<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KolaborasiKampusDanPemerintah Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kolaborasikampusdanpemerintah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kolaborasikampusdanpemerintah/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Jul 2025 13:14:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>KolaborasiKampusDanPemerintah Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kolaborasikampusdanpemerintah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prof. Eduart: Hasil Kajian Kampus Harus Masuk Eksekusi Kebijakan, Bukan Sekadar Formalitas</title>
		<link>https://barakati.id/prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas</link>
					<comments>https://barakati.id/prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2025 13:14:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[EduartWolok]]></category>
		<category><![CDATA[ForumRektor2025]]></category>
		<category><![CDATA[KebijakanLingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[KolaborasiKampusDanPemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[KrisisLingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[LingkunganHidup]]></category>
		<category><![CDATA[PerubahanIklimIndonesia]]></category>
		<category><![CDATA[RektorUNG]]></category>
		<category><![CDATA[TambangEmasGorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[UNGGoGreen]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26413</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas/">Prof. Eduart: Hasil Kajian Kampus Harus Masuk Eksekusi Kebijakan, Bukan Sekadar Formalitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas/">Prof. Eduart: Hasil Kajian Kampus Harus Masuk Eksekusi Kebijakan, Bukan Sekadar Formalitas</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., menegaskan perlunya penguatan peran perguruan tinggi dalam pengambilan kebijakan lingkungan hidup pada Forum Rektor: Kolaborasi Nasional dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (28/7/2025). Prof. Eduart menyoroti dampak eksploitasi sumber daya alam yang memicu kerusakan lingkungan, khususnya di Gorontalo. Ia mengungkapkan bahwa sejak 2006 hingga 2025 terjadi 208 banjir dengan dampak besar: 32 orang meninggal, 8 hilang, 12.095 luka-luka, 101.345 mengungsi, dan 5.444 hektare lahan rusak berat. “Sejak 2006 banjir besar terjadi terus-menerus, padahal dulu siklusnya 25 tahunan. Hal ini akibat masifnya tambang emas dan perkebunan sawit di Gorontalo. Banyak daerah yang dulu aman, kini langganan banjir,” ujarnya. Menurutnya, persoalan utama bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi lemahnya implementasi hasil kajian akademik. “Selama ini kampus dilibatkan dalam penyusunan amdal, tetapi tidak ada jaminan rekomendasi kami dijalankan pemerintah daerah. Kampus hanya dijadikan penyedia alternatif solusi, bukan eksekutor,” tegas Eduart. Ia mendorong Kementerian Lingkungan Hidup agar memiliki otoritas bersama perguruan tinggi untuk memastikan kajian akademik diimplementasikan dalam kebijakan. “Kita harus dorong agar forum ini menghasilkan langkah konkret. Kampus harus punya posisi strategis, bukan sekadar pemberi masukan,” tambahnya. Rekomendasi UNG untuk Kementerian Lingkungan Hidup: Pembentukan Forum Nasional Lingkungan Hidup (Forum Rektor + Kementerian LH) untuk sinkronisasi riset dengan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Kolaborasi aktif dalam penyusunan RPPLH, IKLH, dan kebijakan mitigasi konflik di wilayah tambang/perkebunan. Peta Jalan Riset Prioritas Nasional terkait manajemen lanskap, solusi berbasis alam, early warning system banjir & kekeringan. Program Magang & KKN Tematik Lingkungan (rehabilitasi DAS, mangrove, penyelamatan danau, edukasi pengelolaan sampah). Desain kebijakan pemulihan daerah bekas tambang bersama perguruan tinggi. Integrasi edukasi lingkungan dalam kurikulum sekolah melalui kerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenag. Prof. Eduart juga menegaskan komitmen UNG dalam pelestarian lingkungan. “UNG adalah hutan kota terbesar di Gorontalo, kami punya pusat riset mangrove untuk kawasan Teluk Tomini, dan mahasiswa kami terlibat dalam KKN tematik lingkungan,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="176" data-end="545">UNG &#8211; Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), <strong data-start="247" data-end="289">Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T.</strong>, menegaskan perlunya penguatan peran perguruan tinggi dalam pengambilan kebijakan lingkungan hidup pada <strong data-start="394" data-end="483">Forum Rektor: Kolaborasi Nasional dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup</strong> yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (28/7/2025).</p>
