<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>dosen dan mahasiswa Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/dosen-dan-mahasiswa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/dosen-dan-mahasiswa/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 18:32:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>dosen dan mahasiswa Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/dosen-dan-mahasiswa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jaga Kualitas Akademik, FKTP UNG Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkuliahan</title>
		<link>https://barakati.id/jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan</link>
					<comments>https://barakati.id/jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jan 2026 16:27:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[dosen dan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[FKTP UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Kelautan UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Monev 2026]]></category>
		<category><![CDATA[mutu pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[outcome-based education]]></category>
		<category><![CDATA[pembelajaran berdaya saing]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[peningkatan kualitas perkuliahan]]></category>
		<category><![CDATA[penjaminan mutu akademik]]></category>
		<category><![CDATA[Rencana Pembelajaran Semester]]></category>
		<category><![CDATA[Sitti Nursinar]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29250</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan/">Jaga Kualitas Akademik, FKTP UNG Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkuliahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan/">Jaga Kualitas Akademik, FKTP UNG Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkuliahan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan mutu pembelajaran, Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) awal perkuliahan yang diawali dari Jurusan Ilmu Kelautan. Kegiatan yang dilaksanakan pada awal Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses belajar mengajar berjalan sesuai standar akademik dan pedoman mutu fakultas. Monev ini juga menjadi tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan perkuliahan Semester Ganjil sebelumnya, sekaligus langkah strategis dalam pembenahan pembelajaran di semester berjalan. Fokus utama Monev mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan dosen pengampu mata kuliah, keterlaksanaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kehadiran dosen dan mahasiswa, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung perkuliahan. Tim Penjaminan Mutu FKTP UNG yang dipimpin oleh Sitti Nursinar, S.Pi., M.Si. turun langsung ke Jurusan Ilmu Kelautan untuk melakukan pemantauan lapangan. Tim melakukan pemeriksaan dokumen administrasi perkuliahan, berdiskusi dengan pimpinan jurusan, serta melakukan klarifikasi terhadap sejumlah temuan terkait proses pembelajaran. Menurut Sitti Nursinar, kegiatan Monev awal perkuliahan bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga evaluasi progres akademik secara menyeluruh yang disertai pembinaan kepada dosen dan tenaga kependidikan. “Monev ini menjadi sarana refleksi bagi dosen maupun mahasiswa, agar proses pembelajaran dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan akademik yang dinamis,” ujarnya. Selain memperoleh gambaran nyata tentang pelaksanaan perkuliahan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, kendala, maupun masukan dari dosen dan mahasiswa, khususnya dalam penerapan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education). Kegiatan Monev akan berlanjut ke seluruh jurusan di lingkungan FKTP UNG dalam beberapa pekan ke depan. Pihak fakultas berharap, melalui evaluasi berkelanjutan dan pendampingan aktif, FKTP UNG dapat senantiasa menjaga mutu akademik serta mewujudkan pembelajaran yang unggul dan berdaya saing. “Tujuan akhirnya adalah memastikan FKTP menjadi fakultas yang unggul dan kompetitif, bukan hanya dalam pengajaran tetapi juga dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tutup Sitti Nursinar.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan mutu pembelajaran, <strong>Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan (FKTP)</strong> Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kegiatan <strong>Monitoring dan Evaluasi (Monev)</strong> awal perkuliahan yang diawali dari <strong>Jurusan Ilmu Kelautan</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan yang dilaksanakan pada awal Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 ini bertujuan untuk memastikan seluruh proses belajar mengajar berjalan sesuai standar akademik dan pedoman mutu fakultas. Monev ini juga menjadi tindak lanjut dari evaluasi pelaksanaan perkuliahan Semester Ganjil sebelumnya, sekaligus langkah strategis dalam pembenahan pembelajaran di semester berjalan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Fokus utama Monev mencakup berbagai aspek penting, mulai dari <strong>kesiapan dosen pengampu mata kuliah, keterlaksanaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kehadiran dosen dan mahasiswa, hingga ketersediaan sarana dan prasarana pendukung perkuliahan.