar diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi memperingati Dies Natalis ke-33 pada Januari 2026. Momentum bersejarah ini dirayakan dengan penuh khidmat melalui upacara bendera yang diikuti ribuan civitas akademika di halaman utama kampus.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UNG, <strong>Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng.</strong> Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peringatan Dies Natalis bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga menjadi momen refleksi mendalam terhadap perjalanan UNG sebagai institusi pendidikan yang terus bertransformasi menuju kemajuan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Rektor mengibaratkan UNG sebagai “<strong>Rumah Besar</strong>” yang menaungi puluhan ribu harapan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan. Meski telah mencatat berbagai kemajuan dalam tiga dekade terakhir, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi agar UNG semakin unggul di masa depan.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Di usia ke-33 ini, UNG telah menjadi rumah besar yang menampung berbagai cita-cita dalam bingkai perguruan tinggi. Namun, kami sadar bahwa UNG belumlah sempurna. Karena itu, saya mengajak seluruh civitas akademika untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan di segala lini,” ujar Rektor Eduart Wolok.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa kekuatan utama UNG terletak pada sumber daya manusianya—yakni ribuan dosen dan tenaga kependidikan (tendik) yang berperan sentral dalam kemajuan institusi. Namun, besarnya jumlah SDM tidaklah cukup tanpa peningkatan kualitas yang berkelanjutan.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Jika dosen dan tendik berhenti menempa diri, maka UNG akan tertinggal dalam menghadapi dinamika zaman yang makin kompleks. Peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa harus menjadi fokus utama sebagai bentuk tanggung jawab moral Kampus Kerakyatan UNG,” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menutup pesannya, Rektor mengajak seluruh civitas akademika menjadikan momen Dies Natalis ke-33 sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, meningkatkan produktivitas, dan bekerja bersama untuk membawa UNG menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, serta bermanfaat bagi masyarakat luas.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Momentum Dies Natalis ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk memperkokoh semangat kolaborasi. Mari kita melangkah bersama, bekerja keras, dan memastikan UNG menjadi institusi yang benar-benar diperhitungkan di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
</blockquote>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/">Momentum 33 Tahun UNG: Rektor Ajak Civitas Akademika Terus Berbenah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/momentum-33-tahun-ung-rektor-ajak-civitas-akademika-terus-berbenah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dies Natalis Keperawatan UNG: Feby Putri dan Penampilan Eksklusif Penyanyi Lokal Gorontalo</title>
		<link>https://barakati.id/dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo</link>
					<comments>https://barakati.id/dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 15:20:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan keperawatan ung]]></category>
		<category><![CDATA[konser]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=19197</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo/">Dies Natalis Keperawatan UNG: Feby Putri dan Penampilan Eksklusif Penyanyi Lokal Gorontalo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo/">Dies Natalis Keperawatan UNG: Feby Putri dan Penampilan Eksklusif Penyanyi Lokal Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan merayakan Dies Natalis Jurusan Keperawatan dengan konser megah yang diadakan pada tanggal 21 Desember 2023 di Lapangan Rektorat UNG. Menyajikan performa istimewa dari penyanyi ternama Feby Putri, acara ini bertujuan memberikan kesan tak terlupakan kepada masyarakat, terutama para penggemar konser musik. \"Kami ingin memberikan yang terbaik dalam Dies Natalis Keperawatan UNG untuk semua yang menyukai konser musik,\" ujar Ketua Panitia, Rey Alfriansyah Gobel. Selain penampilan gemilang Feby Putri, konser Dies Natalis Keperawatan UNG juga akan dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi dan band lokal Gorontalo seperti Andre Tahaku, Parapapa, The Soul, dan Jarang Break. \"Feby Putri tidak hanya menjadi fokus, tetapi kehadiran seniman dan band lokal Gorontalo akan menambah semarak pada malam puncak perayaan Dies Natalis Keperawatan UNG,\" tambah Rey. Sementara itu, Ketua HMJ Keperawatan UNG, Qabulraziq Hidayah Rahman, mengungkapkan tema tahun ini adalah \"The Rise and Shine Of Nursing Anniversary Day\". Dia berharap melalui kegiatan ini, Jurusan Keperawatan UNG dapat terus menjadi yang terbaik dalam menghasilkan lulusan berkualitas. \"Dies Natalis tidak hanya acara seremonial semata, tetapi juga harus menjadi ajang meningkatkan kualitas Jurusan Keperawatan UNG,\" ungkapnya. Semangat merayakan hari jadi ini diharapkan dapat menginspirasi peningkatan mutu dan reputasi Jurusan Keperawatan UNG.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) akan merayakan Dies Natalis Jurusan Keperawatan dengan konser megah yang diadakan pada tanggal 21 Desember 2023 di Lapangan Rektorat UNG. Menyajikan performa istimewa dari penyanyi ternama Feby Putri, acara ini bertujuan memberikan kesan tak terlupakan kepada masyarakat, terutama para penggemar konser musik.</p>
<p>&#8220;Kami ingin memberikan yang terbaik dalam Dies Natalis Keperawatan UNG untuk semua yang menyukai konser musik,&#8221; ujar Ketua Panitia, Rey Alfriansyah Gobel.</p>
<p>Selain penampilan gemilang Feby Putri, konser Dies Natalis Keperawatan UNG juga akan dimeriahkan oleh sejumlah penyanyi dan band lokal Gorontalo seperti Andre Tahaku, Parapapa, The Soul, dan Jarang Break.</p>
<p>&#8220;Feby Putri tidak hanya menjadi fokus, tetapi kehadiran seniman dan band lokal Gorontalo akan menambah semarak pada malam puncak perayaan Dies Natalis Keperawatan UNG,&#8221; tambah Rey.</p>
<p>Sementara itu, Ketua HMJ Keperawatan UNG, Qabulraziq Hidayah Rahman, mengungkapkan tema tahun ini adalah &#8220;The Rise and Shine Of Nursing Anniversary Day&#8221;. Dia berharap melalui kegiatan ini, Jurusan Keperawatan UNG dapat terus menjadi yang terbaik dalam menghasilkan lulusan berkualitas.</p>
<p>&#8220;Dies Natalis tidak hanya acara seremonial semata, tetapi juga harus menjadi ajang meningkatkan kualitas Jurusan Keperawatan UNG,&#8221; ungkapnya. Semangat merayakan hari jadi ini diharapkan dapat menginspirasi peningkatan mutu dan reputasi Jurusan Keperawatan UNG.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo/">Dies Natalis Keperawatan UNG: Feby Putri dan Penampilan Eksklusif Penyanyi Lokal Gorontalo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo/">Dies Natalis Keperawatan UNG: Feby Putri dan Penampilan Eksklusif Penyanyi Lokal Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dies-natalis-keperawatan-ung-feby-putri-dan-penampilan-eksklusif-penyanyi-lokal-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menpora RI Akan Sampaikan Orasi Ilmiah pada Puncak Dies Natalis UNG ke 59</title>
		<link>https://barakati.id/menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59</link>
