<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Krisis air bersih Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/krisis-air-bersih/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/krisis-air-bersih/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 05 Oct 2024 12:42:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Krisis air bersih Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/krisis-air-bersih/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Krisis Air Bersih di Desa Marisa: Dampak Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin</title>
		<link>https://barakati.id/krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin</link>
					<comments>https://barakati.id/krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Oct 2024 12:41:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[AKTIVITAS PETI]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis air bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Penambangan Emas Tanpa Izin]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=23506</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin/">Krisis Air Bersih di Desa Marisa: Dampak Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin/">Krisis Air Bersih di Desa Marisa: Dampak Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Warga Desa Marisa kini menghadapi masalah serius dalam mengakses air bersih. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan secara masif dengan menggunakan alat berat seperti excavator di wilayah tersebut telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, khususnya kualitas air yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Desa Marisa, Mas’at Basato, mengungkapkan bahwa keluhan mengenai penurunan kualitas air bersih sudah mulai terdengar dari warga. Menurutnya, dalam sepekan terakhir, air yang diakses oleh masyarakat di desa tersebut mengalami keruh dan tercemar. Hal ini membuat air tidak lagi layak digunakan, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan buang air kecil. “Ini juga menjadi keluhan masyarakat karena sudah satu minggu air ini menjadi keruh dan tidak bisa dimanfaatkan. Kasihan, jangankan untuk mandi, untuk buang air kecil saja sudah gatal-gatal. Tadi saya sudah mendatangi mereka untuk melakukan musyawarah, dan hasil keputusan mereka adalah menghentikan aktivitas alat excavator yang dapat mengakibatkan air yang diakses menjadi keruh,” ungkap Mas’at saat ditemui awak media, Jumat (04/10/2024). Lebih lanjut, Mas’at menjelaskan bahwa sumber air yang digunakan oleh masyarakat di desanya berasal dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang mengalir dari sungai yang berada di kawasan hutan KM 18 Popayato. Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas sumber air tersebut, mengingat pipa PDAM berada di lokasi yang rentan terhadap pencemaran akibat aktivitas penambangan. “Pipa PDAM itu ada di atas, jadi kalau ada aktivitas di atas yang membuat air sungai itu keruh, otomatis air yang mengalir juga akan keruh,” tutur Mas’at menekankan hubungan antara aktivitas penambangan dan kualitas air bersih. Krisis air bersih yang terjadi di Desa Marisa tidak hanya berdampak pada wilayah tersebut. Mas’at menegaskan bahwa dampak dari aktivitas PETI juga dapat dirasakan di kecamatan-kecamatan lain, seperti Kecamatan Popayato, Kecamatan Popayato Timur, bahkan hingga Kecamatan Torsiaje. “Yang menggunakan air itu tidak hanya Desa Marisa, tetapi juga dari Kecamatan Popayato, Popayato Timur, bahkan Torsiaje,” tambahnya. Kondisi ini menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tanpa tindakan yang tepat, dampak dari aktivitas PETI dapat memperburuk kondisi kehidupan masyarakat di masa depan. Keberadaan penambangan ilegal yang merusak ekosistem sangat mengancam ketersediaan air bersih dan kesehatan warga. Warga setempat berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas PETI dan memulihkan kualitas sumber daya air di daerah tersebut. Tanpa perhatian dan tindakan serius dari pemerintah dan penegak hukum, tantangan ini akan semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut. Krisis air bersih di Desa Marisa menjadi gambaran nyata akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Hanya dengan kerja sama yang baik, masalah ini dapat teratasi dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Pohuwato<i> &#8211; </i>Warga Desa Marisa kini menghadapi masalah serius dalam mengakses air bersih. Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang dilakukan secara masif dengan menggunakan alat berat seperti excavator di wilayah tersebut telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, khususnya kualitas air yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Kepala Desa Marisa, <strong>Mas’at Basato</strong>, mengungkapkan bahwa keluhan mengenai penurunan kualitas air bersih sudah mulai terdengar dari warga. Menurutnya, dalam sepekan terakhir, air yang diakses oleh masyarakat di desa tersebut mengalami keruh dan tercemar. Hal ini membuat air tidak lagi layak digunakan, bahkan untuk kebutuhan dasar seperti mandi dan buang air kecil.</p>
<p>“Ini juga menjadi keluhan masyarakat karena sudah satu minggu air ini menjadi keruh dan tidak bisa dimanfaatkan. Kasihan, jangankan untuk mandi, untuk buang air kecil saja sudah gatal-gatal. Tadi saya sudah mendatangi mereka untuk melakukan musyawarah, dan hasil keputusan mereka adalah menghentikan aktivitas alat excavator yang dapat mengakibatkan air yang diakses menjadi keruh,” ungkap Mas’at saat ditemui awak media, Jumat (04/10/2024).</p>
<p>Lebih lanjut, Mas’at menjelaskan bahwa sumber air yang digunakan oleh masyarakat di desanya berasal dari <strong>Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)</strong> yang mengalir dari sungai yang berada di kawasan hutan <strong>KM 18</strong> Popayato. Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas sumber air tersebut, mengingat pipa PDAM berada di lokasi yang rentan terhadap pencemaran akibat aktivitas penambangan.</p>
<p>“Pipa PDAM itu ada di atas, jadi kalau ada aktivitas di atas yang membuat air sungai itu keruh, otomatis air yang mengalir juga akan keruh,” tutur Mas’at menekankan hubungan antara aktivitas penambangan dan kualitas air bersih.</p>
