<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kunjungan Presiden Gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/kunjungan-presiden-gorontalo/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/kunjungan-presiden-gorontalo/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 May 2026 03:28:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Kunjungan Presiden Gorontalo Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/kunjungan-presiden-gorontalo/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>POTRET IRONI: Di Balik Kunjungan Prabowo ke Gorontalo, Rakyat Pohuwato Merasa Terusir</title>
		<link>https://barakati.id/potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir</link>
					<comments>https://barakati.id/potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 15:21:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Aspirasi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[berita pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>
		<category><![CDATA[Eksploitasi Lahan]]></category>
		<category><![CDATA[Investasi Tambang]]></category>
		<category><![CDATA[keadilan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[konflik agraria]]></category>
		<category><![CDATA[Krisis Kepercayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Presiden Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[penambang tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[perusahaan tambang]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Hidup Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30438</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir/">POTRET IRONI: Di Balik Kunjungan Prabowo ke Gorontalo, Rakyat Pohuwato Merasa Terusir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir/">POTRET IRONI: Di Balik Kunjungan Prabowo ke Gorontalo, Rakyat Pohuwato Merasa Terusir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Provinsi Gorontalo yang semestinya menjadi simbol harapan dan optimisme, justru menyisakan potret kontras bagi masyarakat di Kabupaten Pohuwato. Di balik kemegahan agenda resmi kenegaraan, tersimpan bara kekecewaan dari para penambang tradisional yang merasa ruang hidupnya kian terimpit oleh ekspansi korporasi. Di tanah yang kaya akan potensi emas tersebut, rakyat kecil kini harus berjuang keras mempertahankan mata pencaharian mereka. Para penambang yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada aliran sungai dan kawasan tambang rakyat, mengaku mulai kehilangan perlindungan dari negara. Rasa kecewa ini bukanlah tanpa alasan. Seiring masuknya perusahaan besar dengan dukungan modal dan legalitas izin, masyarakat lokal merasa perlahan terusir dari tanah leluhur mereka. Penertiban yang dilakukan di lapangan dinilai bukan lagi sekadar penegakan hukum, melainkan bentuk penggusuran sistematis terhadap ekonomi kerakyatan. Ketimpangan tampak nyata di lokasi tambang. Saat alat-alat berat perusahaan bergerak tanpa hambatan, para penambang tradisional yang hanya bermodalkan alat sederhana justru dipaksa mundur. Kondisi ini menciptakan suasana mencekam dan memicu kemarahan warga yang merasa negara hanya hadir di panggung seremoni, namun absen dalam penyelesaian konflik agraria yang sesungguhnya. Fandi, salah satu perwakilan masyarakat Pohuwato, menegaskan bahwa warga tidak sedang meminta belas kasihan, melainkan menuntut pengakuan atas hak hidup mereka. \"Kami hanya ingin tetap bisa bekerja di tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga. Kami ingin negara hadir bukan hanya sebagai pemberi izin bagi perusahaan, tetapi juga sebagai pelindung rakyat kecil yang rentan tersingkir oleh kepentingan besar,\" ujar Fandi dengan nada getir. Masyarakat mendesak agar Presiden Prabowo tidak hanya menghadiri agenda formal, tetapi juga bersedia melihat langsung realita konflik di lapangan. Mereka menuntut pemerintah segera mengevaluasi izin-izin perusahaan yang dianggap merambah ruang hidup warga serta menghentikan aktivitas pengusiran terhadap penambang tradisional sebelum konflik sosial ini meledak lebih besar. \"Jika tidak ada langkah nyata, kunjungan Presiden hanya akan meninggalkan kesan pahit. Bukan dikenang sebagai solusi, melainkan sebagai simbol pembiaran terhadap penderitaan rakyat. Ketidakpercayaan masyarakat akan menjadi bom waktu yang berbahaya jika kekecewaan ini terus dipelihara tanpa jawaban,\" tegas Fandi. Kini, komitmen pemerintah sedang diuji di persimpangan jalan antara kepentingan investasi korporasi atau keselamatan rakyat kecil. Di tengah pusaran ketidakadilan ini, diamnya otoritas sering kali ditafsirkan sebagai bentuk keberpihakan pada penguasa modal.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="4"><strong>Pohuwato</strong> &#8211; Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Provinsi Gorontalo yang semestinya menjadi simbol harapan dan optimisme, justru menyisakan potret kontras bagi masyarakat di Kabupaten Pohuwato. Di balik kemegahan agenda resmi kenegaraan, tersimpan bara kekecewaan dari para penambang tradisional yang merasa ruang hidupnya kian terimpit oleh ekspansi korporasi.</p>