					<comments>https://barakati.id/menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2022 15:32:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[Menpora ri]]></category>
		<category><![CDATA[Orasi ilimiah]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=15400</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59/">Menpora RI Akan Sampaikan Orasi Ilmiah pada Puncak Dies Natalis UNG ke 59</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59/">Menpora RI Akan Sampaikan Orasi Ilmiah pada Puncak Dies Natalis UNG ke 59</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Perayaan puncak Dies Natalis Universitas Negeri Gorontalo ke-59 akan dihadiri langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Prof. Dr. Zainudin Amali, SE, M.Si. Tidak sekedar hadir, Menteri yang berasal dari Provinsi Gorontalo tersebut juga dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah dihadapan civitas akademika dan undangan yang hadir. Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, mengatakan, kehadiran sosok Menteri di tengah kemeriahan Dies Natalis ke-59 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika UNG. Terlebih kehadiran Menpora kali ini dalam membersamai perayaan Dies Natalis sekaligus berbagi pengetahuan dan informasi melalui orasi ilmiahnya. “Menpora RI akan hadir langsung di tengah-tengah civitas akademika UNG, sekaligus memberikan warna pada pada Dies Natalis kali ini dengan memberikan orasi ilmiah,” ungkap Rektor. Selain memberikan orasi ilmiah, Menteri yang baru saja dianugerahi gelar Profesor Kehormatan dalam Bidang Ilmu Kebijakan Olahraga tersebut juga dijadwalkan akan mengikuti Senam Kesegaran Jasmani Pelajar Bersama di Halaman Rektorat UNG.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Perayaan puncak Dies Natalis Universitas Negeri Gorontalo ke-59 akan dihadiri langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Prof. Dr. Zainudin Amali, SE, M.Si. Tidak sekedar hadir, Menteri yang berasal dari Provinsi Gorontalo tersebut juga dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah dihadapan civitas akademika dan undangan yang hadir.</p>
<p>Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, mengatakan, kehadiran sosok Menteri di tengah kemeriahan Dies Natalis ke-59 menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi seluruh civitas akademika UNG. Terlebih kehadiran Menpora kali ini dalam membersamai perayaan Dies Natalis sekaligus berbagi pengetahuan dan informasi melalui orasi ilmiahnya.</p>
<p>“Menpora RI akan hadir langsung di tengah-tengah civitas akademika UNG, sekaligus memberikan warna pada pada Dies Natalis kali ini dengan memberikan orasi ilmiah,” ungkap Rektor.</p>
<p>Selain memberikan orasi ilmiah, Menteri yang baru saja dianugerahi gelar Profesor Kehormatan dalam Bidang Ilmu Kebijakan Olahraga tersebut juga dijadwalkan akan mengikuti Senam Kesegaran Jasmani Pelajar Bersama di Halaman Rektorat UNG.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59/">Menpora RI Akan Sampaikan Orasi Ilmiah pada Puncak Dies Natalis UNG ke 59</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59/">Menpora RI Akan Sampaikan Orasi Ilmiah pada Puncak Dies Natalis UNG ke 59</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/menpora-ri-akan-sampaikan-orasi-ilmiah-pada-puncak-dies-natalis-ung-ke-59/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resmi Diluncurkan, Ini Penjelasan Makna Logo dan Tema Dies Natalis UNG ke-58</title>
		<link>https://barakati.id/resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58</link>
					<comments>https://barakati.id/resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2021 14:36:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis ke 58]]></category>
		<category><![CDATA[Logo resmi dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=10954</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG &#8211; Bentuk Logo ini merupakan gabungan beberapa unsur yang diambil dari logo Universitas Negeri Gorontalo yaitu: &#8211; Kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar Negara Pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut (Payu Limo to Talu,Lipu Pei Hulalu). &#8211; Sayap burung [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58/">Resmi Diluncurkan, Ini Penjelasan Makna Logo dan Tema Dies Natalis UNG ke-58</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58/">Resmi Diluncurkan, Ini Penjelasan Makna Logo dan Tema Dies Natalis UNG ke-58</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Bentuk Logo ini merupakan gabungan beberapa unsur yang diambil dari logo Universitas Negeri Gorontalo yaitu: - Kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar Negara Pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut (Payu Limo to Talu,Lipu Pei Hulalu). - Sayap burung Maleo melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas akademika dalam mengembangkan UNG. Sayap burung Maleo juga mewakili pribadi-pribadi yang unggul, memiliki daya saing dan berinovasi, yaitu inovasi pengetahuan yang berjangkar padakemanusiaan. - Sayap disini dibuat kecil di bawah kemudian bertumbuh menjadi semakin besar ke atas, sejalan dengan tema dies natalis tahun ini yaitu pembangunan berkelanjutan yang berpedoman pada konsep tata kelola perguruan tinggi good governance in higher education dan sustainable development yang bertujuan untuk menciptakan kemajuan bersama. Selain hal di atas, pada logo ini juga terdapat unsur tambahan yang mendukung tema yang diangkat pada Dies Natalis tahun ini yaitu lintasan dan 3 lingkaran yang saling berkesinambungan. - Angka 5 dan 8 yang saling terhubung membentuk sebuah lintasan memilikimakna perubahan yang tidak pernah berhenti. - 3 lingkaran yang saling berkesinambugan mewakili kerangka perubahan yaitu hubungan antara humanisme, pengetahuan dan inovasi kebijakan yang harus berjalan berdampingan. Hal ini juga mewakili 3 nilai kemanusiaan yangbersifat universal, yakni kebaikan, keteguhan budi luhur, dan pengetahuan yang mengakar untuk kemaslahatan bersama. 1. WARNA Warna yang digunakan pada logo ini adalah Merah, Kuning, Orange, Birudan Ungu.Makna dari warna tersebut adalah: - Merah melambangkan keberanian dan tanggung jawab - Kuning emas melambangkan sikap setia dan kemuliaan - Orange melambangkan kebahagiaan dan keseimbangan - Biru melambangkan tenang, setia dan harapan - Ungu lambang keanggunan dan wibawaSelain itu, warna yang digunakan pada logo ini adalah warna-warna gradasi yang sering digunakan di dunia teknologi sekarang, sejalan dengan Visi dan Misi yang mengedepankan digital based learning, teknologi terbarukan, inovasi, jejaring, serta sains dan teknologi menuju good university governance. 