<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>konflik lebanon Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/konflik-lebanon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/konflik-lebanon/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2026 12:53:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>konflik lebanon Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/konflik-lebanon/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sedih! Curhatan Eks Prajurit UNIFIL: &#8220;Kita Ditembaki Enggak Boleh Membalas&#8221;</title>
		<link>https://barakati.id/sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas</link>
					<comments>https://barakati.id/sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2026 12:53:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[aturan tembak pbb]]></category>
		<category><![CDATA[brigade podcast kompas]]></category>
		<category><![CDATA[kisah prajurit tni]]></category>
		<category><![CDATA[konflik lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[kontingen garuda]]></category>
		<category><![CDATA[militer Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[misi perdamaian indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan garuda 23a]]></category>
		<category><![CDATA[pasukan perdamaian pbb]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi dewan keamanan pbb 1701]]></category>
		<category><![CDATA[rules of engagement]]></category>
		<category><![CDATA[serma purn mukhtar effendi]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tni di lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[unifil lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[wasit perang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30036</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas/">Sedih! Curhatan Eks Prajurit UNIFIL: &#8220;Kita Ditembaki Enggak Boleh Membalas&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas/">Sedih! Curhatan Eks Prajurit UNIFIL: &#8220;Kita Ditembaki Enggak Boleh Membalas&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Menjadi \"Wasit\" di Tengah Hujan Peluru: Curhat Eks Pasukan Perdamaian PBB yang Tak Boleh Membalas Tembakan Menjadi pasukan elit kebanggaan negara nyatanya tak selalu bisa gagah-gagahan unjuk gigi di medan tempur. Apalagi kalau statusnya adalah Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah konflik seperti Lebanon. Berada tepat di tengah gempuran peluru dan mortir, prajurit TNI justru diwajibkan untuk menahan emosi dan pantang asal tarik pelatuk. Pengalaman mendebarkan plus bikin \"gemas\" ini diceritakan langsung oleh Serma (Purn) Mukhtar Effendi, eks prajurit TNI yang pernah bertugas dalam misi UNIFIL Garuda 23A di Lebanon pada kurun waktu 2010 hingga 2011. Lewat obrolannya di Brigade Podcast Kompas, ia membagikan betapa serba salah dan beratnya posisi prajurit Indonesia di sana. Misi perdamaian nyatanya menempatkan prajurit murni pada posisi penengah alias wasit. Sialnya, yang namanya wasit di tengah medan peperangan nyata, risiko kena sasaran tembak nyasar sangatlah besar. \"Jangankan wasit perang ya Wasit tinju pun suatu ketika dia pasti kena tinju orang kan gitu Nah artinya apalagi kita sebagai wasit perang yang nota bene harus meredam ini harus meredam itu,\" ungkap Mukhtar menggambarkan betapa rapuhnya posisi penengah di zona konflik. Yang bikin tekanan batin makin terasa berat, pasukan PBB diikat oleh aturan operasional sangat ketat yang dikenal dengan istilah Rules of Engagement (RoE). Mengacu pada aturan tersebut, pasukan penjaga perdamaian sangat dibatasi haknya dalam menggunakan senjata. Mereka tidak boleh membalas tembakan untuk menyerang, melainkan murni hanya boleh digunakan dalam kondisi terdesak untuk membela diri dan melindungi warga sipil. Kondisi menahan diri di tengah huru-hara inilah yang kerap menjadi buah simalakama bagi prajurit bermental komando seperti Mukhtar dan kawan-kawan. \"Begitu kita ditembaki enggak boleh membalas Apa yang terjadi itulah yang kita yang membuat suasana kebatinan kita ya menjadi under pressure lah gitu ya Karena kita tidak bisa membalas apapun kita tidak bisa berbuat apapun manakala kita diserang atau ditembakin,\" curhatnya. Sebagai informasi, merujuk pada data terkini, Indonesia secara konsisten menjadi negara kontributor pasukan terbesar untuk misi UNIFIL di Lebanon, dengan jumlah