<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>InsanCitaBukanAlat Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/insancitabukanalat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/insancitabukanalat/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Jul 2025 03:12:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>InsanCitaBukanAlat Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/insancitabukanalat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ruh HMI Terkikis? Kritik Tajam atas Politisasi dalam Kaderisasi</title>
		<link>https://barakati.id/ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi</link>
					<comments>https://barakati.id/ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jul 2025 03:10:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[AlumniHarusMembina]]></category>
		<category><![CDATA[HMIHarusKembali]]></category>
		<category><![CDATA[HMIUntukPerjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[InsanCitaBukanAlat]]></category>
		<category><![CDATA[KaderBukanBoneka]]></category>
		<category><![CDATA[KaderisasiBermartabat]]></category>
		<category><![CDATA[KrisisNilaiHMI]]></category>
		<category><![CDATA[RuangKaderisasiSakral]]></category>
		<category><![CDATA[SelamatkanHMI]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[TolakPolitisasiKader]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26162</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi/">Ruh HMI Terkikis? Kritik Tajam atas Politisasi dalam Kaderisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi/">Ruh HMI Terkikis? Kritik Tajam atas Politisasi dalam Kaderisasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="359" data-end="657"><button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Kaderisasi semestinya menjadi ruang sakral dalam membentuk insan cita Himpunan Mahasiswa Islam (HMI): insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Namun dalam praktiknya, idealisme tersebut kerap tereduksi oleh dinamika kekuasaan dan kepentingan kelompok tertentu. Hal ini disuarakan secara tegas oleh Adnan R. Abas, Ketua HMI Komisariat Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Cabang Gorontalo. Dalam wawancara eksklusif, Adnan mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi aktual kaderisasi yang dinilainya telah mengalami pergeseran nilai secara signifikan. \"Saya kecewa ketika melihat kaderisasi yang seharusnya menjadi tempat pembentukan nilai, justru berubah menjadi alat politik praktis. Bahkan ironisnya, ini datang dari alumni yang seharusnya membimbing kami,\" ungkap Adnan. Menurutnya, ruang kaderisasi kini lebih banyak diwarnai oleh politisasi internal, bukan penguatan nilai-nilai perjuangan Islam dan intelektualisme. Ia menyoroti peran sejumlah alumni yang bukan lagi membina, melainkan mendorong agenda-agenda pragmatis demi melanggengkan pengaruh di lingkaran organisasi. \"Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan kaderisasi menjadi panggung perebutan pengaruh. Apalagi jika kader yang belum matang justru digiring untuk mendukung elite alumni tertentu. Ini bukan ruh HMI yang sesungguhnya,\" tegasnya. Adnan menilai bahwa kondisi ini menyebabkan polarisasi tajam di tubuh organisasi, bahkan menciptakan fenomena kader pesanan — kader yang diarahkan untuk tujuan tertentu sejak awal proses pengkaderan, bukan karena kapasitas atau komitmen pada nilai-nilai himpunan. Akibatnya, muncul kebingungan ideologis di level bawah. Banyak kader muda kehilangan arah karena tidak mendapatkan pembinaan yang utuh dan konsisten. Penguatan nalar kritis — yang seharusnya menjadi napas utama HMI — justru tergantikan oleh intrik struktural yang membingungkan dan kontraproduktif. “Ruang kaderisasi harus dikembalikan kepada niat awalnya: membentuk insan cita. Jika tidak, maka kader HMI hanya akan menjadi alat kekuasaan, bukan pemegang nilai,” tutup Adnan. Pernyataan Adnan mencerminkan keresahan yang kini mulai mengemuka di kalangan kader akar