<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>literasi digital Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/literasi-digital/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/literasi-digital/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jan 2026 18:49:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>literasi digital Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/literasi-digital/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</title>
		<link>https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital</link>
					<comments>https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2026 18:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[deepfake]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[disinformasi]]></category>
		<category><![CDATA[etika teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi palsu]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan siber]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan buatan]]></category>
		<category><![CDATA[kepercayaan publik]]></category>
		<category><![CDATA[liar’s dividend]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[manipulasi informasi]]></category>
		<category><![CDATA[masa depan demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[politik digital]]></category>
		<category><![CDATA[regulasi AI]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29256</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Mohammad Adrian Latief Di era digital, kebenaran tak lagi berdiri di atas fondasi yang kokoh. Teknologi yang awalnya diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia kini juga menelurkan sisi gelap yang mengancam tatanan sosial dan politik. Salah satu wajah paling menakutkan dari perkembangan itu adalah deepfake — teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memalsukan wajah, suara, serta gerak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2"><em>Oleh: Mohammad Adrian Latief</em></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di era digital, kebenaran tak lagi berdiri di atas fondasi yang kokoh. Teknologi yang awalnya diciptakan untuk memudahkan kehidupan manusia kini juga menelurkan sisi gelap yang mengancam tatanan sosial dan politik. Salah satu wajah paling menakutkan dari perkembangan itu adalah <strong>deepfake</strong> — teknologi berbasis kecerdasan buatan yang mampu memalsukan wajah, suara, serta gerak seseorang secara nyaris sempurna.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketika realitas dapat direkayasa sedemikian rupa hingga tampak meyakinkan, masa depan <strong>demokrasi digital</strong> justru berada di ujung tanduk.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Kebenaran yang Tergadaikan</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Demokrasi dibangun di atas satu prinsip utama: <strong>hak warga negara atas informasi yang benar</strong>. Namun, kehadiran deepfake mengaburkan batas antara fakta dan fiksi. Sebuah video yang menampilkan sosok pejabat publik mengucapkan pernyataan provokatif—padahal tidak pernah terjadi—dapat viral dalam hitungan menit. Dalam atmosfer politik yang sudah terpolarisasi, rekayasa semacam ini bukan sekadar bentuk disinformasi, tetapi <strong>senjata digital</strong> yang mampu menjatuhkan reputasi, memicu konflik, bahkan menggoyang legitimasi hasil pemilu.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Bahaya terbesar deepfake bukan hanya terletak pada kemampuannya menipu mata dan telinga manusia, tetapi juga pada <strong>dampak jangka panjang terhadap kepercayaan publik</strong>. Ketika masyarakat sadar bahwa video dan rekaman suara bisa dimanipulasi, muncul fenomena <strong>liar’s dividend</strong>, yakni kondisi ketika pelaku kejahatan atau politisi bermasalah dengan mudah menepis bukti autentik dengan alasan “itu hanya deepfake.” Akibatnya, kebenaran kehilangan daya ikatnya, dan ruang publik tenggelam dalam skeptisisme total.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Demokrasi yang Digital, Ancaman yang Nyata</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam konteks <strong>demokrasi digital</strong>, di mana percakapan politik, kampanye, dan partisipasi publik berlangsung secara daring, ancaman ini menjadi semakin nyata. Algoritma media sosial yang memprioritaskan konten sensasional ikut mempercepat penyebaran video manipulatif tanpa verifikasi yang memadai. Akibatnya, masyarakat bukan hanya <strong>konsumen informasi</strong>, melainkan <strong>target manipulasi psikologis</strong> yang dirancang secara sistematis.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Namun, menyalahkan teknologi semata adalah pandangan yang keliru. Deepfake hanyalah alat; yang menentukan dampaknya adalah bagaimana manusia, lembaga, dan negara meresponsnya.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Jalan Panjang Menyelamatkan Demokrasi</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Masa depan demokrasi digital sangat bergantung pada tiga hal: <strong>regulasi yang adaptif, literasi digital yang kuat, dan tanggung jawab etis platform teknologi.</strong></p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Negara harus hadir dengan kebijakan hukum yang tidak gagap terhadap perkembangan digital. Regulasi perlu tegas menindak penyalahgunaan konten manipulatif tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Di sisi lain, masyarakat perlu dibekali <strong>kemampuan verifikasi kritis</strong> – kebiasaan untuk meragukan, memeriksa, dan tidak langsung mempercayai apa yang tampil di layar. Tanpa kesadaran itu, publik menjadi tanah subur bagi propaganda digital.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, <strong>perusahaan teknologi</strong> tidak bisa lagi bersembunyi di balik dalih “netralitas platform.” Mereka memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk mendeteksi serta meminimalisasi penyebaran deepfake, termasuk dengan memperkuat sistem identifikasi konten berbasis autentikasi digital.</p>
<h2 class="mb-2 mt-4 font-sans font-semimedium visRefresh2026Fonts:font-bold text-base first:mt-0">Menjaga Realitas, Menyelamatkan Demokrasi</h2>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pada akhirnya, pertarungan melawan deepfake bukan hanya tentang teknologi melawan teknologi, tetapi tentang <strong>nilai dan integritas di era informasi.</strong> Demokrasi hanya bisa bertahan jika kebenaran tetap dijunjung tinggi sebagai kepentingan bersama.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketika realitas bisa dipalsukan, <strong>kejujuran, kewaspadaan, dan tanggung jawab kolektif</strong> menjadi tameng terakhir kita. Tanpa itu, demokrasi berisiko berubah menjadi ilusi — tampak nyata di layar, namun hampa di dalamnya.[/responsivevoice]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/">Ketika Realitas Dipalsukan: Deepfake dan Masa Depan Demokrasi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ketika-realitas-dipalsukan-deepfake-dan-masa-depan-demokrasi-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah Nyata UNG Dorong Siswa Gorontalo Masuk PTN Lewat Sosialisasi SNPMB 2026</title>
