<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>haji 2026 Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/haji-2026/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/haji-2026/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 17:58:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>haji 2026 Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/haji-2026/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</title>
		<link>https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka</link>
					<comments>https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 12:51:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[berita haji terkini]]></category>
		<category><![CDATA[haji 2026]]></category>
		<category><![CDATA[kbihu al azhar]]></category>
		<category><![CDATA[kbihu nurul haramain]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan bus jemaah haji indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan jabal magnet]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan lalu lintas arab saudi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenhaj ri]]></category>
		<category><![CDATA[kemenlu ri]]></category>
		<category><![CDATA[kjri jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[kloter jks-1]]></category>
		<category><![CDATA[kloter sub-2]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan jemaah haji]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit al hayat madinah]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata religi madinah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30358</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("​NEWS - Agenda wisata religi yang seharusnya membawa ketenangan justru berujung kepanikan bagi sejumlah jemaah haji asal Indonesia. Dua armada bus yang mengangkut jemaah dari dua kelompok terbang (kloter) berbeda dilaporkan mengalami tabrakan beruntun di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026). ​Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Moh. Hasan Afandi, dalam konferensi pers virtual pada Rabu (29/4/2026), membeberkan detail awal mula kecelakaan tersebut. ​\"Kronologi kami terima, (kejadian) pada 28 April 2026 pukul 10.30 waktu Arab Saudi,\" jelas Hasan. ​Insiden bermula ketika bus dari kloter SUB-2 yang diakomodasi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Haramain Probolinggo kehilangan kendali dan menghantam armada bus kloter JKS-1 yang dikelola oleh KBIHU Al Azhar. ​\"Bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1,\" ungkap Hasan merinci benturan antarkendaraan tersebut. ​Akibat kecelakaan ini, 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Rincian korban meliputi 7 jemaah dari kloter JKS-1, 2 jemaah dari SUB-2, serta 1 orang pengurus KBIHU Nurul Haramain. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, namun seorang jemaah lansia dari kloter SUB-2 bernama Sri Sugihartini (60) harus dilarikan ke Rumah Sakit Al Hayat Madinah guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. ​Mengonfirmasi situasi terkini, Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, memastikan tidak ada jatuhnya korban fatal dalam peristiwa nahas ini. ​\"Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet. Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,\" terang Heni. ​Langkah Tegas Kemenhaj dan Bantuan KJRI ​Melengkapi penanganan krisis ini, laporan dari media Detik menyebutkan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah telah menerjunkan tim khusus ke lokasi dan rumah sakit. Langkah ini diambil guna mendampingi para korban luka dan memastikan proses administrasi serta asuransi kesehatan dengan otoritas lokal berjalan tanpa hambatan. ​Buntut dari kejadian ini, Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh KBIHU agar tidak bermain-main dengan prosedur keselamatan. Pemerintah bahkan mengancam akan mencabut izin operasional lembaga yang kedapatan melanggar. ​\"Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,\" tegas Hasan. ​Untuk mencegah insiden serupa, Kemenhaj mewajibkan seluruh KBIHU mematuhi lima aturan mutlak selama penyelenggaraan ibadah yaitu: 1. ​Berkoordinasi secara proaktif dengan petugas haji resmi. 2. ​Tunduk pada seluruh imbauan dan regulasi otoritas setempat. 