<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kemandirian fiskal daerah Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kemandirian-fiskal-daerah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kemandirian-fiskal-daerah/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 Jun 2026 08:26:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>kemandirian fiskal daerah Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kemandirian-fiskal-daerah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Genjot Kemandirian Fiskal: Pemkab Pohuwato Kejar Target Pendapatan Asli Daerah di Paruh Tahun</title>
		<link>https://barakati.id/genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun</link>
					<comments>https://barakati.id/genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 19:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[APBD TA 2026]]></category>
		<category><![CDATA[berita pohuwato hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[BPKPD Kabupaten Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Keuangan Pemda]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi Kinerja OPD]]></category>
		<category><![CDATA[Evaluasi PAD Triwulan II Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi QRIS ASN]]></category>
		<category><![CDATA[iwan s adam]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian fiskal daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Optimalisasi Pendapatan Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pembiayaan pembangunan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendapatan asli daerah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendataan Objek Pajak]]></category>
		<category><![CDATA[Peta Jalan ETPD]]></category>
		<category><![CDATA[TP2DD Pohuwato]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30675</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun/">Genjot Kemandirian Fiskal: Pemkab Pohuwato Kejar Target Pendapatan Asli Daerah di Paruh Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun/">Genjot Kemandirian Fiskal: Pemkab Pohuwato Kejar Target Pendapatan Asli Daerah di Paruh Tahun</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato terus berupaya mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai pilar utama pembiayaan program pembangunan daerah. Guna mengukur realisasi fiskal tersebut, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Pohuwato menggelar Rapat Evaluasi PAD Triwulan II Tahun Anggaran 2026. Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Pertemuan BPKPD pada Senin (15/06/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, dan dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan daerah. Dalam arahannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam mengungkapkan bahwa evaluasi paruh tahun ini sengaja dipercepat lantaran performa realisasi PAD di sejumlah OPD tercatat masih memprihatinkan dan berada di bawah target yang dipatok dalam APBD 2026. “Bagi OPD pengelola PAD, saya minta berikan atensi serius terhadap capaian pendapatan masing-masing. Kita sudah berada di penghujung Triwulan II, artinya tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Segera ambil langkah konkret untuk mengejar ketertinggalan target,” tegas Wabup Iwan. Menurut Iwan, raihan PAD merupakan indikator sahih kemandirian fiskal daerah dalam membiayai program strategis serta pelayanan publik. Oleh karena itu, jajaran OPD didesak untuk melepaskan cara kerja konvensional dan mulai melahirkan inovasi guna menggali potensi pendapatan baru yang selama ini belum tergarap maksimal. “Setiap instansi harus mampu memetakan potensi secara presisi, memperbarui akurasi pendataan di lapangan, serta memperketat fungsi pengawasan terhadap objek-objek pajak dan retribusi daerah. Jangan sampai ada potensi pendapatan yang bocor atau menguap begitu saja,” cetus Iwan. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa target nominal PAD yang dibebankan kepada setiap OPD bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tanggung jawab moral dan konstitusional yang berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan di Bumi Panua. “Target PAD jangan hanya dijadikan angka mati di atas kertas. Butuh komitmen, kerja keras, dan sinergi lintas sektor. Pascarapat ini, saya instruksikan seluruh OPD segera melakukan evaluasi internal dan mengeksekusi strategi percepatan penyerapan,” tambahnya. Di akhir pertemuan, Wabup Iwan menjelaskan bahwa jalannya rapat evaluasi ini diinstruksikan langsung oleh Bupati Pohuwato. Seluruh nota rekapitulasi capaian dan kendala OPD akan dilaporkan sebagai rapor performa instansi sekaligus bahan pertimbangan kebijakan strategis ke depan. Selain fokus mengevaluasi rapor merah PAD, forum tersebut dirangkaikan dengan High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Pohuwato. Agenda sekunder yang tidak kalah urgen ini membahas perumusan roadmap Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk periode 2026–2029. Peta jalan tersebut nantinya akan menjadi kompas digitalisasi tata kelola keuangan Pemkab Pohuwato selama beberapa tahun ke depan. Menutup arahannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam mengimbau penguatan ekosistem nontunai secara masif melalui optimalisasi kanal digital, khususnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Gerakan digitalisasi ini ditegaskan harus dimulai dari jajaran pengurus TP2DD dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pohuwato sebagai motor penggerak contoh bagi masyarakat luas.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">Pohuwato &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato terus berupaya mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai pilar utama pembiayaan program pembangunan daerah. Guna mengukur realisasi fiskal tersebut, Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Pohuwato menggelar Rapat Evaluasi PAD Triwulan II Tahun Anggaran 2026.</p>