2. TIPOGRAFI Font yang digunakan pada logo ini adalah huruf Sans Serif yang memiliki keterbacaan yang tinggi, sehingga dapat terbaca meskipun logo dalam ukuran besar ataupun kecil. B. MAKNA TEMA Dalam satu waktu, pada abad sebelum masehi, Aurelius, seorang filsuf  besar Yunani, pernah menyatakan sesuatu yang mencengangkan kepada seluruh masyarakat Athena. Di atas podium itu, Aurelius menyatakan dengan lantang bahwa “segala sesuatu ditakdirkan untuk berubah”. Kata-katanya bergema, bahkan merentang dan menembus batas waktu, memilin dan memintal peradaban zaman hingga saat ini. Aurelius mengunci premis dasar dari peradaban itu dengan kesimpulan utuh bahwa: “tidak ada yang berhenti di tempat”. Kita, generasi ribuan tahun setelah Aurelius alhasil merasakan itu. Kita sedang berada di tengah-tengah zaman dan kehidupan yang terus menerus “menjadi”. Dalam “kemenjadian” itu, ide-ide terus bergemuruh. Kita menjumpai berbagai perspektif dan ilmu pengetahuan. Perubahan adalah progres, dan progres merupakan inovasi, yang mau tidak mau menuntut kita untuk selalu berbenah. Hal yang mendasari perubahan, tidak lain juga disebabkan oleh problem yang kita hadapi, juga berubah. Dahulu sekali, kita sangat mahfum bahwa informasi menjadi salah satu kendala yang menyebabkan kita gagal berkembang. Namun, saat ini, disrupsi informasi justru menjadi masalah akut dan bahkan menjadi alasan mengapa saat ini kita terfragmentasi, bahkan tidak bisa mengorganisir diri lebih baik. Hal ini menandakan sesuatu yang menakutkan, bahwa problem, pada basis ontologisnya, bisa lahir dari sesuatu yang sebenarnya kita harapkan. Kita sedang berada di tengah Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). VUCA merepresentasikan zaman yang sedang mengalami volatilitas, ketidakpastian, klompleksitas, dan ambiguitas. VUCA meniscayakan perubahan radikal dalam sistem pengetahuan yang tidak bisa lagi dipandang terkotak-kotak, melainkan saling bergantung dengan berbagai elemen lainnya. Secepatnya, proyek pengetahuan harus direkonseptualisasi kembali untuk menyelesaikan hal-hal dasar. Sebab setiap problem, ternyata, tidak pernah berdiri sendiri. Di sini lain, perubahan dan kegagalan ini juga disebabkan karena kita tidak bisa menentukan basis; gagal menentukan tujuan. Jika tujuan adalah telos, maka basis adalah realitas. Realitas adalah tantangan masa kini, dan telos merupakan apa yang hendak dicapai. Basis dari perubahan adalah realitas yang terus berubah, dan tujuannya, tidak lain adalah untuk kemanusiaan. Kemanusiaan adalah mata yang menembus sisi terdalam manusia. Darinya, kita belajar bahwa kondisi sosial, politik, dan ekonomi bangsa ini sedang timpang. Sayangnya, gagasan ini selalu dipandang sebelah mata. Bahkan oleh para futuristik liberal, humanisme adalah argumentasi kebajikan yang kuno dan tradisional. Namun kita tidak bisa menampik bahwa untuk mencapai telos, yakni, kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat, humanisme, yang lahir dari realitas dan ketimpangan saat ini, adalah fakta yang meskipun selalu diinterpretasikan dalam berbagai varian, namun tidak bisa dibunuh dengan alasan apa pun. “Membangun dan berinovasi untuk kemanusiaan” merupakan bangunan falsafah pada momentum 58 Tahun Universitas Negeri Gorontalo. Perubahan dengan menjangkarkan seluruh kerja-kerjanya pada humanisme menjadi begitu jelas. Tak ada perubahan tanpa pijakan humanisme yang kukuh, bahkan atas dasar logika dan argumentasi secanggih apa pun juga. Di titik itulah, UNG tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang meluluskan diploma, sarjana, master, dan doktor. Lebih dari itu, UNG adalah institusi pendidikan tinggi yang terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan peradaban dunia melalui tri dharma Perguruan Tinggi. Di level praksis, dalam upaya menciptakan mekanisme yang demikian itu, arah pembangunan dan pengembangan Universitas Negeri Gorontalo UNG bertujuan untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di level nasional dan internasional.  Pembangunan yang dilakukan UNG berpedoman pada konsep tata kelola perguruan tinggi good governance in higher education dan sustainable development, yang bertujuan untuk menciptakan kemajuan bersama berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal, yakni kebaikan, keteguhan budi luhur, dan pengetahuan yang mengakar untuk kemaslahatan sesama. Untuk itulah, inovasi pengetahuan yang berjangkar pada kemanusiaan menjadi tulang punggung proses pembangunan dan pengembangan kampus. Namun demikian, kita sangat menyadari bahwa fondasi tersebut, tentu saja tidak bisa dilihat secara abstrak. Benar humanisme adalah basis. Tetapi tanpa “eksekusi yang matang”, humanisme akan selamanya menjadi jargon yang  mengawang-ngawang dan sebatas teori para intelektual menara gading. Sebaliknya, humanisme harus menjadi ide penuntun untuk menciptakan ekosistem pengetahuan yang terintegrasi dalam bentuk kebijakan. Dalam spektrum yang lebih luas, hubungan antara humanisme, pengetahuan dan kebijakan dalam kerangka peradaban yang terus ‘menjadi’ ini, bisa dilihat dalam fondasi visi Indonesia 2045. Indonesia mencanangkan visi: menjadi negeri adil-makmur dan duduk sebagai salah satu pemimpin dunia pada 2045. Namun, tiba-tiba pandemi melanda. Saat ini, kasus Covid-19 telah mencapai angka 4.04 juta dan kematian sebesar 130 ribu kasus. Implikasinya bahkan merembes ke berbagai lini kehidupan dan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang anjlok, kemiskinan, pengangguran, dan reses melesat hebat. Wabah yang berusia hampir dua tahun ini, benar-benar merobohkan fondasi dasar kita. Pada saat yang sama, ia juga membuka kenyataan, bahwa visi Indonesia 2045 ternyata begitu rapuh, sebab pengetahuan tidak benar-benar terintegrasi dalam kebijakan. Naskah-naskah akademik memang bertebaran. Namun, sebenarnya yang terlihat adalah kegagapan menyikapi pandemi, menyikapi tantangan. Pada saat yang sama, komunikasi dan data tidak transparan. Pada level praktis, eksekusi lapangan juga setengah hati, ditambah berbagai kebohongan yang kerapkali meruhtuhkan akal sehat. Entahlah kita sedang merasa frustasi. Namun, sebenarnya, hal ini justru perlahan membunuh kita semua. Sebab kepercayaan dan nalar publik hari ini pada apa yang tengah diperjuangkan pemerintah mulai memudar. Oleh Sebab itu, kita perlu meneguhkan kembali bahwa membangun dan berinovasi untuk kemanusiaan hanya bisa dicapai dengan mengintegrasikan pengetahuan dalam setiap kebijakan dan rencana pembangunan. Cetak biru ekosistem pengetahuan dan invoasi ini mengusung dua prinsip utama. Pertama, pentingnya memastikan bahwa inovasi harus dilakukan secara inklusif. Kita tidak bisa lagi mengunci diri dan bersikap eksklusif. Kolaborasi intersektoral harus menjadi kanal yang membentuk UNG agar dapat terkoneksi dengan berbagai pihak, baik itu antar daerah hingga pusat, demi mendorong kemaslahatan bersama melalui proyek-proyek inovasi percontohan yang dibangun berdasarkan jejaring, keilmuan lokal, nasional dan internasional. Hal ini menjadi kunci karena inovasi memerlukan keselarasan antar semua sektor, bukan hanya pemerintah. Sebab industri, pendidikan tinggi, masyarakat sipil, maupun komunitas berperan dalam inovasi pengetahuan, produk, maupun jasa; baik untuk kepentingan swasta, pemerintah, maupun masyarakat luas. Hal yang kedua adalah memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan harus untuk kepentingan publik dan berbasis bukti. Cetak biru ekosistem pengetahuan dan inovasi ini menyadari bahwa hubungan antara pengetahuan dan kebiijakan publik yang baik merupakan hubungan dua arah. Ekosistem pengetahuan yang kuat akan menghasilkan bukti yang diperlukan untuk menyusun kebijakan yang baik; sebaliknya, kebijakan yang baik, juga akan memperkuat ekosistem pengetahuan. Tentu saja, kita memiliki peluang untuk mencapai tujuan ini. Lahirnya UU 11/2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas Iptek) tidak hanya memberikan landasan regulasi, tetapi model kelembagaan untuk tata-kelola riset dan inovasi. Masalah selama ini adalah riset dan inovasi