<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kearifan lokal Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kearifan-lokal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kearifan-lokal/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Mar 2026 22:48:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>kearifan lokal Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kearifan-lokal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Berbasis Kearifan Lokal! Arsitektur UNG dan Disparpora Bone Bolango Kolaborasi Kembangkan Potensi Daerah</title>
		<link>https://barakati.id/berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah</link>
					<comments>https://barakati.id/berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2026 16:29:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[desain arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Disparpora Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan Teknik Arsitektur UNG]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[kerja sama akademik]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan binaan]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[pembangunan berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian arsitektur]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan pariwisata]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29732</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah/">Berbasis Kearifan Lokal! Arsitektur UNG dan Disparpora Bone Bolango Kolaborasi Kembangkan Potensi Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah/">Berbasis Kearifan Lokal! Arsitektur UNG dan Disparpora Bone Bolango Kolaborasi Kembangkan Potensi Daerah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango dalam upaya mendukung pengembangan kawasan pariwisata dan peningkatan kualitas lingkungan binaan di wilayah tersebut. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah guna melahirkan gagasan perencanaan dan perancangan yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, Jurusan Teknik Arsitektur UNG berperan memberikan dukungan keilmuan dan kontribusi teknis dalam bentuk penelitian, kajian perencanaan kawasan wisata, serta pengembangan konsep desain arsitektur yang mengangkat potensi lokal serta kearifan budaya Bone Bolango. Upaya ini sejalan dengan komitmen UNG untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Selain memperkuat kemitraan institusional, kerja sama ini juga membuka peluang pembelajaran langsung bagi mahasiswa, baik melalui studio perancangan, penelitian lapangan, program magang, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, mahasiswa dapat menerapkan ilmu arsitektur secara praktis sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Pihak Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bone Bolango menyambut positif kerja sama ini. Mereka menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi, terutama dengan UNG, merupakan langkah penting untuk memperkuat arah pengembangan sektor pariwisata agar lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi desain kawasan wisata yang menarik secara visual, ramah lingkungan, dan selaras dengan kondisi sosial budaya masyarakat Bone Bolango. Kerja sama ini diharapkan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi pariwisata Bone Bolango, serta menjadi wadah kolaborasi produktif antara akademisi, mahasiswa, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berdaya saing.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Jurusan <strong>Teknik Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG)</strong> menjalin kerja sama dengan <strong>Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango</strong> dalam upaya mendukung <strong>pengembangan kawasan pariwisata dan peningkatan kualitas lingkungan binaan</strong> di wilayah tersebut. Kolaborasi ini menjadi <strong>langkah strategis</strong> dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan pemerintah daerah guna melahirkan <strong>gagasan perencanaan dan perancangan yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan</strong>.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Melalui kerja sama ini, Jurusan Teknik Arsitektur UNG berperan memberikan <strong>dukungan keilmuan dan kontribusi teknis</strong> dalam bentuk <strong>penelitian, kajian perencanaan kawasan wisata, serta pengembangan konsep desain arsitektur</strong> yang mengangkat <strong>potensi lokal serta kearifan budaya Bone Bolango</strong>. Upaya ini sejalan dengan komitmen UNG untuk menghadirkan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Selain memperkuat kemitraan institusional, kerja sama ini juga membuka <strong>peluang pembelajaran langsung bagi mahasiswa</strong>, baik melalui <strong>studio perancangan, penelitian lapangan, program magang, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat</strong>. Dengan demikian, mahasiswa dapat menerapkan ilmu arsitektur secara praktis sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pihak <strong>Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Bone Bolango</strong> menyambut positif kerja sama ini. Mereka menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi, terutama dengan UNG, merupakan <strong>langkah penting untuk memperkuat arah pengembangan sektor pariwisata</strong> agar lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sinergi antara pemerintah daerah dan akademisi diharapkan mampu menghasilkan <strong>rekomendasi desain kawasan wisata yang menarik secara visual, ramah lingkungan, dan selaras dengan kondisi sosial budaya masyarakat Bone Bolango.