<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>korban tambang ilegal Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/korban-tambang-ilegal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/korban-tambang-ilegal/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Jun 2025 16:39:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>korban tambang ilegal Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/korban-tambang-ilegal/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tragedi Tambang Ilegal: Dua Operator Tewas Tersapu Banjir dari Hulu</title>
		<link>https://barakati.id/tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu</link>
					<comments>https://barakati.id/tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jun 2025 15:46:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Air Bah tambang]]></category>
		<category><![CDATA[korban tambang ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=25707</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu/">Tragedi Tambang Ilegal: Dua Operator Tewas Tersapu Banjir dari Hulu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu/">Tragedi Tambang Ilegal: Dua Operator Tewas Tersapu Banjir dari Hulu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="249" data-end="594"><button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Misteri di balik penemuan dua jasad pria tak bernyawa di aliran Sungai Dusun Hele, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, akhirnya terungkap. Kedua korban diketahui tewas akibat disapu air bah yang datang tiba-tiba dari hulu Sungai Hele saat sedang bekerja di area tambang emas ilegal, Senin dini hari (02/06/2025). Kedua korban adalah Reynol Singal, warga Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, dan Emin, warga Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Keduanya bekerja sebagai operator alat berat di tambang ilegal yang beroperasi di dekat bantaran sungai. Jasad pertama, Reynol Singal, ditemukan oleh warga sekitar pukul 13.30 WITA, dalam kondisi penuh lumpur dan tersangkut di antara bebatuan sungai. Warga yang panik segera melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan tim relawan. Proses evakuasi dilakukan secara manual mengingat kondisi medan yang sulit dan arus sungai yang masih deras. Tubuh korban nyaris tertutup lumpur seluruhnya, hanya bagian wajah dan tangan yang masih tampak. Belum tuntas proses evakuasi, pada pukul 17.00 WITA, warga yang menyusuri aliran sungai sejauh satu kilometer dari lokasi penemuan pertama menemukan jasad kedua, yang kemudian diketahui sebagai Emin—rekan kerja Reynol. Pelaksana Harian Pos SAR Marisa, Aqun T. Marali, saat dikonfirmasi oleh media Barakati.id, membenarkan bahwa peristiwa ini merupakan murni kecelakaan akibat bencana alam, namun diperparah oleh kondisi kerja yang sangat berisiko. “Mereka berada sangat dekat dengan aliran sungai dan tidak sempat menyelamatkan diri. Ini murni kecelakaan karena faktor alam, tapi diperparah oleh aktivitas tambang ilegal yang tidak memperhatikan aspek keselamatan kerja,” jelas Aqun. Keluarga korban turut menyampaikan duka yang mendalam. Mince, kerabat dekat Reynol, mengungkapkan kesedihannya atas tragedi tersebut. “Kami tidak menyangka kehilangan Reynol seperti ini. Dia hanya mencari nafkah, tapi harus meregang nyawa karena tempat kerja yang berbahaya,” ucapnya. Kejadian ini kembali mempertegas bahaya laten tambang ilegal yang tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam nyawa para pekerja. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan pertambangan di kawasan tersebut.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="249" data-end="594">Pohuwato &#8211; Misteri di balik penemuan dua jasad pria tak bernyawa di aliran Sungai Dusun Hele, Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, akhirnya terungkap. Kedua korban diketahui tewas akibat <strong data-start="449" data-end="467">disapu air bah</strong> yang datang tiba-tiba dari hulu Sungai Hele saat sedang bekerja di area <strong data-start="540" data-end="563">tambang emas ilegal</strong>, Senin dini hari (02/06/2025).</p>