lebih dari 1.200 personel yang dikerahkan. Meski dibekali persenjataan mumpuni dan mental baja, mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 membatasi ruang gerak mereka murni sebagai penyangga pertahanan. Jika pasukan PBB asal Indonesia nekat membalas serangan secara emosional dan melanggar RoE, bukan hanya personelnya yang akan disanksi PBB, namun nama baik Indonesia di mata internasional juga ikut dipertaruhkan. Benar-benar dilema tingkat tinggi ya! sumber video : YT-Kompas", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Menjadi &#8220;Wasit&#8221; di Tengah Hujan Peluru: Curhat Eks Pasukan Perdamaian PBB yang Tak Boleh Membalas Tembakan</p>
<p>Menjadi pasukan elit kebanggaan negara nyatanya tak selalu bisa gagah-gagahan unjuk gigi di medan tempur. Apalagi kalau statusnya adalah Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di wilayah konflik seperti Lebanon. Berada tepat di tengah gempuran peluru dan mortir, prajurit TNI justru diwajibkan untuk menahan emosi dan pantang asal tarik pelatuk.</p>
<p>Pengalaman mendebarkan plus bikin &#8220;gemas&#8221; ini diceritakan langsung oleh Serma (Purn) Mukhtar Effendi, eks prajurit TNI yang pernah bertugas dalam misi UNIFIL Garuda 23A di Lebanon pada kurun waktu 2010 hingga 2011. Lewat obrolannya di Brigade Podcast Kompas, ia membagikan betapa serba salah dan beratnya posisi prajurit Indonesia di sana.</p>
<p>Misi perdamaian nyatanya menempatkan prajurit murni pada posisi penengah alias wasit. Sialnya, yang namanya wasit di tengah medan peperangan nyata, risiko kena sasaran tembak nyasar sangatlah besar.</p>
<p>&#8220;Jangankan wasit perang ya Wasit tinju pun suatu ketika dia pasti kena tinju orang kan gitu Nah artinya apalagi kita sebagai wasit perang yang nota bene harus meredam ini harus meredam itu,&#8221; ungkap Mukhtar menggambarkan betapa rapuhnya posisi penengah di zona konflik.</p>
<p>Yang bikin tekanan batin makin terasa berat, pasukan PBB diikat oleh aturan operasional sangat ketat yang dikenal dengan istilah Rules of Engagement (RoE). Mengacu pada aturan tersebut, pasukan penjaga perdamaian sangat dibatasi haknya dalam menggunakan senjata. Mereka tidak boleh membalas tembakan untuk menyerang, melainkan murni hanya boleh digunakan dalam kondisi terdesak untuk membela diri dan melindungi warga sipil.</p>
<p>Kondisi menahan diri di tengah huru-hara inilah yang kerap menjadi buah simalakama bagi prajurit bermental komando seperti Mukhtar dan kawan-kawan.</p>
<p>&#8220;Begitu kita ditembaki enggak boleh membalas Apa yang terjadi itulah yang kita yang membuat suasana kebatinan kita ya menjadi under pressure lah gitu ya Karena kita tidak bisa membalas apapun kita tidak bisa berbuat apapun manakala kita diserang atau ditembakin,&#8221; curhatnya.</p>
<p>Sebagai informasi, merujuk pada data terkini, Indonesia secara konsisten menjadi negara kontributor pasukan terbesar untuk misi UNIFIL di Lebanon, dengan jumlah lebih dari 1.200 personel yang dikerahkan. Meski dibekali persenjataan mumpuni dan mental baja, mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 membatasi ruang gerak mereka murni sebagai penyangga pertahanan. Jika pasukan PBB asal Indonesia nekat membalas serangan secara emosional dan melanggar RoE, bukan hanya personelnya yang akan disanksi PBB, namun nama baik Indonesia di mata internasional juga ikut dipertaruhkan. Benar-benar dilema tingkat tinggi ya!</p>
<p>sumber video : YT-Kompas
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas/">Sedih! Curhatan Eks Prajurit UNIFIL: &#8220;Kita Ditembaki Enggak Boleh Membalas&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas/">Sedih! Curhatan Eks Prajurit UNIFIL: &#8220;Kita Ditembaki Enggak Boleh Membalas&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/sedih-curhatan-eks-prajurit-unifil-kita-ditembaki-enggak-boleh-membalas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri</title>
		<link>https://barakati.id/artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri</link>
					<comments>https://barakati.id/artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Apr 2026 10:13:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[al jazeera]]></category>
		<category><![CDATA[berita internasional]]></category>
		<category><![CDATA[distopia]]></category>
		<category><![CDATA[ironi perang]]></category>