<p data-path-to-node="5">Di tanah yang kaya akan potensi emas tersebut, rakyat kecil kini harus berjuang keras mempertahankan mata pencaharian mereka. Para penambang yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup pada aliran sungai dan kawasan tambang rakyat, mengaku mulai kehilangan perlindungan dari negara.</p>
<p data-path-to-node="6">Rasa kecewa ini bukanlah tanpa alasan. Seiring masuknya perusahaan besar dengan dukungan modal dan legalitas izin, masyarakat lokal merasa perlahan terusir dari tanah leluhur mereka. Penertiban yang dilakukan di lapangan dinilai bukan lagi sekadar penegakan hukum, melainkan bentuk penggusuran sistematis terhadap ekonomi kerakyatan.</p>
<p data-path-to-node="7">Ketimpangan tampak nyata di lokasi tambang. Saat alat-alat berat perusahaan bergerak tanpa hambatan, para penambang tradisional yang hanya bermodalkan alat sederhana justru dipaksa mundur. Kondisi ini menciptakan suasana mencekam dan memicu kemarahan warga yang merasa negara hanya hadir di panggung seremoni, namun absen dalam penyelesaian konflik agraria yang sesungguhnya.</p>
<p data-path-to-node="8">Fandi, salah satu perwakilan masyarakat Pohuwato, menegaskan bahwa warga tidak sedang meminta belas kasihan, melainkan menuntut pengakuan atas hak hidup mereka.</p>
<p data-path-to-node="9">&#8220;Kami hanya ingin tetap bisa bekerja di tanah yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarga. Kami ingin negara hadir bukan hanya sebagai pemberi izin bagi perusahaan, tetapi juga sebagai pelindung rakyat kecil yang rentan tersingkir oleh kepentingan besar,&#8221; ujar Fandi dengan nada getir.</p>
<p data-path-to-node="10">Masyarakat mendesak agar Presiden Prabowo tidak hanya menghadiri agenda formal, tetapi juga bersedia melihat langsung realita konflik di lapangan. Mereka menuntut pemerintah segera mengevaluasi izin-izin perusahaan yang dianggap merambah ruang hidup warga serta menghentikan aktivitas pengusiran terhadap penambang tradisional sebelum konflik sosial ini meledak lebih besar.</p>
<p data-path-to-node="11">&#8220;Jika tidak ada langkah nyata, kunjungan Presiden hanya akan meninggalkan kesan pahit. Bukan dikenang sebagai solusi, melainkan sebagai simbol pembiaran terhadap penderitaan rakyat. Ketidakpercayaan masyarakat akan menjadi bom waktu yang berbahaya jika kekecewaan ini terus dipelihara tanpa jawaban,&#8221; tegas Fandi.</p>
<p data-path-to-node="12">Kini, komitmen pemerintah sedang diuji di persimpangan jalan antara kepentingan investasi korporasi atau keselamatan rakyat kecil. Di tengah pusaran ketidakadilan ini, diamnya otoritas sering kali ditafsirkan sebagai bentuk keberpihakan pada penguasa modal.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir/">POTRET IRONI: Di Balik Kunjungan Prabowo ke Gorontalo, Rakyat Pohuwato Merasa Terusir</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir/">POTRET IRONI: Di Balik Kunjungan Prabowo ke Gorontalo, Rakyat Pohuwato Merasa Terusir</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/potret-ironi-di-balik-kunjungan-prabowo-ke-gorontalo-rakyat-pohuwato-merasa-terusir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</title>
		<link>https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah</link>
					<comments>https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 May 2026 12:50:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[berita nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Digitalisasi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikbudristek]]></category>
		<category><![CDATA[Kualitas sdm]]></category>
		<category><![CDATA[Kunjungan Presiden Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Papan Interaktif Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Modern]]></category>
