<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Makan Bergizi Gratis Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/makan-bergizi-gratis/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/makan-bergizi-gratis/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Fri, 05 Jun 2026 08:47:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Makan Bergizi Gratis Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/makan-bergizi-gratis/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</title>
		<link>https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil</link>
					<comments>https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2026 08:47:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran mbg]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[csr bumn]]></category>
		<category><![CDATA[daerah 3t]]></category>
		<category><![CDATA[dapur umum]]></category>
		<category><![CDATA[efisiensi apbn]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[hibah yayasan]]></category>
		<category><![CDATA[kantin sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[nanik s deyang]]></category>
		<category><![CDATA[pemenuhan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah terluar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah efisiensi strategis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khusus di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Alih-alih membangun infrastruktur dari nol, pemerintah akan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah hingga dapur umum, untuk disulap menjadi pusat produksi hidangan [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="xdj266r x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs x126k92a">
<div dir="auto">Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan langkah efisiensi strategis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khusus di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Alih-alih membangun infrastruktur dari nol, pemerintah akan memaksimalkan fasilitas yang sudah ada, seperti kantin sekolah hingga dapur umum, untuk disulap menjadi pusat produksi hidangan bernutrisi bagi para penerima manfaat.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Langkah ini diambil sebagai bentuk adaptasi geografis sekaligus upaya menekan beban anggaran negara. Kepala BGN, Nanik S Deyang, dalam konferensi pers di kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6), mengungkapkan bahwa pemerintah juga terus menggali alternatif pendanaan dari luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi menunjang operasional dapur MBG.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Misalnya ada CSR BUMN, ada hibah dari negara lain. Itu banyak loh hibah-hibah ini. Bahkan, sekarang sudah ada juga beberapa yayasan yang menerima hibah untuk membangun dapur,&#8221; ungkap Nanik S Deyang.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Selain hibah eksternal, korporasi yang memiliki wilayah operasi di sekitar daerah terpencil juga didorong kuat untuk mengalokasikan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) mereka. Sinergi ini dinilai penting untuk mendukung pengadaan maupun peningkatan fasilitas dapur gizi.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Jadi ada beberapa alternatif. Intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN. Dulu kan full 100 persen dibiayai oleh APBN,&#8221; ujar Nanik.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Dari sisi demografi dan efisiensi, pendekatan di wilayah 3T tidak bisa disamakan dengan wilayah urban. Menurut Nanik, volume penerima manfaat di beberapa titik terpencil relatif sangat kecil. Karena itu, membangun fasilitas baru di titik-titik tersebut dianggap sebagai langkah yang kurang efisien secara ekonomi.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Kita juga tidak harus membangun dapur baru. Itu prinsipnya. Kita bisa menggunakan dapur-dapur misalnya kantin sekolah karena (daerah) 3T ini cuma ada yang 200, ada 81, ada 47 orang di wilayah-wilayah itu,&#8221; ujar Nanik.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Dengan skema pemberdayaan ini, segala fasilitas masak eksisting yang masih memenuhi standar kebersihan dan kelayakan dapat langsung dimanfaatkan.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Enggak mungkin kita membangun dapur-dapur baru. Jadi yang sudah ada, eksisting, enggak tahu dapurnya siapa, mungkin ada dapur umum. Intinya tidak harus membangun dapur baru,&#8221; jelasnya lebih lanjut.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Langkah adaptif ini tak lepas dari realitas bahwa pagu anggaran untuk program MBG saat ini telah dirasionalisasi menjadi Rp268 triliun. Menyikapi hal tersebut, BGN telah merumuskan empat langkah utama: refocusing sasaran penerima manfaat, moratorium pembangunan dapur baru, revitalisasi dapur yang sudah berjalan, serta perluasan program di area 3T dengan skema pembiayaan alternatif di luar APBN.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Rasionalisasi dan pengawasan ini sangat krusial bagi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dalam menargetkan puluhan juta anak sekolah, balita, dan ibu hamil di seluruh Indonesia secara bertahap, dengan misi besar menekan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kognitif pelajar, serta meringankan beban ekonomi masyarakat prasejahtera. Oleh karena itu, standardisasi tetap menjadi harga mati.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">BGN menjamin bahwa penghematan tidak akan mengorbankan kualitas asupan. Pengawasan ketat akan diterapkan secara berkala untuk memastikan setiap fasilitas yang dijadikan tempat memasak betul-betul layak dan higienis. Sanksi tegas menanti jika ditemukan adanya pelanggaran.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">&#8220;Artinya bila dapur itu tidak sesuai tentu kami akan melakukan suspend,&#8221; ujarnya.</div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">Dengan terobosan pemanfaatan kantin dan dapur umum ini, pemerataan akses gizi di pelosok negeri diharapkan bisa diakselerasi tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur fisik berskala besar.</div>