		<category><![CDATA[kecaman mia khalifa]]></category>
		<category><![CDATA[konflik lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[krisis kemanusiaan lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[mia khalifa]]></category>
		<category><![CDATA[mia khalifa menangis]]></category>
		<category><![CDATA[militer israel]]></category>
		<category><![CDATA[pajak amerika serikat]]></category>
		<category><![CDATA[perang timur tengah]]></category>
		<category><![CDATA[Reuters]]></category>
		<category><![CDATA[serangan udara lebanon]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[warga sipil lebanon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29979</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri/">Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri/">Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Mantan bintang film dewasa keturunan Lebanon-Amerika, Mia Khalifa, tak kuasa menahan kesedihan melihat tanah kelahirannya, Lebanon, dibombardir. Melalui unggahan videonya, ia mengungkapkan keputusasaan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut. Sambil berkaca-kaca, Mia mengecam keras intensitas serangan mematikan yang menghancurkan berbagai fasilitas publik. \"160 serangan udara dalam 10 menit terhadap bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, infrastruktur sipil, dan pemakaman dengan prosesi pemakaman di tengah gencatan senjata,\" ungkapnya dengan nada bergetar. Sebagai warga negara Amerika Serikat, ia merasa amat terpukul menyadari bahwa kontribusi pajaknya secara tidak langsung turut mendanai kehancuran tanah leluhurnya. \"Saya tidak tahu bagaimana harus menerima kenyataan bahwa uang pajak saya melakukan ini pada tanah air saya,\" ucapnya pilu. Lebih lanjut, Mia merasa situasi dunia saat ini sangat tidak masuk akal dan distopis. Ia menyoroti ironi di mana umat manusia berlomba-lomba mengirimkan orang ke bulan, namun pada saat yang sama masih saling mengebom dan menghancurkan satu sama lain di bumi. Laporan dari media internasional Reuters dan Al Jazeera mengonfirmasi bahwa militer Israel secara masif terus mengintensifkan serangan udara melintasi wilayah Lebanon. Eskalasi mematikan ini tidak hanya meruntuhkan infrastruktur penting, namun juga telah merenggut ratusan nyawa warga sipil yang tak berdosa dan memaksa puluhan ribu orang lainnya mengungsi dalam ketakutan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Mantan bintang film dewasa keturunan Lebanon-Amerika, Mia Khalifa, tak kuasa menahan kesedihan melihat tanah kelahirannya, Lebanon, dibombardir. Melalui unggahan videonya, ia mengungkapkan keputusasaan yang mendalam atas tragedi kemanusiaan tersebut.</p>
<p>Sambil berkaca-kaca, Mia mengecam keras intensitas serangan mematikan yang menghancurkan berbagai fasilitas publik. &#8220;160 serangan udara dalam 10 menit terhadap bangunan tempat tinggal, sekolah, rumah sakit, infrastruktur sipil, dan pemakaman dengan prosesi pemakaman di tengah gencatan senjata,&#8221; ungkapnya dengan nada bergetar.</p>
<p>Sebagai warga negara Amerika Serikat, ia merasa amat terpukul menyadari bahwa kontribusi pajaknya secara tidak langsung turut mendanai kehancuran tanah leluhurnya. &#8220;Saya tidak tahu bagaimana harus menerima kenyataan bahwa uang pajak saya melakukan ini pada tanah air saya,&#8221; ucapnya pilu.</p>
<p>Lebih lanjut, Mia merasa situasi dunia saat ini sangat tidak masuk akal dan distopis. Ia menyoroti ironi di mana umat manusia berlomba-lomba mengirimkan orang ke bulan, namun pada saat yang sama masih saling mengebom dan menghancurkan satu sama lain di bumi.</p>
<p>Laporan dari media internasional Reuters dan Al Jazeera mengonfirmasi bahwa militer Israel secara masif terus mengintensifkan serangan udara melintasi wilayah Lebanon. Eskalasi mematikan ini tidak hanya meruntuhkan infrastruktur penting, namun juga telah merenggut ratusan nyawa warga sipil yang tak berdosa dan memaksa puluhan ribu orang lainnya mengungsi dalam ketakutan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri/">Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri/">Artis Dewasa Mia Khalifa Bersedih Lebanon di Bom, Pajak Saya Dipakai Mengebom Negara Saya Sendiri</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/artis-dewasa-mia-khalifa-bersedih-lebanon-di-bom-pajak-saya-dipakai-mengebom-negara-saya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