tidak pernah menjadi prioritas. Dari hulu hingga hilir, investasi selalu menjadi prioritas karena dianggap kunci mengejar kemajuan ekonomi. Padahal, investasi semestinya digelar untuk riset dan inovasi sebagai kunci kemajuan bangsa pada masa depan. Pertanyaan yang paling mendasar adalah, kenapa kita, UNG, sebagai lembaga pendidikan tinggi, wajib intens menginisiasi dan bahkan mulai menjejalkan agenda ini secara lebih mendalam? Jawabannya karena kampus, bagiamana pun juga, merupakan lembaga yang dipercayai publik dan memiliki kapasitas untuk mengontrol dan memastikan seluruh kebijakan ini berada pada koridor humanisme sebagai ujung dari pencapaian seluruh rumusan kebijakan itu. Kampus memiliki kritisisme dan independensi. Itulah sebabnya, ekosistem pengetahuan dibangun agar pengetahuan diintegrasikan secara sadar, sengaja, dan terencana (deliberate) dalam kehidupan lewat kebijakan publik. Bukan hanya soal digunakannya bukti (evidence) dalam penyusunan kebijakan, tetapi agar dampak tak-termaksud (unintended consequence) yang pasti ada dalam setiap kebijakan pembangunan, telah dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh. Terdampaknya komunitas lokal, rusaknya lingkungan, atau tergerusnya tradisi dan budaya karena kebijakan pembangunan, misalnya, bukan hanya harus dipikirkan, tapi memang menjadi bagian integral dari pembangunan, dan direncanakan antisipasi dan mitigasinya. Dies Natalis UNG ke 58, meskipun di tengah pandemi, tetap patut kita jadikan momentum untuk terus meneguhkan tekad dan menyatukan visi dalam upaya meningkatkan kinerja berbasis inovasi yang berkelanjutan untuk UNG dan peradaban manusia. Bekerja sepenuh hati hingga usia ke-58, tentu saja bukan waktu yang singkat. Ada banyak jalan berduri, keringat bercucur deras, momen-momen pelik, hingga banyaknya waktu yang telah dikorbankan oleh civitas akademika untuk UNG yang unggul dan berdaya saing. Untuk itulah, Dies Natalies ini adalah cara kita semua merayakan kemanusiaan dengan menyalakan api pengetahuan. Dari proses yang begitu panjang ini, kita menjadi dewasa. Darinya kita tahu bahwa UNG adalah entitas hidup dan terus menghidupi sekelilingnya. Humanisme adalah mata air, sedangkan pengetahuan adalah samudera. Keduanya saling bertumpu. Perjumpaan keduanya menjadikan UNG sebagai entitas yang “terus menjadi” dan takkan mungkin berhenti di persimpangan jalan, sebagaimana Aurelius mengunci peradaban manusia dalam satu kalimat paling ultim: segala sesuatu ditakdirkan untuk selalu berubah!.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG &#8211; Bentuk Logo ini merupakan gabungan beberapa unsur yang diambil dari logo Universitas Negeri Gorontalo yaitu:</p>
<p>&#8211; Kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo melambangkan lima sila dari dasar Negara Pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut (Payu Limo to Talu,Lipu Pei Hulalu).</p>
<p>&#8211; Sayap burung Maleo melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis civitas akademika dalam mengembangkan UNG. Sayap burung Maleo juga mewakili pribadi-pribadi yang unggul, memiliki daya saing dan berinovasi, yaitu inovasi pengetahuan yang berjangkar padakemanusiaan.</p>
<p>&#8211; Sayap disini dibuat kecil di bawah kemudian bertumbuh menjadi semakin besar ke atas, sejalan dengan tema dies natalis tahun ini yaitu pembangunan berkelanjutan yang berpedoman pada konsep tata kelola perguruan tinggi good governance in higher education dan sustainable development yang bertujuan untuk menciptakan kemajuan bersama.</p>
<p>Selain hal di atas, pada logo ini juga terdapat unsur tambahan yang mendukung tema yang diangkat pada Dies Natalis tahun ini yaitu lintasan dan 3 lingkaran yang saling berkesinambungan.</p>
<p>&#8211; Angka 5 dan 8 yang saling terhubung membentuk sebuah lintasan memilikimakna perubahan yang tidak pernah berhenti.</p>
<p>&#8211; 3 lingkaran yang saling berkesinambugan mewakili kerangka perubahan yaitu hubungan antara humanisme, pengetahuan dan inovasi kebijakan yang harus berjalan berdampingan. Hal ini juga mewakili 3 nilai kemanusiaan yangbersifat universal, yakni kebaikan, keteguhan budi luhur, dan pengetahuan yang mengakar untuk kemaslahatan bersama.</p>
<p>1. WARNA</p>
<p>Warna yang digunakan pada logo ini adalah Merah, Kuning, Orange, Birudan Ungu.Makna dari warna tersebut adalah:</p>
<p>&#8211; Merah melambangkan keberanian dan tanggung jawab</p>
<p>&#8211; Kuning emas melambangkan sikap setia dan kemuliaan</p>
<p>&#8211; Orange melambangkan kebahagiaan dan keseimbangan</p>
<p>&#8211; Biru melambangkan tenang, setia dan harapan</p>
<p>&#8211; Ungu lambang keanggunan dan wibawaSelain itu, warna yang digunakan pada logo ini adalah warna-warna gradasi yang sering digunakan di dunia teknologi sekarang, sejalan dengan Visi dan Misi yang mengedepankan digital based learning, teknologi terbarukan, inovasi, jejaring, serta sains dan teknologi menuju good university governance.</p>
<p>2. TIPOGRAFI</p>
<p>Font yang digunakan pada logo ini adalah huruf Sans Serif yang memiliki keterbacaan yang tinggi, sehingga dapat terbaca meskipun logo dalam ukuran besar ataupun kecil.</p>
<p>B. MAKNA TEMA</p>
<p>Dalam satu waktu, pada abad sebelum masehi, Aurelius, seorang filsuf  besar Yunani, pernah menyatakan sesuatu yang mencengangkan kepada seluruh masyarakat Athena. Di atas podium itu, Aurelius menyatakan dengan lantang bahwa “segala sesuatu ditakdirkan untuk berubah”. Kata-katanya bergema, bahkan merentang dan menembus batas waktu, memilin dan memintal peradaban zaman hingga saat ini. Aurelius mengunci premis dasar dari peradaban itu dengan kesimpulan utuh bahwa: “tidak ada yang berhenti di tempat”. Kita, generasi ribuan tahun setelah Aurelius alhasil merasakan itu. Kita sedang berada di tengah-tengah zaman dan kehidupan yang terus menerus “menjadi”. Dalam “kemenjadian” itu, ide-ide terus bergemuruh. Kita menjumpai berbagai perspektif dan ilmu pengetahuan. Perubahan adalah progres, dan progres merupakan inovasi, yang mau tidak mau menuntut kita untuk selalu berbenah.</p>
<p>Hal yang mendasari perubahan, tidak lain juga disebabkan oleh problem yang kita hadapi, juga berubah. Dahulu sekali, kita sangat mahfum bahwa informasi menjadi salah satu kendala yang menyebabkan kita gagal berkembang. Namun, saat ini, disrupsi informasi justru menjadi masalah akut dan bahkan menjadi alasan mengapa saat ini kita terfragmentasi, bahkan tidak bisa mengorganisir diri lebih baik. Hal ini menandakan sesuatu yang menakutkan, bahwa problem, pada basis ontologisnya, bisa lahir dari sesuatu yang sebenarnya kita harapkan. Kita sedang berada di tengah Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity).</p>
<p>VUCA merepresentasikan zaman yang sedang mengalami volatilitas, ketidakpastian, klompleksitas, dan ambiguitas. VUCA meniscayakan perubahan radikal dalam sistem pengetahuan yang tidak bisa lagi dipandang terkotak-kotak, melainkan saling bergantung dengan berbagai elemen lainnya. Secepatnya, proyek pengetahuan harus direkonseptualisasi kembali untuk menyelesaikan hal-hal dasar. Sebab setiap problem, ternyata, tidak pernah berdiri sendiri.</p>