		<category><![CDATA[PID]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[presiden prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Digital]]></category>
		<category><![CDATA[Smart Screen Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30420</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan pemerintah akan mempercepat distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru tanah air. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program digitalisasi pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem belajar yang lebih modern. Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026). Presiden Prabowo menekankan bahwa perluasan penggunaan teknologi pembelajaran adalah prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini. “Pokoknya tahun ini, tiap sekolah akan menerima tambahan tiga unit (Papan Interaktif Digital),” ujar Presiden Prabowo di hadapan masyarakat dan tamu undangan yang hadir. Lebih lanjut, Presiden menyampaikan visinya agar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia segera memiliki ruang belajar berbasis digital yang dilengkapi layar pintar (smart screen). Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar agar lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Saya berharap di akhir tahun ini, setiap sekolah setidaknya sudah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar,” tegasnya. Sebagai informasi, program digitalisasi pendidikan ini telah dimulai sejak tahun 2025. Pada tahap awal, pemerintah tercatat telah menyalurkan sekitar 50 ribu unit papan interaktif digital yang tersebar di sekolah-sekolah pada 38 provinsi di Indonesia. Program ini menjadi pilar utama pemerintah dalam memerangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Melalui pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih dinamis antara siswa dan guru, sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda Indonesia.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="3">Gorontalo &#8211; Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memastikan pemerintah akan mempercepat distribusi Papan Interaktif Digital (PID) ke sekolah-sekolah di seluruh penjuru tanah air. Langkah ini merupakan bagian dari akselerasi program digitalisasi pendidikan nasional guna menciptakan ekosistem belajar yang lebih modern.</p>
<p data-path-to-node="4">Penegasan tersebut disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam agenda peresmian Kampung Nelayan Merah Putih di kawasan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (09/05/2026).</p>
<p data-path-to-node="5">Presiden Prabowo menekankan bahwa perluasan penggunaan teknologi pembelajaran adalah prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini.</p>
<p data-path-to-node="6">“Pokoknya tahun ini, tiap sekolah akan menerima tambahan tiga unit (Papan Interaktif Digital),” ujar Presiden Prabowo di hadapan masyarakat dan tamu undangan yang hadir.</p>
<p data-path-to-node="7">Lebih lanjut, Presiden menyampaikan visinya agar seluruh lembaga pendidikan di Indonesia segera memiliki ruang belajar berbasis digital yang dilengkapi layar pintar (<i data-path-to-node="7" data-index-in-node="166">smart screen</i>). Fasilitas ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar agar lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.</p>
<p data-path-to-node="8">“Saya berharap di akhir tahun ini, setiap sekolah setidaknya sudah memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar,” tegasnya.</p>
<p data-path-to-node="9">Sebagai informasi, program digitalisasi pendidikan ini telah dimulai sejak tahun 2025. Pada tahap awal, pemerintah tercatat telah menyalurkan sekitar 50 ribu unit papan interaktif digital yang tersebar di sekolah-sekolah pada 38 provinsi di Indonesia.</p>
<p data-path-to-node="10">Program ini menjadi pilar utama pemerintah dalam memerangi kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Melalui pemanfaatan teknologi digital di ruang kelas, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih dinamis antara siswa dan guru, sekaligus memperkuat literasi digital generasi muda Indonesia.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/">Pangkas Kesenjangan: Langkah Berani Presiden Prabowo Percepat Digitalisasi Sekolah</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/pangkas-kesenjangan-langkah-berani-presiden-prabowo-percepat-digitalisasi-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
