<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>disabilitas Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/disabilitas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/disabilitas/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Jan 2026 05:45:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>disabilitas Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/disabilitas/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kajian Inklusif “Titik Balik”, GOROBA Pelopori Dakwah yang Merangkul Semua</title>
		<link>https://barakati.id/kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua</link>
					<comments>https://barakati.id/kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jan 2026 13:44:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Asrama Haji Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa isyarat]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah inklusif]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah modern]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah ramah disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[GERKATIN]]></category>
		<category><![CDATA[GOROBA]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Habib Husein Ja’far]]></category>
		<category><![CDATA[kajian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan keagamaan]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas Islam]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi spiritual]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Titik Balik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29041</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua/">Kajian Inklusif “Titik Balik”, GOROBA Pelopori Dakwah yang Merangkul Semua</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua/">Kajian Inklusif “Titik Balik”, GOROBA Pelopori Dakwah yang Merangkul Semua</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo – Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama Asrama Haji Gorontalo, Sabtu (10/1). Di ruang yang dipenuhi semangat refleksi dan kehangatan, Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (GOROBA) bersama komunitas Saling Jaga Kita Bisa menggelar Kajian Titik Balik — sebuah forum dakwah yang tidak hanya mengajak merenung, tetapi juga berkomitmen merangkul semua kalangan tanpa terkecuali. Kegiatan ini menghadirkan tiga sosok inspiratif: pendakwah nasional Habib Husein Ja’far Al Hadar, Habib Salim bin Abdurrahman Al Jufri, dan Ustaz Rosman Manto sebagai moderator. Sekitar seribu peserta dari beragam latar belakang turut hadir, termasuk puluhan penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata dari semangat dakwah inklusif yang diusung panitia. Komitmen inklusivitas itu tampak sejak awal acara. Selama kajian berlangsung, panitia menghadirkan Juru Bahasa Isyarat (JBI) untuk menerjemahkan setiap pesan dakwah ke dalam bahasa isyarat, sehingga seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan setara. Dalam tausiyahnya, Habib Husein Ja’far mengajak jamaah untuk menengok kembali makna kesempurnaan dan rasa syukur. Menurutnya, setiap ketetapan Allah adalah sempurna; tugas manusia adalah belajar menerimanya dengan hati lapang dan penuh rasa syukur. “Pemberian Allah itu sudah sempurna. Tinggal bagaimana cara kita menikmatinya dan mensyukurinya,” ujar Habib Husein di hadapan jamaah. Ia menambahkan bahwa perubahan besar dalam hidup seringkali berawal dari keberanian menata hati. Ketulusan, katanya, menjadi kunci dalam menerima setiap ketentuan Ilahi dengan tenang. “Perubahan besar dimulai dari hati yang tulus. Maka tuluskan hati dan terimalah segala ketetapan Allah,” pesannya. Pada kesempatan itu, Habib Husein juga mengingatkan pentingnya momen untuk berhenti sejenak dalam perjalanan hidup — bukan untuk menyerah, melainkan untuk bermuhasabah dan memastikan arah tetap lurus. “Kita berhenti bukan karena menyerah, tapi untuk istirahat sejenak, merenung, dan memastikan kembali arah hidup,” ucapnya. Selain pesan spiritual, Habib Husein turut menyoroti keterbatasan akses dakwah bagi penyandang disabilitas. Ia menyampaikan kisah peserta tunarungu yang kerap salah memahami ajaran agama karena minimnya akses dakwah inklusif. Menurutnya, Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa pengecualian. Ia pun menyinggung kisah dalam awal Surah ‘Abasa sebagai teguran Allah agar umat Islam tidak mengabaikan kelompok disabilitas. Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN) Gorontalo, Ferlan S. Ibrahim. Ia menyebut Kajian Titik Balik sebagai pengalaman berharga dan inklusif. “Selama ini kami mengikuti kajian tanpa akses bahasa isyarat. Ini baru pertama kali kami merasakan kajian dengan JBI, dan kami sangat senang,” ungkap Ferlan. Ia berharap akan semakin banyak kegiatan keagamaan yang menyediakan ruang setara bagi penyandang disabilitas, agar dakwah benar-benar menjadi milik semua. Sementara itu, Founder GOROBA, Ririn, menegaskan bahwa Kajian Titik Balik lahir dari niat sederhana untuk memanusiakan manusia. “GOROBA lahir dari hati, dari niat sederhana untuk membantu yang lemah dan melindungi yang rentan. Dari gerobak kecil yang membawa harapan, kini menjadi gerakan yang menyala dari hati ke hati,” jelasnya. Ririn menambahkan, Titik Balik merupakan ajakan untuk merefleksikan diri lalu kembali melangkah menjadi versi diri yang lebih baik. “Titik Balik adalah ruang untuk memulai kembali tanpa harus menunggu semuanya sempurna. Momen ketika kita berkata, ‘Ya Allah… aku ingin kembali’,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gorontalo – Ribuan pasang mata tertuju ke panggung utama Asrama Haji Gorontalo, Sabtu (10/1). Di ruang yang dipenuhi semangat refleksi dan kehangatan, Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (GOROBA) bersama komunitas <em>Saling Jaga Kita Bisa</em> menggelar <em>Kajian Titik Balik</em> — sebuah forum dakwah yang tidak hanya mengajak merenung, tetapi juga berkomitmen merangkul semua kalangan tanpa terkecuali.