<p data-start="596" data-end="878">Kedua korban adalah <strong data-start="616" data-end="633">Reynol Singal</strong>, warga Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, dan <strong data-start="712" data-end="720">Emin</strong>, warga Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Keduanya bekerja sebagai <strong data-start="795" data-end="818">operator alat berat</strong> di tambang ilegal yang beroperasi di dekat bantaran sungai.</p>
<p data-start="914" data-end="1147">Jasad pertama, Reynol Singal, ditemukan oleh warga sekitar pukul <strong data-start="979" data-end="993">13.30 WITA</strong>, dalam kondisi penuh lumpur dan tersangkut di antara bebatuan sungai. Warga yang panik segera melaporkan kejadian itu kepada aparat desa dan tim relawan.</p>
<p data-start="1149" data-end="1354">Proses evakuasi dilakukan secara manual mengingat kondisi medan yang sulit dan arus sungai yang masih deras. Tubuh korban nyaris tertutup lumpur seluruhnya, hanya bagian wajah dan tangan yang masih tampak.</p>
<p data-start="1356" data-end="1582">Belum tuntas proses evakuasi, pada <strong data-start="1391" data-end="1411">pukul 17.00 WITA</strong>, warga yang menyusuri aliran sungai sejauh satu kilometer dari lokasi penemuan pertama menemukan <strong data-start="1509" data-end="1524">jasad kedua</strong>, yang kemudian diketahui sebagai Emin—rekan kerja Reynol.</p>
<p data-start="1631" data-end="1869">Pelaksana Harian Pos SAR Marisa, <strong data-start="1664" data-end="1682">Aqun T. Marali</strong>, saat dikonfirmasi oleh media <em data-start="1713" data-end="1726">Barakati.id</em>, membenarkan bahwa peristiwa ini merupakan <strong data-start="1770" data-end="1810">murni kecelakaan akibat bencana alam</strong>, namun diperparah oleh kondisi kerja yang sangat berisiko.</p>
<p data-start="1631" data-end="1869">“Mereka berada sangat dekat dengan aliran sungai dan tidak sempat menyelamatkan diri. Ini murni kecelakaan karena faktor alam, tapi diperparah oleh aktivitas tambang ilegal yang tidak memperhatikan aspek keselamatan kerja,” jelas Aqun.</p>
<p data-start="2151" data-end="2288">Keluarga korban turut menyampaikan duka yang mendalam. <strong data-start="2206" data-end="2215">Mince</strong>, kerabat dekat Reynol, mengungkapkan kesedihannya atas tragedi tersebut.</p>
<p data-start="2151" data-end="2288">“Kami tidak menyangka kehilangan Reynol seperti ini. Dia hanya mencari nafkah, tapi harus meregang nyawa karena tempat kerja yang berbahaya,” ucapnya.</p>
<p data-start="2485" data-end="2806">Kejadian ini kembali mempertegas <strong data-start="2518" data-end="2549">bahaya laten tambang ilegal</strong> yang tak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam nyawa para pekerja. Aparat kepolisian kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti kronologi dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan pertambangan di kawasan tersebut.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu/">Tragedi Tambang Ilegal: Dua Operator Tewas Tersapu Banjir dari Hulu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu/">Tragedi Tambang Ilegal: Dua Operator Tewas Tersapu Banjir dari Hulu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tragedi-tambang-ilegal-dua-operator-tewas-tersapu-banjir-dari-hulu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tambang Ilegal Kembali Telan Korban di Pohuwato, Warga Tuding Ada “Komandan” di Balik Lokasi</title>
		<link>https://barakati.id/tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi</link>
					<comments>https://barakati.id/tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2025 17:11:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[korban tambang ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang emas]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=25679</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi/">Tambang Ilegal Kembali Telan Korban di Pohuwato, Warga Tuding Ada “Komandan” di Balik Lokasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi/">Tambang Ilegal Kembali Telan Korban di Pohuwato, Warga Tuding Ada “Komandan” di Balik Lokasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="243" data-end="626"><button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Tragedi kembali mengguncang kawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Seorang pemuda berusia 18 tahun berinisial HM, warga Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, dilaporkan tertimpa longsoran material saat bekerja di tambang ilegal yang berlokasi di Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Minggu pagi (01/06/2025). Korban mengalami patah kaki dan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit di Boalemo untuk penanganan lebih lanjut. Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang insiden kecelakaan di lokasi PETI Pohuwato, yang selama ini menuai sorotan tajam akibat lemahnya pengawasan serta dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum. “Barusan kejadian. Ada yang tertimbun di lokasi tambang milik komandan. Diketahui korbannya patah kaki,” ujar salah satu warga kepada media. Informasi dari sejumlah warga menyebutkan bahwa lokasi tambang tempat kejadian diduga dikelola oleh oknum aparat kepolisian. Bahkan, saat insiden terjadi, sejumlah personel berseragam TNI dan Polri tampak berada di lokasi, namun bukan untuk mengevakuasi korban, melainkan melarang warga mendekat ke area longsor. Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik pembiaran serta perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal, yang ironisnya telah berulang kali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan. Kepala Desa Saripi, Simon Pakaya, membenarkan bahwa HM adalah warganya yang bekerja di tambang ilegal tersebut. Ia mengaku menerima laporan dari salah satu kepala dusunnya terkait insiden tersebut. “Saya sudah dihubungi salah satu kepala dusun saya terkait kejadian itu. Korban sudah dirawat dan difasilitasi kepulangannya,” ungkap Simon saat dikonfirmasi Minggu malam. Menurutnya, kondisi korban kini sudah membaik dan bahkan telah bisa berjalan kembali setelah menjalani perawatan. “Informasi dari Kadus saya, kondisinya sudah baikan,” tutupnya. Tragedi ini kembali menegaskan masalah kronis tambang ilegal di Gorontalo, khususnya di Pohuwato. Aktivitas PETI yang tak kunjung diberantas tidak hanya menimbulkan kerugian ekologis, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa masyarakat kecil, yang menjadi korban dalam praktik tambang tanpa perlindungan hukum dan keselamatan kerja. Dugaan keterlibatan oknum aparat dan minimnya penegakan hukum membuat praktik ilegal ini terus tumbuh subur tanpa batas.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="243" data-end="626">Pohuwato &#8211; Tragedi kembali mengguncang kawasan <strong data-start="307" data-end="341">Pertambangan Tanpa Izin (PETI)</strong> di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Seorang pemuda berusia 18 tahun berinisial <strong data-start="419" data-end="425">HM</strong>, warga Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, dilaporkan <strong data-start="484" data-end="515">tertimpa longsoran material</strong> saat bekerja di tambang ilegal yang berlokasi di <strong data-start="565" data-end="599">Desa Popaya, Kecamatan Dengilo</strong>, Minggu pagi (01/06/2025).</p>
<p data-start="628" data-end="797">Korban mengalami <strong data-start="645" data-end="659">patah kaki</strong> dan langsung dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum akhirnya dibawa ke <strong data-start="740" data-end="766">Rumah Sakit di Boalemo</strong> untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p data-start="799" data-end="1010">Peristiwa ini kembali menambah <strong data-start="830" data-end="867">daftar panjang insiden kecelakaan</strong> di lokasi PETI Pohuwato, yang selama ini menuai sorotan tajam akibat lemahnya pengawasan serta dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum.</p>
<p data-start="799" data-end="1010">“Barusan kejadian. Ada yang tertimbun di lokasi tambang milik komandan. Diketahui korbannya patah kaki,” ujar salah satu warga kepada media.</p>
<p data-start="1199" data-end="1523">Informasi dari sejumlah warga menyebutkan bahwa <strong data-start="1247" data-end="1326">lokasi tambang tempat kejadian diduga dikelola oleh oknum aparat kepolisian</strong>. Bahkan, saat insiden terjadi, sejumlah personel <strong data-start="1376" data-end="1428">berseragam TNI dan Polri tampak berada di lokasi</strong>, namun bukan untuk mengevakuasi korban, melainkan <strong data-start="1479" data-end="1522">melarang warga mendekat ke area longsor</strong>.</p>
