<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kemendes pdtt Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kemendes-pdtt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kemendes-pdtt/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 24 Sep 2025 08:13:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.9</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Kemendes pdtt Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kemendes-pdtt/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ironi kades di aceh dibui karena mengedarkan benih yang dikembangkan sendiri dan bikin hasil panen melimpah</title>
		<link>https://barakati.id/ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah</link>
					<comments>https://barakati.id/ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Sep 2025 08:05:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[aceh utara]]></category>
		<category><![CDATA[benih IF8]]></category>
		<category><![CDATA[cnn indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[desa meunasah rayeuk]]></category>
		<category><![CDATA[hukum petani]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendes pdtt]]></category>
		<category><![CDATA[kementan]]></category>
		<category><![CDATA[kompas]]></category>
		<category><![CDATA[kriminalisasi petani]]></category>
		<category><![CDATA[penghargaan desa]]></category>
		<category><![CDATA[petani lokal]]></category>
		<category><![CDATA[reforma agraria]]></category>
		<category><![CDATA[sertifikasi benih]]></category>
		<category><![CDATA[tengku munirwan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27187</guid>

					<description><![CDATA[<p>Nasib ironis menimpa Tengku Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kabupaten Aceh Utara, yang harus berhadapan dengan hukum setelah menjual benih padi unggul IF8 tanpa sertifikasi resmi. Kades tersebut langsung ditahan Polda Aceh pada 23 Juli 2019 dengan dugaan pelanggaran distribusi benih, berdasarkan laporan Dinas Pertanian Aceh. Kasus bermula saat Munirwan mengembangkan dan mendistribusikan benih IF8 [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah/">Ironi kades di aceh dibui karena mengedarkan benih yang dikembangkan sendiri dan bikin hasil panen melimpah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah/">Ironi kades di aceh dibui karena mengedarkan benih yang dikembangkan sendiri dan bikin hasil panen melimpah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Nasib ironis menimpa Tengku Munirwan, Kepala Desa Meunasah Rayeuk, Kabupaten Aceh Utara, yang harus berhadapan dengan hukum setelah menjual benih padi unggul IF8 tanpa sertifikasi resmi. Kades tersebut langsung ditahan Polda Aceh pada 23 Juli 2019 dengan dugaan pelanggaran distribusi benih, berdasarkan laporan Dinas Pertanian Aceh.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kasus bermula saat Munirwan mengembangkan dan mendistribusikan benih IF8 yang terbukti meningkatkan produktivitas pertanian di wilayahnya. Padahal benih tersebut berasal dari program bantuan Pemprov Aceh yang kemudian dikembangkan secara mandiri oleh Munirwan bersama kelompok petani. Namun, benih IF8 yang ia jual belum memiliki status sertifikasi atau pelepasan dari pemerintah pusat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Polda Aceh menegaskan penahanan Munirwan dilakukan karena dugaan pelanggaran distribusi benih IF8. Kala itu, Direskrimsus Polda Aceh, Kombes Pol Ade Sapari mengatakan, Munirwan diduga mengedarkan benih tanpa sertifikasi sesuai UU No. 12 Tahun 1992,” tulis laporan Kompas.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Munirwan didakwa melanggar Pasal 12 ayat 2 Undang-undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Kuasa hukumnya, Zulfikar Muhammad, menyatakan: “Undang-undang yang dipakai untuk menjerat Munirwan sifatnya sentralistik, tidak memperhatikan Undang-undang Pemerintahan Aceh. Seharusnya ada harmonisasi dan upaya diskresi jika terjadi pelanggaran semacam ini,” ujarnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Inovasi Munirwan sendiri sudah mendapat pengakuan nasional, bahkan membawa desanya meraih penghargaan tingkat nasional dari Kemendes PDTT. Sayangnya, keberhasilan ini berujung petaka karena regulasi sertifikasi benih yang dinilai menyulitkan petani lokal.