<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kecerdasan buatan Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kecerdasan-buatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kecerdasan-buatan/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 18:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>kecerdasan buatan Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kecerdasan-buatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</title>
		<link>https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital</link>
					<comments>https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 18:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[deepfake]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[disinformasi]]></category>
		<category><![CDATA[etika teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi palsu]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan siber]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan publik]]></category>
		<category><![CDATA[liar’s dividend]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi informasi]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[politik digital]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi AI]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Mohammad Adrian Latief Di era digital, kebenaran tak lagi berdiri di atas fondasi yang kokoh. Teknologi yang awalnya diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia kini juga menelurkan sisi gelap yang mengancam tatanan sosial dan politik. Salah satu wajah paling menakutkan dari perkembangan itu adalah deepfake — teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memalsukan wajah, suara, serta gerak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>Oleh: Mohammad Adrian Latief</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di era digital, kebenaran tak lagi berdiri di atas fondasi yang kokoh. Teknologi yang awalnya diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia kini juga menelurkan sisi gelap yang mengancam tatanan sosial dan politik. Salah satu wajah paling menakutkan dari perkembangan itu adalah <strong>deepfake</strong> — teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memalsukan wajah, suara, serta gerak seseorang secara nyaris sempurna.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketika realitas dapat direkayasa sedemikian rupa hingga tampak meyakinkan, masa depan <strong>demokrasi digital</strong> justru berada di ujung tanduk.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Kebenaran yang Tergadaikan</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Demokrasi dibangun di atas satu prinsip utama: <strong>hak warga negara atas informasi yang benar</strong>. Namun, kehadiran deepfake mengaburkan batas antara fakta dan fiksi. Sebuah video yang menampilkan sosok pejabat publik mengucapkan pernyataan provokatif—padahal tidak pernah terjadi—dapat viral dalam hitungan menit. Dalam atmosfer politik yang sudah terpolarisasi, rekayasa semacam ini bukan sekadar bentuk disinformasi, tetapi <strong>senjata digital</strong> yang mampu menjatuhkan reputasi, memicu konflik, bahkan menggoyang legitimasi hasil pemilu.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Bahaya terbesar deepfake bukan hanya terletak pada kemampuannya menipu mata dan telinga manusia, tetapi juga pada <strong>dampak jangka panjang terhadap kepercayaan publik</strong>. Ketika masyarakat sadar bahwa video dan rekaman suara bisa dimanipulasi, muncul fenomena <strong>liar’s dividend</strong>, yakni kondisi ketika pelaku kejahatan atau politisi bermasalah dengan mudah menepis bukti autentik dengan alasan “itu hanya deepfake.” Akibatnya, kebenaran kehilangan daya ikatnya, dan ruang publik tenggelam dalam skeptisisme total.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Demokrasi yang Digital, Ancaman yang Nyata</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam konteks <strong>demokrasi digital</strong>, di mana percakapan politik, kampanye, dan partisipasi publik berlangsung secara daring, ancaman ini menjadi semakin nyata. Algoritma media sosial yang memprioritaskan konten sensasional ikut mempercepat penyebaran video manipulatif tanpa verifikasi yang memadai. Akibatnya, masyarakat bukan hanya <strong>konsumen informasi</strong>, melainkan <strong>target manipulasi psikologis</strong> yang dirancang secara sistematis.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, menyalahkan teknologi semata adalah pandangan yang keliru. Deepfake hanyalah alat; yang menentukan dampaknya adalah bagaimana manusia, lembaga, dan negara meresponsnya.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Jalan Panjang Menyelamatkan Demokrasi</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Masa depan demokrasi digital sangat bergantung pada tiga hal: <strong>regulasi yang adaptif, literasi digital yang kuat, dan tanggung jawab etis platform teknologi.</strong></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Negara harus hadir dengan kebijakan hukum yang tidak gagap terhadap perkembangan digital. Regulasi perlu tegas menindak penyalahgunaan konten manipulatif tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di sisi lain, masyarakat perlu dibekali <strong>kemampuan verifikasi kritis</strong> – kebiasaan untuk meragukan, memeriksa, dan tidak langsung mempercayai apa yang tampil di layar. Tanpa kesadaran itu, publik menjadi tanah subur bagi propaganda digital.