</div>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/">Nanik : BGN Wacanakan Kantin Sekolah Jadi Dapur MBG Di WIlayah Terpencil</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/nanik-bgn-wacanakan-kantin-sekolah-jadi-dapur-mbg-di-wilayah-terpencil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digiring Kejagung, Dua Petinggi Lainnya Masih Diburu</title>
		<link>https://barakati.id/eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu</link>
					<comments>https://barakati.id/eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 05:35:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[Agustina Arumsari]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[Kejagung]]></category>
		<category><![CDATA[kejaksaan agung]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Naniek S Deyang]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkapan Pejabat]]></category>
		<category><![CDATA[Penggeledahan BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[Prasetyo Hadi]]></category>
		<category><![CDATA[Skandal BGN]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30580</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta – Bara skandal di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) kian memanas. Mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dikabarkan telah dijemput oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia pada Rabu (3/6/2026) pagi. Tidak berhenti pada Dadan, korps Adhyaksa juga tengah memburu dua petinggi lembaga tersebut yang diyakini ikut terseret dalam pusaran kasus ini. Langkah hukum yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu/">Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digiring Kejagung, Dua Petinggi Lainnya Masih Diburu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu/">Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digiring Kejagung, Dua Petinggi Lainnya Masih Diburu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-path-to-node="2"><b data-path-to-node="2" data-index-in-node="0">Jakarta</b> – Bara skandal di tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) kian memanas. Mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, dikabarkan telah dijemput oleh tim Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia pada Rabu (3/6/2026) pagi. Tidak berhenti pada Dadan, korps Adhyaksa juga tengah memburu dua petinggi lembaga tersebut yang diyakini ikut terseret dalam pusaran kasus ini.</p>
<p data-path-to-node="3">Langkah hukum yang agresif ini diambil beriringan dengan operasi penggeledahan di kantor pusat BGN yang terletak di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Imbasnya, aktivitas pelayanan publik dan operasional perkantoran mendadak lumpuh total. Para pegawai yang tiba pada pagi hari terpaksa gigit jari dan tertahan di luar area karena sterilisasi gedung.</p>
<p data-path-to-node="4">&#8220;Tim dari Kejaksaan Agung sudah ada di lokasi sejak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari,&#8221; ungkap seorang petugas keamanan di lokasi, membenarkan pergerakan penyidik yang sudah bersiaga sejak warga Ibu Kota masih tertidur.</p>
<p data-path-to-node="5">Operasi senyap Kejagung ini meledak hanya berselang 24 jam setelah Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas merombak pucuk pimpinan BGN. Pada Selasa (2/6/2026), Dadan Hindayana secara resmi dicopot dari jabatannya dan posisinya langsung digantikan oleh Naniek S Deyang. Guna menambal kebocoran sistem, Istana juga menempatkan Wakil Kepala BPKP, Agustina Arumsari, dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru untuk memperketat pengawasan.</p>
<p data-path-to-node="6">Akar permasalahan dari tsunami di BGN ini diduga kuat berkaitan dengan praktik lancung jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) pada program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG). Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, memberikan isyarat keras bahwa perombakan dilakukan karena buruknya integritas dan tata kelola di era Dadan.</p>
<p data-path-to-node="7">&#8220;Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus yang kita lakukan,&#8221; tegas Prasetyo saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta.</p>
<p data-path-to-node="8">Tidak sekadar isu korupsi finansial, kualitas gizi yang diberikan kepada anak-anak juga menjadi perhatian serius Presiden. &#8220;Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,&#8221; tambah Prasetyo terkait alasan pencopotan tersebut.</p>
<p data-path-to-node="9">Skandal di lembaga pengelola program strategis nasional ini langsung memicu rentetan reaksi. Mengutip laporan dari <i data-path-to-node="9" data-index-in-node="150">Kompas.com</i>, carut-marut tata kelola Makan Bergizi Gratis ini membuat Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah agar mengevaluasi total program tersebut dari hulu ke hilir demi menghindari risiko keracunan pada anak.</p>