</strong></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Tim Penjaminan Mutu FKTP UNG yang dipimpin oleh <strong>Sitti Nursinar, S.Pi., M.Si.</strong> turun langsung ke Jurusan Ilmu Kelautan untuk melakukan pemantauan lapangan. Tim melakukan pemeriksaan dokumen administrasi perkuliahan, berdiskusi dengan pimpinan jurusan, serta melakukan klarifikasi terhadap sejumlah temuan terkait proses pembelajaran.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurut Sitti Nursinar, kegiatan Monev awal perkuliahan bukan hanya sebatas pengawasan, tetapi juga evaluasi progres akademik secara menyeluruh yang disertai pembinaan kepada dosen dan tenaga kependidikan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Monev ini menjadi sarana refleksi bagi dosen maupun mahasiswa, agar proses pembelajaran dapat terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan akademik yang dinamis,” ujarnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Selain memperoleh gambaran nyata tentang pelaksanaan perkuliahan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menyerap aspirasi, kendala, maupun masukan dari dosen dan mahasiswa, khususnya dalam penerapan kurikulum berbasis capaian pembelajaran (outcome-based education).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kegiatan Monev akan berlanjut ke seluruh jurusan di lingkungan FKTP UNG dalam beberapa pekan ke depan. Pihak fakultas berharap, melalui evaluasi berkelanjutan dan pendampingan aktif, FKTP UNG dapat senantiasa menjaga mutu akademik serta mewujudkan pembelajaran yang unggul dan berdaya saing.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Tujuan akhirnya adalah memastikan FKTP menjadi fakultas yang unggul dan kompetitif, bukan hanya dalam pengajaran tetapi juga dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” tutup Sitti Nursinar.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan/">Jaga Kualitas Akademik, FKTP UNG Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkuliahan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan/">Jaga Kualitas Akademik, FKTP UNG Gelar Monitoring dan Evaluasi Perkuliahan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/jaga-kualitas-akademik-fktp-ung-gelar-monitoring-dan-evaluasi-perkuliahan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</title>
		<link>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih</link>
					<comments>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2026 04:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[adab dan ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Fauzi]]></category>
		<category><![CDATA[dosen dan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[etika akademik]]></category>
		<category><![CDATA[FKIP Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[keteladanan pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[nilai moral]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan karakter]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[relasi dosen mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Ulan Bidi]]></category>
		<category><![CDATA[universitas pohuwato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29213</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Penulis: Ulan Bidi | Dosen FKIP Universitas Pohuwato Gorontalo - Seorang pemimpin sejatinya adalah sosok yang mampu mengayomi dan menciptakan rasa nyaman bagi rakyat yang dipimpinnya. Kalimat ini terlintas begitu kuat dalam benakku ketika terjaga dari sebuah mimpi semalam. Dalam mimpi itu, aku memarahi seorang mahasiswa karena kesalahan kecil, sementara kepada mahasiswa lain yang juga berbuat salah, aku justru bersikap lembut. Menariknya, mahasiswa yang kuperlakukan dengan baik adalah sosok yang secara pribadi aku sukai, sedangkan yang dimarahi adalah mahasiswa yang kerap membuatku sedikit jengkel. Padahal, dari sekian banyak mahasiswa yang kutemui, hanya dia yang sesekali membuatku kesal. Aku jadi bertanya-tanya, mengapa aku bermimpi seperti itu? Refleksi dari mimpi tersebut membuatku teringat pada penelitian Ahmad Fauzi (2023) berjudul “Dinamika Relasi Dosen–Mahasiswa: Studi Kasus Ketidaksopanan di Perguruan Tinggi Negeri.” Hasil penelitian itu menyoroti aspek psikologis hubungan antara dosen dan mahasiswa, terutama terkait perilaku yang mengganggu proses belajar-mengajar. Fauzi menemukan bahwa sikap mahasiswa yang meremehkan penjelasan dosen atau membuat kelompok diskusi sendiri saat perkuliahan menjadi sumber ketidaknyamanan terbesar. Ia menyimpulkan bahwa, meski sebagian besar mahasiswa tetap menjaga sopan santun, masih ada segelintir yang bersikap konfrontatif — misalnya, mendebat nilai dengan nada tinggi — sehingga memengaruhi kenyamanan dan kinerja dosen di kampus. Dalam praktik kehidupan akademik, sepatutnya mahasiswa menaruh hormat kepada dosen sebagai guru, bukan sebaliknya dosen yang harus selalu memahami tingkah laku mahasiswanya. Sebab, restu guru adalah berkah yang harus diraih dalam menuntut ilmu. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dari Abu Hurairah: “Belajarlah kalian ilmu, dan belajarlah untuk ilmu tersebut ketenangan dan kewibawaan, serta rendahkanlah diri kalian kepada orang yang kalian pelajari ilmunya (guru).” Namun, aku tidak ingin berhenti di sini. Mimpi tadi menyadarkanku bahwa dalam posisi apa pun, termasuk sebagai dosen, diperlukan kebijaksanaan dalam memimpin. Pemimpin, baik di ruang kuliah maupun di tengah masyarakat, tidak boleh bersikap pilih kasih. Ia harus mampu membimbing dengan kesabaran dan kelembutan, tanpa membeda-bedakan siapa pun. Demikian pula seorang pemimpin di tengah masyarakat. Ia tidak boleh memihak satu kelompok dan mengabaikan kelompok yang lain, apalagi hanya membela pihaknya sendiri. Sikap tersebut jelas bertentangan dengan nilai keadilan. Sebagaimana pepatah mengatakan, “Menimbang sama berat, mengukur sama panjang,” yang berarti pemimpin dituntut berlaku objektif. Jika dalam satu timbangan terdapat keluarga dan di sisi lain orang asing, maka keputusan harus berlandaskan kebenaran, bukan kedekatan. Bila seorang pemimpin lalai menegakkan keadilan, rakyatlah yang akhirnya menanggung akibatnya. Hubungan antara dosen dan mahasiswa memang berbeda dengan antara pemimpin dan rakyat. Guru harus dihormati, sedangkan pemimpin harus melayani. Bukan sebaliknya, pemimpin yang meminta dilayani. Karena itu, adab harus selalu didahulukan daripada ilmu. Sebab, jika hanya berilmu tanpa beradab, manusia bisa terjerumus dalam kesombongan — sebagaimana Iblis yang ilmunya tinggi, namun diusir dari rahmat Allah karena keangkuhannya. Pada akhirnya, segala ilmu dan jabatan hanyalah titipan. Ilmu manusia hanyalah setetes dari samudra ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, tidak ada alasan untuk bersikap sombong. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong” (QS. Al-Isra: 37).", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>Penulis: Ulan Bidi | Dosen FKIP Universitas Pohuwato</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gorontalo &#8211; Seorang pemimpin sejatinya adalah sosok yang mampu <strong>mengayomi dan menciptakan rasa nyaman bagi rakyat yang dipimpinnya</strong>. Kalimat ini terlintas begitu kuat dalam benakku ketika terjaga dari sebuah mimpi semalam.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam mimpi itu, aku memarahi seorang mahasiswa karena kesalahan kecil, sementara kepada mahasiswa lain yang juga berbuat salah, aku justru bersikap lembut. Menariknya, mahasiswa yang kuperlakukan dengan baik adalah sosok yang secara pribadi aku sukai, sedangkan yang dimarahi adalah mahasiswa yang kerap membuatku sedikit jengkel. Padahal, dari sekian banyak mahasiswa yang kutemui, hanya dia yang sesekali membuatku kesal. Aku jadi bertanya-tanya, mengapa aku bermimpi seperti itu?</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Refleksi dari mimpi tersebut membuatku teringat pada <strong>penelitian Ahmad Fauzi (2023)</strong> berjudul <em>“Dinamika Relasi Dosen–Mahasiswa: Studi Kasus Ketidaksopanan di Perguruan Tinggi Negeri.”</em> Hasil penelitian itu menyoroti <strong>aspek psikologis hubungan antara dosen dan mahasiswa</strong>, terutama terkait perilaku yang mengganggu proses belajar-mengajar.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Fauzi menemukan bahwa sikap mahasiswa yang <strong>meremehkan penjelasan dosen atau membuat kelompok diskusi sendiri saat perkuliahan</strong> menjadi sumber ketidaknyamanan terbesar. Ia menyimpulkan bahwa, meski sebagian besar mahasiswa tetap menjaga sopan santun, masih ada segelintir yang bersikap konfrontatif — misalnya, <strong>mendebat nilai dengan nada tinggi</strong> — sehingga memengaruhi kenyamanan dan kinerja dosen di kampus.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam praktik kehidupan akademik, sepatutnya mahasiswa menaruh hormat kepada dosen sebagai guru, bukan sebaliknya dosen yang harus selalu memahami tingkah laku mahasiswanya. Sebab, <strong>restu guru adalah berkah yang harus diraih dalam menuntut ilmu</strong>. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW dalam hadis yang diriwayatkan Imam Ath-Thabrani dari Abu Hurairah:</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Belajarlah kalian ilmu, dan belajarlah untuk ilmu tersebut ketenangan dan kewibawaan, serta rendahkanlah diri kalian kepada orang yang kalian pelajari ilmunya (guru).”