<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kelurahan talumolo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kelurahan-talumolo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kelurahan-talumolo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 24 May 2026 18:03:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>kelurahan talumolo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kelurahan-talumolo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya</title>
		<link>https://barakati.id/sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya</link>
					<comments>https://barakati.id/sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2026 14:01:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[berita Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Boby R Payu]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi Sirkular]]></category>
		<category><![CDATA[Kebersihan Lingkungan Perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan dumbo raya]]></category>
		<category><![CDATA[kelurahan talumolo]]></category>
		<category><![CDATA[Kemitraan Multipihak]]></category>
		<category><![CDATA[Komposter Sampah Organik]]></category>
		<category><![CDATA[Leato selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Leato Utara]]></category>
		<category><![CDATA[Pengelolaan Sampah Berkelanjutan]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Wilayah dan Perkotaan UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Raghel Yunginger]]></category>
		<category><![CDATA[SDGs Center UNG Pilah Sampah Dumbo Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30537</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya/">Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya/">Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya resmi mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah sebagai langkah strategis dalam mendorong sistem pengelolaan kebersihan yang berkelanjutan langsung dari hulu atau sumbernya, Selasa (19/05/2026). Agenda ini diwujudkan melalui penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Pemilahan Sampah se-Kecamatan Dumbo Raya yang disokong penuh oleh Sustainable Development Goals (SDGs) Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Deklarasi tersebut menjadi momentum kolektif untuk membangun kesadaran sosiologis masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari lingkup rumah tangga, tempat usaha, sekolah, perkantoran, hingga fasilitas publik. Dukungan dari SDGs Center UNG diarahkan untuk memperkuat model multi-stakeholder partnership (MSP) agar pengelolaan sampah berjalan lebih terarah, partisipatif, dan berdampak jangka panjang. Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur instansi dan elemen masyarakat. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan piagam komitmen bersama sebagai simbol keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan program tersebut. Camat Dumbo Raya menggerakkan lintas sektor secara masif guna memastikan program ini berjalan efektif. Aksi lapangan ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, Polsek, Lanal Gorontalo, KSOP Kelas III Gorontalo, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Puskesmas, ASN, kepala sekolah, akademisi, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Perkotaan (PWP) UNG, serta Advisor GIZ Provinsi Gorontalo, Boby R. Payu. Keterlibatan lintas sektoral yang gemuk ini menjadi bukti konkret bahwa persoalan darurat sampah perkotaan tidak dapat diselesaikan secara parsial atau egosektoral. Salah satu poin krusial dalam piagam komitmen bersama tersebut berbunyi: “Kami para pihak yang bertanda tangan di bawah ini berkomitmen untuk bersama-sama mendukung dan melaksanakan pemilahan sampah dari sumbernya demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kecamatan Dumbo Raya.” Tak berhenti pada aspek seremonial di atas meja, jajaran Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya langsung tancap gas melaksanakan edukasi door-to-door menyisir rumah-rumah warga dan kawasan tempat usaha di Kelurahan Talumolo, Leato Utara, dan Leato Selatan. Dalam edukasi langsung itu, warga diajarkan tata cara pemisahan jenis sampah serta teknik pengolahan sampah organik menggunakan alat komposter. Keterlibatan aktif mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Perkotaan UNG dalam edukasi ini menjadi pilar penting. Mereka mentransfer ilmu spasial dan tata kota mengenai pentingnya memisahkan residu organik dan anorganik. Sampah organik didorong menjadi pupuk kompos, sedangkan komoditas anorganik diarahkan ke sektor daur ulang guna memicu pertumbuhan ekonomi sirkular di tingkat tapak. Camat Dumbo Raya menegaskan bahwa pihaknya menargetkan wilayahnya menjadi role model kawasan bebas sampah di Kota Gorontalo. Namun, ia mengingatkan bahwa target tersebut mustahil tercapai tanpa adanya revolusi perilaku dari masyarakat sendiri. “Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya berkomitmen penuh untuk terus mengawal pemilahan sampah ini. Masyarakat wajib peduli dan menaikkan tingkat partisipasinya, karena Dumbo Raya bebas sampah hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama,” tegas Camat Dumbo Raya. Senada dengan hal itu, Kepala Pusat Studi SDGs Center UNG, Dr. Raghel Yunginger, menyampaikan bahwa pengelolaan rantai sampah membutuhkan kerja kolaboratif yang konstan agar aktivitas memilah ini bertransformasi menjadi kebudayaan baru di Gorontalo. “Pemilahan sampah dari sumbernya merupakan hulu penting untuk membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Komitmen bersama ini kami harapkan menjadi fondasi kuat bagi perubahan perilaku konsumsi dan pembuangan limbah di masyarakat,” pungkas Dr. Raghel.