<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>fenomena langka Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/fenomena-langka/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/fenomena-langka/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Jan 2020 04:32:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.10</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>fenomena langka Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/fenomena-langka/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dosen Perikanan UNG Amati Laut Pelabuhan Gorontalo Pasca Naiknya Ikan Oci ke Permukaan</title>
		<link>https://barakati.id/dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan</link>
					<comments>https://barakati.id/dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Jan 2020 15:37:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena langka]]></category>
		<category><![CDATA[ikan kembung]]></category>
		<category><![CDATA[munirah tuli]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=1864</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Dosen Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Munirah Tuli, S.Pi, M.Si, mengungkapkan munculnya kawanan ikan kembung (oci) di kawasan perairan pantai Pelabuhan Kota Gorontalo merupakan fenomena biasa. Dari hasil pengamatan yang ia lakukan di perairan pantai pelabuhan pada Rabu (8/1/2020), Alumni S2 Pengelolaan Sumber Daya Perairan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyimpulkan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan/">Dosen Perikanan UNG Amati Laut Pelabuhan Gorontalo Pasca Naiknya Ikan Oci ke Permukaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan/">Dosen Perikanan UNG Amati Laut Pelabuhan Gorontalo Pasca Naiknya Ikan Oci ke Permukaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Dosen Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Munirah Tuli, S.Pi, M.Si, mengungkapkan munculnya kawanan ikan kembung (oci) di kawasan perairan pantai Pelabuhan Kota Gorontalo merupakan fenomena biasa. Dari hasil pengamatan yang ia lakukan di perairan pantai pelabuhan pada Rabu (8/1/2020), Alumni S2 Pengelolaan Sumber Daya Perairan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyimpulkan beberapa faktor penyebab munculnya ikan dengan nama latin Rastreliger tersebut. Menurutnya ada beberapa penyebab, salah satu diantaranya kondisi salinitas air laut disekitaran pantai pelabuhan yang cenderung rendah. Dari hasil pengukuran salinitas air menunjukan angka 24o/oo-30o/oo. Kondisi ini kata dia mempengaruhi pula gerak plankton diperairan itu. Sebab, untuk pantai yang bersalinitas rendah akan lebih digandrungi komunitas plankton. \"Sehingga tak heran jika kawanan oci menyerobot kepantai karena disitu terdapat banyak plankton yang merupakan makanan mereka,\" kata Munirah Tuli. Terjadinya salinitas perairan diuraikan Munirah dipengaruhi oleh pengadukan massa air dari bawah ke permukaan dan penyusupan massa air yang bersalinitas tinggi yang bergerak dari arah laut menuju pantai. \"Diperairan pantai yang bersalinitas rendah komunitas plankton lebih tinggi dari pada perairan yang letaknya jauh dari pantai yang bersalinitas tinggi,\" jelas Munira. Selain itu, fenomena loncatnya ikan kembung ini dapat dipengaruhi pula tingginya suhu diperairan sekitar pelabuhan. Suhu perairan pelabuhan yang mencapai 30oC berpengaruh pada proses metabolisme ikan, seperti pertumbuhan dan pengambilan makanan, aktivitas tubuh seperti kecepatan renang, serta rangsangan syaraf sehingga ikan akan sangat peka. \"Untuk suhu maksimum untuk penyebaran ikan kembung di daerah tropis yaitu 20-30oC. Dijelaskannya lagi, selain kondisi perairan, munculnya ikan oci kedaratan ini bisa jadi dipengaruhi adanya predator pemangsa yang mengancam ikan-ikan tersebut. \"Sehingga ikan-ikan ini lari dari kejaran,\" ujar Munirah. Fenomena munculnya ikan ke atas permukaan air kata Munirah bukanlah hal yang baru. Dibeberapa tempat seperti di Pantai Alar Sulawesi Utara, bahkan kejadian serupa pun pernah terjadi di Gorontalo yakni di Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango beberapa tahun lalu. Hal ini biasanya terjadi pada saat iklim disekitar kurang bersahabat, seperti cuaca kurang cerah atau sedang mendung.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Dosen Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Munirah Tuli, S.Pi, M.Si, mengungkapkan munculnya kawanan ikan kembung (oci) di kawasan perairan pantai Pelabuhan Kota Gorontalo merupakan fenomena biasa.</p>
<p>Dari hasil pengamatan yang ia lakukan di perairan pantai pelabuhan pada Rabu (8/1/2020), Alumni S2 Pengelolaan Sumber Daya Perairan Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyimpulkan beberapa faktor penyebab munculnya ikan dengan nama latin Rastreliger tersebut.</p>
<p>Menurutnya ada beberapa penyebab, salah satu diantaranya kondisi salinitas air laut disekitaran pantai pelabuhan yang cenderung rendah. Dari hasil pengukuran salinitas air menunjukan angka 24o/oo-30o/oo. Kondisi ini kata dia mempengaruhi pula gerak plankton diperairan itu. Sebab, untuk pantai yang bersalinitas rendah akan lebih digandrungi komunitas plankton.</p>
<p>&#8220;Sehingga tak heran jika kawanan oci menyerobot kepantai karena disitu terdapat banyak plankton yang merupakan makanan mereka,&#8221; kata Munirah Tuli.</p>
<p>Terjadinya salinitas perairan diuraikan Munirah dipengaruhi oleh pengadukan massa air dari bawah ke permukaan dan penyusupan massa air yang bersalinitas tinggi yang bergerak dari arah laut menuju pantai.</p>
<p>&#8220;Diperairan pantai yang bersalinitas rendah komunitas plankton lebih tinggi dari pada perairan yang letaknya jauh dari pantai yang bersalinitas tinggi,&#8221; jelas Munira.</p>
<p>Selain itu, fenomena loncatnya ikan kembung ini dapat dipengaruhi pula tingginya suhu diperairan sekitar pelabuhan. Suhu perairan pelabuhan yang mencapai 30oC berpengaruh pada proses metabolisme ikan, seperti pertumbuhan dan pengambilan makanan, aktivitas tubuh seperti kecepatan renang, serta rangsangan syaraf sehingga ikan akan sangat peka.</p>
<p>&#8220;Untuk suhu maksimum untuk penyebaran ikan kembung di daerah tropis yaitu 20-30oC.</p>
<p>Dijelaskannya lagi, selain kondisi perairan, munculnya ikan oci kedaratan ini bisa jadi dipengaruhi adanya predator pemangsa yang mengancam ikan-ikan tersebut.</p>
<p>&#8220;Sehingga ikan-ikan ini lari dari kejaran,&#8221; ujar Munirah.</p>
<p>Fenomena munculnya ikan ke atas permukaan air kata Munirah bukanlah hal yang baru. Dibeberapa tempat seperti di Pantai Alar Sulawesi Utara, bahkan kejadian serupa pun pernah terjadi di Gorontalo yakni di Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango beberapa tahun lalu. Hal ini biasanya terjadi pada saat iklim disekitar kurang bersahabat, seperti cuaca kurang cerah atau sedang mendung.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan/">Dosen Perikanan UNG Amati Laut Pelabuhan Gorontalo Pasca Naiknya Ikan Oci ke Permukaan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan/">Dosen Perikanan UNG Amati Laut Pelabuhan Gorontalo Pasca Naiknya Ikan Oci ke Permukaan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dosen-perikanan-ung-amati-laut-pelabuhan-gorontalo-pasca-naiknya-ikan-oci-ke-permukaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