rumput. Evaluasi terhadap praktik kaderisasi yang sarat kepentingan mendesak dilakukan oleh seluruh unsur, termasuk alumni yang selama ini berperan sentral dalam pembinaan. Kaderisasi yang terpolitisasi bukan hanya menghambat lahirnya pemimpin masa depan berintegritas, tetapi juga mengikis marwah HMI sebagai organisasi kader yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="359" data-end="657">Gorontalo &#8211; Kaderisasi semestinya menjadi ruang sakral dalam membentuk insan cita Himpunan Mahasiswa Islam (HMI): insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam. Namun dalam praktiknya, idealisme tersebut kerap tereduksi oleh dinamika kekuasaan dan kepentingan kelompok tertentu.</p>
<p data-start="659" data-end="971">Hal ini disuarakan secara tegas oleh Adnan R. Abas, Ketua HMI Komisariat Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Cabang Gorontalo. Dalam wawancara eksklusif, Adnan mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi aktual kaderisasi yang dinilainya telah mengalami pergeseran nilai secara signifikan.</p>
<p data-start="659" data-end="971"><em data-start="975" data-end="1185">&#8220;Saya kecewa ketika melihat kaderisasi yang seharusnya menjadi tempat pembentukan nilai, justru berubah menjadi alat politik praktis. Bahkan ironisnya, ini datang dari alumni yang seharusnya membimbing kami,&#8221;</em> ungkap Adnan.</p>
<p data-start="1201" data-end="1509">Menurutnya, ruang kaderisasi kini lebih banyak diwarnai oleh politisasi internal, bukan penguatan nilai-nilai perjuangan Islam dan intelektualisme. Ia menyoroti peran sejumlah alumni yang bukan lagi membina, melainkan mendorong agenda-agenda pragmatis demi melanggengkan pengaruh di lingkaran organisasi.</p>
<p data-start="1201" data-end="1509"><em data-start="1513" data-end="1734">&#8220;Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan kaderisasi menjadi panggung perebutan pengaruh. Apalagi jika kader yang belum matang justru digiring untuk mendukung elite alumni tertentu. Ini bukan ruh HMI yang sesungguhnya,&#8221;</em> tegasnya.</p>
<p data-start="1788" data-end="2057">Adnan menilai bahwa kondisi ini menyebabkan polarisasi tajam di tubuh organisasi, bahkan menciptakan fenomena <em data-start="1902" data-end="1917">kader pesanan</em> — kader yang diarahkan untuk tujuan tertentu sejak awal proses pengkaderan, bukan karena kapasitas atau komitmen pada nilai-nilai himpunan.</p>
<p data-start="2059" data-end="2357">Akibatnya, muncul kebingungan ideologis di level bawah. Banyak kader muda kehilangan arah karena tidak mendapatkan pembinaan yang utuh dan konsisten. Penguatan nalar kritis — yang seharusnya menjadi napas utama HMI — justru tergantikan oleh intrik struktural yang membingungkan dan kontraproduktif.</p>
<p data-start="2059" data-end="2357"><em data-start="2361" data-end="2527">“Ruang kaderisasi harus dikembalikan kepada niat awalnya: membentuk insan cita. Jika tidak, maka kader HMI hanya akan menjadi alat kekuasaan, bukan pemegang nilai,”</em> tutup Adnan.</p>
<p data-start="2580" data-end="2845">Pernyataan Adnan mencerminkan keresahan yang kini mulai mengemuka di kalangan kader akar rumput. Evaluasi terhadap praktik kaderisasi yang sarat kepentingan mendesak dilakukan oleh seluruh unsur, termasuk alumni yang selama ini berperan sentral dalam pembinaan.</p>
<p data-start="2847" data-end="3052">Kaderisasi yang terpolitisasi bukan hanya menghambat lahirnya pemimpin masa depan berintegritas, tetapi juga mengikis marwah HMI sebagai organisasi kader yang telah melahirkan tokoh-tokoh besar bangsa.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi/">Ruh HMI Terkikis? Kritik Tajam atas Politisasi dalam Kaderisasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi/">Ruh HMI Terkikis? Kritik Tajam atas Politisasi dalam Kaderisasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ruh-hmi-terkikis-kritik-tajam-atas-politisasi-dalam-kaderisasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