		<link>https://barakati.id/langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026</link>
					<comments>https://barakati.id/langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2026 08:03:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Hafidz Olii]]></category>
		<category><![CDATA[Darman]]></category>
		<category><![CDATA[gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Karo AKP UNG]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[penerimaan mahasiswa baru]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UNG]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah se-Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[seleksi perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[SNPMB 2026]]></category>
		<category><![CDATA[sosialisasi PTN]]></category>
		<category><![CDATA[ung]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[Wakil Rektor Akademik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=29113</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026/">Langkah Nyata UNG Dorong Siswa Gorontalo Masuk PTN Lewat Sosialisasi SNPMB 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026/">Langkah Nyata UNG Dorong Siswa Gorontalo Masuk PTN Lewat Sosialisasi SNPMB 2026</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Universitas Negeri Gorontalo (UNG) secara intensif menggencarkan sosialisasi Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026. Langkah strategis ini bertujuan memastikan semua calon mahasiswa memperoleh informasi yang akurat, terbuka, dan mudah dipahami mengenai mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi. Sosialisasi dan promosi SNPMB 2026 kali ini difokuskan pada sekolah-sekolah se-Provinsi Gorontalo, dengan kegiatan pembukaan yang berlangsung di Ballroom Hulonthalo, Senin (19/1/2026). Acara ini dihadiri para kepala sekolah dan operator sekolah sebagai mitra penting dalam menyebarluaskan informasi penerimaan mahasiswa baru kepada para siswa di wilayahnya masing-masing. Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (Karo AKP) UNG, Darman, S.Kom., M.Ap., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi sekolah agar memahami setiap tahapan penerimaan secara menyeluruh. “Kami berharap para kepala sekolah dan operator dapat meneruskan informasi ini secara lengkap kepada siswa, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Darman. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik UNG, Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si., yang mewakili Rektor dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap sistem SNPMB. Ia menekankan bahwa literasi digital dan ketelitian administratif menjadi faktor kunci dalam keberhasilan siswa mengikuti seleksi masuk PTN. “Jangan sampai kesempatan emas untuk masuk ke perguruan tinggi negeri hilang begitu saja hanya karena minimnya literasi digital atau kesalahan teknis saat mendaftar. Sekolah memiliki peran strategis untuk mengarahkan siswa agar menempuh setiap tahapan dengan benar,” tegas Prof. Hafidz. Ia menambahkan, UNG berkomitmen penuh mengawal proses sosialisasi hingga ke seluruh lapisan sekolah di Gorontalo agar tidak ada siswa yang tertinggal informasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peran sekolah tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mentor akademik yang dapat membantu siswa dalam memilih program studi dan menyiapkan dokumen administrasi dengan tepat. Dengan langkah sistematis ini, UNG optimistis tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Provinsi Gorontalo akan terus meningkat. Transparansi data dan kemudahan akses informasi menjadi fondasi utama dalam membuka jalan bagi generasi muda menuju perguruan tinggi negeri.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">UNG &#8211; Dalam upaya memperluas akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN), <strong>Universitas Negeri Gorontalo (UNG)</strong> secara intensif menggencarkan sosialisasi <strong>Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Tahun 2026</strong>. Langkah strategis ini bertujuan memastikan semua calon mahasiswa memperoleh informasi yang akurat, terbuka, dan mudah dipahami mengenai mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sosialisasi dan promosi SNPMB 2026 kali ini difokuskan pada sekolah-sekolah se-Provinsi Gorontalo, dengan kegiatan pembukaan yang berlangsung di <strong>Ballroom Hulonthalo</strong>, Senin (19/1/2026). Acara ini dihadiri para kepala sekolah dan operator sekolah sebagai mitra penting dalam menyebarluaskan informasi penerimaan mahasiswa baru kepada para siswa di wilayahnya masing-masing.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Perencanaan (Karo AKP) UNG, <strong>Darman, S.Kom., M.Ap.</strong>, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai penyampaian informasi teknis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi sekolah agar memahami setiap tahapan penerimaan secara menyeluruh.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kami berharap para kepala sekolah dan operator dapat meneruskan informasi ini secara lengkap kepada siswa, sehingga mereka dapat mengikuti seluruh proses pendaftaran sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Darman.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, <strong>Wakil Rektor Bidang Akademik UNG</strong>, <strong>Prof. Dr. Abdul Hafidz Olii, M.Si.</strong>, yang mewakili Rektor dalam kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya pemahaman mendalam terhadap sistem SNPMB. Ia menekankan bahwa literasi digital dan ketelitian administratif menjadi faktor kunci dalam keberhasilan siswa mengikuti seleksi masuk PTN.</p>
<blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Jangan sampai kesempatan emas untuk masuk ke perguruan tinggi negeri hilang begitu saja hanya karena minimnya literasi digital atau kesalahan teknis saat mendaftar. Sekolah memiliki peran strategis untuk mengarahkan siswa agar menempuh setiap tahapan dengan benar,” tegas Prof. Hafidz.</p>
</blockquote>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia menambahkan, UNG berkomitmen penuh mengawal proses sosialisasi hingga ke seluruh lapisan sekolah di Gorontalo agar tidak ada siswa yang tertinggal informasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan peran sekolah tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai <strong>mentor akademik</strong> yang dapat membantu siswa dalam memilih program studi dan menyiapkan dokumen administrasi dengan tepat.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dengan langkah sistematis ini, UNG optimistis tingkat partisipasi pendidikan tinggi di Provinsi Gorontalo akan terus meningkat. Transparansi data dan kemudahan akses informasi menjadi fondasi utama dalam membuka jalan bagi generasi muda menuju perguruan tinggi negeri.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026/">Langkah Nyata UNG Dorong Siswa Gorontalo Masuk PTN Lewat Sosialisasi SNPMB 2026</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026/">Langkah Nyata UNG Dorong Siswa Gorontalo Masuk PTN Lewat Sosialisasi SNPMB 2026</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/langkah-nyata-ung-dorong-siswa-gorontalo-masuk-ptn-lewat-sosialisasi-snpmb-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025</title>
