<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>DPL KKN UNG 2026 Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/dpl-kkn-ung-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/dpl-kkn-ung-2026/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Aug 2026 01:51:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.10</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>DPL KKN UNG 2026 Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/dpl-kkn-ung-2026/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ubah Cara Pandang KKN: Rektor UNG Eduart Wolok Minta Mahasiswa Tak Sekadar Mengejar Laporan</title>
		<link>https://barakati.id/ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan</link>
					<comments>https://barakati.id/ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 13:49:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Arahan Rektor UNG Pembekalan KKN]]></category>
		<category><![CDATA[Berita UNG Gorontalo Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPL KKN UNG 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Duta Almamater UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Eduart Wolok Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Mahasiswa KKN UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus UNG Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Kearifan Lokal Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[KKN Tematik UNG Tahap II 2026]]></category>
		<category><![CDATA[LPPM UNG Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pembekalan KKN UNG 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter Mahasiswa UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat UNG Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Program Kerja KKN UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Tri Dharma Perguruan Tinggi UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=31180</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan/">Ubah Cara Pandang KKN: Rektor UNG Eduart Wolok Minta Mahasiswa Tak Sekadar Mengejar Laporan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan/">Ubah Cara Pandang KKN: Rektor UNG Eduart Wolok Minta Mahasiswa Tak Sekadar Mengejar Laporan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., memberikan pembekalan langsung kepada ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Dalam arahannya, Rektor menekankan agar mahasiswa mengubah pola pikir dan tidak menjadikan KKN sebatas rutinitas formalitas akademik. Rektor menegaskan, masa pengabdian selama 45 hari di tengah masyarakat harus dimaknai sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar, menimba pengalaman riil, sekaligus menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan warga. \"Jadikan masa 45 hari ini sebagai momentum untuk belajar langsung dari dinamika kehidupan masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi atas problematika yang dihadapi warga,\" tegas Eduart. Menurutnya, interaksi intensif di lokasi KKN menyajikan pembelajaran berharga yang tidak pernah didapatkan di dalam ruang kuliah. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut mampu memetakan persoalan secara objektif agar program kerja yang dirancang benar-benar relevan dengan potensi dan kebutuhan lokal. Dalam mengeksekusi program, Rektor mengingatkan mahasiswa untuk berpegang teguh pada prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, memahami batasan kewenangan, serta mengedepankan koordinasi intensif bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL). \"Jangan berjalan sendiri. Jika menemui kendala di lapangan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Program kerja yang dijalankan harus berbasis data kondisi nyata warga, bukan sekadar mengejar pemenuhan target laporan,\" ujarnya. Secara khusus, Prof. Eduart menggarisbawahi bahwa setiap peserta KKN merupakan Duta Almamater yang membawa nama besar UNG. Perilaku dan tutur kata mahasiswa di desa akan menjadi cermin penilaian masyarakat terhadap institusi. \"Jaga nama baik almamater. Etika, kesopanan, dan kemampuan menghargai kearifan lokal adalah pilar utama dalam pengabdian. Ingat, di lokasi KKN, Saudara sekalian adalah representasi UNG,\" tambahnya. Mengakhiri arahannya, Rektor berpesan agar mahasiswa menjalani masa pengabdian dengan rasa gembira, dedikasi tinggi, dan penuh tanggung jawab. Melalui program ini, UNG menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta karakter kepemimpinan yang tangguh.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">UNG &#8211; Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., memberikan pembekalan langsung kepada ribuan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Dalam arahannya, Rektor menekankan agar mahasiswa mengubah pola pikir dan tidak menjadikan KKN sebatas rutinitas formalitas akademik.</p>
<p data-path-to-node="4">Rektor menegaskan, masa pengabdian selama 45 hari di tengah masyarakat harus dimaknai sebagai laboratorium sosial tempat mahasiswa belajar, menimba pengalaman riil, sekaligus menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan warga.</p>
<p data-path-to-node="5">&#8220;Jadikan masa 45 hari ini sebagai momentum untuk belajar langsung dari dinamika kehidupan masyarakat, menimba pengalaman, sekaligus memberikan solusi atas problematika yang dihadapi warga,&#8221; tegas Eduart.</p>
