<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kecelakaan bus jemaah haji indonesia Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kecelakaan-bus-jemaah-haji-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kecelakaan-bus-jemaah-haji-indonesia/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 29 Apr 2026 17:58:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>kecelakaan bus jemaah haji indonesia Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kecelakaan-bus-jemaah-haji-indonesia/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</title>
		<link>https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka</link>
					<comments>https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2026 12:51:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[berita haji terkini]]></category>
		<category><![CDATA[haji 2026]]></category>
		<category><![CDATA[kbihu al azhar]]></category>
		<category><![CDATA[kbihu nurul haramain]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan bus jemaah haji indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan jabal magnet]]></category>
		<category><![CDATA[kecelakaan lalu lintas arab saudi]]></category>
		<category><![CDATA[kemenhaj ri]]></category>
		<category><![CDATA[kemenlu ri]]></category>
		<category><![CDATA[kjri jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[kloter jks-1]]></category>
		<category><![CDATA[kloter sub-2]]></category>
		<category><![CDATA[perlindungan jemaah haji]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit al hayat madinah]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[wisata religi madinah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30358</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("​NEWS - Agenda wisata religi yang seharusnya membawa ketenangan justru berujung kepanikan bagi sejumlah jemaah haji asal Indonesia. Dua armada bus yang mengangkut jemaah dari dua kelompok terbang (kloter) berbeda dilaporkan mengalami tabrakan beruntun di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026). ​Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Moh. Hasan Afandi, dalam konferensi pers virtual pada Rabu (29/4/2026), membeberkan detail awal mula kecelakaan tersebut. ​\"Kronologi kami terima, (kejadian) pada 28 April 2026 pukul 10.30 waktu Arab Saudi,\" jelas Hasan. ​Insiden bermula ketika bus dari kloter SUB-2 yang diakomodasi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Haramain Probolinggo kehilangan kendali dan menghantam armada bus kloter JKS-1 yang dikelola oleh KBIHU Al Azhar. ​\"Bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1,\" ungkap Hasan merinci benturan antarkendaraan tersebut. ​Akibat kecelakaan ini, 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Rincian korban meliputi 7 jemaah dari kloter JKS-1, 2 jemaah dari SUB-2, serta 1 orang pengurus KBIHU Nurul Haramain. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, namun seorang jemaah lansia dari kloter SUB-2 bernama Sri Sugihartini (60) harus dilarikan ke Rumah Sakit Al Hayat Madinah guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif. ​Mengonfirmasi situasi terkini, Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, memastikan tidak ada jatuhnya korban fatal dalam peristiwa nahas ini. ​\"Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet. Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,\" terang Heni. ​Langkah Tegas Kemenhaj dan Bantuan KJRI ​Melengkapi penanganan krisis ini, laporan dari media Detik menyebutkan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah telah menerjunkan tim khusus ke lokasi dan rumah sakit. Langkah ini diambil guna mendampingi para korban luka dan memastikan proses administrasi serta asuransi kesehatan dengan otoritas lokal berjalan tanpa hambatan. ​Buntut dari kejadian ini, Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh KBIHU agar tidak bermain-main dengan prosedur keselamatan. Pemerintah bahkan mengancam akan mencabut izin operasional lembaga yang kedapatan melanggar. ​\"Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,\" tegas Hasan. ​Untuk mencegah insiden serupa, Kemenhaj mewajibkan seluruh KBIHU mematuhi lima aturan mutlak selama penyelenggaraan ibadah yaitu: 1. ​Berkoordinasi secara proaktif dengan petugas haji resmi. 