		<link>https://barakati.id/jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025</link>
					<comments>https://barakati.id/jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 21 Dec 2025 09:51:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[bibir viral]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[DPRD Gorontalo Utara]]></category>
		<category><![CDATA[etika politik]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo 2025]]></category>
		<category><![CDATA[Gorontalo Half Marathon]]></category>
		<category><![CDATA[jejak digital]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[media sosial Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[partisipasi publik]]></category>
		<category><![CDATA[persepsi publik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Lokal Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[ruang publik maya]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[viralitas politik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28836</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025/">JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025/">JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Gorontalo - Seratus tahun lagi, ketika orang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Gorontalo pada 2025, mereka barangkali tidak akan membuka laporan tahunan pemerintah daerah atau risalah rapat yang tersimpan rapi di arsip negara. Mereka justru akan membuka jejak digital, potongan video pendek, unggahan media sosial, dan rangkaian komentar yang pernah memenuhi media sosial. Dari sana, mereka akan menemukan satu pola penting. Gorontalo 2025 adalah potret kecil negara yang sedang belajar hidup di tengah derasnya arus viralitas. Tahun itu, berbagai peristiwa terjadi. Sebagian berdampak pada kebijakan, sebagian lain bersifat personal. Namun hampir semuanya memperoleh perhatian publik bukan karena prosesnya, tapi karena tampilannya. Kamera ponsel kerap lebih menentukan arah percakapan publik dibandingkan mekanisme formal yang tersedia. Salah satu contohnya adalah beredarnya video perjalanan dinas anggota dewan yang disertai narasi keras tentang penyalahgunaan anggaran. Frasa yang digunakan menyebar lebih cepat daripada klarifikasi, dan emosi publik bergerak mendahului proses etik yang seharusnya ditempuh. Persepsi terbentuk oleh potongan visual, sementara penjelasan yang utuh datang belakangan. Dalam konteks lain, sebuah ajang olahraga Gorontalo Half Marathon yang semestinya menjadi ruang kebersamaan, justru memunculkan perdebatan mengenai simbol dan representasi. Perhatian publik bergeser dari prestasi peserta ke persoalan nama yang tercantum pada medali. Olahraga, identitas, dan politik bertemu dalam ruang yang sama, dipercepat oleh media sosial. Di Gorontalo Utara, sebuah video singkat menampilkan ekspresi seorang anggota legislatif yang kemudian dikenal sebagai “bibir viral”. Potongan visual itu beredar luas, memicu ejekan dan penilaian personal. Dalam hitungan jam, ekspresi wajah mengalahkan diskusi mengenai kinerja dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Di titik inilah publik sering lupa: demokrasi tidak pernah dirancang untuk bekerja secepat media sosial. Fenomena tersebut menandai pergeseran cara publik menilai politik. Anggota DPRD Gorontalo Utara tidak lagi sepenuhnya dinilai melalui kerja legislasi atau keberpihakan anggaran, melainkan melalui momen visual yang kebetulan terekam dan berulang kali diputar. Yang patut dicermati, sejumlah persoalan sosial dan kekerasan baru memperoleh perhatian serius setelah menjadi viral. Hal ini menunjukkan bahwa atensi publik dan sering kali respons institusi lebih cepat digerakkan oleh popularitas isu dibandingkan oleh mekanisme pelaporan yang sistematis. Keadilan, dalam kondisi tertentu, tampak bergerak mengikuti gelombang perhatian. Jika seratus tahun lagi Gorontalo 2025 dipelajari, kemungkinan besar bukan daftar peristiwanya yang paling diingat, melainkan cara masyarakat bereaksi. Partisipasi warga meningkat, tetapi kedalaman dialog kerap tertinggal. Semua orang dapat bersuara, namun tidak selalu disertai kesediaan untuk mendengar dan memahami konteks. Gorontalo tentu bukan satu-satunya daerah yang mengalami hal ini. Apa yang terjadi di sana merupakan miniatur tantangan demokrasi Indonesia di era digital. Media sosial memperluas ruang partisipasi, sekaligus menuntut kedewasaan baru dalam mengelola emosi, informasi, dan penilaian publik. Seratus tahun ke depan, generasi berikutnya mungkin tidak lagi memperdebatkan siapa yang benar atau salah dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Namun mereka akan mencatat satu ciri zaman: pada 2025, demokrasi di banyak tempat dijalankan dalam bayang-bayang viralitas, di mana proses harus berjuang keras untuk tidak dikalahkan oleh potongan gambar. Pertanyaannya bukan seberapa cepat kita bereaksi, melainkan seberapa jauh kita mau berpikir sebelum ikut menyimpulkan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Gorontalo &#8211; Seratus tahun lagi, ketika orang ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Gorontalo pada 2025, mereka barangkali tidak akan membuka laporan tahunan pemerintah daerah atau risalah rapat yang tersimpan rapi di arsip negara.</p>
<p>Mereka justru akan membuka jejak digital, potongan video pendek, unggahan media sosial, dan rangkaian komentar yang pernah memenuhi media sosial. Dari sana, mereka akan menemukan satu pola penting. Gorontalo 2025 adalah potret kecil negara yang sedang belajar hidup di tengah derasnya arus viralitas.</p>
<p>Tahun itu, berbagai peristiwa terjadi. Sebagian berdampak pada kebijakan, sebagian lain bersifat personal. Namun hampir semuanya memperoleh perhatian publik bukan karena prosesnya, tapi karena tampilannya. Kamera ponsel kerap lebih menentukan arah percakapan publik dibandingkan mekanisme formal yang tersedia.</p>
<p>Salah satu contohnya adalah beredarnya video perjalanan dinas anggota dewan yang disertai narasi keras tentang penyalahgunaan anggaran. Frasa yang digunakan menyebar lebih cepat daripada klarifikasi, dan emosi publik bergerak mendahului proses etik yang seharusnya ditempuh. Persepsi terbentuk oleh potongan visual, sementara penjelasan yang utuh datang belakangan.</p>
