<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>FKP RKPD Kota Gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/fkp-rkpd-kota-gorontalo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/fkp-rkpd-kota-gorontalo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Jun 2026 17:51:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>FKP RKPD Kota Gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/fkp-rkpd-kota-gorontalo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</title>
		<link>https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah</link>
					<comments>https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Feb 2026 03:47:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[adhan dambea]]></category>
		<category><![CDATA[Aduan Sampah WhatsApp]]></category>
		<category><![CDATA[armada pengangkut sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi Warga Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Gorontalo hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Lingkungan Hidup Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[FKP RKPD Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Inovasi Kebersihan Kota]]></category>
		<category><![CDATA[Kebijakan Publik Adhan Dambea]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Berkelanjutan Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan Sampah TPS3R]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi Sistemik Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Pengelolaan Sampah Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola Lingkungan 2026]]></category>
		<category><![CDATA[TPA Kota Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30856</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kota Gorontalo - Akselerasi reformasi tata kelola lingkungan hidup menjadi benang merah dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Gorontalo. Agenda strategis yang digelar terbuka di pelataran Kantor Wali Kota pada Jumat (06/02/2026) tersebut, diwarnai dengan desakan dari berbagai elemen masyarakat terkait pembenahan sistem pengelolaan sampah perkotaan. Dalam serapan aspirasi publik tersebut, polemik persampahan dibedah dari berbagai sudut pandang ekstrim. Mulai dari keterbatasan unit armada pengangkut, kendala keterlambatan ritasi angkutan, hingga mandeknya fungsi manajemen kebersihan di tingkat kelurahan dan klaster permukiman padat penduduk. Merespons hal itu, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan bahwa dinamika persampahan telah lama berada dalam radar prioritas penanganan taktisnya. Adhan menggarisbawahi bahwa problematika ini tidak boleh lagi dikerdilkan sebagai isu domestik lokal semata, melainkan sudah bertransformasi menjadi isu darurat berskala nasional. “Masalah sampah ini eskalasinya sudah bukan hanya urusan internal Kota Gorontalo lagi. Ini telah menjelma menjadi persoalan nasional yang membutuhkan perhatian makro,” tegas Adhan Dambea saat memberikan pokok-pokok pikiran di podium forum. Adhan memaparkan, sejak awal menakhodai lini eksekutif kota, penanganan sampah langsung dikunci sebagai program prioritas jangka pendek. Langkah intervensi perdana yang dieksekusi pemerintah kota adalah memperkuat kapasitas daya angkut logistik di lapangan melalui skema pengadaan armada baru. “Begitu saya mulai bertugas aktif sebagai wali kota, instrumen pertama yang saya putuskan adalah mengontrak sembilan unit mobil armada pengangkut sampah tambahan guna merespons tumpukan di titik-titik krusial,” urainya. Kendati demikian, Wali Kota Adhan tidak menampik bahwa residu tumpukan sampah masih kerap mencuat di sudut kota. Ia membeberkan bahwa laporan ketidakpuasan publik mengalir masif setiap harinya, bahkan banyak yang masuk langsung via saluran komunikasi pribadi digitalnya secara real-time. “Saya rutin menerima aduan langsung dari warga lewat pesan singkat WhatsApp. Bahkan, ketika saya sedang menjalankan dinas di luar daerah, jika ada foto kiriman tumpukan sampah masuk, detik itu juga langsung saya diskusikan dan teruskan ke petugas garda depan agar segera dieksekusi,” kata Adhan. Lebih lanjut, ia mengaitkan penegasan ini dengan instruksi langsung dari pemerintah pusat. Adhan menyitir arahan tegas Presiden Republik Indonesia yang menuntut penanganan sampah secara kolaboratif-agresif dan menolak pola penyelesaian setengah hati. “Presiden bersikap sangat rigid dan keras terkait isu sampah. Menurut kepala negara, ini persoalan struktural besar yang tidak bisa diselesaikan dengan metode konvensional. Seluruh pemangku kepentingan wajib berintegrasi,” ungkap Adhan. Baginya, sinyal dari pusat tersebut menjadi indikator sahih bahwa tata kelola persampahan di Kota Gorontalo harus segera memutus rantai pola lama yang sekadar mengandalkan metode \"kumpul-angkut-buang\" ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Persoalan sampah tidak akan pernah tuntas jika kita hanya berfokus pada urusan angkut-mengangkut semata. Poin paling fundamental adalah merombak total sistem pembagian kerja dan tata kelolanya secara komprehensif dari hulu ke hilir,” cetus Wali Kota Adhan. Saat ini, kompas kebijakan Pemkot Gorontalo mulai diorientasikan pada pembenahan sistemik, termasuk mengoptimalisasi