<p data-path-to-node="10">Bahkan, efek kejut dari penggeledahan ini turut menjalar ke sektor ekonomi. Melansir data pantauan <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="99">CNBC Indonesia</i> dan <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="118">Detik Finance</i>, ketidakpastian yang menyelimuti nasib mega proyek MBG akibat pencopotan Dadan Hindayana membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bereaksi negatif dan anjlok parah pada sesi perdagangan Rabu pagi.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu/">Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digiring Kejagung, Dua Petinggi Lainnya Masih Diburu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu/">Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Digiring Kejagung, Dua Petinggi Lainnya Masih Diburu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/eks-kepala-bgn-dadan-hindayana-digiring-kejagung-dua-petinggi-lainnya-masih-diburu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BGN Sedang Jajaki Beri MBG Untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi</title>
		<link>https://barakati.id/bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi</link>
					<comments>https://barakati.id/bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 10:21:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno & Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<category><![CDATA[anak pekerja migran]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Luar Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[ketersediaan bahan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[pmi]]></category>
		<category><![CDATA[presiden prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[program makan gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Sekolah Indonesia Jeddah]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30570</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan pemerintah pusat berpotensi merambah kancah internasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat ini tengah melakukan penjajakan serius untuk mengimplementasikan kebijakan pemenuhan gizi tersebut bagi para murid di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi. Inisiatif ini ternyata bermula dari aspirasi para siswa di Jeddah yang mendambakan fasilitas serupa [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi/">BGN Sedang Jajaki Beri MBG Untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi/">BGN Sedang Jajaki Beri MBG Untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) besutan pemerintah pusat berpotensi merambah kancah internasional. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, saat ini tengah melakukan penjajakan serius untuk mengimplementasikan kebijakan pemenuhan gizi tersebut bagi para murid di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi.</p>
<p>Inisiatif ini ternyata bermula dari aspirasi para siswa di Jeddah yang mendambakan fasilitas serupa dengan rekan sebaya mereka di Tanah Air. Dadan mengungkapkan bahwa anak-anak pekerja migran tersebut mengikuti perkembangan isu nasional secara aktif dan sadar akan hak mereka sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).</p>
<p>&#8220;Mereka sangat well informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait MBG. mereka spontan ingin menikmati program yang dirasakan oleh teman-temannya di Indonesia,&#8221; ujar Dadan.</p>
<p>Saat menyambangi institusi pendidikan yang menampung sekitar 1.080 anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) tersebut pada Minggu (31/5/2026), Dadan disambut dengan penuh kehangatan. Padahal, saat itu kegiatan belajar mengajar sedang diliburkan. Selain di kawasan Jeddah, BGN juga mencatat adanya sekitar 400 pelajar di Sekolah Indonesia Makkah yang berpotensi menjadi penerima manfaat.</p>
<p>&#8220;Dan meski tadi libur, mereka (anak-anak di Sekolah Indonesia Jeddah) antusias menanti kedatangan saya dan ada kurang lebih 100 orang dengan 56 guru yang menyambut saya,&#8221; imbuh dia.</p>
<p>Tindak lanjut dari peninjauan awal ini akan segera dilaporkan langsung ke meja Presiden Prabowo Subianto. Apabila lampu hijau diberikan oleh Istana, SIJ akan mengukir sejarah sebagai institusi pendidikan pertama di luar batas negara yang mengadaptasi program pemenuhan gizi ini.</p>
<p>&#8220;Jika disetujui oleh Presiden, ini akan menjadi percontohan pertama (MBG di luar negeri),&#8221; kata dia saat berada di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. &#8220;Kami datang untuk melihat dan kami akan laporkan ke Presiden apakah dimungkinkan kami membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah Indonesia Jeddah,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Mengenai teknis pelaksanaan di lapangan, Dadan menegaskan bahwa operasional pemenuhan gizi di luar negeri tidak akan jauh berbeda dengan prosedur standar di nusantara. Namun, pembentukan ekosistem ini membutuhkan sinergi dan koordinasi lintas instansi, khususnya dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.</p>
<p>&#8220;Mekanismenya sama dengan di Tanah Air, kita akan gandeng mitra untuk SPPG,&#8221; katanya.</p>