<p>Dalam konteks lain, sebuah ajang olahraga Gorontalo Half Marathon yang semestinya menjadi ruang kebersamaan, justru memunculkan perdebatan mengenai simbol dan representasi. Perhatian publik bergeser dari prestasi peserta ke persoalan nama yang tercantum pada medali. Olahraga, identitas, dan politik bertemu dalam ruang yang sama, dipercepat oleh media sosial.</p>
<p>Di Gorontalo Utara, sebuah video singkat menampilkan ekspresi seorang anggota legislatif yang kemudian dikenal sebagai “bibir viral”. Potongan visual itu beredar luas, memicu ejekan dan penilaian personal. Dalam hitungan jam, ekspresi wajah mengalahkan diskusi mengenai kinerja dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat. Di titik inilah publik sering lupa: demokrasi tidak pernah dirancang untuk bekerja secepat media sosial.</p>
<p>Fenomena tersebut menandai pergeseran cara publik menilai politik. Anggota DPRD Gorontalo Utara tidak lagi sepenuhnya dinilai melalui kerja legislasi atau keberpihakan anggaran, melainkan melalui momen visual yang kebetulan terekam dan berulang kali diputar.</p>
<p>Yang patut dicermati, sejumlah persoalan sosial dan kekerasan baru memperoleh perhatian serius setelah menjadi viral. Hal ini menunjukkan bahwa atensi publik dan sering kali respons institusi lebih cepat digerakkan oleh popularitas isu dibandingkan oleh mekanisme pelaporan yang sistematis. Keadilan, dalam kondisi tertentu, tampak bergerak mengikuti gelombang perhatian.</p>
<p>Jika seratus tahun lagi Gorontalo 2025 dipelajari, kemungkinan besar bukan daftar peristiwanya yang paling diingat, melainkan cara masyarakat bereaksi. Partisipasi warga meningkat, tetapi kedalaman dialog kerap tertinggal. Semua orang dapat bersuara, namun tidak selalu disertai kesediaan untuk mendengar dan memahami konteks.</p>
<p>Gorontalo tentu bukan satu-satunya daerah yang mengalami hal ini. Apa yang terjadi di sana merupakan miniatur tantangan demokrasi Indonesia di era digital. Media sosial memperluas ruang partisipasi, sekaligus menuntut kedewasaan baru dalam mengelola emosi, informasi, dan penilaian publik.</p>
<p>Seratus tahun ke depan, generasi berikutnya mungkin tidak lagi memperdebatkan siapa yang benar atau salah dalam peristiwa-peristiwa tersebut. Namun mereka akan mencatat satu ciri zaman: pada 2025, demokrasi di banyak tempat dijalankan dalam bayang-bayang viralitas, di mana proses harus berjuang keras untuk tidak dikalahkan oleh potongan gambar. Pertanyaannya bukan seberapa cepat kita bereaksi, melainkan seberapa jauh kita mau berpikir sebelum ikut menyimpulkan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025/">JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025/">JIKA 100 TAHUN LAGI ORANG MENCARI GORONTALO 2025</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/jika-100-tahun-lagi-orang-mencari-gorontalo-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Medsos, Ladang Manfaat yang diubah Fungsi</title>
		<link>https://barakati.id/medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi</link>
					<comments>https://barakati.id/medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Nov 2025 12:57:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ruang Literasi]]></category>
		<category><![CDATA[budaya digital]]></category>
		<category><![CDATA[dampak media sosial]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi daring]]></category>
		<category><![CDATA[etika digital]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena viral]]></category>
		<category><![CDATA[generasi Z]]></category>
		<category><![CDATA[hak cipta]]></category>
		<category><![CDATA[kreator konten]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Milenial]]></category>
		<category><![CDATA[monetisasi konten]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan sosial]]></category>
		<category><![CDATA[polemik medsos]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28226</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi/">Medsos, Ladang Manfaat yang diubah Fungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi/">Medsos, Ladang Manfaat yang diubah Fungsi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Oleh : Sudirman Mile Sejak facebook bisa menghasilkan uang dg merubah akun biasa menjadi akun profesional, begitu banyak yg jadi tidak profesional dalam menghadirkan konten di setiap postingan mereka. Dari hak cipta hingga adab dan etika dalam mengkomposisi dan menyebarkan sebuah konten, tidak dipelajari dan diperhatikan oleh orang-orang ini, dan hasilnya, viral secara instan namun gaduh dan membuat polemik di tengah masyarakat. Beberapa contoh kasus telah sering terjadi, dan yg menyedihkan adalah, para pegiat medsos lain ikut serta di dalam kolom komentar seolah menjadi wasit maupun juri tentang hal yg menjadi pembahasan. Booming dan menjadi pembicaraan dimana-mana. Setiap orang merasa bangga krn bisa terlibat dalam konten-konten viral tersebut walaupun jauh dari manfaat dan nilai-nilai edukasi. Di kalangan milenial dan gen z yg awam, ini membentuk opini mereka bahwa, trend polemik dalam bermedsos hari ini adalah sebuah kewajaran hingga membuat mereka menormalisasi keadaan tadi di aktifitas kesehariannya. Akibatnya, para pegiat media sosial yang tidak memperhatikan isi kontennya secara baik tadi, menciptakan musuh dan lawan di kehidupan nyatanya, bahkan saling melaporkan satu sama lain akibat tindakan yg tidak menyenangkan dari sesama pegiat medsos lainnya. Olehnya, dalam menjadi kreator konten di jaman yg serba cepat segala informasinya, kita butuh belajar dan memahami banyak aspek, agar bermedsos dan monetisasi selaras dg nilai-nilai edukasi yg seharusnya menjadi tujuan dalam bermedia sosial, yakni menyambung tali persaudaraan melalui dunia internet.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Oleh : Sudirman Mile</p>
<p>Sejak facebook bisa menghasilkan uang dg merubah akun biasa menjadi akun profesional, begitu banyak yg jadi tidak profesional dalam menghadirkan konten di setiap postingan mereka.</p>
<p>Dari hak cipta hingga adab dan etika dalam mengkomposisi dan menyebarkan sebuah konten, tidak dipelajari dan diperhatikan oleh orang-orang ini, dan hasilnya, viral secara instan namun gaduh dan membuat polemik di tengah masyarakat.</p>
<p>Beberapa contoh kasus telah sering terjadi, dan yg menyedihkan adalah, para pegiat medsos lain ikut serta di dalam kolom komentar seolah menjadi wasit maupun juri tentang hal yg menjadi pembahasan.</p>
<p>Booming dan menjadi pembicaraan dimana-mana. Setiap orang merasa bangga krn bisa terlibat dalam konten-konten viral tersebut walaupun jauh dari manfaat dan nilai-nilai edukasi.</p>
<p>Di kalangan milenial dan gen z yg awam, ini membentuk opini mereka bahwa, trend polemik dalam bermedsos hari ini adalah sebuah kewajaran hingga membuat mereka menormalisasi keadaan tadi di aktifitas kesehariannya.</p>
<p>Akibatnya, para pegiat media sosial yang tidak memperhatikan isi kontennya secara baik tadi, menciptakan musuh dan lawan di kehidupan nyatanya, bahkan saling melaporkan satu sama lain akibat tindakan yg tidak menyenangkan dari sesama pegiat medsos lainnya.</p>