</strong></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kerja sama ini diharapkan memberikan <strong>kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi pariwisata Bone Bolango</strong>, serta menjadi wadah kolaborasi produktif antara <strong>akademisi, mahasiswa, dan pemerintah daerah</strong> dalam mewujudkan pembangunan yang <strong>berkelanjutan dan berdaya saing.</strong>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah/">Berbasis Kearifan Lokal! Arsitektur UNG dan Disparpora Bone Bolango Kolaborasi Kembangkan Potensi Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah/">Berbasis Kearifan Lokal! Arsitektur UNG dan Disparpora Bone Bolango Kolaborasi Kembangkan Potensi Daerah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/berbasis-kearifan-lokal-arsitektur-ung-dan-disparpora-bone-bolango-kolaborasi-kembangkan-potensi-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Suara Tradisi di Tengah Zaman: Koko’o Bilungala Tetap Berdentum Tanpa Sound System</title>
		<link>https://barakati.id/suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system</link>
					<comments>https://barakati.id/suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Feb 2026 21:06:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten bone bolango]]></category>
		<category><![CDATA[Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[budaya pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[desa bilungala]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[GOTONG ROYONG]]></category>
		<category><![CDATA[identitas budaya]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[KETUK SAHUR]]></category>
		<category><![CDATA[Koko’o]]></category>
		<category><![CDATA[pelestarian budaya]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda Bilungala]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi sahur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29453</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system/">Suara Tradisi di Tengah Zaman: Koko’o Bilungala Tetap Berdentum Tanpa Sound System</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system/">Suara Tradisi di Tengah Zaman: Koko’o Bilungala Tetap Berdentum Tanpa Sound System</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("BONBOL - Tradisi Koko’o atau ketuk sahur masih terus dilestarikan oleh masyarakat di wilayah Provinsi Gorontalo. Setiap kali bulan Ramadan tiba, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga, khususnya di daerah pesisir dan pedesaan. Koko’o dilakukan dengan cara para pemuda berkeliling kampung menjelang waktu sahur sambil membawa alat pukul tradisional. Ketukan ritmis dari alat tersebut berfungsi membangunkan warga agar bersiap menyantap sahur sebelum menjalankan ibadah puasa. Di sejumlah daerah, tradisi Koko’o kini mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui penggunaan pengeras suara dan sistem audio modern. Namun, pemandangan berbeda bisa ditemui di wilayah pesisir selatan Kabupaten Bone Bolango, tepatnya di Kecamatan Bonepantai. Warga Desa Bilungala memilih untuk tetap menjaga keaslian tradisi Koko’o secara murni, tanpa bantuan sound system atau perangkat elektronik lainnya. Setiap malam selama Ramadan, para pemuda desa rutin berkeliling dari lorong ke lorong sambil membunyikan Koko’o. Suara pukulan alat sederhana itu menjadi alarm alami yang ditunggu warga, menggantikan fungsi teknologi dengan nuansa kebersamaan khas kampung. Ketua Karang Taruna Desa Bilungala, Abdul Karim Suleman, mengatakan bahwa tradisi Koko’o telah berlangsung sejak era 1960-an dan secara konsisten dijalankan hingga kini. Menurutnya, kegiatan itu dimulai sejak malam pertama Ramadan hingga malam terakhir setiap tahun. Meski sebagian pemuda Bilungala kini merantau dan akrab dengan berbagai alat musik modern, semangat mereka untuk menjaga keaslian tradisi tetap kuat. Baik yang tinggal di kampung maupun yang pulang kampung saat Ramadan, mereka bergotong royong melestarikan Koko’o sebagai warisan budaya nenek moyang. “Koko’o bukan sekadar tradisi membangunkan sahur, tetapi juga simbol kebersamaan dan identitas desa kami,” ujar Abdul Karim. Bagi warga Bilungala, pelestarian tradisi ini adalah bukti nyata bahwa modernisasi tidak harus menghapus kearifan lokal. Koko’o menjadi penanda spiritual, sosial, dan budaya yang terus hidup di tengah perubahan zaman.