<p>Di sini lain, perubahan dan kegagalan ini juga disebabkan karena kita tidak bisa menentukan basis; gagal menentukan tujuan. Jika tujuan adalah telos, maka basis adalah realitas. Realitas adalah tantangan masa kini, dan telos merupakan apa yang hendak dicapai. Basis dari perubahan adalah realitas yang terus berubah, dan tujuannya, tidak lain adalah untuk kemanusiaan. Kemanusiaan adalah mata yang menembus sisi terdalam manusia. Darinya, kita belajar bahwa kondisi sosial, politik, dan ekonomi bangsa ini sedang timpang. Sayangnya, gagasan ini selalu dipandang sebelah mata. Bahkan oleh para futuristik liberal, humanisme adalah argumentasi kebajikan yang kuno dan tradisional. Namun kita tidak bisa menampik bahwa untuk mencapai telos, yakni, kesejahteraan di tengah-tengah masyarakat, humanisme, yang lahir dari realitas dan ketimpangan saat ini, adalah fakta yang meskipun selalu diinterpretasikan dalam berbagai varian, namun tidak bisa dibunuh dengan alasan apa pun.</p>
<p>“Membangun dan berinovasi untuk kemanusiaan” merupakan bangunan falsafah pada momentum 58 Tahun Universitas Negeri Gorontalo. Perubahan dengan menjangkarkan seluruh kerja-kerjanya pada humanisme menjadi begitu jelas. Tak ada perubahan tanpa pijakan humanisme yang kukuh, bahkan atas dasar logika dan argumentasi secanggih apa pun juga. Di titik itulah, UNG tidak hanya menjadi perguruan tinggi yang meluluskan diploma, sarjana, master, dan doktor. Lebih dari itu, UNG adalah institusi pendidikan tinggi yang terus memberikan kontribusi positif bagi kemajuan peradaban dunia melalui tri dharma Perguruan Tinggi. Di level praksis, dalam upaya menciptakan mekanisme yang demikian itu, arah pembangunan dan pengembangan Universitas Negeri Gorontalo UNG bertujuan untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di level nasional dan internasional.  Pembangunan yang dilakukan UNG berpedoman pada konsep tata kelola perguruan tinggi good governance in higher education dan sustainable development, yang bertujuan untuk menciptakan kemajuan bersama berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal, yakni kebaikan, keteguhan budi luhur, dan pengetahuan yang mengakar untuk kemaslahatan sesama. Untuk itulah, inovasi pengetahuan yang berjangkar pada kemanusiaan menjadi tulang punggung proses pembangunan dan pengembangan kampus.</p>
<p>Namun demikian, kita sangat menyadari bahwa fondasi tersebut, tentu saja tidak bisa dilihat secara abstrak. Benar humanisme adalah basis. Tetapi tanpa “eksekusi yang matang”, humanisme akan selamanya menjadi jargon yang  mengawang-ngawang dan sebatas teori para intelektual menara gading. Sebaliknya, humanisme harus menjadi ide penuntun untuk menciptakan ekosistem pengetahuan yang terintegrasi dalam bentuk kebijakan.</p>
<p>Dalam spektrum yang lebih luas, hubungan antara humanisme, pengetahuan dan kebijakan dalam kerangka peradaban yang terus ‘menjadi’ ini, bisa dilihat dalam fondasi visi Indonesia 2045. Indonesia mencanangkan visi: menjadi negeri adil-makmur dan duduk sebagai salah satu pemimpin dunia pada 2045. Namun, tiba-tiba pandemi melanda. Saat ini, kasus Covid-19 telah mencapai angka 4.04 juta dan kematian sebesar 130 ribu kasus. Implikasinya bahkan merembes ke berbagai lini kehidupan dan mengakibatkan pertumbuhan ekonomi yang anjlok, kemiskinan, pengangguran, dan reses melesat hebat. Wabah yang berusia hampir dua tahun ini, benar-benar merobohkan fondasi dasar kita. Pada saat yang sama, ia juga membuka kenyataan, bahwa visi Indonesia 2045 ternyata begitu rapuh, sebab pengetahuan tidak benar-benar terintegrasi dalam kebijakan. Naskah-naskah akademik memang bertebaran. Namun, sebenarnya yang terlihat adalah kegagapan menyikapi pandemi, menyikapi tantangan. Pada saat yang sama, komunikasi dan data tidak transparan. Pada level praktis, eksekusi lapangan juga setengah hati, ditambah berbagai kebohongan yang kerapkali meruhtuhkan akal sehat.</p>
<p>Entahlah kita sedang merasa frustasi. Namun, sebenarnya, hal ini justru perlahan membunuh kita semua. Sebab kepercayaan dan nalar publik hari ini pada apa yang tengah diperjuangkan pemerintah mulai memudar.</p>
<p>Oleh Sebab itu, kita perlu meneguhkan kembali bahwa membangun dan berinovasi untuk kemanusiaan hanya bisa dicapai dengan mengintegrasikan pengetahuan dalam setiap kebijakan dan rencana pembangunan. Cetak biru ekosistem pengetahuan dan invoasi ini mengusung dua prinsip utama. Pertama, pentingnya memastikan bahwa inovasi harus dilakukan secara inklusif. Kita tidak bisa lagi mengunci diri dan bersikap eksklusif. Kolaborasi intersektoral harus menjadi kanal yang membentuk UNG agar dapat terkoneksi dengan berbagai pihak, baik itu antar daerah hingga pusat, demi mendorong kemaslahatan bersama melalui proyek-proyek inovasi percontohan yang dibangun berdasarkan jejaring, keilmuan lokal, nasional dan internasional. Hal ini menjadi kunci karena inovasi memerlukan keselarasan antar semua sektor, bukan hanya pemerintah. Sebab industri, pendidikan tinggi, masyarakat sipil, maupun komunitas berperan dalam inovasi pengetahuan, produk, maupun jasa; baik untuk kepentingan swasta, pemerintah, maupun masyarakat luas.</p>
<p>Hal yang kedua adalah memastikan bahwa kebijakan yang dirumuskan harus untuk kepentingan publik dan berbasis bukti. Cetak biru ekosistem pengetahuan dan inovasi ini menyadari bahwa hubungan antara pengetahuan dan kebiijakan publik yang baik merupakan hubungan dua arah. Ekosistem pengetahuan yang kuat akan menghasilkan bukti yang diperlukan untuk menyusun kebijakan yang baik; sebaliknya, kebijakan yang baik, juga akan memperkuat ekosistem pengetahuan. Tentu saja, kita memiliki peluang untuk mencapai tujuan ini. Lahirnya UU 11/2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Sinas Iptek) tidak hanya memberikan landasan regulasi, tetapi model kelembagaan untuk tata-kelola riset dan inovasi. Masalah selama ini adalah riset dan inovasi tidak pernah menjadi prioritas. Dari hulu hingga hilir, investasi selalu menjadi prioritas karena dianggap kunci mengejar kemajuan ekonomi. Padahal, investasi semestinya digelar untuk riset dan inovasi sebagai kunci kemajuan bangsa pada masa depan.</p>
<p>Pertanyaan yang paling mendasar adalah, kenapa kita, UNG, sebagai lembaga pendidikan tinggi, wajib intens menginisiasi dan bahkan mulai menjejalkan agenda ini secara lebih mendalam? Jawabannya karena kampus, bagiamana pun juga, merupakan lembaga yang dipercayai publik dan memiliki kapasitas untuk mengontrol dan memastikan seluruh kebijakan ini berada pada koridor humanisme sebagai ujung dari pencapaian seluruh rumusan kebijakan itu. Kampus memiliki kritisisme dan independensi. Itulah sebabnya, ekosistem pengetahuan dibangun agar pengetahuan diintegrasikan secara sadar, sengaja, dan terencana (deliberate) dalam kehidupan lewat kebijakan publik. Bukan hanya soal digunakannya bukti (evidence) dalam penyusunan kebijakan, tetapi agar dampak tak-termaksud (unintended consequence) yang pasti ada dalam setiap kebijakan pembangunan, telah dipertimbangkan dengan sungguh-sungguh. Terdampaknya komunitas lokal, rusaknya lingkungan, atau tergerusnya tradisi dan budaya karena kebijakan pembangunan, misalnya, bukan hanya harus dipikirkan, tapi memang menjadi bagian integral dari pembangunan, dan direncanakan antisipasi dan mitigasinya.</p>