<p>Olehnya, dalam menjadi kreator konten di jaman yg serba cepat segala informasinya, kita butuh belajar dan memahami banyak aspek, agar bermedsos dan monetisasi selaras dg nilai-nilai edukasi yg seharusnya menjadi tujuan dalam bermedia sosial, yakni menyambung tali persaudaraan melalui dunia internet.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi/">Medsos, Ladang Manfaat yang diubah Fungsi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi/">Medsos, Ladang Manfaat yang diubah Fungsi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/medsos-ladang-manfaat-yang-diubah-fungsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Festival Literasi Pohuwato 2025 Gaungkan Budaya Baca dan Tulis</title>
		<link>https://barakati.id/festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis</link>
					<comments>https://barakati.id/festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2025 09:43:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[Daerah]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[budaya baca]]></category>
		<category><![CDATA[Bupati Saipul Mbuinga]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perpustakaan Pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[FESTIVAL LITERASI]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan membaca]]></category>
		<category><![CDATA[iwan s adam]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan literasi]]></category>
		<category><![CDATA[literasi budaya]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[literasi pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[PENDIDIKAN]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan daerah]]></category>
		<category><![CDATA[pohuwato 2025]]></category>
		<category><![CDATA[risnawati ali]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=28004</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis/">Festival Literasi Pohuwato 2025 Gaungkan Budaya Baca dan Tulis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis/">Festival Literasi Pohuwato 2025 Gaungkan Budaya Baca dan Tulis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Festival Literasi Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, pada Selasa (04/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato. Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Pohuwato, Plh. Sekda Arman Mohamad, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto, Kabid Perpustakaan Provinsi Gorontalo, jajaran Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo, Rektor Universitas Pohuwato, perwakilan Kementerian Agama Pohuwato, TP-PKK, Ketua DWP Pohuwato Suriyati Datau R. Abdjul, serta perwakilan sejumlah perusahaan seperti Pani Gold Mining, PT. IGL, BJA, BTL, PT. LIL, dan Sawit Tiara Nusa. Turut hadir pula para kepala sekolah SD dan SMP, guru, Camat Lemito Fatmah Katili, serta mantan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lusiana Bouty. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan bahwa kehadirannya mewakili Bupati Saipul A. Mbuinga yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar daerah. “Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atas pelaksanaan kegiatan ini. Semoga tujuan dari gerakan literasi ini dapat tercapai dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya. Iwan Adam menambahkan, kemampuan literasi seperti membaca, menulis, dan berbicara sejatinya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pohuwato. Namun, lewat kegiatan seperti Festival Literasi, semangat untuk memperkuat budaya baca dan menulis diharapkan terus tumbuh, sehingga masyarakat semakin cerdas dalam menghadapi persoalan kehidupan. Menurutnya, literasi bukan hanya kemampuan teknis membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, serta menggunakan informasi secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup. Ia berharap kegiatan Festival Literasi ke depan dapat mengangkat lebih banyak unsur budaya lokal. “Dengan terselenggaranya festival ini, ke depan kita bisa menambahkan kegiatan yang menonjolkan kekayaan budaya daerah. Tradisi dan adat yang mulai jarang ditemui perlu kita dokumentasikan di perpustakaan sebagai bagian dari literasi budaya,” ujarnya menegaskan. Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Risnawati Ali, menjelaskan bahwa literasi kini mencakup kemampuan memahami serta memanfaatkan informasi secara cerdas dan bertanggung jawab. “Kita hidup di era informasi serba cepat. Budaya literasi yang kuat akan menjadi benteng bagi masyarakat dari arus informasi menyesatkan, serta menjadi jembatan menuju pengetahuan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya. Festival Literasi yang berlangsung selama tiga hari, hingga Kamis (6/11/2025), diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan—terdiri atas pengelola perpustakaan sekolah, desa, dan umum, guru, siswa, mahasiswa, komunitas literasi, pegiat baca, penulis lokal, hingga masyarakat pemerhati literasi. Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari talkshow, pelatihan mendongeng, seminar, pameran buku dan kuliner, hingga berbagai lomba. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mendorong interaksi positif antara masyarakat dan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus menumbuhkan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pohuwato &#8211; Festival Literasi Tahun 2025 yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato resmi dibuka oleh Wakil Bupati Pohuwato, Iwan S. Adam, pada Selasa (04/11/2025). Kegiatan ini berlangsung di halaman kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pohuwato.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Acara pembukaan turut dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Pohuwato, Plh. Sekda Arman Mohamad, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Gorontalo Ridwan Hemeto, Kabid Perpustakaan Provinsi Gorontalo, jajaran Dinas Perpustakaan Kota Gorontalo, Rektor Universitas Pohuwato, perwakilan Kementerian Agama Pohuwato, TP-PKK, Ketua DWP Pohuwato Suriyati Datau R. Abdjul, serta perwakilan sejumlah perusahaan seperti Pani Gold Mining, PT. IGL, BJA, BTL, PT. LIL, dan Sawit Tiara Nusa. Turut hadir pula para kepala sekolah SD dan SMP, guru, Camat Lemito Fatmah Katili, serta mantan Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Lusiana Bouty.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam sambutannya, Wakil Bupati Iwan S. Adam menyampaikan bahwa kehadirannya mewakili Bupati Saipul A. Mbuinga yang sedang melaksanakan tugas kedinasan di luar daerah.