<p>Untuk urusan lidah dan asupan gizi, menu makanan nantinya akan diselaraskan dengan kondisi geografis. Variasi hidangan khas Nusantara akan dipadukan dengan kuliner lokal Arab Saudi demi menjaga kualitas makanan. &#8220;Disesuaikan dengan ketersediaan bahan baku lokal,&#8221; kata dia.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi/">BGN Sedang Jajaki Beri MBG Untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi/">BGN Sedang Jajaki Beri MBG Untuk Anak Sekolah Indonesia Jeddah, Arab Saudi</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bgn-sedang-jajaki-beri-mbg-untuk-anak-sekolah-indonesia-jeddah-arab-saudi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</title>
		<link>https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china</link>
					<comments>https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:51:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Anindya Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[dapur MBG]]></category>
		<category><![CDATA[gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[hilirisasi unggas]]></category>
		<category><![CDATA[Hubei Shendi]]></category>
		<category><![CDATA[industri unggas]]></category>
		<category><![CDATA[investasi Tiongkok]]></category>
		<category><![CDATA[Kadin Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan telur ayam]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha China]]></category>
		<category><![CDATA[pertumbuhan ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[peternakan ayam]]></category>
		<category><![CDATA[program MBG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30293</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil langkah strategis guna memastikan ketahanan pasokan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyadari kebutuhan masif akan protein hewani, Kadin kini tengah menjajaki kerja sama di sektor hilirisasi industri unggas dengan sejumlah perusahaan asal China. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat status Indonesia yang belum sepenuhnya mencapai surplus pangan untuk komoditas telur dan susu. Skala program MBG memang tidak main-main. Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG di Provinsi Aceh saja, diperlukan setidaknya 600.000 butir telur setiap harinya. \"Presiden Indonesia melihat ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana KADIN berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri,\" ujarnya. Langkah Kadin ini turut dikonfirmasi oleh laporan dari jaringan media Okezone dan IDX Channel, yang mencatat bahwa secara nasional, program MBG akan menyerap hingga 24 juta butir telur per hari atau sekitar 700 juta telur per tahun. Untuk merealisasikan target raksasa tersebut, Kadin menggandeng beberapa perusahaan agroteknologi terkemuka asal Tiongkok, di antaranya adalah Hubei Shendi dan Shandong Yuwang. Kemitraan ini diproyeksikan tidak hanya sebatas pemenuhan suplai harian, tetapi juga transfer teknologi, mulai dari suplai pakan, penyediaan peralatan peternakan, hingga bioteknologi inovasi produk turunan unggas. Hal ini diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Kesiapan para investor Tiongkok pun sudah terlihat. Wang Zhongqiang, perwakilan dari pengusaha unggas asal China, menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem industri unggas berskala besar di Indonesia guna menopang keberlanjutan program MBG. \"Kami juga memiliki salah satu rumah potong hewan yang sangat besar di China dan mereka menyembelih sekitar 120 juta ayam per tahun,\" ucap Wang. Dengan kolaborasi lintas negara ini, Kadin optimistis bahwa roda ekonomi lokal akan berputar lebih cepat, sejalan dengan terpenuhinya hak gizi jutaan anak Indonesia melalui program prioritas pemerintah.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>Jakarta &#8211; Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengambil langkah strategis guna memastikan ketahanan pasokan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyadari kebutuhan masif akan protein hewani, Kadin kini tengah menjajaki kerja sama di sektor hilirisasi industri unggas dengan sejumlah perusahaan asal China.</p>
<p>Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa kolaborasi ini sangat krusial mengingat status Indonesia yang belum sepenuhnya mencapai surplus pangan untuk komoditas telur dan susu. Skala program MBG memang tidak main-main. Sebagai gambaran, untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG di Provinsi Aceh saja, diperlukan setidaknya 600.000 butir telur setiap harinya.</p>
<p>&#8220;Presiden Indonesia melihat ini sebagai proyek prioritas, dengan 30.000 dapur, di mana KADIN berencana untuk terlibat dalam 1.000 dari 30.000 dapur, menggunakan sumber daya kita sendiri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Langkah Kadin ini turut dikonfirmasi oleh laporan dari jaringan media Okezone dan IDX Channel, yang mencatat bahwa secara nasional, program MBG akan menyerap hingga 24 juta butir telur per hari atau sekitar 700 juta telur per tahun. Untuk merealisasikan target raksasa tersebut, Kadin menggandeng beberapa perusahaan agroteknologi terkemuka asal Tiongkok, di antaranya adalah Hubei Shendi dan Shandong Yuwang.</p>
<p>Kemitraan ini diproyeksikan tidak hanya sebatas pemenuhan suplai harian, tetapi juga transfer teknologi, mulai dari suplai pakan, penyediaan peralatan peternakan, hingga bioteknologi inovasi produk turunan unggas. Hal ini diyakini akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah.</p>