<p>Krisis air bersih yang terjadi di Desa Marisa tidak hanya berdampak pada wilayah tersebut. Mas’at menegaskan bahwa dampak dari aktivitas PETI juga dapat dirasakan di kecamatan-kecamatan lain, seperti <strong>Kecamatan Popayato</strong>, <strong>Kecamatan Popayato Timur</strong>, bahkan hingga <strong>Kecamatan Torsiaje</strong>.</p>
<p>“Yang menggunakan air itu tidak hanya Desa Marisa, tetapi juga dari Kecamatan Popayato, Popayato Timur, bahkan Torsiaje,” tambahnya.</p>
<p>Kondisi ini menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Tanpa tindakan yang tepat, dampak dari aktivitas PETI dapat memperburuk kondisi kehidupan masyarakat di masa depan. Keberadaan penambangan ilegal yang merusak ekosistem sangat mengancam ketersediaan air bersih dan kesehatan warga.</p>
<p>Warga setempat berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah untuk menghentikan aktivitas PETI dan memulihkan kualitas sumber daya air di daerah tersebut. Tanpa perhatian dan tindakan serius dari pemerintah dan penegak hukum, tantangan ini akan semakin memperburuk kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.</p>
<p>Krisis air bersih di Desa Marisa menjadi gambaran nyata akan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. Hanya dengan kerja sama yang baik, masalah ini dapat teratasi dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin/">Krisis Air Bersih di Desa Marisa: Dampak Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin/">Krisis Air Bersih di Desa Marisa: Dampak Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/krisis-air-bersih-di-desa-marisa-dampak-aktivitas-penambangan-emas-tanpa-izin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Krisis Air Bersih, Diduga Penyebabnya Akibat Kesalahan Dari Para Penambang</title>
		<link>https://barakati.id/krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang</link>
					<comments>https://barakati.id/krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Dec 2021 10:48:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Air bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis air bersih]]></category>
		<category><![CDATA[PDAM]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=12595</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang/">Krisis Air Bersih, Diduga Penyebabnya Akibat Kesalahan Dari Para Penambang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang/">Krisis Air Bersih, Diduga Penyebabnya Akibat Kesalahan Dari Para Penambang</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman angkat bicara terkait dengan keluhan masyarakat Desa Taluduyunu Utara, Kecamatan Buntulia atas krisis air bersih yang terjadi, (22/12/2021). Direktur PDAM Hairudin Usman menjelaskan persoalan air bersih yang disediakan oleh pihaknya disebabkan oleh kesalahan para penambang yang bekerja di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Sehingga, membuat pipa air tersumbat dan tidak mengalir ke rumah-rumah warga. Sebelumnya air yang di keluhkan oleh warga tersebut, kata Hairudin sangat lancar, tidak memiliki kendala apapun. Namun setelah dilakukan kerusakan di hulu, maka terjadi penyumbatan yang mengakibatkan air tersebut tidak mengalir. \"Sebelumnya air yang keluhkan oleh mereka (warga) tidak ada kendala, hanya saja tadi ini air bersih bermasalah, tapi sekarang sudah mengalir seperti biasa,\" katanya. Sementara di wilayah Kecamatan Patilanggio, kata dia, air yang berada di inti sungai dalam tahap perbaikan. Sehingga air tersebut belum bisa mengalir ke rumah warga. \"Kalau untuk Patilanggio sumur sementara di buat oleh Perkim, karena inti berada di sungai sering tersumbat, sehingga kami belum bisa mensuplai air di rumah-rumah,\" terangnya. Dia menjelaskan, permasalahan air di Patilanggio tergantung pekerjaan yang dilakukan oleh Perkim. Karena itu tempat penampung air biar cepat terealisasi. \"Tergantung dari Perkim, kalau inti air sudah bagus, insya allah secepatnya air tersebut sudah bisa mengalir,\" pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Direktur PDAM Tirta Maleo, Hairudin Usman angkat bicara terkait dengan keluhan masyarakat Desa Taluduyunu Utara, Kecamatan Buntulia atas krisis air bersih yang terjadi, (22/12/2021).</p>
<p>Direktur PDAM Hairudin Usman menjelaskan persoalan air bersih yang disediakan oleh pihaknya disebabkan oleh kesalahan para penambang yang bekerja di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Sehingga, membuat pipa air tersumbat dan tidak mengalir ke rumah-rumah warga.</p>
<p>Sebelumnya air yang di keluhkan oleh warga tersebut, kata Hairudin sangat lancar, tidak memiliki kendala apapun. Namun setelah dilakukan kerusakan di hulu, maka terjadi penyumbatan yang mengakibatkan air tersebut tidak mengalir.</p>
<p>&#8220;Sebelumnya air yang keluhkan oleh mereka (warga) tidak ada kendala, hanya saja tadi ini air bersih bermasalah, tapi sekarang sudah mengalir seperti biasa,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara di wilayah Kecamatan Patilanggio, kata dia, air yang berada di inti sungai dalam tahap perbaikan. Sehingga air tersebut belum bisa mengalir ke rumah warga.</p>
<p>&#8220;Kalau untuk Patilanggio sumur sementara di buat oleh Perkim, karena inti berada di sungai sering tersumbat, sehingga kami belum bisa mensuplai air di rumah-rumah,&#8221; terangnya.</p>
<p>Dia menjelaskan, permasalahan air di Patilanggio tergantung pekerjaan yang dilakukan oleh Perkim. Karena itu tempat penampung air biar cepat terealisasi.</p>
<p>&#8220;Tergantung dari Perkim, kalau inti air sudah bagus, insya allah secepatnya air tersebut sudah bisa mengalir,&#8221; pungkasnya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang/">Krisis Air Bersih, Diduga Penyebabnya Akibat Kesalahan Dari Para Penambang</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang/">Krisis Air Bersih, Diduga Penyebabnya Akibat Kesalahan Dari Para Penambang</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/krisis-air-bersih-diduga-penyebabnya-akibat-kesalahan-dari-para-penambang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