<p data-start="547" data-end="861">Prof. Eduart menyoroti dampak eksploitasi sumber daya alam yang memicu kerusakan lingkungan, khususnya di Gorontalo. Ia mengungkapkan bahwa sejak 2006 hingga 2025 terjadi <strong data-start="718" data-end="732">208 banjir</strong> dengan dampak besar: <strong data-start="754" data-end="860">32 orang meninggal, 8 hilang, 12.095 luka-luka, 101.345 mengungsi, dan 5.444 hektare lahan rusak berat</strong>.</p>
<p data-start="865" data-end="1084"><em data-start="865" data-end="1075">“Sejak 2006 banjir besar terjadi terus-menerus, padahal dulu siklusnya 25 tahunan. Hal ini akibat masifnya tambang emas dan perkebunan sawit di Gorontalo. Banyak daerah yang dulu aman, kini langganan banjir,”</em> ujarnya.</p>
<p data-start="1086" data-end="1201">Menurutnya, persoalan utama bukan hanya kerusakan lingkungan, tetapi lemahnya implementasi hasil kajian akademik.</p>
<p data-start="1204" data-end="1414"><em data-start="1204" data-end="1400">“Selama ini kampus dilibatkan dalam penyusunan amdal, tetapi tidak ada jaminan rekomendasi kami dijalankan pemerintah daerah. Kampus hanya dijadikan penyedia alternatif solusi, bukan eksekutor,”</em> tegas Eduart.</p>
<p data-start="1416" data-end="1579">Ia mendorong <strong data-start="1429" data-end="1461">Kementerian Lingkungan Hidup</strong> agar memiliki otoritas bersama perguruan tinggi untuk memastikan kajian akademik diimplementasikan dalam kebijakan.</p>
<p data-start="1582" data-end="1727"><em data-start="1582" data-end="1716">“Kita harus dorong agar forum ini menghasilkan langkah konkret. Kampus harus punya posisi strategis, bukan sekadar pemberi masukan,”</em> tambahnya.</p>
<h4 data-start="1729" data-end="1789"><strong data-start="1734" data-end="1789">Rekomendasi UNG untuk Kementerian Lingkungan Hidup:</strong></h4>
<ol data-start="1790" data-end="2509">
<li data-start="1790" data-end="1942">
<p data-start="1793" data-end="1942"><strong data-start="1793" data-end="1840">Pembentukan Forum Nasional Lingkungan Hidup</strong> (Forum Rektor + Kementerian LH) untuk sinkronisasi riset dengan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.</p>
</li>
<li data-start="1943" data-end="2058">
<p data-start="1946" data-end="2058"><strong data-start="1946" data-end="1966">Kolaborasi aktif</strong> dalam penyusunan RPPLH, IKLH, dan kebijakan mitigasi konflik di wilayah tambang/perkebunan.</p>
</li>
<li data-start="2059" data-end="2192">
<p data-start="2062" data-end="2192"><strong data-start="2062" data-end="2101">Peta Jalan Riset Prioritas Nasional</strong> terkait manajemen lanskap, solusi berbasis alam, early warning system banjir &amp; kekeringan.</p>
</li>
<li data-start="2193" data-end="2317">
<p data-start="2196" data-end="2317"><strong data-start="2196" data-end="2239">Program Magang &amp; KKN Tematik Lingkungan</strong> (rehabilitasi DAS, mangrove, penyelamatan danau, edukasi pengelolaan sampah).</p>
</li>
<li data-start="2318" data-end="2398">
<p data-start="2321" data-end="2398"><strong data-start="2321" data-end="2372">Desain kebijakan pemulihan daerah bekas tambang</strong> bersama perguruan tinggi.</p>
</li>
<li data-start="2399" data-end="2509">
<p data-start="2402" data-end="2509"><strong data-start="2402" data-end="2458">Integrasi edukasi lingkungan dalam kurikulum sekolah</strong> melalui kerja sama dengan Kemendikbud dan Kemenag.</p>
</li>
</ol>
<p data-start="2511" data-end="2584">Prof. Eduart juga menegaskan komitmen UNG dalam pelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="2587" data-end="2765"><em data-start="2587" data-end="2753">“UNG adalah hutan kota terbesar di Gorontalo, kami punya pusat riset mangrove untuk kawasan Teluk Tomini, dan mahasiswa kami terlibat dalam KKN tematik lingkungan,”</em> pungkasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas/">Prof. Eduart: Hasil Kajian Kampus Harus Masuk Eksekusi Kebijakan, Bukan Sekadar Formalitas</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas/">Prof. Eduart: Hasil Kajian Kampus Harus Masuk Eksekusi Kebijakan, Bukan Sekadar Formalitas</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/prof-eduart-hasil-kajian-kampus-harus-masuk-eksekusi-kebijakan-bukan-sekadar-formalitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