<p>Kesiapan para investor Tiongkok pun sudah terlihat. Wang Zhongqiang, perwakilan dari pengusaha unggas asal China, menyatakan komitmennya untuk membangun ekosistem industri unggas berskala besar di Indonesia guna menopang keberlanjutan program MBG.</p>
<p>&#8220;Kami juga memiliki salah satu rumah potong hewan yang sangat besar di China dan mereka menyembelih sekitar 120 juta ayam per tahun,&#8221; ucap Wang.</p>
<p>Dengan kolaborasi lintas negara ini, Kadin optimistis bahwa roda ekonomi lokal akan berputar lebih cepat, sejalan dengan terpenuhinya hak gizi jutaan anak Indonesia melalui program prioritas pemerintah.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/">MBG Butuh 700 Juta Telur, Kadin Indonesia Gaet Pengusaha China</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/mbg-butuh-700-juta-telur-kadin-indonesia-gaet-pengusaha-china/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</title>
		<link>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:25:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[daging sapi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi pangan]]></category>
		<category><![CDATA[gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isu viral]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan sapi]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi berita]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[telur]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30287</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi terkait kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kebutuhan harian, melainkan hanya hasil simulasi perhitungan. Penjelasan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik mengenai skala kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut. Menurut Dadan, perhitungan tersebut dibuat dengan asumsi tertentu, bukan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan. \"Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,\" jelasnya. Ia menerangkan bahwa kebutuhan tersebut dihitung jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan menyajikan menu berbahan dasar daging sapi. Dalam praktiknya, hal tersebut tidak dilakukan. Dalam satu kali proses memasak, satu SPPG membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi. Jumlah itu setara dengan satu ekor sapi untuk kebutuhan daging. \"Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,\" papar Dadan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menerapkan kebijakan menu yang seragam secara nasional dalam program MBG. Pendekatan fleksibel dipilih agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga bahan pangan di pasar. Pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan jika konsumsi dilakukan secara serentak. Saat peringatan ulang tahun Presiden pada 17 Oktober lalu, misalnya, kebutuhan telur mencapai puluhan juta butir dalam satu hari. \"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,\" ungkapnya. Sebagai langkah antisipasi, BGN mengadopsi strategi penyusunan menu berbasis potensi daerah. Setiap wilayah didorong memanfaatkan sumber daya lokal agar distribusi kebutuhan pangan lebih merata dan stabil. \"Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,\" tutupnya. Sejumlah laporan media nasional juga menegaskan hal serupa, bahwa angka 19.000 ekor sapi merupakan simulasi berbasis asumsi, bukan kebutuhan aktual harian dalam program MBG.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi terkait kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kebutuhan harian, melainkan hanya hasil simulasi perhitungan.</p>
<p>Penjelasan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik mengenai skala kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut. Menurut Dadan, perhitungan tersebut dibuat dengan asumsi tertentu, bukan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.</p>
<p>&#8220;Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menerangkan bahwa kebutuhan tersebut dihitung jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan menyajikan menu berbahan dasar daging sapi. Dalam praktiknya, hal tersebut tidak dilakukan.</p>
<p>Dalam satu kali proses memasak, satu SPPG membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi. Jumlah itu setara dengan satu ekor sapi untuk kebutuhan daging.</p>
<p>&#8220;Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,&#8221; papar Dadan.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menerapkan kebijakan menu yang seragam secara nasional dalam program MBG. Pendekatan fleksibel dipilih agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga bahan pangan di pasar.</p>
<p>Pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan jika konsumsi dilakukan secara serentak. Saat peringatan ulang tahun Presiden pada 17 Oktober lalu, misalnya, kebutuhan telur mencapai puluhan juta butir dalam satu hari.</p>
<p>&#8220;Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, BGN mengadopsi strategi penyusunan menu berbasis potensi daerah. Setiap wilayah didorong memanfaatkan sumber daya lokal agar distribusi kebutuhan pangan lebih merata dan stabil.</p>
<p>&#8220;Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sejumlah laporan media nasional juga menegaskan hal serupa, bahwa angka 19.000 ekor sapi merupakan simulasi berbasis asumsi, bukan kebutuhan aktual harian dalam program MBG.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>82,47% Jajak Pendapat Publik Ingin Kepala BGN Dicopot: Peringatan Serius bagi Tata Kelola MBG!</title>
