<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>ESKAVATOR Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/eskavator/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/eskavator/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 08 Nov 2025 16:35:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>ESKAVATOR Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/eskavator/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Warga Resah, Ada Dugaan “Retribusi” dari Tambang Ilegal di Pohuwato</title>
		<link>https://barakati.id/warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato</link>
					<comments>https://barakati.id/warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2025 16:35:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[alat berat]]></category>
		<category><![CDATA[aparat penegak hukum]]></category>
		<category><![CDATA[camat Taluditi]]></category>
		<category><![CDATA[dana masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ESKAVATOR]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[investigasi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala desa]]></category>
		<category><![CDATA[Normalisasi Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Pungutan Liar]]></category>
		<category><![CDATA[retribusi]]></category>
		<category><![CDATA[Taluditi]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28058</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato/">Warga Resah, Ada Dugaan “Retribusi” dari Tambang Ilegal di Pohuwato</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato/">Warga Resah, Ada Dugaan “Retribusi” dari Tambang Ilegal di Pohuwato</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Dugaan adanya pengumpulan retribusi dari setiap alat berat, khususnya eskavator, yang melintas menuju lokasi tambang ilegal di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, mulai mencuat ke permukaan. Informasi tersebut menarik perhatian publik karena berkaitan dengan aktivitas pertambangan yang diduga tidak memiliki izin resmi di wilayah tersebut. Camat Taluditi, Irfan Lalu, saat dikonfirmasi mengenai dugaan pungutan liar di pos wilayahnya, mengaku belum dapat memastikan kebenaran kabar tersebut. “Saya belum bisa memberikan tanggapan karena belum melihat langsung. InsyaAllah dengan adanya pemberitaan ini, saya akan mengumpulkan data dan melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (6/11/2025). Ketika ditanya apakah pihak kecamatan akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan penutupan tambang ilegal jika informasi tersebut benar, Irfan menegaskan pihaknya masih menelusuri temuan tersebut. “Benar atau tidak, kan belum ada bukti. Jadi, saya belum bisa berkomentar lebih jauh,” tambahnya. Sementara itu, Kepala Desa Tirto Asri, Kecamatan Taluditi, Hajir Towalu, membenarkan adanya pengumpulan dana dari setiap alat berat, terutama eskavator, yang melintasi pos menuju area pertambangan. Menurutnya, pengumpulan dana tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dengan alasan untuk perbaikan infrastruktur. “Setahu saya, itu dilakukan untuk perbaikan jalan yang dilalui alat berat. Setiap alat menyumbang Rp5 juta, dan dana itu digunakan memperbaiki jalan di tiga desa, yakni Tirto Asri, Kalimas, dan Puncak Jaya,” ungkap Hajir. Kendati demikian, hingga kini belum ada kejelasan apakah pungutan tersebut memiliki dasar hukum atau justru termasuk dalam kategori pungutan liar (pungli). Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera menyelidiki kebenaran informasi ini agar aktivitas di wilayah Taluditi berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Pohuwato</strong> &#8211; Dugaan adanya pengumpulan retribusi dari setiap alat berat, khususnya eskavator, yang melintas menuju lokasi tambang ilegal di Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato, mulai mencuat ke permukaan. Informasi tersebut menarik perhatian publik karena berkaitan dengan aktivitas pertambangan yang diduga tidak memiliki izin resmi di wilayah tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Camat Taluditi, Irfan Lalu, saat dikonfirmasi mengenai dugaan pungutan liar di pos wilayahnya, mengaku belum dapat memastikan kebenaran kabar tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Saya belum bisa memberikan tanggapan karena belum melihat langsung. InsyaAllah dengan adanya pemberitaan ini, saya akan mengumpulkan data dan melakukan pengecekan terlebih dahulu,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketika ditanya apakah pihak kecamatan akan mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan penutupan tambang ilegal jika informasi tersebut benar, Irfan menegaskan pihaknya masih menelusuri temuan tersebut.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Benar atau tidak, kan belum ada bukti. Jadi, saya belum bisa berkomentar lebih jauh,” tambahnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, Kepala Desa Tirto Asri, Kecamatan Taluditi, Hajir Towalu, membenarkan adanya pengumpulan dana dari setiap alat berat, terutama eskavator, yang melintasi pos menuju area pertambangan. Menurutnya, pengumpulan dana tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama dengan alasan untuk perbaikan infrastruktur.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Setahu saya, itu dilakukan untuk perbaikan jalan yang dilalui alat berat. Setiap alat menyumbang Rp5 juta, dan dana itu digunakan memperbaiki jalan di tiga desa, yakni Tirto Asri, Kalimas, dan Puncak Jaya,” ungkap Hajir.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kendati demikian, hingga kini belum ada kejelasan apakah pungutan tersebut memiliki dasar hukum atau justru termasuk dalam kategori pungutan liar (pungli). Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera menyelidiki kebenaran informasi ini agar aktivitas di wilayah Taluditi berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato/">Warga Resah, Ada Dugaan “Retribusi” dari Tambang Ilegal di Pohuwato</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato/">Warga Resah, Ada Dugaan “Retribusi” dari Tambang Ilegal di Pohuwato</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/warga-resah-ada-dugaan-retribusi-dari-tambang-ilegal-di-pohuwato/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Lingkungan: Eskalasi Eskavator di Daerah Aliran Sungai Balayo Mengancam Ekosistem</title>