fungsi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R). Namun, Adhan mengakui secara objektif bahwa produktivitas infrastruktur TPS3R di beberapa titik wilayah kelurahan belum berjalan maksimal. “Kami segera melakukan evaluasi total dan optimalisasi kinerja operasional TPS3R yang ada. Ini sangat krusial agar reduksi volume sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber produksinya, bukan sekadar memindahkan beban tumpukan ke TPA,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">Kota Gorontalo &#8211; Akselerasi reformasi tata kelola lingkungan hidup menjadi benang merah dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Gorontalo. Agenda strategis yang digelar terbuka di pelataran Kantor Wali Kota pada Jumat (06/02/2026) tersebut, diwarnai dengan desakan dari berbagai elemen masyarakat terkait pembenahan sistem pengelolaan sampah perkotaan.</p>
<p data-path-to-node="4">Dalam serapan aspirasi publik tersebut, polemik persampahan dibedah dari berbagai sudut pandang ekstrim. Mulai dari keterbatasan unit armada pengangkut, kendala keterlambatan ritasi angkutan, hingga mandeknya fungsi manajemen kebersihan di tingkat kelurahan dan klaster permukiman padat penduduk.</p>
<p data-path-to-node="5">Merespons hal itu, Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan bahwa dinamika persampahan telah lama berada dalam radar prioritas penanganan taktisnya. Adhan menggarisbawahi bahwa problematika ini tidak boleh lagi dikerdilkan sebagai isu domestik lokal semata, melainkan sudah bertransformasi menjadi isu darurat berskala nasional.</p>
<p data-path-to-node="6">“Masalah sampah ini eskalasinya sudah bukan hanya urusan internal Kota Gorontalo lagi. Ini telah menjelma menjadi persoalan nasional yang membutuhkan perhatian makro,” tegas Adhan Dambea saat memberikan pokok-pokok pikiran di podium forum.</p>
<p data-path-to-node="7">Adhan memaparkan, sejak awal menakhodai lini eksekutif kota, penanganan sampah langsung dikunci sebagai program prioritas jangka pendek. Langkah intervensi perdana yang dieksekusi pemerintah kota adalah memperkuat kapasitas daya angkut logistik di lapangan melalui skema pengadaan armada baru.</p>
<p data-path-to-node="8">“Begitu saya mulai bertugas aktif sebagai wali kota, instrumen pertama yang saya putuskan adalah mengontrak sembilan unit mobil armada pengangkut sampah tambahan guna merespons tumpukan di titik-titik krusial,” urainya.</p>
<p data-path-to-node="9">Kendati demikian, Wali Kota Adhan tidak menampik bahwa residu tumpukan sampah masih kerap mencuat di sudut kota. Ia membeberkan bahwa laporan ketidakpuasan publik mengalir masif setiap harinya, bahkan banyak yang masuk langsung via saluran komunikasi pribadi digitalnya secara real-time.</p>
<p data-path-to-node="10">“Saya rutin menerima aduan langsung dari warga lewat pesan singkat WhatsApp. Bahkan, ketika saya sedang menjalankan dinas di luar daerah, jika ada foto kiriman tumpukan sampah masuk, detik itu juga langsung saya diskusikan dan teruskan ke petugas garda depan agar segera dieksekusi,” kata Adhan.</p>
<p data-path-to-node="11">Lebih lanjut, ia mengaitkan penegasan ini dengan instruksi langsung dari pemerintah pusat. Adhan menyitir arahan tegas Presiden Republik Indonesia yang menuntut penanganan sampah secara kolaboratif-agresif dan menolak pola penyelesaian setengah hati.</p>
<p data-path-to-node="12">“Presiden bersikap sangat rigid dan keras terkait isu sampah. Menurut kepala negara, ini persoalan struktural besar yang tidak bisa diselesaikan dengan metode konvensional. Seluruh pemangku kepentingan wajib berintegrasi,” ungkap Adhan.</p>
<p data-path-to-node="13">Baginya, sinyal dari pusat tersebut menjadi indikator sahih bahwa tata kelola persampahan di Kota Gorontalo harus segera memutus rantai pola lama yang sekadar mengandalkan metode &#8220;kumpul-angkut-buang&#8221; ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).</p>
<p data-path-to-node="14">“Persoalan sampah tidak akan pernah tuntas jika kita hanya berfokus pada urusan angkut-mengangkut semata. Poin paling fundamental adalah merombak total sistem pembagian kerja dan tata kelolanya secara komprehensif dari hulu ke hilir,” cetus Wali Kota Adhan.</p>
<p data-path-to-node="15">Saat ini, kompas kebijakan Pemkot Gorontalo mulai diorientasikan pada pembenahan sistemik, termasuk mengoptimalisasi fungsi Tempat Pengolahan Sampah <i data-path-to-node="15" data-index-in-node="149">Reduce, Reuse, dan Recycle</i> (TPS3R). Namun, Adhan mengakui secara objektif bahwa produktivitas infrastruktur TPS3R di beberapa titik wilayah kelurahan belum berjalan maksimal.</p>
<p data-path-to-node="16">“Kami segera melakukan evaluasi total dan optimalisasi kinerja operasional TPS3R yang ada. Ini sangat krusial agar reduksi volume sampah dapat diselesaikan sejak dari sumber produksinya, bukan sekadar memindahkan beban tumpukan ke TPA,” pungkasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/">Tak Cukup Hanya Mengangkut: Wali Kota Adhan Guncang Forum RKPD Soal Perombakan Sistem Sampah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tak-cukup-hanya-mengangkut-wali-kota-adhan-guncang-forum-rkpd-soal-perombakan-sistem-sampah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