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, <strong>perusahaan teknologi</strong> tidak bisa lagi bersembunyi di balik dalih “netralitas platform.” Mereka memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk mendeteksi serta meminimalisasi penyebaran deepfake, termasuk dengan memperkuat sistem identifikasi konten berbasis autentikasi digital.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Menjaga Realitas, Menyelamatkan Demokrasi</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada akhirnya, pertarungan melawan deepfake bukan hanya tentang teknologi melawan teknologi, tetapi tentang <strong>nilai dan integritas di era informasi.</strong> Demokrasi hanya bisa bertahan jika kebenaran tetap dijunjung tinggi sebagai kepentingan bersama.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketika realitas bisa dipalsukan, <strong>kejujuran, kewaspadaan, dan tanggung jawab kolektif</strong> menjadi tameng terakhir kita. Tanpa itu, demokrasi berisiko berubah menjadi ilusi — tampak nyata di layar, namun hampa di dalamnya.[/responsivevoice]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Superkomputer Ini seperti Otak Manusia Tanpa GPU atau Penyimpanan!</title>
		<link>https://barakati.id/superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan</link>
					<comments>https://barakati.id/superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 07 Jun 2025 08:54:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[arsitektur ARM]]></category>
		<category><![CDATA[artificial intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[komputasi neuromorfik]]></category>
		<category><![CDATA[otak buatan]]></category>
		<category><![CDATA[simulasi neuron]]></category>
		<category><![CDATA[superkomputer spiNNaker 2]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi AI]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi masa depan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=25770</guid>

					<description><![CDATA[<p>Para peneliti dari University of Manchester dan Technische Universität Dresden (TUD) telah mengaktifkan superkomputer generasi baru bernama SpiNNaker 2, sistem komputasi neuromorfik canggih yang meniru cara kerja otak manusia. Uniknya, superkomputer ini tidak menggunakan GPU atau sistem penyimpanan tradisional saat dijalankan. Seperti di beritakan Tom’s Hardware, SpiNNaker 2 ini dirancang untuk mensimulasikan aktivitas sekitar 150 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan/">Superkomputer Ini seperti Otak Manusia Tanpa GPU atau Penyimpanan!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan/">Superkomputer Ini seperti Otak Manusia Tanpa GPU atau Penyimpanan!</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Para peneliti dari University of Manchester dan Technische Universität Dresden (TUD) telah mengaktifkan superkomputer generasi baru bernama SpiNNaker 2, sistem komputasi neuromorfik canggih yang meniru cara kerja otak manusia. Uniknya, superkomputer ini tidak menggunakan GPU atau sistem penyimpanan tradisional saat dijalankan.</p>
<p>Seperti di beritakan Tom’s Hardware, SpiNNaker 2 ini dirancang untuk mensimulasikan aktivitas sekitar 150 hingga 180 juta neuron biologis secara real-time, menciptakan pendekatan revolusioner dalam komputasi yang lebih efisien secara energi dan responsif. Sistem ini menggunakan arsitektur prosesor ARM khusus dan dapat mengatur komunikasi antar &#8220;neuron digital&#8221; dengan latensi rendah dan efisiensi tinggi—berbeda dengan superkomputer konvensional yang bergantung pada perangkat keras intensif daya seperti GPU dan memori besar.</p>
<p>Keunggulan utama dari SpiNNaker 2 adalah pendekatannya yang mirip cara kerja otak, di mana pemrosesan terjadi secara paralel, terdesentralisasi, dan adaptif terhadap kebutuhan komputasi. Ini menjadikan teknologi ini sangat relevan untuk pengembangan AI generatif, robotika, dan simulasi biologis skala besar.</p>
<p>Dikembangkan sebagai bagian dari proyek Human Brain Project Uni Eropa, sistem ini juga membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang neuroscience dan kecerdasan buatan. Tim pengembang menyatakan bahwa teknologi ini akan membantu mendekatkan manusia pada pemahaman menyeluruh terhadap sistem saraf biologis serta menginspirasi inovasi dalam pemrosesan data masa depan.</p>
<p>“Kami tidak sekadar membuat superkomputer yang lebih cepat, tetapi menciptakan arsitektur yang berpikir seperti otak manusia,” ujar Prof. Steve Furber, arsitek utama SpiNNaker.</p>
<p>Dengan konsumsi daya rendah dan kemampuan real-time, SpiNNaker 2 menjanjikan potensi besar sebagai fondasi infrastruktur AI masa depan yang lebih berkelanjutan dan biologically inspired.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan/">Superkomputer Ini seperti Otak Manusia Tanpa GPU atau Penyimpanan!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan/">Superkomputer Ini seperti Otak Manusia Tanpa GPU atau Penyimpanan!</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/superkomputer-ini-seperti-otak-manusia-tanpa-gpu-atau-penyimpanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