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pihak Kementerian Pertanian menyebut benih IF8 legal jika hanya diedarkan di komunitas, namun menjadi ilegal bila dijual bebas ke masyarakat. “Begitu dijual bebas di masyarakat, tidak berlaku lagi asas itu, ilegal jadinya,” kata pejabat Kementan, Erizal, dikutip Kompas dan CNN Indonesia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kasus Munirwan menuai protes luas, termasuk dari Menteri Desa Eko Sandjojo saat itu lewat akun Twitter-nya meminta: “Pak Gubernur Aceh, Pak Kapolda Aceh tolong bantu Kades Aceh yang inovatif ini agar bisa terus berinovasi dan merangsang warga Aceh lainnya untuk tidak takut berinovasi. Kalau dia melakukan kesalahan admin, tolong dibina dan jangan ditangkap #SafeKadesInovatif,” demikian kutipannya pada 26 Juli 2019.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Setelah gelombang dukungan dan sorotan publik, Munirwan akhirnya mendapat penangguhan penahanan, namun proses hukum masih terus berjalan. Sampai tahun 2025 ini kasusnya masih menjadi perdebatan nasional mengenai kedaulatan benih, perlindungan inovasi petani, dan perlunya reformasi sistem sertifikasi benih yang ramah petani.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah/">Ironi kades di aceh dibui karena mengedarkan benih yang dikembangkan sendiri dan bikin hasil panen melimpah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah/">Ironi kades di aceh dibui karena mengedarkan benih yang dikembangkan sendiri dan bikin hasil panen melimpah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ironi-kades-di-aceh-dibui-karena-mengedarkan-benih-yang-dikembangkan-sendiri-dan-bikin-hasil-panen-melimpah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNG Gelar FGD Bersama Kemendes PDTT</title>
		<link>https://barakati.id/ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt</link>
					<comments>https://barakati.id/ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Nov 2021 09:51:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[FGD]]></category>
		<category><![CDATA[Kek teluk tomini]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendes pdtt]]></category>
		<category><![CDATA[teluk tomini]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=12212</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt/">UNG Gelar FGD Bersama Kemendes PDTT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt/">UNG Gelar FGD Bersama Kemendes PDTT</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Universitas Negeri Gorontalo bersama tim Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Tomini melaksanakan focus group discussion, dalam upaya perencanaan wilayah dan pemetaan potensi KEK Teluk Tomini. Dalam FGD tersebut, Arum Kusumaningtias yang menjadi konsultan KEK Teluk Tomini sekaligus ahli kebijakan publik menjelaskan bahwa KEK Teluk Tomini menjadi satu-satunya yang terbesar dan terbaru karena pengelolaannya berbasis desa. “Untuk itulah manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat desa,” ujar Arum. Senada dengan Arum, Greg Wiryanto yang merupakan Tim Ahli Arsitektur Lanskap pun menyatakan bahwa, dalam pengembangannya lanskap KEK ini harus berbasis kultural. Artinya pengembangan KEK Teluk Tomini ini penting untuk dipetakan sesuai dengan basis kebudayaan masing-masing desa. Sementara itu Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPM., mengatakan bahwa pelaksanaan KEK berbasis Perdesaan harus menjadi prioritas demi kelangsungan masyarakat desa, khususnya dalam program pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi kreatif. “Meskipun desa menjadi produsen terbesar untuk menyangga kebutuhan kawasan perkotaan, namun merekalah subjek yang selama ini tidak pernah terbebas dari kemiskinan,” ujar Eduart. FGD Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Tomini lahir dengan kesimpulan untuk membentuk Ekosistem Ekonomi Kawasan. Sebab dalam penanganannya, KEK tidak bisa langsung dilaksanakan dengan