		<link>https://barakati.id/8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 07:23:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[ayam mentah MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Azam Munawar]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi program gizi]]></category>
		<category><![CDATA[jajak pendapat publik]]></category>
		<category><![CDATA[kasus keracunan massal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala BGN dicopot]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Metropolitan Grup]]></category>
		<category><![CDATA[program unggulan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[SPPG]]></category>
		<category><![CDATA[survei kinerja BGN]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola MBG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30262</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg/">82,47% Jajak Pendapat Publik Ingin Kepala BGN Dicopot: Peringatan Serius bagi Tata Kelola MBG!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg/">82,47% Jajak Pendapat Publik Ingin Kepala BGN Dicopot: Peringatan Serius bagi Tata Kelola MBG!</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("News - Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), tengah diterpa badai ketidakpuasan. Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai eksekutor utama dipertanyakan, berujung pada desakan kuat agar Dadan Hindayana segera meletakkan jabatannya sebagai Kepala BGN. Ketidakpuasan ini terekam jelas dalam sebuah jajak pendapat berskala masif yang diinisiasi oleh sembilan jaringan media di bawah payung Metropolitan Grup (seperti Pojoksatu, Radar Bandung, hingga Radar Bekasi). Melibatkan platform media sosial raksasa yakni TT, Instagram, dan Facebook, polling ini membentang dari Senin (13/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026). Dari pantauan yang menjaring 989.954 tayangan, sebanyak 54.421 warganet turun gunung memberikan suaranya. Ketika disodorkan pertanyaan tunggal mengevaluasi kinerja sang Kepala BGN, hasilnya sangat telak: 82,47 persen atau 44.883 responden dengan tegas memilih opsi agar Dadan Hindayana \"Patut Diganti\". Sebaliknya, hanya segelintir yang bertepuk tangan; 15,63 persen (8.504 akun) merasa memuaskan, dan sisa 1,9 persen menilai kinerjanya mengecewakan namun tidak secara eksplisit memilih opsi pergantian. Ketua Forum Pemred Metropolitan Grup, Azam Munawar, memaparkan alasan mengapa media sosial dijadikan ujung tombak untuk mengukur suhu publik. “Media sosial saat ini menjadi salah satu platform yang mendominasi dalam semua kegiatan publik. Perkembangannya juga sudah sangat pesat,” ungkap Azam. Ia juga menegaskan komitmen jaringannya untuk terus memotret realitas sosial melalui metode ini ke depannya. “Kami gelar setiap pekan dengan mengangkat isu-isu yang sedang ramai dan hasilnya bisa dilihat langsung oleh publik,” tegasnya. Rentetan Kasus yang Mengikis Kepercayaan Publik Desakan masif agar Kepala BGN dicopot ini sejatinya bukan tanpa dasar. Mengutip data penelusuran dari SINDOnews, reputasi BGN sempat babak belur akibat rentetan kasus keracunan massal yang membayangi program MBG. Tercatat, sepanjang tahun lalu saja terdapat puluhan Kejadian Luar Biasa (KLB) dari ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didirikan di berbagai daerah. Tak berhenti di situ, sorotan tajam juga pernah dicatat oleh CNN Indonesia menyusul temuan memprihatinkan di SD Inpres 3 Waingapu, Sumba Timur. Di lokasi tersebut, siswa SD mendapati menu ayam goreng yang disajikan masih mentah dan berdarah pada bagian dalamnya. Dadan Hindayana kala itu berkilah bahwa persoalan tersebut lebih bersifat teknis akibat kurangnya pengalaman pihak katering. Beban berat kini ada di pundak pemerintah pusat untuk mengevaluasi BGN. Hasil polling 82,47 persen ini adalah alarm keras bahwa tata kelola gizi nasional bukan sekadar perihal distribusi logistik, melainkan menyangkut nyawa dan kesehatan masa depan anak bangsa yang tidak boleh ditoleransi atas kesalahan teknis semata.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>News &#8211; Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), tengah diterpa badai ketidakpuasan. Kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai eksekutor utama dipertanyakan, berujung pada desakan kuat agar Dadan Hindayana segera meletakkan jabatannya sebagai Kepala BGN.</p>
<p>Ketidakpuasan ini terekam jelas dalam sebuah jajak pendapat berskala masif yang diinisiasi oleh sembilan jaringan media di bawah payung Metropolitan Grup (seperti Pojoksatu, Radar Bandung, hingga Radar Bekasi). Melibatkan platform media sosial raksasa yakni TT, Instagram, dan Facebook, polling ini membentang dari Senin (13/4/2026) hingga Rabu (15/4/2026).</p>
<p>Dari pantauan yang menjaring 989.954 tayangan, sebanyak 54.421 warganet turun gunung memberikan suaranya. Ketika disodorkan pertanyaan tunggal mengevaluasi kinerja sang Kepala BGN, hasilnya sangat telak: 82,47 persen atau 44.883 responden dengan tegas memilih opsi agar Dadan Hindayana &#8220;Patut Diganti&#8221;. Sebaliknya, hanya segelintir yang bertepuk tangan; 15,63 persen (8.504 akun) merasa memuaskan, dan sisa 1,9 persen menilai kinerjanya mengecewakan namun tidak secara eksplisit memilih opsi pergantian.</p>
<p>Ketua Forum Pemred Metropolitan Grup, Azam Munawar, memaparkan alasan mengapa media sosial dijadikan ujung tombak untuk mengukur suhu publik.</p>