<p>Dies Natalis UNG ke 58, meskipun di tengah pandemi, tetap patut kita jadikan momentum untuk terus meneguhkan tekad dan menyatukan visi dalam upaya meningkatkan kinerja berbasis inovasi yang berkelanjutan untuk UNG dan peradaban manusia. Bekerja sepenuh hati hingga usia ke-58, tentu saja bukan waktu yang singkat. Ada banyak jalan berduri, keringat bercucur deras, momen-momen pelik, hingga banyaknya waktu yang telah dikorbankan oleh civitas akademika untuk UNG yang unggul dan berdaya saing. Untuk itulah, Dies Natalies ini adalah cara kita semua merayakan kemanusiaan dengan menyalakan api pengetahuan. Dari proses yang begitu panjang ini, kita menjadi dewasa. Darinya kita tahu bahwa UNG adalah entitas hidup dan terus menghidupi sekelilingnya. Humanisme adalah mata air, sedangkan pengetahuan adalah samudera. Keduanya saling bertumpu. Perjumpaan keduanya menjadikan UNG sebagai entitas yang “terus menjadi” dan takkan mungkin berhenti di persimpangan jalan, sebagaimana Aurelius mengunci peradaban manusia dalam satu kalimat paling ultim: segala sesuatu ditakdirkan untuk selalu berubah!.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58/">Resmi Diluncurkan, Ini Penjelasan Makna Logo dan Tema Dies Natalis UNG ke-58</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58/">Resmi Diluncurkan, Ini Penjelasan Makna Logo dan Tema Dies Natalis UNG ke-58</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/resmi-diluncurkan-ini-penjelasan-makna-logo-dan-tema-dies-natalis-ung-ke-58/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dies Natalis Ke-58, UNG Bertekad Membangun dan Berinovasi untuk Kemanusiaan</title>
		<link>https://barakati.id/dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan</link>
					<comments>https://barakati.id/dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2021 14:32:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis ke 58]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi ung]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=10951</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG &#8211; Tepat pada tanggal 1 September 2021  Universitas Negeri Gorontalo akan menapaki usia 58 tahun. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963. Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok, mengatakan tema Dies Natalis UNG yang ke 58 adalah Building and Innovating for Humanity atau Membangun [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan/">Dies Natalis Ke-58, UNG Bertekad Membangun dan Berinovasi untuk Kemanusiaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan/">Dies Natalis Ke-58, UNG Bertekad Membangun dan Berinovasi untuk Kemanusiaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton2" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Tepat pada tanggal 1 September 2021  Universitas Negeri Gorontalo akan menapaki usia 58 tahun. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963. Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok, mengatakan tema Dies Natalis UNG yang ke 58 adalah Building and Innovating for Humanity atau Membangun dan Berinovasi untuk Kemanusiaan. “Membangun dan berinovasi untuk kemanusiaan merupakan bangunan falsafah di dalam momentum 58 Tahun Universitas Negeri Gorontalo. Pembangunan yang dilakukan UNG berpedoman pada konsep tata kelola perguruan tinggi good governance in higher education dan sustainable development yang bertujuan untuk menciptakan kemajuan bersama berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal, yakni kebaikan, keteguhan budi luhur, dan pengetahuan yang mengakar untuk kemaslahatan sesama,\" Ungkap Rektor. Rektor mengatakan meskipun peringatan Dies Natalis UNG ke 58 berada di tengah pandemi, tetap patut dijadikan sebagai momentum untuk tetap meneguhkan tekad dan menyatukan visi dalam upaya meningkatkan kinerja berbasis inovasi yang berkelanjutan untuk UNG dan peradaban manusia. “Bekerja sepenuh hati hingga usia ke-58, tentu saja bukan waktu yang singkat. Ada banyak jalan berduri, keringat bercucur deras, momen-momen pelik, hingga banyaknya waktu yang telah dikorbankan oleh civitas akademika dengan penuh untuk UNG yang unggul dan berdaya saing,\" Pungkasnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG &#8211; Tepat pada tanggal 1 September 2021  Universitas Negeri Gorontalo akan menapaki usia 58 tahun. Hari lahir UNG ditetapkan sama dengan lahirnya cabang FKIP UNSULUTTENG di Gorontalo yaitu, tanggal 1 September 1963.</p>
<p>Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok, mengatakan tema Dies Natalis UNG yang ke 58 adalah Building and Innovating for Humanity atau Membangun dan Berinovasi untuk Kemanusiaan.</p>
<p>“Membangun dan berinovasi untuk kemanusiaan merupakan bangunan falsafah di dalam momentum 58 Tahun Universitas Negeri Gorontalo. Pembangunan yang dilakukan UNG berpedoman pada konsep tata kelola perguruan tinggi good governance in higher education dan sustainable development yang bertujuan untuk menciptakan kemajuan bersama berdasarkan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal, yakni kebaikan, keteguhan budi luhur, dan pengetahuan yang mengakar untuk kemaslahatan sesama,&#8221; Ungkap Rektor.</p>
<p>Rektor mengatakan meskipun peringatan Dies Natalis UNG ke 58 berada di tengah pandemi, tetap patut dijadikan sebagai momentum untuk tetap meneguhkan tekad dan menyatukan visi dalam upaya meningkatkan kinerja berbasis inovasi yang berkelanjutan untuk UNG dan peradaban manusia.</p>
<p>“Bekerja sepenuh hati hingga usia ke-58, tentu saja bukan waktu yang singkat. Ada banyak jalan berduri, keringat bercucur deras, momen-momen pelik, hingga banyaknya waktu yang telah dikorbankan oleh civitas akademika dengan penuh untuk UNG yang unggul dan berdaya saing,&#8221; Pungkasnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan/">Dies Natalis Ke-58, UNG Bertekad Membangun dan Berinovasi untuk Kemanusiaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan/">Dies Natalis Ke-58, UNG Bertekad Membangun dan Berinovasi untuk Kemanusiaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dies-natalis-ke-58-ung-bertekad-membangun-dan-berinovasi-untuk-kemanusiaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eduart: Dies Natalis ke-57 UNG Terus Berinovasi</title>
		<link>https://barakati.id/eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi</link>
					<comments>https://barakati.id/eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2020 16:27:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[eduart wolok]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6222</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG-Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) digelar di Ballrom TC Damhil UNG, Selasa (1/9/2020). Mengawali hari lahir kampus merah maron ini, Rektor UNG Dr. Eduart Wolok melaksanakan sidang senat terbuka bersama ketua serta para anggota senat universitas. Eduart Wolok dalam sambutannya mengungkapkan, memasuki usia yang ke 57 adalah satu pencapaian yang perlu di apresiasi. [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi/">Eduart: Dies Natalis ke-57 UNG Terus Berinovasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi/">Eduart: Dies Natalis ke-57 UNG Terus Berinovasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton3" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG-Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) digelar di Ballrom TC Damhil UNG, Selasa (1/9/2020). Mengawali hari lahir kampus merah maron ini, Rektor UNG Dr. Eduart Wolok melaksanakan sidang senat terbuka bersama ketua serta para anggota senat universitas. Eduart Wolok dalam sambutannya mengungkapkan, memasuki usia yang ke 57 adalah satu pencapaian yang perlu di apresiasi. Karena sejauh ini, UNG telah mencetak banyak lulusan