</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, aku tidak ingin berhenti di sini. Mimpi tadi menyadarkanku bahwa dalam posisi apa pun, termasuk sebagai dosen, <strong>diperlukan kebijaksanaan dalam memimpin</strong>. Pemimpin, baik di ruang kuliah maupun di tengah masyarakat, tidak boleh bersikap pilih kasih. Ia harus mampu membimbing dengan <strong>kesabaran dan kelembutan</strong>, tanpa membeda-bedakan siapa pun.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Demikian pula seorang pemimpin di tengah masyarakat. Ia tidak boleh memihak satu kelompok dan mengabaikan kelompok yang lain, apalagi hanya membela pihaknya sendiri. Sikap tersebut jelas bertentangan dengan nilai keadilan. Sebagaimana pepatah mengatakan, <em>“Menimbang sama berat, mengukur sama panjang,”</em> yang berarti pemimpin dituntut berlaku objektif.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Jika dalam satu timbangan terdapat keluarga dan di sisi lain orang asing, maka <strong>keputusan harus berlandaskan kebenaran</strong>, bukan kedekatan. Bila seorang pemimpin lalai menegakkan keadilan, rakyatlah yang akhirnya menanggung akibatnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Hubungan antara dosen dan mahasiswa memang berbeda dengan antara pemimpin dan rakyat. Guru harus dihormati, sedangkan pemimpin harus melayani. Bukan sebaliknya, pemimpin yang meminta dilayani. Karena itu, <strong>adab harus selalu didahulukan daripada ilmu.</strong> Sebab, jika hanya berilmu tanpa beradab, manusia bisa terjerumus dalam kesombongan — sebagaimana Iblis yang ilmunya tinggi, namun diusir dari rahmat Allah karena keangkuhannya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada akhirnya, <strong>segala ilmu dan jabatan hanyalah titipan.</strong> Ilmu manusia hanyalah setetes dari samudra ilmu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka, tidak ada alasan untuk bersikap sombong. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan sombong” (QS. Al-Isra: 37).</p>
</blockquote>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/">Pemimpin Sejati: Mengayomi Tanpa Memilih Kasih</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pemimpin-sejati-mengayomi-tanpa-memilih-kasih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demi Kemanusiaan! UNG Kirim Relawan Medis ke Aceh</title>
		<link>https://barakati.id/demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh</link>
					<comments>https://barakati.id/demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 13:47:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[banjir Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[dosen dan mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[pemulihan pascabencana]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[penyuluhan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pidie Jaya]]></category>
		<category><![CDATA[relawan medis]]></category>
		<category><![CDATA[solidaritas kampus]]></category>
		<category><![CDATA[tanggap darurat bencana]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28760</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh/">Demi Kemanusiaan! UNG Kirim Relawan Medis ke Aceh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh/">Demi Kemanusiaan! UNG Kirim Relawan Medis ke Aceh</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan kepedulian terhadap korban banjir yang melanda wilayah Aceh dan sebagian daerah di Sumatera. Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial, UNG mengirimkan tim relawan medis untuk memberikan layanan kesehatan dan penyuluhan bagi masyarakat terdampak, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Tim yang diberangkatkan berjumlah 11 orang tenaga kesehatan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu seperti Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat. Kegiatan kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari dan difokuskan pada pelayanan medis dasar serta edukasi kesehatan kepada warga terdampak bencana. Program pengiriman relawan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). UNG menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan dukungan di lokasi terdampak bencana. Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan bahwa pengiriman tim medis ini merupakan wujud nyata partisipasi UNG dalam upaya tanggap darurat bencana. “Keberadaan tim medis UNG di lokasi akan berkontribusi langsung terhadap pemulihan pascabencana. Kami memberikan layanan kesehatan dan penyuluhan bagi masyarakat yang rentan terhadap penyakit pascabanjir,” ujar Eduart. Selain tenaga medis, UNG juga menyalurkan bantuan donasi yang telah dihimpun dari para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Seluruh bantuan tersebut disalurkan langsung melalui tim relawan untuk memastikan penyerahan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan. Eduart menambahkan, misi ini tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan akan berlanjut mengikuti perkembangan situasi di lapangan. “Ini bukan satu-satunya program bantuan yang akan kami lakukan. UNG siap melaksanakan program lanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menunjukkan kepedulian terhadap korban banjir yang melanda wilayah Aceh dan sebagian daerah di Sumatera. Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial, UNG mengirimkan tim relawan medis untuk memberikan layanan kesehatan dan penyuluhan bagi masyarakat terdampak, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Tim yang diberangkatkan berjumlah 11 orang tenaga kesehatan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu seperti Kedokteran, Keperawatan, dan Kesehatan Masyarakat. Kegiatan kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 hari dan difokuskan pada pelayanan medis dasar serta edukasi kesehatan kepada warga terdampak bencana.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Program pengiriman relawan ini merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). UNG menjadi salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan dukungan di lokasi terdampak bencana.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Rektor UNG, <strong>Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng.</strong>, menyampaikan bahwa pengiriman tim medis ini merupakan wujud nyata partisipasi UNG dalam upaya tanggap darurat bencana.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Keberadaan tim medis UNG di lokasi akan berkontribusi langsung terhadap pemulihan pascabencana. Kami memberikan layanan kesehatan dan penyuluhan bagi masyarakat yang rentan terhadap penyakit pascabanjir,” ujar Eduart.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Selain tenaga medis, UNG juga menyalurkan bantuan donasi yang telah dihimpun dari para dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Seluruh bantuan tersebut disalurkan langsung melalui tim relawan untuk memastikan penyerahan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Eduart menambahkan, misi ini tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja, melainkan akan berlanjut mengikuti perkembangan situasi di lapangan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Ini bukan satu-satunya program bantuan yang akan kami lakukan. UNG siap melaksanakan program lanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” tegasnya.</em></p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-28762" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-15.05.07-300x200.jpeg" alt="" width="743" height="495" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-15.05.07-300x200.jpeg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-15.05.07-768x511.jpeg 768w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-16-at-15.05.07.jpeg 1000w" sizes="(max-width: 743px) 100vw, 743px" /></p>
<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Ketua Tim Relawan Medis UNG, Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes., menjelaskan bahwa tim akan fokus pada layanan kesehatan dasar bagi warga terdampak, terutama ibu dan anak, serta melakukan skrining kesehatan umum. “Selain layanan medis, kami juga mengadakan penyuluhan kesehatan pascabencana, seperti pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta edukasi perawatan luka dan pencegahan penyakit menular,” ungkap Zuhriana. Dengan langkah cepat ini, UNG berharap kontribusi tim relawan medis dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan masyarakat dan menumbuhkan kembali semangat warga di wilayah terdampak banjir.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua Tim Relawan Medis UNG, <strong>Dr. dr. Zuhriana K. Yusuf, M.Kes.</strong>, menjelaskan bahwa tim akan fokus pada layanan kesehatan dasar bagi warga terdampak, terutama ibu dan anak, serta melakukan skrining kesehatan umum.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>“Selain layanan medis, kami juga mengadakan penyuluhan kesehatan pascabencana, seperti pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, serta edukasi perawatan luka dan pencegahan penyakit menular,” ungkap Zuhriana.</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dengan langkah cepat ini, UNG berharap kontribusi tim relawan medis dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan masyarakat dan menumbuhkan kembali semangat warga di wilayah terdampak banjir.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh/">Demi Kemanusiaan! UNG Kirim Relawan Medis ke Aceh</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh/">Demi Kemanusiaan! UNG Kirim Relawan Medis ke Aceh</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/demi-kemanusiaan-ung-kirim-relawan-medis-ke-aceh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