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan ini menghadirkan tiga sosok inspiratif: pendakwah nasional <strong>Habib Husein Ja’far Al Hadar</strong>, <strong>Habib Salim bin Abdurrahman Al Jufri</strong>, dan <strong>Ustaz Rosman Manto</strong> sebagai moderator. Sekitar seribu peserta dari beragam latar belakang turut hadir, termasuk puluhan penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara. Kehadiran mereka menjadi simbol nyata dari semangat dakwah inklusif yang diusung panitia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Komitmen inklusivitas itu tampak sejak awal acara. Selama kajian berlangsung, panitia menghadirkan <strong>Juru Bahasa Isyarat (JBI)</strong> untuk menerjemahkan setiap pesan dakwah ke dalam bahasa isyarat, sehingga seluruh jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan setara.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam tausiyahnya, <strong>Habib Husein Ja’far</strong> mengajak jamaah untuk menengok kembali makna kesempurnaan dan rasa syukur. Menurutnya, setiap ketetapan Allah adalah sempurna; tugas manusia adalah belajar menerimanya dengan hati lapang dan penuh rasa syukur.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Pemberian Allah itu sudah sempurna. Tinggal bagaimana cara kita menikmatinya dan mensyukurinya,” ujar Habib Husein di hadapan jamaah.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menambahkan bahwa perubahan besar dalam hidup seringkali berawal dari keberanian menata hati. Ketulusan, katanya, menjadi kunci dalam menerima setiap ketentuan Ilahi dengan tenang.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Perubahan besar dimulai dari hati yang tulus. Maka tuluskan hati dan terimalah segala ketetapan Allah,” pesannya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada kesempatan itu, Habib Husein juga mengingatkan pentingnya momen untuk berhenti sejenak dalam perjalanan hidup — bukan untuk menyerah, melainkan untuk bermuhasabah dan memastikan arah tetap lurus.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Kita berhenti bukan karena menyerah, tapi untuk istirahat sejenak, merenung, dan memastikan kembali arah hidup,” ucapnya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Selain pesan spiritual, Habib Husein turut menyoroti keterbatasan akses dakwah bagi penyandang disabilitas. Ia menyampaikan kisah peserta tunarungu yang kerap salah memahami ajaran agama karena minimnya akses dakwah inklusif.<br />
Menurutnya, Islam sebagai <em>rahmatan lil ‘alamin</em> seharusnya dapat diakses oleh semua kalangan, tanpa pengecualian. Ia pun menyinggung kisah dalam awal Surah <em>‘Abasa</em> sebagai teguran Allah agar umat Islam tidak mengabaikan kelompok disabilitas.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Apresiasi terhadap kegiatan ini datang dari <strong>Ketua Gerakan untuk Kesejahteraan Tuli Indonesia (GERKATIN) Gorontalo</strong>, Ferlan S. Ibrahim. Ia menyebut <em>Kajian Titik Balik</em> sebagai pengalaman berharga dan inklusif.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Selama ini kami mengikuti kajian tanpa akses bahasa isyarat. Ini baru pertama kali kami merasakan kajian dengan JBI, dan kami sangat senang,” ungkap Ferlan.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia berharap akan semakin banyak kegiatan keagamaan yang menyediakan ruang setara bagi penyandang disabilitas, agar dakwah benar-benar menjadi milik semua.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, <strong>Founder GOROBA, Ririn</strong>, menegaskan bahwa <em>Kajian Titik Balik</em> lahir dari niat sederhana untuk memanusiakan manusia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“GOROBA lahir dari hati, dari niat sederhana untuk membantu yang lemah dan melindungi yang rentan. Dari gerobak kecil yang membawa harapan, kini menjadi gerakan yang menyala dari hati ke hati,” jelasnya.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ririn menambahkan, <em>Titik Balik</em> merupakan ajakan untuk merefleksikan diri lalu kembali melangkah menjadi versi diri yang lebih baik.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Titik Balik adalah ruang untuk memulai kembali tanpa harus menunggu semuanya sempurna. Momen ketika kita berkata, ‘Ya Allah… aku ingin kembali’,” pungkasnya.</em>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua/">Kajian Inklusif “Titik Balik”, GOROBA Pelopori Dakwah yang Merangkul Semua</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua/">Kajian Inklusif “Titik Balik”, GOROBA Pelopori Dakwah yang Merangkul Semua</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kajian-inklusif-titik-balik-goroba-pelopori-dakwah-yang-merangkul-semua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanpa Sempat Menyelamatkan Harta, Pasangan Tunarungu Hanya Gendong Anak Saat Rumah Terbakar</title>