3. ​Menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas absolut. 4. ​Dilarang menawarkan paket wisata \"liar\" di luar agenda resmi jemaah. 5. ​Dilarang keras memungut biaya tambahan dengan dalih apa pun. ​Meski memperketat aturan wisata, pemerintah menegaskan tidak melarang aktivitas ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Kemenhaj tetap memfasilitasi jemaah yang ingin mengunjungi situs penting di sekitar Madinah, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>​NEWS &#8211; Agenda wisata religi yang seharusnya membawa ketenangan justru berujung kepanikan bagi sejumlah jemaah haji asal Indonesia. Dua armada bus yang mengangkut jemaah dari dua kelompok terbang (kloter) berbeda dilaporkan mengalami tabrakan beruntun di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026).</p>
<p>​Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Moh. Hasan Afandi, dalam konferensi pers virtual pada Rabu (29/4/2026), membeberkan detail awal mula kecelakaan tersebut.<br />
​&#8221;Kronologi kami terima, (kejadian) pada 28 April 2026 pukul 10.30 waktu Arab Saudi,&#8221; jelas Hasan.</p>
<p>​Insiden bermula ketika bus dari kloter SUB-2 yang diakomodasi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Haramain Probolinggo kehilangan kendali dan menghantam armada bus kloter JKS-1 yang dikelola oleh KBIHU Al Azhar.<br />
​&#8221;Bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1,&#8221; ungkap Hasan merinci benturan antarkendaraan tersebut.</p>
<p>​Akibat kecelakaan ini, 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Rincian korban meliputi 7 jemaah dari kloter JKS-1, 2 jemaah dari SUB-2, serta 1 orang pengurus KBIHU Nurul Haramain. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, namun seorang jemaah lansia dari kloter SUB-2 bernama Sri Sugihartini (60) harus dilarikan ke Rumah Sakit Al Hayat Madinah guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.</p>
<p>​Mengonfirmasi situasi terkini, Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, memastikan tidak ada jatuhnya korban fatal dalam peristiwa nahas ini.<br />
​&#8221;Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet. Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,&#8221; terang Heni.</p>
<p>​Langkah Tegas Kemenhaj dan Bantuan KJRI<br />
​Melengkapi penanganan krisis ini, laporan dari media Detik menyebutkan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah telah menerjunkan tim khusus ke lokasi dan rumah sakit. Langkah ini diambil guna mendampingi para korban luka dan memastikan proses administrasi serta asuransi kesehatan dengan otoritas lokal berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>​Buntut dari kejadian ini, Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh KBIHU agar tidak bermain-main dengan prosedur keselamatan. Pemerintah bahkan mengancam akan mencabut izin operasional lembaga yang kedapatan melanggar.<br />
​&#8221;Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,&#8221; tegas Hasan.</p>
<p>​Untuk mencegah insiden serupa, Kemenhaj mewajibkan seluruh KBIHU mematuhi lima aturan mutlak selama penyelenggaraan ibadah yaitu:</p>
<p>1. ​Berkoordinasi secara proaktif dengan petugas haji resmi.<br />
2. ​Tunduk pada seluruh imbauan dan regulasi otoritas setempat.<br />
3. ​Menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas absolut.<br />
4. ​Dilarang menawarkan paket wisata &#8220;liar&#8221; di luar agenda resmi jemaah.<br />
5. ​Dilarang keras memungut biaya tambahan dengan dalih apa pun.</p>
<p>​Meski memperketat aturan wisata, pemerintah menegaskan tidak melarang aktivitas ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Kemenhaj tetap memfasilitasi jemaah yang ingin mengunjungi situs penting di sekitar Madinah, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Didaftarkan Sejak Bayi, Siswa SMP &#8216;Syafina&#8217; Lolos Jadi Jemaah Haji Termuda Tahun Ini</title>
		<link>https://barakati.id/didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini</link>
					<comments>https://barakati.id/didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:19:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[embarkasi haji banten]]></category>
		<category><![CDATA[Grand Elhaj Cipondoh]]></category>