		<link>https://barakati.id/krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem</link>
					<comments>https://barakati.id/krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Feb 2024 08:55:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[ALIRAN SUNGAI BALAYO]]></category>
		<category><![CDATA[Desa balayo]]></category>
		<category><![CDATA[ESKAVATOR]]></category>
		<category><![CDATA[Perusakan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=20911</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem/">Krisis Lingkungan: Eskalasi Eskavator di Daerah Aliran Sungai Balayo Mengancam Ekosistem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem/">Krisis Lingkungan: Eskalasi Eskavator di Daerah Aliran Sungai Balayo Mengancam Ekosistem</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("POHUWATO - Aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat jenis ekskavator yang merusak kawasan hutan yang dikelola melalui program penanaman oleh BP-DAS Bone Bolango Provinsi Gorontalo telah terdeteksi di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato. Pada Senin malam (26/02/24), awak media mengamati aktifitas pertambangan tersebut sedang berlangsung. Daerah tersebut awalnya dikelola dengan baik melalui penanaman kembali berbagai jenis tanaman yang bermanfaat untuk menghasilkan sumber air bersih, sumber pangan, dan manfaat lainnya. Namun, pelaku usaha pertambangan tidak mempedulikan dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka. Pengelolaan yang baik dari daerah aliran sungai akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah dan masyarakat, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat berpotensi menyebabkan bencana seperti longsor dan banjir. BP-DAS Bone Bolango telah mengalokasikan anggaran besar untuk melakukan penanaman kembali dengan berbagai macam jenis tanaman yang bermanfaat, dengan melibatkan pendekatan lokal untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pelestarian daerah aliran sungai. Awak media telah mengklarifikasi kegiatan tersebut kepada pihak BP-DAS Bone Bolango dan mendapat perhatian yang cepat. Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo, Faisal Lamakaraka, telah mengambil langkah mendesak dengan memerintahkan KPH wilayah III Pohuwato untuk segera melakukan patroli dan menindaklanjuti masalah tersebut. Aktivitas pertambangan ilegal juga terdeteksi di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, di mana beberapa alat berat sedang beroperasi pada malam hari tanpa rasa takut. Dari wawancara dengan warga setempat, terungkap bahwa ada oknum yang diduga menjadi dalang utama dari aktivitas ini, dengan meminta kontribusi sebesar 15 juta per alat berat jenis ekskavator. Kepala KPH wilayah III Pohuwato, Srijono, telah menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas sesuai perintah atasan. Sementara itu, Kapolres Pohuwato, AKBP Winarno, juga memberikan perhatian serius terhadap masalah ini ketika dikonfirmasi oleh awak media. Langkah-langkah tegas diharapkan dapat mengatasi aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat setempat.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>POHUWATO &#8211; Aktivitas tambang ilegal menggunakan alat berat jenis ekskavator yang merusak kawasan hutan yang dikelola melalui program penanaman oleh BP-DAS Bone Bolango Provinsi Gorontalo telah terdeteksi di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato. Pada Senin malam (26/02/24), awak media mengamati aktifitas pertambangan tersebut sedang berlangsung.</p>
<p>Daerah tersebut awalnya dikelola dengan baik melalui penanaman kembali berbagai jenis tanaman yang bermanfaat untuk menghasilkan sumber air bersih, sumber pangan, dan manfaat lainnya. Namun, pelaku usaha pertambangan tidak mempedulikan dampak negatif yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka.</p>
<p>Pengelolaan yang baik dari daerah aliran sungai akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah dan masyarakat, tetapi jika tidak dikelola dengan baik, dapat berpotensi menyebabkan bencana seperti longsor dan banjir.</p>
<p>BP-DAS Bone Bolango telah mengalokasikan anggaran besar untuk melakukan penanaman kembali dengan berbagai macam jenis tanaman yang bermanfaat, dengan melibatkan pendekatan lokal untuk membangun kesadaran masyarakat dalam pelestarian daerah aliran sungai.</p>
<p>Awak media telah mengklarifikasi kegiatan tersebut kepada pihak BP-DAS Bone Bolango dan mendapat perhatian yang cepat. Kadis Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo, Faisal Lamakaraka, telah mengambil langkah mendesak dengan memerintahkan KPH wilayah III Pohuwato untuk segera melakukan patroli dan menindaklanjuti masalah tersebut.</p>
<p>Aktivitas pertambangan ilegal juga terdeteksi di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, di mana beberapa alat berat sedang beroperasi pada malam hari tanpa rasa takut. Dari wawancara dengan warga setempat, terungkap bahwa ada oknum yang diduga menjadi dalang utama dari aktivitas ini, dengan meminta kontribusi sebesar 15 juta per alat berat jenis ekskavator.</p>
<p>Kepala KPH wilayah III Pohuwato, Srijono, telah menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak tegas sesuai perintah atasan. Sementara itu, Kapolres Pohuwato, AKBP Winarno, juga memberikan perhatian serius terhadap masalah ini ketika dikonfirmasi oleh awak media. Langkah-langkah tegas diharapkan dapat mengatasi aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan dan membahayakan masyarakat setempat.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem/">Krisis Lingkungan: Eskalasi Eskavator di Daerah Aliran Sungai Balayo Mengancam Ekosistem</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem/">Krisis Lingkungan: Eskalasi Eskavator di Daerah Aliran Sungai Balayo Mengancam Ekosistem</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/krisis-lingkungan-eskalasi-eskavator-di-daerah-aliran-sungai-balayo-mengancam-ekosistem/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