<p data-path-to-node="6">Menurutnya, interaksi intensif di lokasi KKN menyajikan pembelajaran berharga yang tidak pernah didapatkan di dalam ruang kuliah. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut mampu memetakan persoalan secara objektif agar program kerja yang dirancang benar-benar relevan dengan potensi dan kebutuhan lokal.</p>
<p data-path-to-node="7">Dalam mengeksekusi program, Rektor mengingatkan mahasiswa untuk berpegang teguh pada prinsip Tri Dharma Perguruan Tinggi, memahami batasan kewenangan, serta mengedepankan koordinasi intensif bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL).</p>
<p data-path-to-node="8">&#8220;Jangan berjalan sendiri. Jika menemui kendala di lapangan, segera berkoordinasi dengan DPL maupun Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Program kerja yang dijalankan harus berbasis data kondisi nyata warga, bukan sekadar mengejar pemenuhan target laporan,&#8221; ujarnya.</p>
<p data-path-to-node="9">Secara khusus, Prof. Eduart menggarisbawahi bahwa setiap peserta KKN merupakan Duta Almamater yang membawa nama besar UNG. Perilaku dan tutur kata mahasiswa di desa akan menjadi cermin penilaian masyarakat terhadap institusi.</p>
<p data-path-to-node="10">&#8220;Jaga nama baik almamater. Etika, kesopanan, dan kemampuan menghargai kearifan lokal adalah pilar utama dalam pengabdian. Ingat, di lokasi KKN, Saudara sekalian adalah representasi UNG,&#8221; tambahnya.</p>
<p data-path-to-node="11">Mengakhiri arahannya, Rektor berpesan agar mahasiswa menjalani masa pengabdian dengan rasa gembira, dedikasi tinggi, dan penuh tanggung jawab. Melalui program ini, UNG menargetkan lahirnya lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta karakter kepemimpinan yang tangguh.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan/">Ubah Cara Pandang KKN: Rektor UNG Eduart Wolok Minta Mahasiswa Tak Sekadar Mengejar Laporan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan/">Ubah Cara Pandang KKN: Rektor UNG Eduart Wolok Minta Mahasiswa Tak Sekadar Mengejar Laporan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ubah-cara-pandang-kkn-rektor-ung-eduart-wolok-minta-mahasiswa-tak-sekadar-mengejar-laporan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Usung Misi Generasi Emas: 1.518 Mahasiswa KKN UNG Diterjunkan ke 102 Desa di Gorontalo</title>
		<link>https://barakati.id/usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo</link>
					<comments>https://barakati.id/usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Aug 2026 16:42:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Berita UNG Gorontalo Hari Ini]]></category>
		<category><![CDATA[DPL KKN UNG 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Eduart Wolok Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kampus UNG Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan Pangan Desa UNG]]></category>
		<category><![CDATA[KKN UNG Boalemo]]></category>
		<category><![CDATA[KKN UNG Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[KKN UNG Generasi Emas]]></category>
		<category><![CDATA[KKN UNG Kabupaten Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa KKN Tematik UNG 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Narkoba UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Stunting UNG Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Masyarakat UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Program 45 Hari KKN UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Rosbin Pakaya KKN UNG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=31174</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo/">Usung Misi Generasi Emas: 1.518 Mahasiswa KKN UNG Diterjunkan ke 102 Desa di Gorontalo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo/">Usung Misi Generasi Emas: 1.518 Mahasiswa KKN UNG Diterjunkan ke 102 Desa di Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Sebanyak 1.518 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Mengusung tema \"KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga\", agenda ini dirancang guna menghadirkan kontribusi nyata akademisi dalam mengurai berbagai persoalan strategis di tingkat lokal. Sebelum resmi dilepas ke lokasi pengabdian, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani sesi pembekalan (coaching) intensif. Pembekalan ini disiapkan sebagai pijakan awal bagi mahasiswa dalam memetakan program kerja, sekaligus menyelaraskan diri dengan dinamika sosial budaya di desa tujuan. Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., memaparkan bahwa pelaksanaan KKN Tematik kali ini didampingi oleh 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Ribuan mahasiswa tersebut akan tersebar secara proporsional di 102 desa yang mencakup tiga wilayah administrasi, yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango. Ia menegaskan, keterlibatan aktif mahasiswa dalam tiga isu sentral—intervensi stunting, edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta penguatan ketahanan pangan skala rumah tangga—menjadi ruang aplikasi ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah. \"Mahasiswa dituntut menyusun program kerja berbasis kebutuhan riil masyarakat di setiap desa. Peran DPL sangat krusial untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah, terukur, dan memberi dampak langsung,\" ujar Rosbin. Pada kesempatan yang