		<category><![CDATA[haji 2026]]></category>
		<category><![CDATA[jemaah haji termuda]]></category>
		<category><![CDATA[jemaah haji usia 13 tahun]]></category>
		<category><![CDATA[keberangkatan haji bandara soetta]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif haji]]></category>
		<category><![CDATA[kloter pertama embarkasi banten]]></category>
		<category><![CDATA[kuota haji indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Haji dan Umrah]]></category>
		<category><![CDATA[pendaftaran haji anak]]></category>
		<category><![CDATA[rukun islam kelima]]></category>
		<category><![CDATA[Sufmi Dasco Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Syafina Marwa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tommy Hartoyo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30258</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini/">Didaftarkan Sejak Bayi, Siswa SMP &#8216;Syafina&#8217; Lolos Jadi Jemaah Haji Termuda Tahun Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini/">Didaftarkan Sejak Bayi, Siswa SMP &#8216;Syafina&#8217; Lolos Jadi Jemaah Haji Termuda Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Mata Syafina Marwa berbinar-binar di tengah hiruk pikuk Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (22/4/2026). Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, remaja asal Tangerang, Banten ini sudah mengenakan seragam kebanggaan calon jemaah haji Indonesia. Syafina tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Banten, menjadikannya salah satu jemaah termuda di musim haji tahun ini. Duduk di bangku kelas 2 SMP, Syafina tak menampik bahwa ada gejolak perasaan yang sulit dijabarkan saat langkah kakinya makin dekat dengan pesawat yang akan membawanya ke Tanah Suci. “Deg-degan, seneng, campur aduk lah,” ucap Syafina dengan senyum simpul saat ditemui sebelum keberangkatan. Kabar keberangkatannya menuju Makkah tak ayal menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekolahnya di Bogor, Jawa Barat. Banyak dari kawan-kawannya yang menitipkan doa dan ikut berbahagia. “Seneng sih, pada kaget juga,” tutur Syafina mengingat reaksi teman-temannya. Menghadapi ibadah fisik dan spiritual yang berat, Syafina menyadari bahwa persiapan materi tak akan cukup. Karena itu, ia membekali dirinya dengan ketahanan psikologis yang kuat. “Iya, (siapin) mental,” singkatnya. Keberangkatan Syafina di usia belia ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang sang ayah, Tommy Hartoyo (46). Lelaki tersebut telah mendaftarkan putri bungsunya jauh sebelum Syafina mengerti apa itu ibadah haji. “Dari kurang lebih nggak nyampe (usia) satu tahun ya. Karena dia kan kelahiran 2012. Begitu di awal 2013 kalau nggak salah (didaftarin),” ucap Tommy mengenang momen belasan tahun silam. “Umur mau satu tahun,” tambahnya menegaskan. Menurut penuturan Tommy, sistem regulasi pendaftaran haji di masa lalu masih memungkinkan anak bayi didaftarkan tanpa batasan usia minimal seperti saat ini. “Iya, kalau dulu itu nggak ada kena peraturan yang kayak sekarang. Kalau sekarang kan harus nunggu anak di usia 12 tahun baru bisa daftar. Nah, yang dulu-dulu belum tuh. Jadi alhamdulillah bisa lolos,” ucap Tommy penuh syukur. Ia juga memaparkan bahwa waktu antrean saat ia mendaftarkan Syafina masih berada di kisaran belasan tahun. “Regulasi yang tahun 2013 itu nunggunya 13 tahun,” tambahnya. Niat tulus Tommy mendaftarkan anaknya sejak bayi didasari oleh keinginan sederhana namun mendalam sebagai seorang ayah Muslim. “Ya sempet terpikir aja, biar menjalankan rukun Islam,” tutur Tommy. Ia juga bersyukur karena seluruh anggota inti keluarganya, termasuk istri, kakak perempuan Syafina, dan kerabat lainnya bisa berangkat bersama di tahun yang sama. “Ini mumpung ada orang tuanya,” tambahnya. Sejarah Baru Embarkasi Banten Momen keberangkatan Syafina dan keluarganya terasa semakin istimewa karena mencetak sejarah baru bagi Provinsi Banten. Berdasarkan data yang dihimpun dari Tempo dan Kompas, tahun ini merupakan pertama kalinya Embarkasi Banten yang berlokasi di Grand Elhaj Cipondoh difungsikan sebagai titik pemberangkatan, bukan sekadar titik kepulangan. Gubernur Banten Andra Soni mencatat, akan ada lebih dari 9.000 jemaah asal Banten yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Prosesi pelepasan kloter pertama ini sendiri dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, yang turut menyapa langsung Syafina dan para jemaah lainnya sebelum menaiki pesawat menuju Madinah.