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kami menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan atas pelaksanaan kegiatan ini. Semoga tujuan dari gerakan literasi ini dapat tercapai dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Iwan Adam menambahkan, kemampuan literasi seperti membaca, menulis, dan berbicara sejatinya telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pohuwato. Namun, lewat kegiatan seperti Festival Literasi, semangat untuk memperkuat budaya baca dan menulis diharapkan terus tumbuh, sehingga masyarakat semakin cerdas dalam menghadapi persoalan kehidupan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menurutnya, literasi bukan hanya kemampuan teknis membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, serta menggunakan informasi secara bijak untuk meningkatkan kualitas hidup. Ia berharap kegiatan Festival Literasi ke depan dapat mengangkat lebih banyak unsur budaya lokal.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Dengan terselenggaranya festival ini, ke depan kita bisa menambahkan kegiatan yang menonjolkan kekayaan budaya daerah. Tradisi dan adat yang mulai jarang ditemui perlu kita dokumentasikan di perpustakaan sebagai bagian dari literasi budaya,” ujarnya menegaskan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Risnawati Ali, menjelaskan bahwa literasi kini mencakup kemampuan memahami serta memanfaatkan informasi secara cerdas dan bertanggung jawab.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">“Kita hidup di era informasi serba cepat. Budaya literasi yang kuat akan menjadi benteng bagi masyarakat dari arus informasi menyesatkan, serta menjadi jembatan menuju pengetahuan baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan,” ungkapnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Festival Literasi yang berlangsung selama tiga hari, hingga Kamis (6/11/2025), diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai kalangan—terdiri atas pengelola perpustakaan sekolah, desa, dan umum, guru, siswa, mahasiswa, komunitas literasi, pegiat baca, penulis lokal, hingga masyarakat pemerhati literasi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Beragam kegiatan disiapkan, mulai dari talkshow, pelatihan mendongeng, seminar, pameran buku dan kuliner, hingga berbagai lomba. Seluruh rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu mendorong interaksi positif antara masyarakat dan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus menumbuhkan ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis/">Festival Literasi Pohuwato 2025 Gaungkan Budaya Baca dan Tulis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis/">Festival Literasi Pohuwato 2025 Gaungkan Budaya Baca dan Tulis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/festival-literasi-pohuwato-2025-gaungkan-budaya-baca-dan-tulis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Parah! Anak SD hingga Gelandangan Terjebak Judi Online</title>
		<link>https://barakati.id/parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online</link>
					<comments>https://barakati.id/parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 05:16:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anak sd]]></category>
		<category><![CDATA[bansos]]></category>
		<category><![CDATA[data demografi]]></category>
		<category><![CDATA[dki jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[fenomena judol]]></category>
		<category><![CDATA[judol]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan agung]]></category>
		<category><![CDATA[kelompok rentan]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[pemberantasan judol]]></category>
		<category><![CDATA[Penegakan Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[ppatk]]></category>
		<category><![CDATA[slot online]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tunawisma]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27808</guid>

					<description><![CDATA[<p>Upaya memberantas judi online di Indonesia menghadapi tantangan baru setelah Kejaksaan Agung mengungkap fakta bahwa pelaku judi daring kini tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, namun juga anak-anak sekolah dasar (SD) hingga individu tunawisma. Fenomena ini menjadi kekhawatiran tersendiri, sebab penetrasi judi daring merambah kelompok rentan yang sebelumnya jarang disoroti.​ Jaksa Agung Muda Bidang Tindak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online/">Parah! Anak SD hingga Gelandangan Terjebak Judi Online</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online/">Parah! Anak SD hingga Gelandangan Terjebak Judi Online</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Upaya memberantas judi online di Indonesia menghadapi tantangan baru setelah Kejaksaan Agung mengungkap fakta bahwa pelaku judi daring kini tidak hanya berasal dari kalangan dewasa, namun juga anak-anak sekolah dasar (SD) hingga individu tunawisma. Fenomena ini menjadi kekhawatiran tersendiri, sebab penetrasi judi daring merambah kelompok rentan yang sebelumnya jarang disoroti.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung, Asep Nana Mulyana, dalam diskusi di Jakarta, memastikan temuan tersebut berdasarkan data yang dihimpun hingga September 2025. “Dari segi pekerjaan, banyak di antara mereka yang berprofesi sebagai petani, ada juga pelajar, serta mohon maaf, para tunawisma, yang turut mendominasi pelaku judi daring yang memang sangat menggoda secara kasat mata,” tegas Asep. Ia juga menambahkan, “Literasi yang menjelaskan bahwa judi online bukanlah permainan, melainkan jebakan yang dapat menyengsarakan kita semua,” ujarnya tanpa perubahan.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Bentuk judi daring yang kerap dimainkan anak-anak SD dimulai dari slot sederhana hingga akhirnya melibatkan taruhan uang sungguhan. Berdasarkan angka demografi pelaku, mayoritas didominasi laki-laki sebanyak 88,1% (1.899 orang), sementara perempuan berjumlah 11,9% (257 orang). Usia pelaku terbanyak adalah kelompok 26–50 tahun (1.349 orang), diikuti kelompok 18–25 tahun (631 orang), kelompok di atas 50 tahun (164 orang), dan kelompok usia di bawah 18 tahun sebanyak 12 orang.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyebut 602.000 warga Jakarta terbukti terlibat judi online sepanjang tahun ini, dengan nilai transaksi mencapai Rp3,12 triliun berdasarkan data PPATK. Rano menegaskan Pemprov DKI Jakarta telah mencabut bantuan sosial bagi ribuan penerima bansos yang terindentifikasi bermain judi daring. “5.000 di antaranya adalah penerima bansos, terpaksa kita cabut ini. Kita mengeluarkan anggaran untuk subsidi Bansos&#8230; eh digunakan begitu, memang tidak semua,” tuturnya. Fenomena ini menambah daftar panjang konsekuensi sosial yang dihasilkan oleh menjamurnya judi daring di kalangan masyarakat bawah.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kejaksaan Agung telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, Komunikasi &amp; Digital, serta kementerian lain untuk membentuk Desk Pemberantasan Judi Daring. Salah satu langkah yang diambil adalah meningkatkan literasi masyarakat, khususnya generasi muda dan keluarga, agar memahami bahaya judi daring. “Literasi bahwa sesungguhnya judi online itu bukan permainan, melainkan perangkap yang betul-betul akan menyengsarakan kita semua,” kata Asep Nana Mulyana menegaskan kembali.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online/">Parah! Anak SD hingga Gelandangan Terjebak Judi Online</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online/">Parah! Anak SD hingga Gelandangan Terjebak Judi Online</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/parah-anak-sd-hingga-gelandangan-terjebak-judi-online/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>UNG Dorong Generasi Pesantren Jadi Pelopor Ruang Digital Sehat dan Beradab</title>