		<link>https://barakati.id/tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar</link>
					<comments>https://barakati.id/tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 11:31:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[berita Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[Ferlan Ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[jalan madura]]></category>
		<category><![CDATA[kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[kondisi korban]]></category>
		<category><![CDATA[kota tengah]]></category>
		<category><![CDATA[pasangan tunarungu]]></category>
		<category><![CDATA[Penyandang disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[peristiwa kebakaran]]></category>
		<category><![CDATA[Rahayu Liando]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[warga terdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28743</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar/">Tanpa Sempat Menyelamatkan Harta, Pasangan Tunarungu Hanya Gendong Anak Saat Rumah Terbakar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar/">Tanpa Sempat Menyelamatkan Harta, Pasangan Tunarungu Hanya Gendong Anak Saat Rumah Terbakar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Madura, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, pada Senin malam, menghanguskan enam rumah warga. Salah satu korban terdampak adalah pasangan suami istri penyandang disabilitas tunarungu, Ferlan Ibrahim dan Rahayu Liando, yang harus merelakan rumah mereka ludes dilalap api. Tidak satu pun harta benda berhasil diselamatkan dari musibah tersebut. Ferlan bersama istrinya hanya sempat menyelamatkan diri dan kedua anak mereka yang masing-masing berusia empat tahun dan lima bulan. Ferlan menceritakan kronologi kejadian melalui penerjemah bahasa isyarat, Yusril Limbadani. Menurut kesaksiannya, saat kebakaran terjadi, mereka tengah berada di kamar menjaga anak-anak. “Tiba-tiba ada suara orang berlari dan mengetuk pintu rumah. Karena mereka tidak bisa mendengar, mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya pintu didobrak, dan mereka melihat asap tebal sudah memenuhi rumah,” kata Yusril menerjemahkan pernyataan Ferlan. Seketika, Ferlan dan Rahayu menggendong kedua anaknya dan berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Api yang cepat membesar membuat mereka tak sempat menyelamatkan pakaian, dokumen penting, serta seluruh barang berharga lainnya. “Satu-satunya barang yang selamat hanya sebuah sepeda motor. Namun sayangnya, kuncinya hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Selebihnya habis terbakar,” tambah Yusril. Peristiwa ini menambah daftar kebakaran besar yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini, keluarga Ferlan mengungsi di rumah kerabat dan tetangga, sembari menunggu bantuan serta penanganan lebih lanjut dari pemerintah dan instansi terkait.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Gorontalo</strong> &#8211; Kebakaran hebat melanda kawasan Jalan Madura, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, pada Senin malam, menghanguskan enam rumah warga. Salah satu korban terdampak adalah pasangan suami istri penyandang disabilitas tunarungu, Ferlan Ibrahim dan Rahayu Liando, yang harus merelakan rumah mereka ludes dilalap api.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Tidak satu pun harta benda berhasil diselamatkan dari musibah tersebut. Ferlan bersama istrinya hanya sempat menyelamatkan diri dan kedua anak mereka yang masing-masing berusia empat tahun dan lima bulan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ferlan menceritakan kronologi kejadian melalui penerjemah bahasa isyarat, Yusril Limbadani. Menurut kesaksiannya, saat kebakaran terjadi, mereka tengah berada di kamar menjaga anak-anak.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Tiba-tiba ada suara orang berlari dan mengetuk pintu rumah. Karena mereka tidak bisa mendengar, mereka tidak mengetahui apa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya pintu didobrak, dan mereka melihat asap tebal sudah memenuhi rumah,” kata Yusril menerjemahkan pernyataan Ferlan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Seketika, Ferlan dan Rahayu menggendong kedua anaknya dan berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Api yang cepat membesar membuat mereka tak sempat menyelamatkan pakaian, dokumen penting, serta seluruh barang berharga lainnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Satu-satunya barang yang selamat hanya sebuah sepeda motor. Namun sayangnya, kuncinya hilang dan tidak diketahui keberadaannya. Selebihnya habis terbakar,” tambah Yusril.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Peristiwa ini menambah daftar kebakaran besar yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Saat ini, keluarga Ferlan mengungsi di rumah kerabat dan tetangga, sembari menunggu bantuan serta penanganan lebih lanjut dari pemerintah dan instansi terkait.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar/">Tanpa Sempat Menyelamatkan Harta, Pasangan Tunarungu Hanya Gendong Anak Saat Rumah Terbakar</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar/">Tanpa Sempat Menyelamatkan Harta, Pasangan Tunarungu Hanya Gendong Anak Saat Rumah Terbakar</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tanpa-sempat-menyelamatkan-harta-pasangan-tunarungu-hanya-gendong-anak-saat-rumah-terbakar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Serukan Pemenuhan Hak Disabilitas dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional</title>