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Mata Syafina Marwa berbinar-binar di tengah hiruk pikuk Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Rabu (22/4/2026). Di usianya yang baru menginjak 13 tahun, remaja asal Tangerang, Banten ini sudah mengenakan seragam kebanggaan calon jemaah haji Indonesia. Syafina tergabung dalam kloter pertama Embarkasi Banten, menjadikannya salah satu jemaah termuda di musim haji tahun ini.</p>
<p>Duduk di bangku kelas 2 SMP, Syafina tak menampik bahwa ada gejolak perasaan yang sulit dijabarkan saat langkah kakinya makin dekat dengan pesawat yang akan membawanya ke Tanah Suci.</p>
<p>“Deg-degan, seneng, campur aduk lah,” ucap Syafina dengan senyum simpul saat ditemui sebelum keberangkatan.</p>
<p>Kabar keberangkatannya menuju Makkah tak ayal menjadi perbincangan hangat di lingkungan sekolahnya di Bogor, Jawa Barat. Banyak dari kawan-kawannya yang menitipkan doa dan ikut berbahagia. “Seneng sih, pada kaget juga,” tutur Syafina mengingat reaksi teman-temannya.</p>
<p>Menghadapi ibadah fisik dan spiritual yang berat, Syafina menyadari bahwa persiapan materi tak akan cukup. Karena itu, ia membekali dirinya dengan ketahanan psikologis yang kuat. “Iya, (siapin) mental,” singkatnya.</p>
<p>Keberangkatan Syafina di usia belia ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan matang sang ayah, Tommy Hartoyo (46). Lelaki tersebut telah mendaftarkan putri bungsunya jauh sebelum Syafina mengerti apa itu ibadah haji.</p>
<p>“Dari kurang lebih nggak nyampe (usia) satu tahun ya. Karena dia kan kelahiran 2012. Begitu di awal 2013 kalau nggak salah (didaftarin),” ucap Tommy mengenang momen belasan tahun silam.</p>
<p>“Umur mau satu tahun,” tambahnya menegaskan.</p>
<p>Menurut penuturan Tommy, sistem regulasi pendaftaran haji di masa lalu masih memungkinkan anak bayi didaftarkan tanpa batasan usia minimal seperti saat ini.</p>
<p>“Iya, kalau dulu itu nggak ada kena peraturan yang kayak sekarang. Kalau sekarang kan harus nunggu anak di usia 12 tahun baru bisa daftar. Nah, yang dulu-dulu belum tuh. Jadi alhamdulillah bisa lolos,” ucap Tommy penuh syukur. Ia juga memaparkan bahwa waktu antrean saat ia mendaftarkan Syafina masih berada di kisaran belasan tahun. “Regulasi yang tahun 2013 itu nunggunya 13 tahun,” tambahnya.</p>
<p>Niat tulus Tommy mendaftarkan anaknya sejak bayi didasari oleh keinginan sederhana namun mendalam sebagai seorang ayah Muslim. “Ya sempet terpikir aja, biar menjalankan rukun Islam,” tutur Tommy. Ia juga bersyukur karena seluruh anggota inti keluarganya, termasuk istri, kakak perempuan Syafina, dan kerabat lainnya bisa berangkat bersama di tahun yang sama. “Ini mumpung ada orang tuanya,” tambahnya.</p>
<p>Sejarah Baru Embarkasi Banten<br />
Momen keberangkatan Syafina dan keluarganya terasa semakin istimewa karena mencetak sejarah baru bagi Provinsi Banten. Berdasarkan data yang dihimpun dari Tempo dan Kompas, tahun ini merupakan pertama kalinya Embarkasi Banten yang berlokasi di Grand Elhaj Cipondoh difungsikan sebagai titik pemberangkatan, bukan sekadar titik kepulangan.</p>
<p>Gubernur Banten Andra Soni mencatat, akan ada lebih dari 9.000 jemaah asal Banten yang menunaikan ibadah haji tahun ini. Prosesi pelepasan kloter pertama ini sendiri dihadiri oleh deretan tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, serta Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, yang turut menyapa langsung Syafina dan para jemaah lainnya sebelum menaiki pesawat menuju Madinah.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini/">Didaftarkan Sejak Bayi, Siswa SMP &#8216;Syafina&#8217; Lolos Jadi Jemaah Haji Termuda Tahun Ini</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini/">Didaftarkan Sejak Bayi, Siswa SMP &#8216;Syafina&#8217; Lolos Jadi Jemaah Haji Termuda Tahun Ini</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/didaftarkan-sejak-bayi-siswa-smp-syafina-lolos-jadi-jemaah-haji-termuda-tahun-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