kepentingan membangun berbagai infrastruktur fisik, namun kopong infrastruktur sosial. “Yang dimaksud dengan infrastruktur sosial ini merujuk pada proses penguatan kapasitas manusia,” kata Eduart. Proses penguatan ini bertujuan untuk membangun komunitas masyarakat agar memiliki tujuan, visi dan misi yang ingin dicapai bersama untuk menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks. Penguatan kapasitas manusia ini juga tidak bisa melepaskan kebudayaan dan adat istiadat setempat. Justru, ekosistem ekonomi kawasan ini dikembangkan dengan syarat-syarat kebudayaan untuk memperkuat sektor-sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk membantu perekonomian masyarakat lewat berbagai program asistensi yang dilaksanakan oleh Universitas.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Universitas Negeri Gorontalo bersama tim Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Teluk Tomini melaksanakan focus group discussion, dalam upaya perencanaan wilayah dan pemetaan potensi KEK Teluk Tomini.</p>
<p>Dalam FGD tersebut, Arum Kusumaningtias yang menjadi konsultan KEK Teluk Tomini sekaligus ahli kebijakan publik menjelaskan bahwa KEK Teluk Tomini menjadi satu-satunya yang terbesar dan terbaru karena pengelolaannya berbasis desa.</p>
<p>“Untuk itulah manfaatnya harus dirasakan oleh masyarakat desa,” ujar Arum.</p>
<p>Senada dengan Arum, Greg Wiryanto yang merupakan Tim Ahli Arsitektur Lanskap pun menyatakan bahwa, dalam pengembangannya lanskap KEK ini harus berbasis kultural. Artinya pengembangan KEK Teluk Tomini ini penting untuk dipetakan sesuai dengan basis kebudayaan masing-masing desa.</p>
<p>Sementara itu Rektor UNG Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., IPM., mengatakan bahwa pelaksanaan KEK berbasis Perdesaan harus menjadi prioritas demi kelangsungan masyarakat desa, khususnya dalam program pengentasan kemiskinan dan pengembangan ekonomi kreatif.</p>
<p>“Meskipun desa menjadi produsen terbesar untuk menyangga kebutuhan kawasan perkotaan, namun merekalah subjek yang selama ini tidak pernah terbebas dari kemiskinan,” ujar Eduart.</p>
<p>FGD Kawasan Ekonomi Khusus Teluk Tomini lahir dengan kesimpulan untuk membentuk Ekosistem Ekonomi Kawasan. Sebab dalam penanganannya, KEK tidak bisa langsung dilaksanakan dengan kepentingan membangun berbagai infrastruktur fisik, namun kopong infrastruktur sosial.</p>
<p>“Yang dimaksud dengan infrastruktur sosial ini merujuk pada proses penguatan kapasitas manusia,” kata Eduart.</p>
<p>Proses penguatan ini bertujuan untuk membangun komunitas masyarakat agar memiliki tujuan, visi dan misi yang ingin dicapai bersama untuk menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks.</p>
<p>Penguatan kapasitas manusia ini juga tidak bisa melepaskan kebudayaan dan adat istiadat setempat. Justru, ekosistem ekonomi kawasan ini dikembangkan dengan syarat-syarat kebudayaan untuk memperkuat sektor-sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk membantu perekonomian masyarakat lewat berbagai program asistensi yang dilaksanakan oleh Universitas.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt/">UNG Gelar FGD Bersama Kemendes PDTT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt/">UNG Gelar FGD Bersama Kemendes PDTT</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ung-gelar-fgd-bersama-kemendes-pdtt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TIM Pokja Desa UNG Presentasi Di Depan Balilatfo Kemendes PDTT</title>
		<link>https://barakati.id/tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt</link>
					<comments>https://barakati.id/tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2020 11:14:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendes pdtt]]></category>
		<category><![CDATA[Kementrian desa]]></category>
		<category><![CDATA[pokja desa ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=7517</guid>