<p>“Media sosial saat ini menjadi salah satu platform yang mendominasi dalam semua kegiatan publik. Perkembangannya juga sudah sangat pesat,” ungkap Azam. Ia juga menegaskan komitmen jaringannya untuk terus memotret realitas sosial melalui metode ini ke depannya. “Kami gelar setiap pekan dengan mengangkat isu-isu yang sedang ramai dan hasilnya bisa dilihat langsung oleh publik,” tegasnya.</p>
<p>Rentetan Kasus yang Mengikis Kepercayaan Publik</p>
<p>Desakan masif agar Kepala BGN dicopot ini sejatinya bukan tanpa dasar. Mengutip data penelusuran dari SINDOnews, reputasi BGN sempat babak belur akibat rentetan kasus keracunan massal yang membayangi program MBG. Tercatat, sepanjang tahun lalu saja terdapat puluhan Kejadian Luar Biasa (KLB) dari ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang didirikan di berbagai daerah.</p>
<p>Tak berhenti di situ, sorotan tajam juga pernah dicatat oleh CNN Indonesia menyusul temuan memprihatinkan di SD Inpres 3 Waingapu, Sumba Timur. Di lokasi tersebut, siswa SD mendapati menu ayam goreng yang disajikan masih mentah dan berdarah pada bagian dalamnya. Dadan Hindayana kala itu berkilah bahwa persoalan tersebut lebih bersifat teknis akibat kurangnya pengalaman pihak katering.</p>
<p>Beban berat kini ada di pundak pemerintah pusat untuk mengevaluasi BGN. Hasil polling 82,47 persen ini adalah alarm keras bahwa tata kelola gizi nasional bukan sekadar perihal distribusi logistik, melainkan menyangkut nyawa dan kesehatan masa depan anak bangsa yang tidak boleh ditoleransi atas kesalahan teknis semata.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg/">82,47% Jajak Pendapat Publik Ingin Kepala BGN Dicopot: Peringatan Serius bagi Tata Kelola MBG!</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg/">82,47% Jajak Pendapat Publik Ingin Kepala BGN Dicopot: Peringatan Serius bagi Tata Kelola MBG!</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/8247-jajak-pendapat-publik-ingin-kepala-bgn-dicopot-peringatan-serius-bagi-tata-kelola-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bikin Geger! Video 10 Detik Makanan Bergizi Gratis Berbelatung di Bonepantai Viral di Medsos</title>
		<link>https://barakati.id/bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos</link>
					<comments>https://barakati.id/bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 21:14:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gorontalo]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten bone bolango]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[bayu lamanasa]]></category>
		<category><![CDATA[berita bone bolango hari ini]]></category>
		<category><![CDATA[Bone Bolango]]></category>
		<category><![CDATA[distribusi makanan gratis]]></category>
		<category><![CDATA[djamila abdjul]]></category>
		<category><![CDATA[keamanan pangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[kualitas gizi masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[makanan berbelatung]]></category>
		<category><![CDATA[mbg berbelatung]]></category>
		<category><![CDATA[program mbg pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[serlin abas]]></category>
		<category><![CDATA[sppg bonepantai]]></category>
		<category><![CDATA[standar kebersihan makanan]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[viral di medsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30178</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos/">Bikin Geger! Video 10 Detik Makanan Bergizi Gratis Berbelatung di Bonepantai Viral di Medsos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos/">Bikin Geger! Video 10 Detik Makanan Bergizi Gratis Berbelatung di Bonepantai Viral di Medsos</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("BONBOL - Pelaksanaan program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), di wilayah Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, tengah menjadi sorotan tajam. Jagat maya dihebohkan oleh beredarnya sebuah video berdurasi 10 detik yang memperlihatkan paket makanan dari program tersebut diduga telah tercemar belatung. Video viral itu sontak memicu keresahan masyarakat luas terkait standar Quality Control (QC) serta keamanan pangan yang didistribusikan. Dalam tayangan tersebut, paket makanan yang disebut-sebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bonepantai tampak sudah sangat tidak layak konsumsi. Merespons kehebohan yang terjadi, tak lama berselang muncul sebuah tayangan klarifikasi dari Djamila Abdjul, orang tua dari Serlin Abas yang merupakan salah satu penerima manfaat program MBG tersebut. Dalam pernyataannya, Djamila membantah bahwa makanan itu sudah rusak sejak awal didistribusikan. “Makanan yang kami terima awalnya dalam keadaan baik, hanya saja penyimpanannya (di rumah) dalam keadaan yang tidak baik,” ungkap Djamila memberikan klarifikasi terkait munculnya belatung tersebut. Meski demikian, alih-alih meredakan suasana, pernyataan klarifikasi itu justru memantik perdebatan baru di tengah masyarakat. Sejumlah warganet menilai bahwa tanggung jawab kerusakan makanan tidak seharusnya dibebankan kepada penerima manfaat. Publik berpendapat bahwa daya tahan makanan dan estimasi waktu konsumsi merupakan bagian dari sistem yang seharusnya terjamin sejak awal produksi. Kritik tajam dari publik juga ramai bermunculan di kolom komentar unggahan akun media sosial \"Bayu Lamanasa\", yang turut membagikan video viral tersebut. Beberapa warganet menyoroti dugaan adanya kelalaian dalam sistem pengemasan, distribusi, dan pengawasan makanan oleh instansi terkait yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Insiden di Bonepantai ini pun menjadi peringatan keras bagi pihak penyelenggara. Kasus ini membuktikan bahwa program pemenuhan gizi nasional tidak hanya bergantung pada kualitas bahan baku di dapur produksi, tetapi juga menuntut sistem pengemasan, penanganan, dan waktu distribusi yang higienis serta terkontrol dengan ketat.