yang berkompeten sesuai dengan bidang keilmuan yang mereka geluti selama menimbah ilmu di kampus peradaban ini. UNG juga hingga kini terus berbenah dengan melahirkan inovasi-inovasi. Hal tersebut ditandai dengan klasifikasi pendidikan Dosen terus membaik dan jumlah Guru Besar serta Dosen bergelar Doktor yang terus bertambah. “Selain itu peningkatan kaulitas sarana dan prasarana pendidikan juga semakin baik yang ditandai dengan Kampus Baru UNG Bone Bolango yang akan semakin disempurnakan fasilitasnya,” ujar Rektor. Lanjutnya lagi berbagai pembenahan terus dilakukan hal ini sebagai upaya untuk menuju Kampus unggul dan berdaya saing sebagai mana visi dari UNG itu sendiri. “UNG harus terus berinovasi agar dapat terus beradaptasi dan terus mempertahankan keunggulan kita saat ini,” ujarnya. Dirinya juga mengharapkan kepada seluruh Civitas akademika untuk terus menjaga asa dan harapan, agar dapat mewujudkan seluruh cita-cita UNG unggul dan berdaya saing. “Seluruh Cita-cita itu tidak akan bisa dicapai oleh Rektor seorang diri. Cita-cita UNG bisa dicapai apabila seluruh Civitas Akademika saling bersinergi dan saling bahu membahu, serta bekerjasama mewujudkan cita-cita UNG yang unggul dan berdaya saing secara bersama-sama,” pungkasnya.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG-Dies Natalis ke-57 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) digelar di Ballrom TC Damhil UNG, Selasa (1/9/2020). Mengawali hari lahir kampus merah maron ini, Rektor UNG Dr. Eduart Wolok melaksanakan sidang senat terbuka bersama ketua serta para anggota senat universitas.</p>
<p>Eduart Wolok dalam sambutannya mengungkapkan, memasuki usia yang ke 57 adalah satu pencapaian yang perlu di apresiasi. Karena sejauh ini, UNG telah mencetak banyak lulusan yang berkompeten sesuai dengan bidang keilmuan yang mereka geluti selama menimbah ilmu di kampus peradaban ini.</p>
<p>UNG juga hingga kini terus berbenah dengan melahirkan inovasi-inovasi. Hal tersebut ditandai dengan klasifikasi pendidikan Dosen terus membaik dan jumlah Guru Besar serta Dosen bergelar Doktor yang terus bertambah.</p>
<p>“Selain itu peningkatan kaulitas sarana dan prasarana pendidikan juga semakin baik yang ditandai dengan Kampus Baru UNG Bone Bolango yang akan semakin disempurnakan fasilitasnya,” ujar Rektor.</p>
<p>Lanjutnya lagi berbagai pembenahan terus dilakukan hal ini sebagai upaya untuk menuju Kampus unggul dan berdaya saing sebagai mana visi dari UNG itu sendiri.</p>
<p>“UNG harus terus berinovasi agar dapat terus beradaptasi dan terus mempertahankan keunggulan kita saat ini,” ujarnya.</p>
<p>Dirinya juga mengharapkan kepada seluruh Civitas akademika untuk terus menjaga asa dan harapan, agar dapat mewujudkan seluruh cita-cita UNG unggul dan berdaya saing.</p>
<p>“Seluruh Cita-cita itu tidak akan bisa dicapai oleh Rektor seorang diri. Cita-cita UNG bisa dicapai apabila seluruh Civitas Akademika saling bersinergi dan saling bahu membahu, serta bekerjasama mewujudkan cita-cita UNG yang unggul dan berdaya saing secara bersama-sama,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi/">Eduart: Dies Natalis ke-57 UNG Terus Berinovasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi/">Eduart: Dies Natalis ke-57 UNG Terus Berinovasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/eduart-dies-natalis-ke-57-ung-terus-berinovasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNG Luncurkan Logo Resmi Dies Natalis Ke-57, ini Maknanya</title>
		<link>https://barakati.id/ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya</link>
					<comments>https://barakati.id/ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2020 11:05:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[Logo resmi dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6195</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Pada bulan September tahun 2020 Universitas Negeri Gorontalo resmi menapaki usianya yang ke-57 tahun. Untuk menyemarakkan perayaan Dies Natalis yang ke-57, Kampus Merah Maron ini resmi meluncurkan Logo sebagai ikon perayaan Dies Natalis tahun ini. Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, menjabarkan makna dari logo yang digunakan pada Dies Natalis kali ini. Bentuk logo [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya/">UNG Luncurkan Logo Resmi Dies Natalis Ke-57, ini Maknanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya/">UNG Luncurkan Logo Resmi Dies Natalis Ke-57, ini Maknanya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton4" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Pada bulan September tahun 2020 Universitas Negeri Gorontalo resmi menapaki usianya yang ke-57 tahun. Untuk menyemarakkan perayaan Dies Natalis yang ke-57, Kampus Merah Maron ini resmi meluncurkan Logo sebagai ikon perayaan Dies Natalis tahun ini. Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, menjabarkan makna dari logo yang digunakan pada Dies Natalis kali ini. Bentuk logo kali ini merupakan gabungan beberapa unsur yang diambil dari logo Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Pertama, kata Eduart, kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo yang melambangkan lima sila dari dasar negara Pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut (Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu). Kedua, sayap burung Maleo sebagai burung endemik Sulawesi yang melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis dari seluruh civitas akademika dalam memajukan Universitas Negeri Gorontalo. Sayap burung Maleo tersebut juga melambangkan semangat dan daya juang pribadi-pribadi unggul dan memiliki daya saing. \"Untuk warna yang digunakan pada logo ini adalah Merah, Kuning Emas, Hijau, Biru dan Ungu yang merupakan warna adat Gorontalo,\" terang Rektor. Lebih lanjut dijelaskan Rektor, keseluruhan ragam warna ini juga mewakili warna masing-masing fakultas yang ada di UNG. Adapun makna dari warna merah yang melambangkan keberanian dan tanggung jawab. Kuning emas melambangkan sikap setia dan kemuliaan. Hijau melambangkan kesuburan dan kesejahteraan. Biru melambangkan ketenangan, kesetiaan dan harapan. Ungu melambangkan keanggunan dan kewibawaan. Warna yang digunakan pada logo ini kata Rektor merupakan warna-warna gradasi yang sering digunakan di dunia teknologi sekarang. penggunaan ini sejalan dengan visi dan misi Universitas Negeri Gorontalo yang mengedepankan inovasi, digital based learning, teknologi terbarukan, jejaring, serta sains dan teknologi menuju good university governance. \"Sedangkan font yang digunakan pada logo ini adalah huruf sans serif yang memiliki keterbacaan yang tinggi, sehingga dapat terbaca meskipun logo dalam ukuran besar ataupun kecil,\" ujarnya. Menurut Rektor dengan menginjak usia ke-57 Universitas Negeri Gorontalo sebagai kampus unggul dan berdaya saing, berupaya meneguhkan UNG sebagai Kampus Kerakyatan dengan senantiasa berkontribusi secara langsung bagi masyarakat melalui kegiatan tridharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. (**)", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Pada bulan September tahun 2020 Universitas Negeri Gorontalo resmi menapaki usianya yang ke-57 tahun. Untuk menyemarakkan perayaan Dies Natalis yang ke-57, Kampus Merah Maron ini resmi meluncurkan Logo sebagai ikon perayaan Dies Natalis tahun ini.</p>