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">UNG &#8211; Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya resmi mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah sebagai langkah strategis dalam mendorong sistem pengelolaan kebersihan yang berkelanjutan langsung dari hulu atau sumbernya, Selasa (19/05/2026). Agenda ini diwujudkan melalui penandatanganan Pernyataan Komitmen Bersama Pemilahan Sampah se-Kecamatan Dumbo Raya yang disokong penuh oleh <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="379">Sustainable Development Goals</i> (SDGs) Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG).</p>
<p data-path-to-node="4">Deklarasi tersebut menjadi momentum kolektif untuk membangun kesadaran sosiologis masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari lingkup rumah tangga, tempat usaha, sekolah, perkantoran, hingga fasilitas publik. Dukungan dari SDGs Center UNG diarahkan untuk memperkuat model <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="276">multi-stakeholder partnership</i> (MSP) agar pengelolaan sampah berjalan lebih terarah, partisipatif, dan berdampak jangka panjang.</p>
<p data-path-to-node="5">Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur instansi dan elemen masyarakat. Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan piagam komitmen bersama sebagai simbol keseriusan seluruh pihak dalam menyukseskan program tersebut.</p>
<p data-path-to-node="6">Camat Dumbo Raya menggerakkan lintas sektor secara masif guna memastikan program ini berjalan efektif. Aksi lapangan ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, Polsek, Lanal Gorontalo, KSOP Kelas III Gorontalo, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Puskesmas, ASN, kepala sekolah, akademisi, mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Perkotaan (PWP) UNG, serta <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="387">Advisor</i> GIZ Provinsi Gorontalo, Boby R. Payu.</p>
<p data-path-to-node="7">Keterlibatan lintas sektoral yang gemuk ini menjadi bukti konkret bahwa persoalan darurat sampah perkotaan tidak dapat diselesaikan secara parsial atau egosektoral. Salah satu poin krusial dalam piagam komitmen bersama tersebut berbunyi:</p>
<p data-path-to-node="8">“Kami para pihak yang bertanda tangan di bawah ini berkomitmen untuk bersama-sama mendukung dan melaksanakan pemilahan sampah dari sumbernya demi mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kecamatan Dumbo Raya.”</p>
<p data-path-to-node="9">Tak berhenti pada aspek seremonial di atas meja, jajaran Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya langsung tancap gas melaksanakan edukasi <i data-path-to-node="9" data-index-in-node="130">door-to-door</i> menyisir rumah-rumah warga dan kawasan tempat usaha di Kelurahan Talumolo, Leato Utara, dan Leato Selatan. Dalam edukasi langsung itu, warga diajarkan tata cara pemisahan jenis sampah serta teknik pengolahan sampah organik menggunakan alat komposter.</p>
<p data-path-to-node="10">Keterlibatan aktif mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Perkotaan UNG dalam edukasi ini menjadi pilar penting. Mereka mentransfer ilmu spasial dan tata kota mengenai pentingnya memisahkan residu organik dan anorganik. Sampah organik didorong menjadi pupuk kompos, sedangkan komoditas anorganik diarahkan ke sektor daur ulang guna memicu pertumbuhan ekonomi sirkular di tingkat tapak.</p>
<p data-path-to-node="11">Camat Dumbo Raya menegaskan bahwa pihaknya menargetkan wilayahnya menjadi <i data-path-to-node="11" data-index-in-node="74">role model</i> kawasan bebas sampah di Kota Gorontalo. Namun, ia mengingatkan bahwa target tersebut mustahil tercapai tanpa adanya revolusi perilaku dari masyarakat sendiri.</p>
<p data-path-to-node="12">“Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya berkomitmen penuh untuk terus mengawal pemilahan sampah ini. Masyarakat wajib peduli dan menaikkan tingkat partisipasinya, karena Dumbo Raya bebas sampah hanya bisa terwujud jika semua pihak bergerak bersama,” tegas Camat Dumbo Raya.</p>
<p data-path-to-node="13">Senada dengan hal itu, Kepala Pusat Studi SDGs Center UNG, Dr. Raghel Yunginger, menyampaikan bahwa pengelolaan rantai sampah membutuhkan kerja kolaboratif yang konstan agar aktivitas memilah ini bertransformasi menjadi kebudayaan baru di Gorontalo.</p>