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">BONBOL &#8211; Tradisi <strong>Koko’o</strong> atau ketuk sahur masih terus dilestarikan oleh masyarakat di wilayah Provinsi Gorontalo. Setiap kali bulan Ramadan tiba, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan warga, khususnya di daerah pesisir dan pedesaan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Koko’o dilakukan dengan cara para pemuda berkeliling kampung menjelang waktu sahur sambil membawa alat pukul tradisional. Ketukan ritmis dari alat tersebut berfungsi membangunkan warga agar bersiap menyantap sahur sebelum menjalankan ibadah puasa.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di sejumlah daerah, tradisi Koko’o kini mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui penggunaan pengeras suara dan sistem audio modern. Namun, pemandangan berbeda bisa ditemui di wilayah pesisir selatan Kabupaten Bone Bolango, tepatnya di Kecamatan Bonepantai. Warga <strong>Desa Bilungala</strong> memilih untuk tetap menjaga keaslian tradisi Koko’o secara murni, tanpa bantuan sound system atau perangkat elektronik lainnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Setiap malam selama Ramadan, para pemuda desa rutin berkeliling dari lorong ke lorong sambil membunyikan Koko’o. Suara pukulan alat sederhana itu menjadi alarm alami yang ditunggu warga, menggantikan fungsi teknologi dengan nuansa kebersamaan khas kampung.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua Karang Taruna Desa Bilungala, <strong>Abdul Karim Suleman</strong>, mengatakan bahwa tradisi Koko’o telah berlangsung sejak era 1960-an dan secara konsisten dijalankan hingga kini. Menurutnya, kegiatan itu dimulai sejak malam pertama Ramadan hingga malam terakhir setiap tahun.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Meski sebagian pemuda Bilungala kini merantau dan akrab dengan berbagai alat musik modern, semangat mereka untuk menjaga keaslian tradisi tetap kuat. Baik yang tinggal di kampung maupun yang pulang kampung saat Ramadan, mereka bergotong royong melestarikan Koko’o sebagai warisan budaya nenek moyang.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Koko’o bukan sekadar tradisi membangunkan sahur, tetapi juga simbol kebersamaan dan identitas desa kami,” ujar Abdul Karim.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Bagi warga Bilungala, pelestarian tradisi ini adalah bukti nyata bahwa modernisasi tidak harus menghapus kearifan lokal. <strong>Koko’o menjadi penanda spiritual, sosial, dan budaya</strong> yang terus hidup di tengah perubahan zaman.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system/">Suara Tradisi di Tengah Zaman: Koko’o Bilungala Tetap Berdentum Tanpa Sound System</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system/">Suara Tradisi di Tengah Zaman: Koko’o Bilungala Tetap Berdentum Tanpa Sound System</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/suara-tradisi-di-tengah-zaman-kokoo-bilungala-tetap-berdentum-tanpa-sound-system/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Sidang Isbat! Pohuwato Siapkan Sidang Adat Tonggeyamo Sambut 1 Ramadan</title>
		<link>https://barakati.id/jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan</link>
					<comments>https://barakati.id/jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 04:12:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Bate Pohuwato Asmad N Tuna]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Saipul A. Mbuinga]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Agama RI]]></category>
		<category><![CDATA[nahdlatul ulama]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah daerah Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[PENETAPAN AWAL RAMADAN]]></category>
		<category><![CDATA[Ramadan 1447 H]]></category>
		<category><![CDATA[rumah jabatan bupati Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[sidang adat Ramadan]]></category>
		<category><![CDATA[sidang isbat 2026]]></category>