<p>Rektor UNG Dr. Eduart Wolok, S.T, M.T, menjabarkan makna dari logo yang digunakan pada Dies Natalis kali ini. Bentuk logo kali ini merupakan gabungan beberapa unsur yang diambil dari logo Universitas Negeri Gorontalo (UNG).</p>
<p>Pertama, kata Eduart, kurva segi lima sama sisi adalah ornamen khas daerah Gorontalo yang melambangkan lima sila dari dasar negara Pancasila yang menjadi azas UNG, serta lima sendi peradaban Gorontalo yang disebut (Payu Limo to Talu, Lipu Pei Hulalu).</p>
<p>Kedua, sayap burung Maleo sebagai burung endemik Sulawesi yang melambangkan semangat juang yang tinggi serta gerakan dinamis dari seluruh civitas akademika dalam memajukan Universitas Negeri Gorontalo. Sayap burung Maleo tersebut juga melambangkan semangat dan daya juang pribadi-pribadi unggul dan memiliki daya saing.</p>
<p>&#8220;Untuk warna yang digunakan pada logo ini adalah Merah, Kuning Emas, Hijau, Biru dan Ungu yang merupakan warna adat Gorontalo,&#8221; terang Rektor.</p>
<p>Lebih lanjut dijelaskan Rektor, keseluruhan ragam warna ini juga mewakili warna masing-masing fakultas yang ada di UNG.</p>
<p>Adapun makna dari warna merah yang melambangkan keberanian dan tanggung jawab. Kuning emas melambangkan sikap setia dan kemuliaan. Hijau melambangkan kesuburan dan kesejahteraan. Biru melambangkan ketenangan, kesetiaan dan harapan. Ungu melambangkan keanggunan dan kewibawaan.</p>
<p>Warna yang digunakan pada logo ini kata Rektor merupakan warna-warna gradasi yang sering digunakan di dunia teknologi sekarang. penggunaan ini sejalan dengan visi dan misi Universitas Negeri Gorontalo yang mengedepankan inovasi, digital based learning, teknologi terbarukan, jejaring, serta sains dan teknologi menuju good university governance.</p>
<p>&#8220;Sedangkan font yang digunakan pada logo ini adalah huruf sans serif yang memiliki keterbacaan yang tinggi, sehingga dapat terbaca meskipun logo dalam ukuran besar ataupun kecil,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Menurut Rektor dengan menginjak usia ke-57 Universitas Negeri Gorontalo sebagai kampus unggul dan berdaya saing, berupaya meneguhkan UNG sebagai Kampus Kerakyatan dengan senantiasa berkontribusi secara langsung bagi masyarakat melalui kegiatan tridharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. (**)</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya/">UNG Luncurkan Logo Resmi Dies Natalis Ke-57, ini Maknanya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya/">UNG Luncurkan Logo Resmi Dies Natalis Ke-57, ini Maknanya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ung-luncurkan-logo-resmi-dies-natalis-ke-57-ini-maknanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sambut HUT ke-57, UNG akan Gelar Sejumlah Kegiatan</title>
		<link>https://barakati.id/sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan</link>
					<comments>https://barakati.id/sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2020 12:48:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Dies natalis]]></category>
		<category><![CDATA[teluk tomini]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=6152</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG-Mengawali Kemajuan Teluk Tomini Berbasis SDG’s Village, Menuju Kawasan Maritim Terpadu adalah tema yang diusung dalam perayaan menyambut Hari Ulang Tahun ke 57 Universitas Negeri Gorontalo 1 September 2020 mendatang. Dr. Femy Mahmud Sahami, selaku ketua pelaksana menyambut dies natalis UNG mengungkapkan, ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan pada peringatan hari jadi UNG diantaranya [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan/">Sambut HUT ke-57, UNG akan Gelar Sejumlah Kegiatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan/">Sambut HUT ke-57, UNG akan Gelar Sejumlah Kegiatan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton5" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton5.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG-Mengawali Kemajuan Teluk Tomini Berbasis SDG’s Village, Menuju Kawasan Maritim Terpadu adalah tema yang diusung dalam perayaan menyambut Hari Ulang Tahun ke 57 Universitas Negeri Gorontalo 1 September 2020 mendatang. Dr. Femy Mahmud Sahami, selaku ketua pelaksana menyambut dies natalis UNG mengungkapkan, ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan pada peringatan hari jadi UNG diantaranya rapat senat universitas. \"Pidato Rektor, kemudian testimoni dari kementerian dan beberapa Kepala daerah dan beberapa pimpinan luar negeri yang pernah berkunjung ke UNG serta pemutaran video satu tahun kepemimpinan Rektor, peluncuran buku dan orasi ilmiah,\" terangnya. Ia menambahkan, kegiatan akan dimulai pada tanggal 31 Agustus dan puncaknya akan digelar pada 1 sampai 5 September nanti. Selain itu telah disepakati pula akan diadakan kegiatan kemahasiswaan untuk pemberian penganugerahan. \"dan pada tanggal 4 sampai 5 September akan ada festival budaya Teluk Tomini yang akan di laksanakan secara virtual,\" ujarnya. Sementara itu, Dekan FIP UNG Dr. Arwildayanto mengungkapkan, dalam rangka memeriahkan dies natalis UNG ini, pihaknya akan melibatkan para alumni dengan cara meminta video testimoni seputar progres dan posisi mereka setelah keluar dari UNG dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat. \"Nantinya jiga kita akan meminta testimoni dari pimpinan pimpinan terdahulu sebagai bentuk evaluasi dalam mengukur kinerja kita selama ini,\" tutup Arwil.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG-Mengawali Kemajuan Teluk Tomini Berbasis SDG’s Village, Menuju Kawasan Maritim Terpadu adalah tema yang diusung dalam perayaan menyambut Hari Ulang Tahun ke 57 Universitas Negeri Gorontalo 1 September 2020 mendatang.</p>
<p>Dr. Femy Mahmud Sahami, selaku ketua pelaksana menyambut dies natalis UNG mengungkapkan, ada beberapa rangkaian acara yang akan dilaksanakan pada peringatan hari jadi UNG diantaranya rapat senat universitas.</p>
<p>&#8220;Pidato Rektor, kemudian testimoni dari kementerian dan beberapa Kepala daerah dan beberapa pimpinan luar negeri yang pernah berkunjung ke UNG serta pemutaran video satu tahun kepemimpinan Rektor, peluncuran buku dan orasi ilmiah,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia menambahkan, kegiatan akan dimulai pada tanggal 31 Agustus dan puncaknya akan digelar pada 1 sampai 5 September nanti. Selain itu telah disepakati pula akan diadakan kegiatan kemahasiswaan untuk pemberian penganugerahan.</p>
<p>&#8220;dan pada tanggal 4 sampai 5 September akan ada festival budaya Teluk Tomini yang akan di laksanakan secara virtual,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Dekan FIP UNG Dr. Arwildayanto mengungkapkan, dalam rangka memeriahkan dies natalis UNG ini, pihaknya akan melibatkan para alumni dengan cara meminta video testimoni seputar progres dan posisi mereka setelah keluar dari UNG dan mengambil peran dalam kehidupan bermasyarakat.</p>
<p>&#8220;Nantinya jiga kita akan meminta testimoni dari pimpinan pimpinan terdahulu sebagai bentuk evaluasi dalam mengukur kinerja kita selama ini,&#8221; tutup Arwil.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan/">Sambut HUT ke-57, UNG akan Gelar Sejumlah Kegiatan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan/">Sambut HUT ke-57, UNG akan Gelar Sejumlah Kegiatan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/sambut-hut-ke-57-ung-akan-gelar-sejumlah-kegiatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