		<link>https://barakati.id/ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab</link>
					<comments>https://barakati.id/ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2025 18:55:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Advertorial]]></category>
		<category><![CDATA[UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO]]></category>
		<category><![CDATA[Etika Berbahasa]]></category>
		<category><![CDATA[Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Konten Positif di Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[Media Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Pencegahan Hoaks dan Hate Speech]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Dosen UNG]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Al-Falah]]></category>
		<category><![CDATA[Santri Pondok Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Negeri Gorontalo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=26500</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab/">UNG Dorong Generasi Pesantren Jadi Pelopor Ruang Digital Sehat dan Beradab</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab/">UNG Dorong Generasi Pesantren Jadi Pelopor Ruang Digital Sehat dan Beradab</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb5" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb5.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("UNG - Dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, pengabdian diwujudkan melalui edukasi literasi digital dan etika berbahasa bagi para santri Pondok Pesantren Al-Falah, Limboto, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan yang digagas Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNG ini menghadirkan sejumlah dosen sebagai narasumber, antara lain Dr. Munkizul Umam Kau, S.Fill., M.Phil; Dr. Ulfa Zakaria, M.Hum; Eka Sartika, S.Pd., M.Pd; dan Novita U. Hundolo. Bekali Santri Hadapi Era Digital Dalam pemaparannya, Dr. Munkizul Umam Kau menekankan pentingnya pemahaman literasi digital yang komprehensif agar santri mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. “Santri memiliki potensi besar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Pemahaman literasi digital dan etika berbahasa menjadi bekal penting agar mereka mampu menciptakan ruang digital yang sehat dan bermanfaat,” ujarnya. Materi yang disampaikan mencakup: Cara mengenali dan mencegah hoaks Etika komunikasi di dunia maya Pencegahan ujaran kebencian dan cyberbullying Strategi membuat konten positif dan produktif Interaktif dan Penuh Antusiasme Pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab. Para santri aktif berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial. Narasumber pun menampilkan contoh kasus nyata serta strategi praktis menghadapi tantangan digital. Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada para dosen UNG. “Ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat untuk para santri agar lebih bijak dalam bermedia sosial,” ungkap pimpinan pesantren. Komitmen UNG untuk Literasi Digital Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNG menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pengabdian serupa. Upaya ini sejalan dengan misi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang melek informasi, berkarakter, dan berbudaya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>UNG &#8211; Dosen Universitas Negeri Gorontalo (UNG) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat. Kali ini, pengabdian diwujudkan melalui edukasi literasi digital dan etika berbahasa bagi para santri Pondok Pesantren Al-Falah, Limboto, Kabupaten Gorontalo.</p>
<p>Kegiatan yang digagas Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNG ini menghadirkan sejumlah dosen sebagai narasumber, antara lain Dr. Munkizul Umam Kau, S.Fill., M.Phil; Dr. Ulfa Zakaria, M.Hum; Eka Sartika, S.Pd., M.Pd; dan Novita U. Hundolo.</p>
<p>Bekali Santri Hadapi Era Digital<br />
Dalam pemaparannya, Dr. Munkizul Umam Kau menekankan pentingnya pemahaman literasi digital yang komprehensif agar santri mampu menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab.</p>
<p>“Santri memiliki potensi besar menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Pemahaman literasi digital dan etika berbahasa menjadi bekal penting agar mereka mampu menciptakan ruang digital yang sehat dan bermanfaat,” ujarnya.</p>
<p><strong>Materi yang disampaikan mencakup:</strong></p>
<p>Cara mengenali dan mencegah hoaks</p>
<p>Etika komunikasi di dunia maya</p>
<p>Pencegahan ujaran kebencian dan cyberbullying</p>
<p>Strategi membuat konten positif dan produktif</p>
<p>Interaktif dan Penuh Antusiasme<br />
Pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab. Para santri aktif berbagi pengalaman terkait penggunaan media sosial. Narasumber pun menampilkan contoh kasus nyata serta strategi praktis menghadapi tantangan digital.</p>
<p>Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah menyambut baik kegiatan ini dan memberikan apresiasi kepada para dosen UNG. “Ilmu yang disampaikan sangat bermanfaat untuk para santri agar lebih bijak dalam bermedia sosial,” ungkap pimpinan pesantren.</p>
<p>Komitmen UNG untuk Literasi Digital<br />
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia UNG menegaskan komitmennya untuk memperluas jangkauan pengabdian serupa. Upaya ini sejalan dengan misi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang melek informasi, berkarakter, dan berbudaya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab/">UNG Dorong Generasi Pesantren Jadi Pelopor Ruang Digital Sehat dan Beradab</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab/">UNG Dorong Generasi Pesantren Jadi Pelopor Ruang Digital Sehat dan Beradab</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/ung-dorong-generasi-pesantren-jadi-pelopor-ruang-digital-sehat-dan-beradab/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BAKTI KOMINFO Ajak Masyarakat Pahami Literasi Digital</title>
		<link>https://barakati.id/bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital</link>
					<comments>https://barakati.id/bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Aug 2019 15:13:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[elnino mohi]]></category>
		<category><![CDATA[kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[literasi digital]]></category>