		<category><![CDATA[sinergi adat dan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[tonggeyamo Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Adat Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29433</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan/">Jelang Sidang Isbat! Pohuwato Siapkan Sidang Adat Tonggeyamo Sambut 1 Ramadan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan/">Jelang Sidang Isbat! Pohuwato Siapkan Sidang Adat Tonggeyamo Sambut 1 Ramadan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh Indonesia tengah bersiap menyambut bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan dengan berbagai tradisi keagamaan dan kegiatan sosial yang menguatkan nilai persatuan umat. Pemerintah bersama organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama, menanti penetapan awal Ramadan melalui sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama RI pada Selasa, 17 Februari 2026, usai salat Magrib WIB. Di Provinsi Gorontalo, sembari menunggu keputusan resmi pemerintah pusat terkait 1 Ramadan 1447 H, akan dilaksanakan sidang adat tonggeyamo, yakni prosesi penetapan awal Ramadan oleh kepala daerah yang merujuk pada hasil sidang isbat pemerintah. Di Kabupaten Pohuwato, rangkaian prosesi adat tersebut diawali dengan pemakluman oleh Bate Pohuwato, Asmad N. Tuna, bersama perangkat adat kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, pada Senin (16/02/2026) di rumah jabatan bupati. Pemakluman dilakukan sebagai bentuk pemberitahuan resmi kepada khalifah atau pemimpin daerah bahwa pada Selasa, 17 Februari 2026, akan digelar sidang adat tonggeyamo oleh para pemangku adat di rumah jabatan bupati. Bersamaan dengan pelaksanaan sidang adat tersebut, para pemangku adat juga akan merias rumah jabatan bupati dengan nuansa adat Gorontalo sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi dan kearifan lokal yang terus dijaga dan dilestarikan hingga kini. Dekorasi bernuansa adat ini diharapkan menambah kekhidmatan suasana dalam menyambut penetapan awal Ramadan serta mempertegas identitas budaya masyarakat Gorontalo. Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemangku adat yang senantiasa konsisten menjaga dan melestarikan tradisi adat sebagai bagian penting dari budaya Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Ia berharap pelaksanaan sidang adat yang rutin digelar setiap tahun tersebut dapat berjalan dengan baik, tertib, dan tetap berpedoman pada ketentuan adat Gorontalo yang telah diwariskan sejak lama.prokopim. “Terima kasih atas informasi yang disampaikan melalui pemakluman tersebut. Pemerintah Daerah Pohuwato akan mengikuti dan menyaksikan sidang isbat serta akan menetapkan 1 Ramadan setelah keluar keputusan resmi Menteri Agama RI,” ujar Bupati Saipul. Ia juga berharap seluruh kesiapan pelaksanaan sidang adat dapat dimatangkan dengan baik, mengingat setiap Ramadan dan hari raya Idulfitri maupun Iduladha, prosesi adat tonggeyamo senantiasa dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara nilai-nilai adat dan ketetapan pemerintah. Tradisi ini menjadi simbol harmonisasi antara ajaran agama dan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pohuwato &#8211; Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh Indonesia tengah bersiap menyambut bulan penuh rahmat, berkah, dan ampunan dengan berbagai tradisi keagamaan dan kegiatan sosial yang menguatkan nilai persatuan umat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pemerintah bersama organisasi keagamaan, termasuk Nahdlatul Ulama, menanti penetapan awal Ramadan melalui sidang isbat yang akan digelar Kementerian Agama RI pada Selasa, 17 Februari 2026, usai salat Magrib WIB. Di Provinsi Gorontalo, sembari menunggu keputusan resmi pemerintah pusat terkait 1 Ramadan 1447 H, akan dilaksanakan sidang adat tonggeyamo, yakni prosesi penetapan awal Ramadan oleh kepala daerah yang merujuk pada hasil sidang isbat pemerintah.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di Kabupaten Pohuwato, rangkaian prosesi adat tersebut diawali dengan pemakluman oleh Bate Pohuwato, Asmad N. Tuna, bersama perangkat adat kepada Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, pada Senin (16/02/2026) di rumah jabatan bupati. Pemakluman dilakukan sebagai bentuk pemberitahuan resmi kepada khalifah atau pemimpin daerah bahwa pada Selasa, 17 Februari 2026, akan digelar sidang adat tonggeyamo oleh para pemangku adat di rumah jabatan bupati.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Bersamaan dengan pelaksanaan sidang adat tersebut, para pemangku adat juga akan merias rumah jabatan bupati dengan nuansa adat Gorontalo sebagai wujud penghormatan terhadap tradisi dan kearifan lokal yang terus dijaga dan dilestarikan hingga kini. Dekorasi bernuansa adat ini diharapkan menambah kekhidmatan suasana dalam menyambut penetapan awal Ramadan serta mempertegas identitas budaya masyarakat Gorontalo.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pemangku adat yang senantiasa konsisten menjaga dan melestarikan tradisi adat sebagai bagian penting dari budaya Gorontalo, khususnya di Kabupaten Pohuwato. Ia berharap pelaksanaan sidang adat yang rutin digelar setiap tahun tersebut dapat berjalan dengan baik, tertib, dan tetap berpedoman pada ketentuan adat Gorontalo yang telah diwariskan sejak lama.