<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dikbud Kabgor Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/dikbud-kabgor/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/dikbud-kabgor/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 25 Jun 2020 18:41:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Dikbud Kabgor Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/dikbud-kabgor/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dikbud Kabgor: Banyak Orang Tua Masih Takut Sekolah Dibuka</title>
		<link>https://barakati.id/dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka</link>
					<comments>https://barakati.id/dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2020 18:41:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Dikbud Kabgor]]></category>
		<category><![CDATA[pemda kabgor]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=5294</guid>

					<description><![CDATA[<p>KABGOR-Meski tak lama lagi dunia pendidikan memasuki tahun ajaran baru, namun kegiatan tatap muka di sekolah belum jelas diadakan. Di Kabupaten Gorontalo sendiri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Zubair Pomalingo mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pasti apakah sekolah akan dibuka atau tidak. Pasalnya, kata Zubair, dalam persiapan dibukanya sekolah di Era New Normal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka/">Dikbud Kabgor: Banyak Orang Tua Masih Takut Sekolah Dibuka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka/">Dikbud Kabgor: Banyak Orang Tua Masih Takut Sekolah Dibuka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("KABGOR-Meski tak lama lagi dunia pendidikan memasuki tahun ajaran baru, namun kegiatan tatap muka di sekolah belum jelas diadakan. Di Kabupaten Gorontalo sendiri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Zubair Pomalingo mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pasti apakah sekolah akan dibuka atau tidak. Pasalnya, kata Zubair, dalam persiapan dibukanya sekolah di Era New Normal masih memiliki kendala termasuk keraguan dari para orang tua, susahnya akses di daerah terpencil, dan anggaran untuk rapid tenaga pengajar. \"Yang jelas bulan juli itu hanya tahun ajaran baru. Secara nasional tahun ajaran baru akan dibuka tanggal 13 Juli, tapi apakah daring atau luring itu masih menunggu perkembangan selanjutnya. Termasuk diserahkan kepada gugus tugas masing-masing,\" jelas Zuabir Pomalingo kepada wartawan, Kamis (25/6). Zubair menjelaskan, kegiatan belajar secara daring juga mendapati masalah, karena tidak semua guru di daerah itu siap untuk melakukan belajar online terutama di wilayah terpencil. Bahkan tidak hanya itu, kurang lebih 5000 tenaga pengajar yang harus di rapid, kemungkinan besar akan menggunakan biaya mandiri menjadi kendala tersendiri. \"Karena menggunakan dana bos pun tidak cukup. Jadi Untuk rapid hanya bagi orang-orang yang terpapar itu bantuan kerja sama dengan dinas kesehatan,\" tuturnya. Ia menegaskan, sekolah yang berada di zona merah juga tidak akan di verifikasi walaupun sudah meminta rekomendasi. Begitu juga bagi siswa dan guru yang berasal dari zona merah tidak wajib untuk melakukan tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar sebagaimana yang diatur dalam Permenkes. Untuk mendapatkan rekomendasi dari dinas, ada indicator yang harus dipenuhi oleh sekolah sesuai dengan permenkes dan perbup pada tahun ajaran baru di era new normal. Ia juga mengintruksikan agar sekolah nantinya lebih memperhatikan sarana pra sarana sesuai dengan protocol kesehatan, menyiapkan hand sanitizer, pengukur suhu badan, tempat mencuci tangan dan terutama selalu menjaga jarak. \"Kalau kita terapkan sesuai nasional, maka meja siswa harus berjarak 1,5 meter dan itu tentu membutuhkan ruangan. Kemudian dari sisi sekolah juga harus menganalisis mata pelajaran mana yang harus dilakukan bertatap muka, jadi tidak semua pelajaran dilakukan disekolah. Tak hanya itu, bagaimana kesiapan guru untuk mengawasi anak-anak seperti contohnya makan bersama, karna kantin itu diintruksikan untuk tutup dan juga waktu bermain bersama itu sudah tidak bisa lagi,\" ujar Zubair. Ia berharap, jika sekolah nantinya benar-benar akan dibuka di era new normal, orang tua, sekolah dan pemerintah, harus bertanggung jawab secara bersama. Pihak sekolah ia minta harus merapatkan masalah ini bersama komite sekolah dan juga orang tua. Sehingga pembukaan sekolah bersifat bottom up. Kemudian sekolah bersama komite memohon rekomendasi ke dinas kabupaten bahwa sekolah itu siap dibuka. \"Baru kita dari dinas akan turun verifikasi mengecek bahwa benar-benar sudah siap tidak dari segi sarana prasarana dan juga sistem belajarnya. Kalau sudah seperti ini semua terlibat, orang tua, guru, sekolah dan pemerintah,” pungkas Zubair.