<p data-start="1525" data-end="1726">Hal ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik pembiaran serta <strong data-start="1590" data-end="1640">perlindungan terhadap aktivitas tambang ilegal</strong>, yang ironisnya telah berulang kali menimbulkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan.</p>
<p data-start="1771" data-end="1972"><strong data-start="1771" data-end="1807">Kepala Desa Saripi, Simon Pakaya</strong>, membenarkan bahwa HM adalah warganya yang bekerja di tambang ilegal tersebut. Ia mengaku menerima laporan dari salah satu kepala dusunnya terkait insiden tersebut.</p>
<p data-start="1771" data-end="1972">“Saya sudah dihubungi salah satu kepala dusun saya terkait kejadian itu. Korban sudah dirawat dan difasilitasi kepulangannya,” ungkap Simon saat dikonfirmasi Minggu malam.</p>
<p data-start="2149" data-end="2266">Menurutnya, kondisi korban kini sudah membaik dan bahkan telah <strong data-start="2212" data-end="2237">bisa berjalan kembali</strong> setelah menjalani perawatan.</p>
<p data-start="2149" data-end="2266">“Informasi dari Kadus saya, kondisinya sudah baikan,” tutupnya.</p>
<p data-start="2377" data-end="2715">Tragedi ini kembali menegaskan <strong data-start="2408" data-end="2454">masalah kronis tambang ilegal di Gorontalo</strong>, khususnya di Pohuwato. Aktivitas PETI yang tak kunjung diberantas tidak hanya menimbulkan kerugian ekologis, tetapi juga <strong data-start="2577" data-end="2624">mengancam keselamatan jiwa masyarakat kecil</strong>, yang menjadi korban dalam praktik tambang tanpa perlindungan hukum dan keselamatan kerja.</p>
<p data-start="2717" data-end="2837">Dugaan keterlibatan oknum aparat dan minimnya penegakan hukum membuat praktik ilegal ini terus tumbuh subur tanpa batas.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi/">Tambang Ilegal Kembali Telan Korban di Pohuwato, Warga Tuding Ada “Komandan” di Balik Lokasi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi/">Tambang Ilegal Kembali Telan Korban di Pohuwato, Warga Tuding Ada “Komandan” di Balik Lokasi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tambang-ilegal-kembali-telan-korban-di-pohuwato-warga-tuding-ada-komandan-di-balik-lokasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Makan Korban Lagi, Excavator Diduga Jadi Sumber Lumpur</title>
		<link>https://barakati.id/tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur</link>
					<comments>https://barakati.id/tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 15:14:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[korban tambang ilegal]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang emas]]></category>
		<category><![CDATA[TAMBANG EMAS ILEGAL]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=25550</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur/">Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Makan Korban Lagi, Excavator Diduga Jadi Sumber Lumpur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur/">Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Makan Korban Lagi, Excavator Diduga Jadi Sumber Lumpur</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-start="762" data-end="1005"><button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato  - Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali menelan korban di wilayah Kabupaten Pohuwato. Peristiwa nahas ini terjadi pada Senin (19/05/2025) di kawasan Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa. Korban diketahui bernama Ka Suna, seorang warga Pantai yang merupakan lansia, terjebak dalam lumpur yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal. Menurut keterangan warga, korban diperkirakan mulai terjebak usai salat Zuhur, dan baru berhasil dievakuasi pada sore hari setelah salat Ashar, Selasa (20/05/2025). Sumber lumpur yang menimbun korban berasal dari aktivitas PETI di kawasan Hulude Bulahu, yang diketahui menggunakan alat berat jenis excavator. Di lokasi tersebut, terpantau empat unit excavator beroperasi secara aktif. “Korban sempat terjebak lama, tapi masih bisa diselamatkan. Kami