<span class="group/trigger inline-flex min-w-0" data-state="closed"><span class="citation inline-flex min-w-0"><span class="relative -mt-px max-w-full min-w-0 whitespace-nowrap -top-px font-sans text-base text-foreground select-none selection:bg-super/50 selection:text-foreground dark:selection:bg-super/10 dark:selection:text-super bg-transparent"><span class="text-3xs rounded-badge group min-w-4 max-w-full cursor-pointer text-center align-middle font-mono tabular-nums font-normal transition-colors duration-150 inline-flex items-center py-[0.1875rem] leading-snug px-[0.3rem] [@media(hover:hover)]:hover:bg-subtler group-data-[state=open]/trigger:bg-subtler border-subtlest ring-subtlest divide-subtlest bg-subtle"><span class="inline-block relative !mt-0 ![vertical-align:unset] max-w-[25ch] overflow-hidden">prokopim.</span></span></span></span></span></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Terima kasih atas informasi yang disampaikan melalui pemakluman tersebut. Pemerintah Daerah Pohuwato akan mengikuti dan menyaksikan sidang isbat serta akan menetapkan 1 Ramadan setelah keluar keputusan resmi Menteri Agama RI,” ujar Bupati Saipul.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga berharap seluruh kesiapan pelaksanaan sidang adat dapat dimatangkan dengan baik, mengingat setiap Ramadan dan hari raya Idulfitri maupun Iduladha, prosesi adat tonggeyamo senantiasa dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara nilai-nilai adat dan ketetapan pemerintah. Tradisi ini menjadi simbol harmonisasi antara ajaran agama dan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat Gorontalo.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan/">Jelang Sidang Isbat! Pohuwato Siapkan Sidang Adat Tonggeyamo Sambut 1 Ramadan</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan/">Jelang Sidang Isbat! Pohuwato Siapkan Sidang Adat Tonggeyamo Sambut 1 Ramadan</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/jelang-sidang-isbat-pohuwato-siapkan-sidang-adat-tonggeyamo-sambut-1-ramadan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</title>
		<link>https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir</link>
					<comments>https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Dec 2025 01:42:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[ekowisata bahari]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan konservasi perairan]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan tata ruang laut]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi laut]]></category>
		<category><![CDATA[Pemberdayaan Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian sampah laut]]></category>
		<category><![CDATA[perempuan pesisir]]></category>
		<category><![CDATA[Prof Femy Mahmud Sahami]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28799</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Teluk Gorontalo bukan sekadar bentangan laut biru yang memanjakan mata. Di balik keindahannya, tersimpan kekayaan hayati sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat pesisir. Namun, di tengah upaya pelestarian Kawasan Konservasi Perairan (KKP) tersebut, ada satu kekuatan yang kerap luput dari sorotan — perempuan pesisir. Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si., menegaskan bahwa perempuan pesisir memegang peran strategis sebagai pilar utama keberlanjutan ekosistem laut. Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan pesisir bukan lagi opsi, melainkan keharusan dalam pengelolaan kawasan konservasi yang efektif. Lebih dari Sekadar Pengelola Rumah Tangga Dalam kegiatan Peningkatan Pelibatan Perempuan dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Teluk Gorontalo yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Prof. Femy mengungkapkan bahwa peran perempuan selama ini sering kali dipandang sebelah mata. “Perempuan pesisir bukan hanya pengelola rumah tangga. Mereka adalah penggerak ekonomi, penjaga pengetahuan lokal, sekaligus pendidik generasi masa depan. Kedekatan mereka dengan laut menjadikan perempuan pesisir aktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” tegas Prof. Femy. Dalam keseharian, perempuan pesisir menjadi benteng ketahanan keluarga. Mereka mengolah hasil tangkapan, menjaga pangan rumah tangga, berdagang di pasar, hingga menurunkan pengetahuan tradisional tentang musim tangkap dan pemanfaatan laut yang bijak kepada anak-anak mereka. Potensi Strategis dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Prof. Femy menilai perempuan pesisir memiliki potensi besar untuk berperan dalam aspek teknis maupun kebijakan pengelolaan KKP. Ia menyebutkan beberapa peran strategis yang bisa dilakukan, antara lain: Monitoring dan pengawasan. Perempuan dapat menjadi “mata” bagi kelestarian kawasan pesisir. Edukasi dan advokasi. Mereka bisa mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di tingkat komunitas. Ekowisata bahari. Keterlibatan perempuan dalam pengelolaan wisata berkelanjutan mampu memperkuat ekonomi lokal. Pengendalian sampah laut. Perempuan dapat menjadi penggerak utama kebersihan di wilayah pesisir. Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perspektif perempuan dalam perencanaan tata ruang laut. Keterlibatan mereka dalam penyusunan kebijakan zonasi akan membuat aturan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan tetap berpihak pada kelestarian ekosistem. Memadukan Pengetahuan Lokal dan Ilmu Sains Poin penting lainnya yang disampaikan Prof. Femy adalah pentingnya sinergi antara pengetahuan lokal dengan pendekatan ilmiah dalam menjaga kawasan konservasi. Menurutnya, pelibatan perempuan secara setara akan membuat pengelolaan KKP lebih adaptif dan berkelanjutan. “Ketika perempuan dilibatkan, tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Ini bukan sekadar bentuk keadilan sosial, tetapi langkah strategis untuk memastikan sumber daya laut tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya. Ia juga menambahkan, pemberdayaan perempuan pesisir tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu mendorong diversifikasi usaha berbasis konservasi. Hal ini akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi yang semakin kompleks.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Teluk Gorontalo bukan sekadar bentangan laut biru yang memanjakan mata. Di balik keindahannya, tersimpan kekayaan hayati sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi ribuan masyarakat pesisir. Namun, di tengah upaya pelestarian Kawasan Konservasi Perairan (KKP) tersebut, ada satu kekuatan yang kerap luput dari sorotan — perempuan pesisir.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKIP) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), <strong>Prof. Dr. Femy Mahmud Sahami, S.Pi., M.Si.</strong>, menegaskan bahwa perempuan pesisir memegang peran strategis sebagai pilar utama keberlanjutan ekosistem laut. Menurutnya, keterlibatan aktif perempuan pesisir bukan lagi opsi, melainkan <strong>keharusan</strong> dalam pengelolaan kawasan konservasi yang efektif.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-display font-semimedium text-base first:mt-0">Lebih dari Sekadar Pengelola Rumah Tangga</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam kegiatan <em>Peningkatan Pelibatan Perempuan dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi di Perairan Teluk Gorontalo</em> yang diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Prof. Femy mengungkapkan bahwa peran perempuan selama ini sering kali dipandang sebelah mata.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Perempuan pesisir bukan hanya pengelola rumah tangga. Mereka adalah penggerak ekonomi, penjaga pengetahuan lokal, sekaligus pendidik generasi masa depan. Kedekatan mereka dengan laut menjadikan perempuan pesisir aktor kunci dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam,” tegas Prof. Femy.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam keseharian, perempuan pesisir menjadi benteng ketahanan keluarga. Mereka mengolah hasil tangkapan, menjaga pangan rumah tangga, berdagang di pasar, hingga menurunkan pengetahuan tradisional tentang musim tangkap dan pemanfaatan laut yang bijak kepada anak-anak mereka.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-display font-semimedium text-base first:mt-0">Potensi Strategis dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Prof. Femy menilai perempuan pesisir memiliki potensi besar untuk berperan dalam aspek teknis maupun kebijakan pengelolaan KKP. Ia menyebutkan beberapa peran strategis yang bisa dilakukan, antara lain:</p>
<ul class="marker:text-quiet list-disc">
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Monitoring dan pengawasan.</strong> Perempuan dapat menjadi “mata” bagi kelestarian kawasan pesisir.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Edukasi dan advokasi.</strong> Mereka bisa mengampanyekan gaya hidup ramah lingkungan di tingkat komunitas.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Ekowisata bahari.</strong> Keterlibatan perempuan dalam pengelolaan wisata berkelanjutan mampu memperkuat ekonomi lokal.</p>
</li>
<li class="py-0 my-0 prose-p:pt-0 prose-p:mb-2 prose-p:my-0 [&amp;&gt;p]:pt-0 [&amp;&gt;p]:mb-2 [&amp;&gt;p]:my-0" style="box-sizing: border-box; scrollbar-color: initial; scrollbar-width: initial; --tw-border-spacing-x: 0; --tw-border-spacing-y: 0; --tw-translate-x: 0; --tw-translate-y: 0; --tw-rotate: 0; --tw-skew-x: 0; --tw-skew-y: 0; --tw-scale-x: 1; --tw-scale-y: 1; --tw-scroll-snap-strictness: proximity; --tw-ring-offset-width: 0px; --tw-ring-offset-color: #fff; --tw-ring-color: rgb(59 130 246 / .5); --tw-ring-offset-shadow: 0 0 #0000; --tw-ring-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow: 0 0 #0000; --tw-shadow-colored: 0 0 #0000; margin-top: 0px; margin-bottom: 0px; padding-inline-start: 0.375em; padding-top: 0px; padding-bottom: 0px; border: 0px solid oklch(var(--foreground-subtler-color));">
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><strong>Pengendalian sampah laut.</strong> Perempuan dapat menjadi penggerak utama kebersihan di wilayah pesisir.</p>