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>KABGOR-Meski tak lama lagi dunia pendidikan memasuki tahun ajaran baru, namun kegiatan tatap muka di sekolah belum jelas diadakan. Di Kabupaten Gorontalo sendiri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Zubair Pomalingo mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pasti apakah sekolah akan dibuka atau tidak.</p>
<p>Pasalnya, kata Zubair, dalam persiapan dibukanya sekolah di Era New Normal masih memiliki kendala termasuk keraguan dari para orang tua, susahnya akses di daerah terpencil, dan anggaran untuk rapid tenaga pengajar.</p>
<p>&#8220;Yang jelas bulan juli itu hanya tahun ajaran baru. Secara nasional tahun ajaran baru akan dibuka tanggal 13 Juli, tapi apakah daring atau luring itu masih menunggu perkembangan selanjutnya. Termasuk diserahkan kepada gugus tugas masing-masing,&#8221; jelas Zuabir Pomalingo kepada wartawan, Kamis (25/6).</p>
<p>Zubair menjelaskan, kegiatan belajar secara daring juga mendapati masalah, karena tidak semua guru di daerah itu siap untuk melakukan belajar online terutama di wilayah terpencil. Bahkan tidak hanya itu, kurang lebih 5000 tenaga pengajar yang harus di rapid, kemungkinan besar akan menggunakan biaya mandiri menjadi kendala tersendiri. &#8220;Karena menggunakan dana bos pun tidak cukup. Jadi Untuk rapid hanya bagi orang-orang yang terpapar itu bantuan kerja sama dengan dinas kesehatan,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Ia menegaskan, sekolah yang berada di zona merah juga tidak akan di verifikasi walaupun sudah meminta rekomendasi. Begitu juga bagi siswa dan guru yang berasal dari zona merah tidak wajib untuk melakukan tatap muka dalam kegiatan belajar mengajar sebagaimana yang diatur dalam Permenkes. Untuk mendapatkan rekomendasi dari dinas, ada indicator yang harus dipenuhi oleh sekolah sesuai dengan permenkes dan perbup pada tahun ajaran baru di era new normal.</p>
<p>Ia juga mengintruksikan agar sekolah nantinya lebih memperhatikan sarana pra sarana sesuai dengan protocol kesehatan, menyiapkan hand sanitizer, pengukur suhu badan, tempat mencuci tangan dan terutama selalu menjaga jarak.</p>
<p>&#8220;Kalau kita terapkan sesuai nasional, maka meja siswa harus berjarak 1,5 meter dan itu tentu membutuhkan ruangan. Kemudian dari sisi sekolah juga harus menganalisis mata pelajaran mana yang harus dilakukan bertatap muka, jadi tidak semua pelajaran dilakukan disekolah. Tak hanya itu, bagaimana kesiapan guru untuk mengawasi anak-anak seperti contohnya makan bersama, karna kantin itu diintruksikan untuk tutup dan juga waktu bermain bersama itu sudah tidak bisa lagi,&#8221; ujar Zubair.</p>
<p>Ia berharap, jika sekolah nantinya benar-benar akan dibuka di era new normal, orang tua, sekolah dan pemerintah, harus bertanggung jawab secara bersama. Pihak sekolah ia minta harus merapatkan masalah ini bersama komite sekolah dan juga orang tua. Sehingga pembukaan sekolah bersifat bottom up. Kemudian sekolah bersama komite memohon rekomendasi ke dinas kabupaten bahwa sekolah itu siap dibuka. &#8220;Baru kita dari dinas akan turun verifikasi mengecek bahwa benar-benar sudah siap tidak dari segi sarana prasarana dan juga sistem belajarnya. Kalau sudah seperti ini semua terlibat, orang tua, guru, sekolah dan pemerintah,” pungkas Zubair.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka/">Dikbud Kabgor: Banyak Orang Tua Masih Takut Sekolah Dibuka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka/">Dikbud Kabgor: Banyak Orang Tua Masih Takut Sekolah Dibuka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dikbud-kabgor-banyak-orang-tua-masih-takut-sekolah-dibuka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
