<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kritik Mubes LAMAHU Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kritik-mubes-lamahu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kritik-mubes-lamahu/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jan 2026 15:53:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>kritik Mubes LAMAHU Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kritik-mubes-lamahu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Protes Menggema: Peserta Mubes IX LAMAHU Nilai Pemilihan Ketua Umum Tak Demokratis</title>
		<link>https://barakati.id/protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis</link>
					<comments>https://barakati.id/protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 16:47:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Manan Podungge]]></category>
		<category><![CDATA[Adat gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Bandayo]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Huyula Heluma Lo Hulontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kritik Mubes LAMAHU]]></category>
		<category><![CDATA[mekanisme musyawarah]]></category>
		<category><![CDATA[Mubes IX LAMAHU]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan ketua umum]]></category>
		<category><![CDATA[peran Bandayo]]></category>
		<category><![CDATA[Pilar Pingkes]]></category>
		<category><![CDATA[polemik LAMAHU]]></category>
		<category><![CDATA[suara peserta Mubes]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29219</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis/">Protes Menggema: Peserta Mubes IX LAMAHU Nilai Pemilihan Ketua Umum Tak Demokratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis/">Protes Menggema: Peserta Mubes IX LAMAHU Nilai Pemilihan Ketua Umum Tak Demokratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Jakarta - Salah satu peserta Musyawarah Besar (Mubes) IX Huyula Heluma Lo Hulontalo (LAMAHU) dari Pilar Pingkes, Abdul Manan Podungge, melontarkan kritik tajam terhadap proses penetapan Ketua Umum, yang menurutnya tidak berjalan sesuai mekanisme musyawarah besar organisasi. Abdul Manan menilai sejak awal, proses pemilihan sudah mengindikasikan bahwa keputusan sepenuhnya berada di tangan Bandayo, tanpa melalui tahapan demokratis sebagaimana mestinya dalam forum Mubes. “Kalau pada akhirnya Ketua Umum dipilih oleh Bandayo, seharusnya tidak perlu ada proses Mubes maupun pilar-pilar. Pilar-pilar ini untuk apa, kalau yang menentukan tetap Bandayo?” ujar Abdul Manan dalam keterangannya. Ia menilai keputusan penetapan Ketua Umum dilakukan secara sepihak dan diumumkan langsung oleh Bandayo tanpa melalui prosedur yang diatur dalam mekanisme organisasi. “Masalahnya, tadi itu langsung diumumkan oleh Bandayo. Prosedurnya tidak dilakukan sesuai aturan. Setelah itu baru mereka berlindung di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” tegasnya. Menurutnya, apabila mekanisme pemilihan Ketua Umum sepenuhnya berada di tangan Bandayo, maka keberadaan Mubes menjadi tidak relevan. “Kalau mekanismenya memang Bandayo, tidak perlu lagi ada Mubes. Langsung saja ditetapkan oleh Bandayo secara aklamasi. Kasihan para pendiri LAMAHU pertama, mereka ini akhirnya hanya menjadi penonton, tidak dilibatkan secara substansial,” kata Abdul Manan dengan nada kecewa. Lebih lanjut, ia juga menyoroti tidak adanya sesi penyampaian visi dan misi dari calon Ketua Umum sebelum penetapan dilakukan. “Kalau memang proses Bandayo sudah ditetapkan, kenapa tidak mengikuti prosedur? Misalnya penyampaian visi dan misi. Sekarang saya tanya, apakah tadi ada penyampaian visi dan misi? Kan tidak ada, langsung ditetapkan,” ungkapnya. Abdul Manan menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan proses penetapan Ketua Umum tidak berjalan sesuai prinsip musyawarah dan nilai demokrasi organisasi. “Hal ini jelas tidak sesuai dengan mekanisme yang seharusnya. Prinsip musyawarah untuk mufakat seolah diabaikan,” pungkasnya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Jakarta &#8211; Salah satu peserta <strong>Musyawarah Besar (Mubes) IX Huyula Heluma Lo Hulontalo (LAMAHU)</strong> dari Pilar Pingkes, <strong>Abdul Manan Podungge</strong>, melontarkan <strong>kritik tajam terhadap proses penetapan Ketua Umum</strong>, yang menurutnya tidak berjalan sesuai mekanisme musyawarah besar organisasi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Abdul Manan menilai sejak awal, proses pemilihan sudah mengindikasikan bahwa <strong>keputusan sepenuhnya berada di tangan Bandayo</strong>, tanpa melalui tahapan demokratis sebagaimana mestinya dalam forum Mubes.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kalau pada akhirnya Ketua Umum dipilih oleh Bandayo, seharusnya tidak perlu ada proses Mubes maupun pilar-pilar. Pilar-pilar ini untuk apa, kalau yang menentukan tetap Bandayo?” ujar Abdul Manan dalam keterangannya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menilai keputusan penetapan Ketua Umum dilakukan secara sepihak dan diumumkan langsung oleh Bandayo <strong>tanpa melalui prosedur yang diatur dalam mekanisme organisasi</strong>.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Masalahnya, tadi itu langsung diumumkan oleh Bandayo. Prosedurnya tidak dilakukan sesuai aturan. Setelah itu baru mereka berlindung di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART),” tegasnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurutnya, apabila mekanisme pemilihan Ketua Umum sepenuhnya berada di tangan Bandayo, maka <strong>keberadaan Mubes menjadi tidak relevan</strong>.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kalau mekanismenya memang Bandayo, tidak perlu lagi ada Mubes. Langsung saja ditetapkan oleh Bandayo secara aklamasi. Kasihan para pendiri LAMAHU pertama, mereka ini akhirnya hanya menjadi penonton, tidak dilibatkan secara substansial,” kata Abdul Manan dengan nada kecewa.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Lebih lanjut, ia juga menyoroti tidak adanya sesi <strong>penyampaian visi dan misi dari calon Ketua Umum</strong> sebelum penetapan dilakukan.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kalau memang proses Bandayo sudah ditetapkan, kenapa tidak mengikuti prosedur? Misalnya penyampaian visi dan misi. Sekarang saya tanya, apakah tadi ada penyampaian visi dan misi? Kan tidak ada, langsung ditetapkan,” ungkapnya.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Abdul Manan menegaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan proses penetapan Ketua Umum <strong>tidak berjalan sesuai prinsip musyawarah dan nilai demokrasi organisasi.</strong></p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Hal ini jelas tidak sesuai dengan mekanisme yang seharusnya. Prinsip musyawarah untuk mufakat seolah diabaikan,” pungkasnya.
</blockquote>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis/">Protes Menggema: Peserta Mubes IX LAMAHU Nilai Pemilihan Ketua Umum Tak Demokratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis/">Protes Menggema: Peserta Mubes IX LAMAHU Nilai Pemilihan Ketua Umum Tak Demokratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/protes-menggema-peserta-mubes-ix-lamahu-nilai-pemilihan-ketua-umum-tak-demokratis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