<p data-path-to-node="14">“Pemilahan sampah dari sumbernya merupakan hulu penting untuk membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. Komitmen bersama ini kami harapkan menjadi fondasi kuat bagi perubahan perilaku konsumsi dan pembuangan limbah di masyarakat,” pungkas Dr. Raghel.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya/">Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya/">Sasar Ekonomi Sirkulasi: SDGs Center UNG Sokong Deklarasi Pilah Sampah Dumbo Raya</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/sasar-ekonomi-sirkulasi-sdgs-center-ung-sokong-deklarasi-pilah-sampah-dumbo-raya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Atasi Darurat Sampah Perkotaan, Kecamatan Dumbo Raya Gandeng SDGs Center UNG dan GIZ Jerman</title>
		<link>https://barakati.id/atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman</link>
					<comments>https://barakati.id/atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 22:12:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[bappeda kota gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[biopori]]></category>
		<category><![CDATA[giz jerman]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan dumbo raya]]></category>
		<category><![CDATA[kelurahan leato selatan]]></category>
		<category><![CDATA[kelurahan leato utara]]></category>
		<category><![CDATA[kelurahan talumolo]]></category>
		<category><![CDATA[Kkn tematik ung]]></category>
		<category><![CDATA[kolaborasi multi pihak]]></category>
		<category><![CDATA[masalah sampah perkotaan]]></category>
		<category><![CDATA[ngo biota]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan sampah gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[pkk dumbo raya]]></category>
		<category><![CDATA[sdgs center ung]]></category>
		<category><![CDATA[tong komposter]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30318</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman/">Atasi Darurat Sampah Perkotaan, Kecamatan Dumbo Raya Gandeng SDGs Center UNG dan GIZ Jerman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman/">Atasi Darurat Sampah Perkotaan, Kecamatan Dumbo Raya Gandeng SDGs Center UNG dan GIZ Jerman</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Komitmen kuat dalam mendukung program unggulan Wali Kota Gorontalo terkait kebersihan lingkungan ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya. Langkah nyata ini dibuktikan dengan respons cepat pihak kecamatan dalam mengeksekusi rancangan pengelolaan persampahan berbasis kemitraan multi-pihak (multi-stakeholder partnership). Program strategis ini merupakan inisiasi bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, Sustainable Development Goals (SDGs) Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan lembaga kerja sama pemerintah Jerman (GIZ). Kecamatan Dumbo Raya secara resmi ditunjuk sebagai lokus pilot project percontohan pengelolaan persampahan yang dirumuskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Gorontalo, Sekretariat SDGs Provinsi, SDGs Center UNG, serta Advisor GIZ Gorontalo. Sebagai langkah awal, terdapat tiga kelurahan yang menjadi fokus utama, yakni Kelurahan Leato Selatan, Leato Utara, dan Talumolo. Penetapan wilayah ini merupakan bagian dari strategi untuk membangun model tata kelola sampah yang terintegrasi, partisipatif, berdampak berkelanjutan, dan rencananya akan diperluas ke seluruh kelurahan di wilayah tersebut. Camat Dumbo Raya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif kolaboratif ini. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan. “Pengelolaan sampah tidak bisa ditunda. Kita perlu bergerak cepat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada saat ini. Jangan menunggu semua tersedia baru kita bergerak. Kami akan melibatkan semua pihak dan memastikan bahwa setiap rencana benar-benar dieksekusi di lapangan,” ungkap Camat dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pada Minggu (26/4/2026). Pendekatan kemitraan multi-pihak ini menjadi kunci utama yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas masyarakat, serta mitra pembangunan internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks terkait penanganan sampah perkotaan, mulai dari mengubah paradigma dan perilaku masyarakat, hingga memperkuat sistem pengelolaan agar jauh lebih efektif. Momentum perubahan ini semakin menguat dengan diterjunkannya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari UNG. Kehadiran para mahasiswa menjadi elemen esensial dalam memberikan edukasi dan pendampingan intensif kepada masyarakat. Melalui program KKN Tematik ini, sosialisasi pemilahan sampah dan praktik pengelolaannya dari skala rumah tangga dapat langsung menyentuh akar rumput. Implementasi nyata dari kolaborasi ini telah mulai terlihat pada Sabtu (25/4/2026) di Kelurahan Leato Selatan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, mahasiswa KKN, NGO Biota, dan unsur PKK Kecamatan Dumbo Raya membuahkan aksi langsung di tengah masyarakat. Warga diberikan edukasi praktis