					<description><![CDATA[<p>UNG-Tim Kelompok Kerja (Pokja) Desa Universitas Negeri Gorontalo bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Penelitian Dan Pengembangan, Pendidikan Dan Pelatihan, Dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa PDTT Republik Indonesia memaparkan hasil penelitian Kajian Dampak Sosial Ekonomi dan Mitigasi Penanganan Pandemi Covid -19 di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah, Selasa (15/12/2020) di Hotel [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt/">TIM Pokja Desa UNG Presentasi Di Depan Balilatfo Kemendes PDTT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt/">TIM Pokja Desa UNG Presentasi Di Depan Balilatfo Kemendes PDTT</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG-Tim Kelompok Kerja (Pokja) Desa Universitas Negeri Gorontalo bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Penelitian Dan Pengembangan, Pendidikan Dan Pelatihan, Dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa PDTT Republik Indonesia memaparkan hasil penelitian Kajian Dampak Sosial Ekonomi dan Mitigasi Penanganan Pandemi Covid -19 di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah, Selasa (15/12/2020) di Hotel TC Damhil Universitas Negeri Gorontalo. Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Karmila Machmud MA, Ph.D. mewakili Rektor dalam sambutannya mengatakan hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi keilmuan yang bisa menjadi refrensi untuk sains dan kemanusiaan. “Penelitian ini menghasilkan beberapa rekomendasi, terutama model desa tangguh covid 19 yang direkontruksi berdasarkan khas tiga provinsi yang ada di teluk tomini penanganan dan pengendalian di kawasan ini mungkin akan berbeda dengan daerah lain seperti pada daerah Jawa,” jelas Karmila. Lebih lanjut Karmila menjelaskan bahwa sebelumnya penelitian yang dilaksanakan dua minggu lalu itu dilaksanakan pada tujuh desa di tiga provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah. Kepala Puslitbang Balilatfo Kemendes PDTT Sumarlan berharap hasil kajian penelitian yang talah dilaksanakan dapat memperkuat hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. “Hasil penelitian ini memberikan warna tersendiri dalam memberikan memberikan aturan dan kebijakan yang ada di Kementrian Desa PDTT,” kata Sumarlan.", "UK English Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>UNG-Tim Kelompok Kerja (Pokja) Desa Universitas Negeri Gorontalo bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Badan Penelitian Dan Pengembangan, Pendidikan Dan Pelatihan, Dan Informasi (Balilatfo) Kementerian Desa PDTT Republik Indonesia memaparkan hasil penelitian Kajian Dampak Sosial Ekonomi dan Mitigasi Penanganan Pandemi Covid -19 di Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah, Selasa (15/12/2020) di Hotel TC Damhil Universitas Negeri Gorontalo.</p>
<p>Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Karmila Machmud MA, Ph.D. mewakili Rektor dalam sambutannya mengatakan hasil penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi keilmuan yang bisa menjadi refrensi untuk sains dan kemanusiaan.</p>
<p>“Penelitian ini menghasilkan beberapa rekomendasi, terutama model desa tangguh covid 19 yang direkontruksi berdasarkan khas tiga provinsi yang ada di teluk tomini penanganan dan pengendalian di kawasan ini mungkin akan berbeda dengan daerah lain seperti pada daerah Jawa,” jelas Karmila.</p>
<p>Lebih lanjut Karmila menjelaskan bahwa sebelumnya penelitian yang dilaksanakan dua minggu lalu itu dilaksanakan pada tujuh desa di tiga provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.</p>
<p>Kepala Puslitbang Balilatfo Kemendes PDTT Sumarlan berharap hasil kajian penelitian yang talah dilaksanakan dapat memperkuat hasil penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.</p>
<p>“Hasil penelitian ini memberikan warna tersendiri dalam memberikan memberikan aturan dan kebijakan yang ada di Kementrian Desa PDTT,” kata Sumarlan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt/">TIM Pokja Desa UNG Presentasi Di Depan Balilatfo Kemendes PDTT</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt/">TIM Pokja Desa UNG Presentasi Di Depan Balilatfo Kemendes PDTT</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tim-pokja-desa-ung-presentasi-di-depan-balilatfo-kemendes-pdtt/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
