<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>keracunan Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/keracunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/keracunan/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Sep 2025 10:27:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>keracunan Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/keracunan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</title>
		<link>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis</link>
					<comments>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:27:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[AUDIT]]></category>
		<category><![CDATA[bandung barat]]></category>
		<category><![CDATA[dapur sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[dedi mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[hygiene]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[labkes]]></category>
		<category><![CDATA[makanan basi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[program gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[trauma anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak dan distribusi yang tidak higienis sebagai penyebab utama.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan evaluasi ketat terhadap program MBG.<br />
<em>&#8220;Peristiwa keracunan yang terjadi, misalnya, saya akan meminta evaluasi terhadap dapur, apakah higienis atau tidak, atau dalam istilah akademis, dilakukan audit,&#8221;</em> jelas Dedi Mulyadi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga menyoroti persoalan waktu memasak:<br />
<em>&#8220;Kami akan menilai dari segi waktu memasak, karena jika dimasak pada pukul 12.00 WIB malam dan diantarkan ke siswa pada pukul 12 siang, waktu yang terlalu lama akan menjadi masalah. Harapan saya, ke depan dapur itu harus lebih dekat dengan sekolah dan jumlah siswa yang dilayani tidak terlalu banyak,&#8221;</em> tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kepala Labkes Jabar Ryan Bayusantika menyebut faktor utama keracunan adalah mikrobiologi dan fisik akibat penyimpanan yang tidak sesuai standar, menyebabkan bakteri patogen cepat berkembang.<br />
<em>&#8220;Faktor mikrobiologi, terjadi pertumbuhan bakteri pada makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak,&#8221;</em> ujar Ryan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pakar gizi Atik Nirwanawati menyoroti lemahnya pengawasan dan standar keamanan pangan, serta waktu distribusi yang terlalu lama.<br />
<em>&#8220;Jadi saya berasumsi kalau tim supervisinya jalan nggak akan terjadi keracunan,&#8221;</em> kata Atik dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Surat terbuka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan agar keselamatan anak dan kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam program MBG.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</title>
		<link>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional</link>
					<comments>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 13:02:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anak keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dr Tan Shot Yen]]></category>
		<category><![CDATA[hiu goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[makanan bergizi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[menu sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi makanan]]></category>
		<category><![CDATA[YLKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menu hiu goreng pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan kontroversi usai 24 siswa dan seorang guru mengalami mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap hidangan tersebut. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menegaskan bahwa hiu goreng dipilih sebagai bagian dari kearifan lokal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menu hiu goreng pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan kontroversi usai 24 siswa dan seorang guru mengalami mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap hidangan tersebut. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menegaskan bahwa hiu goreng dipilih sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Ketapang. “Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, ya kita gunakan,” kata Nanik di Cibubur, Jakarta (25/9/2025).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Nanik menerangkan, menu ikan hiu baru diberikan dua kali di sekolah tersebut dan merupakan makanan yang lumrah dikonsumsi di wilayah Ketapang. Ia menambahkan, “Kalau hiu misalnya, ternyata di situ biasa memang hiu dihidangkan. Kalau di sini kan hiu mahal banget, tapi karena di sana banyak hiu, jadi ya diberikan.” Namun, ia memastikan BGN tak akan lagi menggunakan bahan makanan yang terbukti menyebabkan keracunan. “Saya tegaskan, jika ada makanan yang terbukti menyebabkan keracunan, kita tidak akan memakainya di wilayah tersebut, meskipun banyak,” tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, ahli gizi dr. Tan Shot Yen menyoroti risiko kandungan merkuri tinggi pada hiu dan menolak klaim hiu sebagai menu kearifan lokal di Kalimantan Barat. Ia menyatakan, “Tidak ada orang Kalbar yang makan ikan hiu,” ujar dr Tan, dan menyarankan penggunaan menu lokal lain seperti bubur paddas dan pengkang yang lebih aman dan bergizi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, meminta penghentian sementara program MBG guna evaluasi menyeluruh pascainsiden keracunan. “Bila perlu untuk dilakukan penghentian sementara program MBG untuk menjamin perbaikan secara sempurna dan menyeluruh,” tegas Niti.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Data menunjukkan, keracunan makanan ini menyebabkan 25 korban. Insiden ini mendorong evaluasi pada penerapan menu berbasis kearifan lokal dalam program MBG demi menjamin keamanan dan kesehatan siswa</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