sama, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., berpesan agar para peserta tidak memandang KKN sekadar sebagai rutinitas kewajiban akademik, melainkan sebagai laboratorium sosial untuk mengasah kepekaan dan menghadirkan solusi konkret. Prof. Eduart menginstruksikan mahasiswa untuk melakukan analisis potensi dan kebutuhan lokal secara mendalam sebelum mengeksekusi program kerja. \"Jadikan masa KKN ini sebagai ruang pengabdian terbaik. Pahami tema besar yang diusung, lalu sinkronkan dengan potensi serta kearifan lokal di masing-masing desa,\" tegas Eduart. Menurutnya, indikator keberhasilan KKN tidak berhenti pada selesainya laporan program kerja di atas kertas, tetapi sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut dapat terus berkelanjutan pasca-pengabdian. \"Jangan menyikapi KKN sebagai beban formalitas. Jalani dengan gembira, penuh dedikasi, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum berharga untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat sekaligus meninggalkan jejak kebaikan,\" imbau Rektor. Selama 45 hari masa pengabdian, sinergi antara mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan setempat diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Gorontalo yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh demi menyongsong agenda Generasi Emas Indonesia.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">UNG &#8211; Sebanyak 1.518 mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) resmi diterjunkan ke tengah masyarakat dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahap II Tahun 2026. Mengusung tema <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="194">&#8220;KKN Tematik Generasi Emas: Pencegahan Narkoba, Stunting, dan Penguatan Pangan Keluarga&#8221;</i>, agenda ini dirancang guna menghadirkan kontribusi nyata akademisi dalam mengurai berbagai persoalan strategis di tingkat lokal.</p>
<p data-path-to-node="4">Sebelum resmi dilepas ke lokasi pengabdian, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani sesi pembekalan (<i data-path-to-node="4" data-index-in-node="103">coaching</i>) intensif. Pembekalan ini disiapkan sebagai pijakan awal bagi mahasiswa dalam memetakan program kerja, sekaligus menyelaraskan diri dengan dinamika sosial budaya di desa tujuan.</p>
<p data-path-to-node="5">Kepala Pusat KKN UNG, Dr. Rosbin Pakaya, M.Pd., memaparkan bahwa pelaksanaan KKN Tematik kali ini didampingi oleh 220 Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Ribuan mahasiswa tersebut akan tersebar secara proporsional di 102 desa yang mencakup tiga wilayah administrasi, yakni Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Bone Bolango.</p>
<p data-path-to-node="6">Ia menegaskan, keterlibatan aktif mahasiswa dalam tiga isu sentral—intervensi <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="78">stunting</i>, edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, serta penguatan ketahanan pangan skala rumah tangga—menjadi ruang aplikasi ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.</p>
<p data-path-to-node="7">&#8220;Mahasiswa dituntut menyusun program kerja berbasis kebutuhan riil masyarakat di setiap desa. Peran DPL sangat krusial untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan terarah, terukur, dan memberi dampak langsung,&#8221; ujar Rosbin.</p>
<p data-path-to-node="8">Pada kesempatan yang sama, Rektor UNG, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., berpesan agar para peserta tidak memandang KKN sekadar sebagai rutinitas kewajiban akademik, melainkan sebagai laboratorium sosial untuk mengasah kepekaan dan menghadirkan solusi konkret.</p>
<p data-path-to-node="9">Prof. Eduart menginstruksikan mahasiswa untuk melakukan analisis potensi dan kebutuhan lokal secara mendalam sebelum mengeksekusi program kerja.</p>
<p data-path-to-node="10">&#8220;Jadikan masa KKN ini sebagai ruang pengabdian terbaik. Pahami tema besar yang diusung, lalu sinkronkan dengan potensi serta kearifan lokal di masing-masing desa,&#8221; tegas Eduart.</p>
<p data-path-to-node="11">Menurutnya, indikator keberhasilan KKN tidak berhenti pada selesainya laporan program kerja di atas kertas, tetapi sejauh mana nilai kemanfaatan program tersebut dapat terus berkelanjutan pasca-pengabdian.</p>
<p data-path-to-node="12">&#8220;Jangan menyikapi KKN sebagai beban formalitas. Jalani dengan gembira, penuh dedikasi, dan rasa tanggung jawab. KKN adalah momentum berharga untuk belajar langsung dari dinamika masyarakat sekaligus meninggalkan jejak kebaikan,&#8221; imbau Rektor.</p>
<p data-path-to-node="13">Selama 45 hari masa pengabdian, sinergi antara mahasiswa, DPL, pemerintah desa, dan pemangku kepentingan setempat diharapkan mampu mendorong terwujudnya masyarakat Gorontalo yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh demi menyongsong agenda Generasi Emas Indonesia.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo/">Usung Misi Generasi Emas: 1.518 Mahasiswa KKN UNG Diterjunkan ke 102 Desa di Gorontalo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo/">Usung Misi Generasi Emas: 1.518 Mahasiswa KKN UNG Diterjunkan ke 102 Desa di Gorontalo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/usung-misi-generasi-emas-1-518-mahasiswa-kkn-ung-diterjunkan-ke-102-desa-di-gorontalo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