		<category><![CDATA[makmun rasyid]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=577</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kementerian KOMINFO RI melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menggelar Seminar dengan tajuk “LITERASI DIGITAL, Pengaruh Teknologi dan Internet pada Peningkatan Minat Baca dan Tulis Masyarakat” di Gedung Graha Mufidah, Rabu (14/8) Tujuan seminar ini diadakan adalah untuk mendukung program pemerintah di bidang pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan informasi yang semakin berkembang dengan terbuka akses [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital/">BAKTI KOMINFO Ajak Masyarakat Pahami Literasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital/">BAKTI KOMINFO Ajak Masyarakat Pahami Literasi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="listenButton1" class="responsivevoice-button" type="button" value="Play" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan Berita</span></button>
        <script>
            listenButton1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Kementerian KOMINFO RI melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menggelar Seminar dengan tajuk “LITERASI DIGITAL, Pengaruh Teknologi dan Internet pada Peningkatan Minat Baca dan Tulis Masyarakat” di Gedung Graha Mufidah, Rabu (14/8) Tujuan seminar ini diadakan adalah untuk mendukung program pemerintah di bidang pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan informasi yang semakin berkembang dengan terbuka akses internet yang cepat serta perkembangan media sosial dengan beragam fiturnya. Kepala Satuan Bidang Pengawasan Internal BAKTI Kominfo, Tri Haryanto mengatakan bahwa literasi digital adalah fenemona baru dalam dunia literasi yang pada umumnya kita kenal. \"Akses yang begitu luas terbuka seharusnya dapat menjadi daya ungkit bagi minat baca dan tulis masyarakat.\" Terang Tri Haryanto Senada dengan itu, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, M. Makmun Rasyid yang juga merupakan penulis muda mengatakan, bahwa tantangan terbesar dari para penulis dewasa ini adalah informasi yang disajikan dalam tulisan-tulisan mereka haruslah dapat melampaui informasi yang tersedia pada mesin pencari di internet. \"untuk itu para penulis harusnya mampu menumbuhkan semangat menulis yang diperkuat dengan kreativitas agar budaya tulis baca tetap terjaga\" Jelas Makmun Elnino M. Husein Mohi sebagai Anggota DPR RI Komisi I –yang membidangi hubungan luar negeri, intelejen, pertahanan, dan KOMINFO– yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini mengatakan bahwa media sosial telah menggeser begitu banyak cara dan perilaku hidup masyarakat, termasuk dalam literasi. Media sosial telah menjadi sangat powerfull sehingga sebagian dari kita menjadikan medsos sebagai sumber informasi ‘tunggal’. \"Perkembangan ini haruslah direspon dengan baik, bagi kaum muda rajinlah membaca dan menulis. Fenomena pergeseran nilai ini belumlah memiliki tanda-tanda surut, maka perlu kita cermati demi perkembangan literasi dibidang digital yang nantinya akan berpengaruh positif bagi masyarakat\" ungkap Elnino Kegiatan yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, mahasiswa, penulis, wartawan dan para stakeholder ini mendapat respon positif dan antusias oleh peserta. “kami berharap kegiatan seperti ini, dapat berlangsung secara rutin, agar dapat membuka pemahaman kami tentang telekomunikasi dan informasi” Ujar Bobby salah satu peserta dari kalangan mahasiswa.", "Indonesian Female");
                }
            };
        </script>
    
<p>Kementerian KOMINFO RI melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) menggelar Seminar dengan tajuk “LITERASI DIGITAL, Pengaruh Teknologi dan Internet pada Peningkatan Minat Baca dan Tulis Masyarakat” di Gedung Graha Mufidah, Rabu (14/8)</p>
<p>Tujuan seminar ini diadakan adalah untuk mendukung program pemerintah di bidang pemanfaatan teknologi telekomunikasi dan informasi yang semakin berkembang dengan terbuka akses internet yang cepat serta perkembangan media sosial dengan beragam fiturnya.<br />
Kepala Satuan Bidang Pengawasan Internal BAKTI Kominfo, Tri Haryanto mengatakan bahwa literasi digital adalah fenemona baru dalam dunia literasi yang pada umumnya kita kenal.</p>
<p>&#8220;Akses yang begitu luas terbuka seharusnya dapat menjadi daya ungkit bagi minat baca dan tulis masyarakat.&#8221; Terang Tri Haryanto</p>
<p>Senada dengan itu, salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut, M. Makmun Rasyid yang juga merupakan penulis muda mengatakan, bahwa tantangan terbesar dari para penulis dewasa ini adalah informasi yang disajikan dalam tulisan-tulisan mereka haruslah dapat melampaui informasi yang tersedia pada mesin pencari di internet.</p>
<p>&#8220;untuk itu para penulis harusnya mampu menumbuhkan semangat menulis yang diperkuat dengan kreativitas agar budaya tulis baca tetap terjaga&#8221; Jelas Makmun</p>
<p>Elnino M. Husein Mohi sebagai Anggota DPR RI Komisi I –yang membidangi hubungan luar negeri, intelejen, pertahanan, dan KOMINFO– yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini mengatakan bahwa media sosial telah menggeser begitu banyak cara dan perilaku hidup masyarakat, termasuk dalam literasi. Media sosial telah menjadi sangat powerfull sehingga sebagian dari kita menjadikan medsos sebagai sumber informasi ‘tunggal’.</p>
<p>&#8220;Perkembangan ini haruslah direspon dengan baik, bagi kaum muda rajinlah membaca dan menulis. Fenomena pergeseran nilai ini belumlah memiliki tanda-tanda surut, maka perlu kita cermati demi perkembangan literasi dibidang digital yang nantinya akan berpengaruh positif bagi masyarakat&#8221; ungkap Elnino</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone  wp-image-580" src="https://barakati.id/wp-content/uploads/2019/08/WhatsApp-Image-2019-08-14-at-7.48.43-PM1-300x192.jpg" alt="" width="453" height="290" srcset="https://barakati.id/wp-content/uploads/2019/08/WhatsApp-Image-2019-08-14-at-7.48.43-PM1-300x192.jpg 300w, https://barakati.id/wp-content/uploads/2019/08/WhatsApp-Image-2019-08-14-at-7.48.43-PM1.jpg 650w" sizes="(max-width: 453px) 100vw, 453px" /></p>
<p>Kegiatan yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, mahasiswa, penulis, wartawan dan para stakeholder ini mendapat respon positif dan antusias oleh peserta.</p>
<p>“kami berharap kegiatan seperti ini, dapat berlangsung secara rutin, agar dapat membuka pemahaman kami tentang telekomunikasi dan informasi” Ujar Bobby salah satu peserta dari kalangan mahasiswa.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital/">BAKTI KOMINFO Ajak Masyarakat Pahami Literasi Digital</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital/">BAKTI KOMINFO Ajak Masyarakat Pahami Literasi Digital</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bakti-kominfo-ajak-masyarakat-pahami-literasi-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