mengenai cara mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan teknik biopori dan tong komposter. Upaya bersama ini diyakini menjadi titik tolak yang krusial. Ke depannya, kerja-kerja kolaboratif yang lebih berkesinambungan sangat dinantikan guna memastikan terjadinya pengurangan volume timbunan sampah secara signifikan di wilayah ini. Dengan komitmen kuat dan langkah cepat yang telah diambil, Kecamatan Dumbo Raya kini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan tingkat lokal mampu memainkan peran strategis dalam mengeksekusi program prioritas daerah secara terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="2">UNG &#8211; Komitmen kuat dalam mendukung program unggulan Wali Kota Gorontalo terkait kebersihan lingkungan ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Dumbo Raya. Langkah nyata ini dibuktikan dengan respons cepat pihak kecamatan dalam mengeksekusi rancangan pengelolaan persampahan berbasis kemitraan multi-pihak (<i data-path-to-node="2" data-index-in-node="310">multi-stakeholder partnership</i>).</p>
<p data-path-to-node="3">Program strategis ini merupakan inisiasi bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="92">Sustainable Development Goals</i> (SDGs) Center Universitas Negeri Gorontalo (UNG), dan lembaga kerja sama pemerintah Jerman (GIZ).</p>
<p data-path-to-node="4">Kecamatan Dumbo Raya secara resmi ditunjuk sebagai lokus <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="57">pilot project</i> percontohan pengelolaan persampahan yang dirumuskan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Gorontalo, Sekretariat SDGs Provinsi, SDGs Center UNG, serta Advisor GIZ Gorontalo.</p>
<p data-path-to-node="5">Sebagai langkah awal, terdapat tiga kelurahan yang menjadi fokus utama, yakni Kelurahan Leato Selatan, Leato Utara, dan Talumolo. Penetapan wilayah ini merupakan bagian dari strategi untuk membangun model tata kelola sampah yang terintegrasi, partisipatif, berdampak berkelanjutan, dan rencananya akan diperluas ke seluruh kelurahan di wilayah tersebut.</p>
<p data-path-to-node="6">Camat Dumbo Raya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inisiatif kolaboratif ini. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan program ini tidak hanya berhenti pada dokumen perencanaan.</p>
<p data-path-to-node="7">“Pengelolaan sampah tidak bisa ditunda. Kita perlu bergerak cepat dengan memanfaatkan sumber daya yang ada saat ini. Jangan menunggu semua tersedia baru kita bergerak. Kami akan melibatkan semua pihak dan memastikan bahwa setiap rencana benar-benar dieksekusi di lapangan,” ungkap Camat dalam pertemuan koordinasi lintas sektor pada Minggu (26/4/2026).</p>
<p data-path-to-node="8">Pendekatan kemitraan multi-pihak ini menjadi kunci utama yang melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas masyarakat, serta mitra pembangunan internasional. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks terkait penanganan sampah perkotaan, mulai dari mengubah paradigma dan perilaku masyarakat, hingga memperkuat sistem pengelolaan agar jauh lebih efektif.</p>
<p data-path-to-node="9">Momentum perubahan ini semakin menguat dengan diterjunkannya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dari UNG. Kehadiran para mahasiswa menjadi elemen esensial dalam memberikan edukasi dan pendampingan intensif kepada masyarakat. Melalui program KKN Tematik ini, sosialisasi pemilahan sampah dan praktik pengelolaannya dari skala rumah tangga dapat langsung menyentuh akar rumput.</p>
<p data-path-to-node="10">Implementasi nyata dari kolaborasi ini telah mulai terlihat pada Sabtu (25/4/2026) di Kelurahan Leato Selatan. Sinergi antara pemerintah kecamatan, kelurahan, mahasiswa KKN, NGO Biota, dan unsur PKK Kecamatan Dumbo Raya membuahkan aksi langsung di tengah masyarakat. Warga diberikan edukasi praktis mengenai cara mengolah sampah organik menjadi kompos menggunakan teknik biopori dan tong komposter.</p>
<p data-path-to-node="11">Upaya bersama ini diyakini menjadi titik tolak yang krusial. Ke depannya, kerja-kerja kolaboratif yang lebih berkesinambungan sangat dinantikan guna memastikan terjadinya pengurangan volume timbunan sampah secara signifikan di wilayah ini.</p>
<p data-path-to-node="12">Dengan komitmen kuat dan langkah cepat yang telah diambil, Kecamatan Dumbo Raya kini menjadi contoh nyata bagaimana kepemimpinan tingkat lokal mampu memainkan peran strategis dalam mengeksekusi program prioritas daerah secara terarah dan berdampak langsung bagi masyarakat.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman/">Atasi Darurat Sampah Perkotaan, Kecamatan Dumbo Raya Gandeng SDGs Center UNG dan GIZ Jerman</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman/">Atasi Darurat Sampah Perkotaan, Kecamatan Dumbo Raya Gandeng SDGs Center UNG dan GIZ Jerman</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/atasi-darurat-sampah-perkotaan-kecamatan-dumbo-raya-gandeng-sdgs-center-ung-dan-giz-jerman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