</li>
</ul>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya perspektif perempuan dalam perencanaan tata ruang laut. Keterlibatan mereka dalam penyusunan kebijakan zonasi akan membuat aturan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal dan tetap berpihak pada kelestarian ekosistem.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-display font-semimedium text-base first:mt-0">Memadukan Pengetahuan Lokal dan Ilmu Sains</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Poin penting lainnya yang disampaikan Prof. Femy adalah pentingnya sinergi antara pengetahuan lokal dengan pendekatan ilmiah dalam menjaga kawasan konservasi. Menurutnya, pelibatan perempuan secara setara akan membuat pengelolaan KKP lebih adaptif dan berkelanjutan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Ketika perempuan dilibatkan, tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Ini bukan sekadar bentuk keadilan sosial, tetapi langkah strategis untuk memastikan sumber daya laut tetap terjaga bagi generasi mendatang,” ujarnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga menambahkan, pemberdayaan perempuan pesisir tidak hanya berdampak pada pelestarian lingkungan, tetapi juga mampu mendorong <strong>diversifikasi usaha berbasis konservasi.</strong> Hal ini akan memperkuat ekonomi lokal sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir menghadapi tantangan lingkungan dan ekonomi yang semakin kompleks.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/">Napas Teluk Gorontalo Terancam? Ini Seruan Guru Besar UNG untuk Perempuan Pesisir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/napas-teluk-gorontalo-terancam-ini-seruan-guru-besar-ung-untuk-perempuan-pesisir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</title>
		<link>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional</link>
					<comments>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 13:02:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anak keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dr Tan Shot Yen]]></category>
		<category><![CDATA[hiu goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[makanan bergizi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[menu sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi makanan]]></category>
		<category><![CDATA[YLKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menu hiu goreng pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan kontroversi usai 24 siswa dan seorang guru mengalami mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap hidangan tersebut. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menegaskan bahwa hiu goreng dipilih sebagai bagian dari kearifan lokal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menu hiu goreng pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan kontroversi usai 24 siswa dan seorang guru mengalami mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap hidangan tersebut. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menegaskan bahwa hiu goreng dipilih sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Ketapang. “Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, ya kita gunakan,” kata Nanik di Cibubur, Jakarta (25/9/2025).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Nanik menerangkan, menu ikan hiu baru diberikan dua kali di sekolah tersebut dan merupakan makanan yang lumrah dikonsumsi di wilayah Ketapang. Ia menambahkan, “Kalau hiu misalnya, ternyata di situ biasa memang hiu dihidangkan. Kalau di sini kan hiu mahal banget, tapi karena di sana banyak hiu, jadi ya diberikan.” Namun, ia memastikan BGN tak akan lagi menggunakan bahan makanan yang terbukti menyebabkan keracunan. “Saya tegaskan, jika ada makanan yang terbukti menyebabkan keracunan, kita tidak akan memakainya di wilayah tersebut, meskipun banyak,” tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, ahli gizi dr. Tan Shot Yen menyoroti risiko kandungan merkuri tinggi pada hiu dan menolak klaim hiu sebagai menu kearifan lokal di Kalimantan Barat. Ia menyatakan, “Tidak ada orang Kalbar yang makan ikan hiu,” ujar dr Tan, dan menyarankan penggunaan menu lokal lain seperti bubur paddas dan pengkang yang lebih aman dan bergizi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, meminta penghentian sementara program MBG guna evaluasi menyeluruh pascainsiden keracunan. “Bila perlu untuk dilakukan penghentian sementara program MBG untuk menjamin perbaikan secara sempurna dan menyeluruh,” tegas Niti.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Data menunjukkan, keracunan makanan ini menyebabkan 25 korban. Insiden ini mendorong evaluasi pada penerapan menu berbasis kearifan lokal dalam program MBG demi menjamin keamanan dan kesehatan siswa</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