evakuasi sore harinya,” ujar warga Botubilotahu saat ditemui awak media Barakati.id. Kondisi ini memicu kekhawatiran dan kecaman dari warga sekitar. Mereka menilai keberadaan alat berat dalam aktivitas tambang ilegal semakin membahayakan keselamatan warga dan lingkungan. Warga juga menyayangkan minimnya pengawasan dan penindakan dari aparat penegak hukum (APH), serta lemahnya kontrol dari pemerintah desa dan kecamatan. “Silakan menambang, tapi pakai cara tradisional. Jangan pakai excavator yang justru merusak dan membahayakan,” tegas sejumlah warga. Mereka mendesak adanya larangan tegas terhadap penggunaan alat berat dalam aktivitas tambang emas, khususnya di wilayah yang tidak memiliki izin resmi. Warga juga berharap ada langkah cepat dari pemerintah dan APH untuk menutup aktivitas PETI demi keselamatan dan kelestarian lingkungan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="" data-start="762" data-end="1005">Pohuwato  &#8211; Aktivitas <strong data-start="800" data-end="839">Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI)</strong> kembali menelan korban di wilayah <strong data-start="874" data-end="896">Kabupaten Pohuwato</strong>. Peristiwa nahas ini terjadi pada <strong data-start="931" data-end="953">Senin (19/05/2025)</strong> di kawasan <strong data-start="965" data-end="1004">Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa</strong>.</p>
<p class="" data-start="1007" data-end="1347">Korban diketahui bernama <strong data-start="1032" data-end="1043">Ka Suna</strong>, seorang <strong data-start="1053" data-end="1069">warga Pantai</strong> yang merupakan <strong data-start="1085" data-end="1095">lansia</strong>, terjebak dalam lumpur yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal. Menurut keterangan warga, korban diperkirakan mulai terjebak usai <strong data-start="1241" data-end="1256">salat Zuhur</strong>, dan baru berhasil dievakuasi <strong data-start="1287" data-end="1325">pada sore hari setelah salat Ashar</strong>, Selasa (20/05/2025).</p>
<p class="" data-start="1349" data-end="1580">Sumber lumpur yang menimbun korban berasal dari aktivitas <strong data-start="1407" data-end="1440">PETI di kawasan Hulude Bulahu</strong>, yang diketahui menggunakan <strong data-start="1469" data-end="1499">alat berat jenis excavator</strong>. Di lokasi tersebut, terpantau <strong data-start="1531" data-end="1555">empat unit excavator</strong> beroperasi secara aktif.</p>
<p class="" data-start="1349" data-end="1580">“Korban sempat terjebak lama, tapi masih bisa diselamatkan. Kami evakuasi sore harinya,” ujar warga Botubilotahu saat ditemui awak media Barakati.id.</p>
<p class="" data-start="1735" data-end="2080">Kondisi ini memicu kekhawatiran dan kecaman dari warga sekitar. Mereka menilai keberadaan alat berat dalam aktivitas tambang ilegal semakin membahayakan keselamatan warga dan lingkungan. Warga juga menyayangkan <strong data-start="1946" data-end="2016">minimnya pengawasan dan penindakan dari aparat penegak hukum (APH)</strong>, serta lemahnya kontrol dari <strong data-start="2046" data-end="2079">pemerintah desa dan kecamatan</strong>.</p>
<p class="" data-start="1735" data-end="2080">“Silakan menambang, tapi pakai cara tradisional. Jangan pakai excavator yang justru merusak dan membahayakan,” tegas sejumlah warga.</p>
<p class="" data-start="2218" data-end="2509">Mereka mendesak adanya <strong data-start="2241" data-end="2290">larangan tegas terhadap penggunaan alat berat</strong> dalam aktivitas tambang emas, khususnya di wilayah yang tidak memiliki izin resmi. Warga juga berharap ada langkah cepat dari pemerintah dan APH untuk menutup aktivitas PETI demi keselamatan dan kelestarian lingkungan.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur/">Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Makan Korban Lagi, Excavator Diduga Jadi Sumber Lumpur</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur/">Tambang Emas Ilegal di Pohuwato Makan Korban Lagi, Excavator Diduga Jadi Sumber Lumpur</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tambang-emas-ilegal-di-pohuwato-makan-korban-lagi-excavator-diduga-jadi-sumber-lumpur/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