<p data-path-to-node="4">Rapat koordinasi yang berlangsung di Aula Pertemuan BPKPD pada Senin (15/06/2026) tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, dan dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pendapatan daerah.</p>
<p data-path-to-node="5">Dalam arahannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam mengungkapkan bahwa evaluasi paruh tahun ini sengaja dipercepat lantaran performa realisasi PAD di sejumlah OPD tercatat masih memprihatinkan dan berada di bawah target yang dipatok dalam APBD 2026.</p>
<p data-path-to-node="6">“Bagi OPD pengelola PAD, saya minta berikan atensi serius terhadap capaian pendapatan masing-masing. Kita sudah berada di penghujung Triwulan II, artinya tidak ada lagi waktu untuk bersantai. Segera ambil langkah konkret untuk mengejar ketertinggalan target,” tegas Wabup Iwan.</p>
<p data-path-to-node="7">Menurut Iwan, raihan PAD merupakan indikator sahih kemandirian fiskal daerah dalam membiayai program strategis serta pelayanan publik. Oleh karena itu, jajaran OPD didesak untuk melepaskan cara kerja konvensional dan mulai melahirkan inovasi guna menggali potensi pendapatan baru yang selama ini belum tergarap maksimal.</p>
<p data-path-to-node="8">“Setiap instansi harus mampu memetakan potensi secara presisi, memperbarui akurasi pendataan di lapangan, serta memperketat fungsi pengawasan terhadap objek-objek pajak dan retribusi daerah. Jangan sampai ada potensi pendapatan yang bocor atau menguap begitu saja,” cetus Iwan.</p>
<p data-path-to-node="9">Lebih lanjut, ia menekankan bahwa target nominal PAD yang dibebankan kepada setiap OPD bukan sekadar formalitas administratif, melainkan tanggung jawab moral dan konstitusional yang berdampak langsung pada keberlanjutan pembangunan di Bumi Panua.</p>
<p data-path-to-node="10">“Target PAD jangan hanya dijadikan angka mati di atas kertas. Butuh komitmen, kerja keras, dan sinergi lintas sektor. Pascarapat ini, saya instruksikan seluruh OPD segera melakukan evaluasi internal dan mengeksekusi strategi percepatan penyerapan,” tambahnya.</p>
<p data-path-to-node="11">Di akhir pertemuan, Wabup Iwan menjelaskan bahwa jalannya rapat evaluasi ini diinstruksikan langsung oleh Bupati Pohuwato. Seluruh nota rekapitulasi capaian dan kendala OPD akan dilaporkan sebagai rapor performa instansi sekaligus bahan pertimbangan kebijakan strategis ke depan.</p>
<p data-path-to-node="12">Selain fokus mengevaluasi rapor merah PAD, forum tersebut dirangkaikan dengan <i data-path-to-node="12" data-index-in-node="78">High Level Meeting</i> Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Pohuwato. Agenda sekunder yang tidak kalah urgen ini membahas perumusan <i data-path-to-node="12" data-index-in-node="236">roadmap</i> Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) untuk periode 2026–2029. Peta jalan tersebut nantinya akan menjadi kompas digitalisasi tata kelola keuangan Pemkab Pohuwato selama beberapa tahun ke depan.</p>
<p data-path-to-node="13">Menutup arahannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam mengimbau penguatan ekosistem nontunai secara masif melalui optimalisasi kanal digital, khususnya penggunaan <i data-path-to-node="13" data-index-in-node="154">Quick Response Code Indonesian Standard</i> (QRIS). Gerakan digitalisasi ini ditegaskan harus dimulai dari jajaran pengurus TP2DD dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pohuwato sebagai motor penggerak contoh bagi masyarakat luas.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun/">Genjot Kemandirian Fiskal: Pemkab Pohuwato Kejar Target Pendapatan Asli Daerah di Paruh Tahun</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun/">Genjot Kemandirian Fiskal: Pemkab Pohuwato Kejar Target Pendapatan Asli Daerah di Paruh Tahun</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/genjot-kemandirian-fiskal-pemkab-pohuwato-kejar-target-pendapatan-asli-daerah-di-paruh-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Pohuwato Soroti Keterbatasan Ruang Fiskal Daerah</title>
		<link>https://barakati.id/peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah</link>
					<comments>https://barakati.id/peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 14:52:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[berita pohuwato hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Dprd pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[hari otda ke-30]]></category>
		<category><![CDATA[hari otonomi daerah 2026]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kemandirian fiskal daerah]]></category>
		<category><![CDATA[mendagri tito karnavian]]></category>
		<category><![CDATA[Otonomi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pemkab pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Saipul A Mbuinga]]></category>
		<category><![CDATA[tata kelola pemerintahan]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Bupati Iwan S. Adam]]></category>
		<category><![CDATA[wujudkan asta cita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30304</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah/">Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Pohuwato Soroti Keterbatasan Ruang Fiskal Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah/">Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Pohuwato Soroti Keterbatasan Ruang Fiskal Daerah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Pohuwato, Senin (27/04/2026). Momentum bersejarah ini menjadi pengingat pentingnya memperkokoh komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima serta mewujudkan kemandirian fiskal. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Kegiatan khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Iwan S. Adam, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Iskandar Datau, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, pejabat fungsional, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pohuwato. Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Saipul membacakan amanat tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Saipul menyoroti tema peringatan tahun ini, yakni “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini dinilai sarat akan makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal. “Otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Tanah Air,” ujar Bupati Saipul mengutip pesan Mendagri. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan besar Asta Cita dan kemajuan bangsa tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Sinkronisasi ini harus dieksekusi melalui sejumlah langkah strategis. Langkah-langkah tersebut meliputi integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil (outcome), inovasi digitalisasi, kolaborasi antardaerah, hingga fokus pada pemenuhan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan. Isu kemandirian fiskal juga menjadi sorotan tajam dalam peringatan ini. Bupati Saipul memaparkan bahwa kemandirian fiskal adalah pilar utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Namun, realitanya masih banyak daerah yang terjebak dalam tingginya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat. “Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas dan kurang fleksibel dalam merespons kebutuhan serta prioritas pembangunan yang bersifat lokal,” paparnya. Meski demikian, otonomi daerah dinilai tetap menjadi jalan pembuka bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Oleh karena itu, keseimbangan antara kemandirian daerah dan kepentingan nasional harus senantiasa dijaga dengan baik,” tambahnya. Mengakhiri amanatnya, Bupati Saipul mengajak seluruh elemen di Pohuwato untuk menjadikan capaian tiga dekade otonomi daerah ini sebagai batu loncatan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik. “Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan Asta Cita. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai langkah kita semua,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="2">Pohuwato &#8211; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pohuwato menggelar upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di halaman Kantor Bupati Pohuwato, Senin (27/04/2026). Momentum bersejarah ini menjadi pengingat pentingnya memperkokoh komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang prima serta mewujudkan kemandirian fiskal.</p>
<p data-path-to-node="3">Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga. Kegiatan khidmat ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Iwan S. Adam, Ketua DPRD Pohuwato Beni Nento, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah Iskandar Datau, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, pejabat fungsional, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pohuwato.</p>
<p data-path-to-node="4">Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Saipul membacakan amanat tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian. Dalam sambutannya, Saipul menyoroti tema peringatan tahun ini, yakni “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini dinilai sarat akan makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal.</p>
<p data-path-to-node="5">“Otonomi daerah merupakan instrumen strategis dalam mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh Tanah Air,” ujar Bupati Saipul mengutip pesan Mendagri.</p>
<p data-path-to-node="6">Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan besar Asta Cita dan kemajuan bangsa tidak akan tercapai tanpa adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Sinkronisasi ini harus dieksekusi melalui sejumlah langkah strategis.</p>
<p data-path-to-node="7">Langkah-langkah tersebut meliputi integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="110">outcome</i>), inovasi digitalisasi, kolaborasi antardaerah, hingga fokus pada pemenuhan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan.</p>
<p data-path-to-node="8">Isu kemandirian fiskal juga menjadi sorotan tajam dalam peringatan ini. Bupati Saipul memaparkan bahwa kemandirian fiskal adalah pilar utama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Namun, realitanya masih banyak daerah yang terjebak dalam tingginya ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat.</p>
<p data-path-to-node="9">“Kondisi ini membuat ruang fiskal daerah menjadi sangat terbatas dan kurang fleksibel dalam merespons kebutuhan serta prioritas pembangunan yang bersifat lokal,” paparnya.</p>
<p data-path-to-node="10">Meski demikian, otonomi daerah dinilai tetap menjadi jalan pembuka bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Oleh karena itu, keseimbangan antara kemandirian daerah dan kepentingan nasional harus senantiasa dijaga dengan baik,” tambahnya.</p>
<p data-path-to-node="11">Mengakhiri amanatnya, Bupati Saipul mengajak seluruh elemen di Pohuwato untuk menjadikan capaian tiga dekade otonomi daerah ini sebagai batu loncatan menuju tata kelola pemerintahan yang lebih baik.</p>
<p data-path-to-node="12">“Saya mengucapkan selamat memperingati Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026. Semoga semangat otonomi daerah terus menjadi pendorong bagi kita semua untuk mewujudkan Asta Cita. Kiranya Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai langkah kita semua,” pungkasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah/">Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Pohuwato Soroti Keterbatasan Ruang Fiskal Daerah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah/">Peringati Hari Otda ke-30, Bupati Pohuwato Soroti Keterbatasan Ruang Fiskal Daerah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/peringati-hari-otda-ke-30-bupati-pohuwato-soroti-keterbatasan-ruang-fiskal-daerah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
