<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>korban panah wayer Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/korban-panah-wayer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/korban-panah-wayer/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sun, 09 Feb 2020 15:53:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>korban panah wayer Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/korban-panah-wayer/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Miris, Panah Wayer Intai Kota Gorontalo, Korban terbaru Tembus di Leher</title>
		<link>https://barakati.id/miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher</link>
					<comments>https://barakati.id/miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2020 15:53:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kota Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[korban panah wayer]]></category>
		<category><![CDATA[panah wayer]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=2488</guid>

					<description><![CDATA[<p>GORONTALO-Meski sejumlah pelaku telah diamankan polisi, namun hal itu seakan tak dapat menebus rasa sakit Usman (38). Pria asal Bongomeme, Kabupaten Gorontalo ini harus menahan rasa perih akibat tancapan panah wayer yang bersarang di leher. Ditemui awak media di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, Ahad (9/2/2020) siang, kondisi Usman masih lemah. Ia tampak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher/">Miris, Panah Wayer Intai Kota Gorontalo, Korban terbaru Tembus di Leher</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher/">Miris, Panah Wayer Intai Kota Gorontalo, Korban terbaru Tembus di Leher</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("GORONTALO-Meski sejumlah pelaku telah diamankan polisi, namun hal itu seakan tak dapat menebus rasa sakit Usman (38). Pria asal Bongomeme, Kabupaten Gorontalo ini harus menahan rasa perih akibat tancapan panah wayer yang bersarang di leher. Ditemui awak media di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, Ahad (9/2/2020) siang, kondisi Usman masih lemah. Ia tampak pucat dengan anak panah masih tertancap dileher tepat melintang ditenggorokan. Menurut pihak rumah sakit, saat itu korban belum dioperasi karena dokter bedah belum ada ditempat. Korban baru bisa menjalani operasi pengangkatan anak panah pada Ahad sore. Informasi yang dirangkum barakati.id, Usman menjadi korban tembakkan panah wayer yang dilancarkan sekelompok pemuda di jalan Husni Thamrin, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Ahad dini hari. Insiden itu berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita. Korban saat itu tengah bercengkerama bersama sejumlah kawan. Tiba-tiba, datang sejumlah remaja dan menyerangnya dengan panah wayer. Usman yang tengah pipis tak dapat menghindar. Serangan itu lalu melesak dan menembus lehernya dari sebelah kiri hingga kanan. Warga yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung heboh. Mereka lalu melarikan Usman ke rumah sakit. Sementara itu, aksi penyerangan tersebut sampai di telinga petugas. Sejumlah Personel TNI Koramil Kota Selatan malam itu juga memburu para pelaku. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah gank di Kota Gorontalo. Dan selang beberapa jam kemudian, lima di antara terduga penyerangan berhasil diamankan. Teror panah wayer di Kota Gorontalo akhir-akhir ini memang kerap terjadi. Pihak pemerintah daerah bersama kepolisian bahkan telah mewanti-wanti agar kenakalan menggunakan panah wayer menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk orang tua. Keterlibatan anak remaja di bawah umur sebagai pelaku panah wayer menjadi kemirisan tersendiri. Bahkan pada kasus yang menimpa Usman, satu di antaranya di ketahui masih tergolong di bawah umur berusia 15 tahun. Sementara terduga pelaku lainnya rata-rata para remaja, mereka masing-masing berinisial AL (18) warga Desa Owata, Kecamatan Bulango Ulu, RS (17) warga Desa Podutama, Kabupaten Gorontalo, IT (19) Warga Kelurahan Biawu, dan IP (18) warga Kelurahan Donggala, Kecamatan Hulondalangi. Mereka kini mendekam di sel tahanan Polsek Kota Selatan Kota Gorontalo guna menjalani pemeriksaan lanjutan.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>GORONTALO-Meski sejumlah pelaku telah diamankan polisi, namun hal itu seakan tak dapat menebus rasa sakit Usman (38). Pria asal Bongomeme, Kabupaten Gorontalo ini harus menahan rasa perih akibat tancapan panah wayer yang bersarang di leher.</p>
<p>Ditemui awak media di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, Ahad (9/2/2020) siang, kondisi Usman masih lemah. Ia tampak pucat dengan anak panah masih tertancap dileher tepat melintang ditenggorokan. Menurut pihak rumah sakit, saat itu korban belum dioperasi karena dokter bedah belum ada ditempat. Korban baru bisa menjalani operasi pengangkatan anak panah pada Ahad sore.</p>
<p>Informasi yang dirangkum barakati.id, Usman menjadi korban tembakkan panah wayer yang dilancarkan sekelompok pemuda di jalan Husni Thamrin, Kelurahan Limba U1, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Ahad dini hari. Insiden itu berlangsung sekitar pukul 01.00 Wita. Korban saat itu tengah bercengkerama bersama sejumlah kawan. Tiba-tiba, datang sejumlah remaja dan menyerangnya dengan panah wayer. Usman yang tengah pipis tak dapat menghindar. Serangan itu lalu melesak dan menembus lehernya dari sebelah kiri hingga kanan.</p>
<p>Warga yang ada di sekitar lokasi kejadian langsung heboh. Mereka lalu melarikan Usman ke rumah sakit.</p>
<p>Sementara itu, aksi penyerangan tersebut sampai di telinga petugas. Sejumlah Personel TNI Koramil Kota Selatan malam itu juga memburu para pelaku. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah gank di Kota Gorontalo. Dan selang beberapa jam kemudian, lima di antara terduga penyerangan berhasil diamankan.</p>
<p>Teror panah wayer di Kota Gorontalo akhir-akhir ini memang kerap terjadi. Pihak pemerintah daerah bersama kepolisian bahkan telah mewanti-wanti agar kenakalan menggunakan panah wayer menjadi tanggungjawab semua pihak termasuk orang tua.</p>
<p>Keterlibatan anak remaja di bawah umur sebagai pelaku panah wayer menjadi kemirisan tersendiri. Bahkan pada kasus yang menimpa Usman, satu di antaranya di ketahui masih tergolong di bawah umur berusia 15 tahun. Sementara terduga pelaku lainnya rata-rata para remaja, mereka masing-masing berinisial AL (18) warga Desa Owata, Kecamatan Bulango Ulu, RS (17) warga Desa Podutama, Kabupaten Gorontalo, IT (19) Warga Kelurahan Biawu, dan IP (18) warga Kelurahan Donggala, Kecamatan Hulondalangi.</p>
<p>Mereka kini mendekam di sel tahanan Polsek Kota Selatan Kota Gorontalo guna menjalani pemeriksaan lanjutan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher/">Miris, Panah Wayer Intai Kota Gorontalo, Korban terbaru Tembus di Leher</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher/">Miris, Panah Wayer Intai Kota Gorontalo, Korban terbaru Tembus di Leher</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/miris-panah-wayer-intai-kota-gorontalo-korban-terbaru-tembus-di-leher/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