		<link>https://barakati.id/dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional</link>
					<comments>https://barakati.id/dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 15:27:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD PROVINSI]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[ADNAN ENTENGO]]></category>
		<category><![CDATA[disabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[dprd provinsi gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[hari disabilitas internasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=19201</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional/">DPRD Serukan Pemenuhan Hak Disabilitas dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional/">DPRD Serukan Pemenuhan Hak Disabilitas dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("DEPROV - Provinsi Gorontalo merayakan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2023 dengan sebuah acara spesial yang diadakan di Bele Limbui, Kota Gorontalo, pada hari Minggu, (3/12/2023). Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, serta Anggota DPRD Provinsi, Adnan Entengo, bersama jajarannya, turut hadir dalam perayaan tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh sekolah SLB se-Provinsi Gorontalo. Adnan Entengo, Anggota DPRD Provinsi, menyampaikan harapannya yang besar terkait pemenuhan hak-hak para penyandang disabilitas di Gorontalo, yang diamanatkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang baru saja disahkan. Entengo berharap Perda ini akan menjadi landasan hukum yang kuat dalam menjamin hak-hak para disabilitas di Provinsi Gorontalo. \"Perda ini memberikan penguatan dalam pemenuhan hak-hak disabilitas, terutama dalam pengalokasian anggaran yang lebih memperhatikan kebutuhan mereka,\" ujar Adnan Entengo. Selama perayaan Hari Disabilitas, Adnan Entengo menyaksikan langsung berbagai bakat yang ditampilkan oleh siswa penyandang disabilitas. Mereka juga memamerkan karya-karya yang telah mereka hasilkan dan dijual dalam acara peringatan tersebut. \"Bagi mereka, Hari Disabilitas ini adalah seperti hari raya. Kami, DPRD dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, berkomitmen untuk mendukung secara maksimal penguatan dalam memberikan hak-hak kepada penyandang disabilitas di Provinsi Gorontalo,\" tambahnya. Acara ini menegaskan pentingnya perhatian dan dukungan yang terus-menerus terhadap komunitas penyandang disabilitas, serta komitmen dari pihak pemerintah untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka di Provinsi Gorontalo.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>DEPROV &#8211; Provinsi Gorontalo merayakan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2023 dengan sebuah acara spesial yang diadakan di Bele Limbui, Kota Gorontalo, pada hari Minggu, (3/12/2023).</p>
<p>Pj Gubernur Gorontalo, Ismail Pakaya, serta Anggota DPRD Provinsi, Adnan Entengo, bersama jajarannya, turut hadir dalam perayaan tersebut. Acara ini juga dihadiri oleh sekolah SLB se-Provinsi Gorontalo.</p>
<p>Adnan Entengo, Anggota DPRD Provinsi, menyampaikan harapannya yang besar terkait pemenuhan hak-hak para penyandang disabilitas di Gorontalo, yang diamanatkan oleh Peraturan Daerah (Perda) Pelindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang baru saja disahkan. Entengo berharap Perda ini akan menjadi landasan hukum yang kuat dalam menjamin hak-hak para disabilitas di Provinsi Gorontalo.</p>
<p>&#8220;Perda ini memberikan penguatan dalam pemenuhan hak-hak disabilitas, terutama dalam pengalokasian anggaran yang lebih memperhatikan kebutuhan mereka,&#8221; ujar Adnan Entengo.</p>
<p>Selama perayaan Hari Disabilitas, Adnan Entengo menyaksikan langsung berbagai bakat yang ditampilkan oleh siswa penyandang disabilitas. Mereka juga memamerkan karya-karya yang telah mereka hasilkan dan dijual dalam acara peringatan tersebut.</p>
<p>&#8220;Bagi mereka, Hari Disabilitas ini adalah seperti hari raya. Kami, DPRD dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, berkomitmen untuk mendukung secara maksimal penguatan dalam memberikan hak-hak kepada penyandang disabilitas di Provinsi Gorontalo,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Acara ini menegaskan pentingnya perhatian dan dukungan yang terus-menerus terhadap komunitas penyandang disabilitas, serta komitmen dari pihak pemerintah untuk memastikan perlindungan dan pemenuhan hak-hak mereka di Provinsi Gorontalo.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional/">DPRD Serukan Pemenuhan Hak Disabilitas dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional/">DPRD Serukan Pemenuhan Hak Disabilitas dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dprd-serukan-pemenuhan-hak-disabilitas-dalam-peringatan-hari-disabilitas-internasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