2. ​Tunduk pada seluruh imbauan dan regulasi otoritas setempat. 3. ​Menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas absolut. 4. ​Dilarang menawarkan paket wisata \"liar\" di luar agenda resmi jemaah. 5. ​Dilarang keras memungut biaya tambahan dengan dalih apa pun. ​Meski memperketat aturan wisata, pemerintah menegaskan tidak melarang aktivitas ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Kemenhaj tetap memfasilitasi jemaah yang ingin mengunjungi situs penting di sekitar Madinah, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>​NEWS &#8211; Agenda wisata religi yang seharusnya membawa ketenangan justru berujung kepanikan bagi sejumlah jemaah haji asal Indonesia. Dua armada bus yang mengangkut jemaah dari dua kelompok terbang (kloter) berbeda dilaporkan mengalami tabrakan beruntun di kawasan Jabal Magnet, Arab Saudi, pada Selasa (28/4/2026).</p>
<p>​Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Moh. Hasan Afandi, dalam konferensi pers virtual pada Rabu (29/4/2026), membeberkan detail awal mula kecelakaan tersebut.<br />
​&#8221;Kronologi kami terima, (kejadian) pada 28 April 2026 pukul 10.30 waktu Arab Saudi,&#8221; jelas Hasan.</p>
<p>​Insiden bermula ketika bus dari kloter SUB-2 yang diakomodasi oleh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Haramain Probolinggo kehilangan kendali dan menghantam armada bus kloter JKS-1 yang dikelola oleh KBIHU Al Azhar.<br />
​&#8221;Bus SUB-2 yang sedang melaju menabrak lambung bus JKS-1,&#8221; ungkap Hasan merinci benturan antarkendaraan tersebut.</p>
<p>​Akibat kecelakaan ini, 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Rincian korban meliputi 7 jemaah dari kloter JKS-1, 2 jemaah dari SUB-2, serta 1 orang pengurus KBIHU Nurul Haramain. Sebagian besar korban mengalami luka ringan, namun seorang jemaah lansia dari kloter SUB-2 bernama Sri Sugihartini (60) harus dilarikan ke Rumah Sakit Al Hayat Madinah guna mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.</p>
<p>​Mengonfirmasi situasi terkini, Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah, memastikan tidak ada jatuhnya korban fatal dalam peristiwa nahas ini.<br />
​&#8221;Kecelakaan tersebut melibatkan bus JHI Kloter SUB-2 dan bus JHI Kloter JKS-1 saat perjalanan kembali dari kegiatan city tour Jabal Magnet. Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,&#8221; terang Heni.</p>
<p>​Langkah Tegas Kemenhaj dan Bantuan KJRI<br />
​Melengkapi penanganan krisis ini, laporan dari media Detik menyebutkan bahwa Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah telah menerjunkan tim khusus ke lokasi dan rumah sakit. Langkah ini diambil guna mendampingi para korban luka dan memastikan proses administrasi serta asuransi kesehatan dengan otoritas lokal berjalan tanpa hambatan.</p>
<p>​Buntut dari kejadian ini, Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh KBIHU agar tidak bermain-main dengan prosedur keselamatan. Pemerintah bahkan mengancam akan mencabut izin operasional lembaga yang kedapatan melanggar.<br />
​&#8221;Keselamatan, ketertiban, dan kenyamanan jemaah adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar,&#8221; tegas Hasan.</p>
<p>​Untuk mencegah insiden serupa, Kemenhaj mewajibkan seluruh KBIHU mematuhi lima aturan mutlak selama penyelenggaraan ibadah yaitu:</p>
<p>1. ​Berkoordinasi secara proaktif dengan petugas haji resmi.<br />
2. ​Tunduk pada seluruh imbauan dan regulasi otoritas setempat.<br />
3. ​Menjadikan keselamatan jemaah sebagai prioritas absolut.<br />
4. ​Dilarang menawarkan paket wisata &#8220;liar&#8221; di luar agenda resmi jemaah.<br />
5. ​Dilarang keras memungut biaya tambahan dengan dalih apa pun.</p>
<p>​Meski memperketat aturan wisata, pemerintah menegaskan tidak melarang aktivitas ziarah ke tempat-tempat bersejarah. Kemenhaj tetap memfasilitasi jemaah yang ingin mengunjungi situs penting di sekitar Madinah, seperti Masjid Qiblatain, Masjid Quba, dan Jabal Uhud.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/">Dua Bus Jemaah Haji Indonesia Bertabrakan Di Jabal Magnet, 10 Orang Terluka</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/dua-bus-jemaah-haji-indonesia-bertabrakan-di-jabal-magnet-10-orang-terluka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