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-path-to-node="2">BONBOL &#8211; Pelaksanaan program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), di wilayah Bonepantai, Kabupaten Bone Bolango, tengah menjadi sorotan tajam. Jagat maya dihebohkan oleh beredarnya sebuah video berdurasi 10 detik yang memperlihatkan paket makanan dari program tersebut diduga telah tercemar belatung.</p>
<p data-path-to-node="3">Video viral itu sontak memicu keresahan masyarakat luas terkait standar <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="72">Quality Control</i> (QC) serta keamanan pangan yang didistribusikan. Dalam tayangan tersebut, paket makanan yang disebut-sebut diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bonepantai tampak sudah sangat tidak layak konsumsi.</p>
<p data-path-to-node="4">Merespons kehebohan yang terjadi, tak lama berselang muncul sebuah tayangan klarifikasi dari Djamila Abdjul, orang tua dari Serlin Abas yang merupakan salah satu penerima manfaat program MBG tersebut. Dalam pernyataannya, Djamila membantah bahwa makanan itu sudah rusak sejak awal didistribusikan.</p>
<p data-path-to-node="5">“Makanan yang kami terima awalnya dalam keadaan baik, hanya saja penyimpanannya (di rumah) dalam keadaan yang tidak baik,” ungkap Djamila memberikan klarifikasi terkait munculnya belatung tersebut.</p>
<p data-path-to-node="6">Meski demikian, alih-alih meredakan suasana, pernyataan klarifikasi itu justru memantik perdebatan baru di tengah masyarakat. Sejumlah warganet menilai bahwa tanggung jawab kerusakan makanan tidak seharusnya dibebankan kepada penerima manfaat. Publik berpendapat bahwa daya tahan makanan dan estimasi waktu konsumsi merupakan bagian dari sistem yang seharusnya terjamin sejak awal produksi.</p>
<p data-path-to-node="7">Kritik tajam dari publik juga ramai bermunculan di kolom komentar unggahan akun media sosial &#8220;Bayu Lamanasa&#8221;, yang turut membagikan video viral tersebut. Beberapa warganet menyoroti dugaan adanya kelalaian dalam sistem pengemasan, distribusi, dan pengawasan makanan oleh instansi terkait yang perlu ditelusuri lebih lanjut.</p>
<p data-path-to-node="8">Insiden di Bonepantai ini pun menjadi peringatan keras bagi pihak penyelenggara. Kasus ini membuktikan bahwa program pemenuhan gizi nasional tidak hanya bergantung pada kualitas bahan baku di dapur produksi, tetapi juga menuntut sistem pengemasan, penanganan, dan waktu distribusi yang higienis serta terkontrol dengan ketat.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos/">Bikin Geger! Video 10 Detik Makanan Bergizi Gratis Berbelatung di Bonepantai Viral di Medsos</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos/">Bikin Geger! Video 10 Detik Makanan Bergizi Gratis Berbelatung di Bonepantai Viral di Medsos</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/bikin-geger-video-10-detik-makanan-bergizi-gratis-berbelatung-di-bonepantai-viral-di-medsos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</title>
		<link>https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah</link>
					<comments>https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 14:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[berita viral]]></category>
		<category><![CDATA[curhat petani]]></category>
		<category><![CDATA[dampak MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Pit]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[panen sayur]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan sayur]]></category>
		<category><![CDATA[petani hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[selada]]></category>
		<category><![CDATA[stok sayur ludes]]></category>
		<category><![CDATA[supplier sayur]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Viral TikTok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30120</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb5" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb5.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya jadi perbincangan warganet, tapi juga dirasakan dampaknya secara langsung oleh para petani lokal. Hal ini diungkapkan oleh seorang petani hidroponik bernama Mas Pit melalui akun TT-nya @mas.pit.owner.baf. Dalam video yang diunggah pada 14 April 2026 dan telah ditonton lebih dari 116 ribu kali itu, Mas Pit dengan gaya blak-blakan menceritakan bagaimana program MBG membuat stok sayurannya terkuras habis. \"MBG berulah lagi, teman-teman. MBG berulah lagi. Ini kalau kayak gini bikin susah petani, teman-teman ya,\" ujar Mas Pit dalam videonya yang diberi caption: \'Serangan MBG memang nyata poll, bikin selada gak betah di kebun\'. Dampak kelangkaan ini ternyata cukup luas. Mas Pit menuturkan, \"Bukan hanya stok saya, stok teman-teman saya, itu juga habis. Bukan hanya stok teman-teman saya, tapi stok temannya teman-teman saya, juga habis, teman-teman.\" Ia bahkan menunjukkan bukti tangkapan layar percakapan dengan supplier yang meminta pasokan selada dalam jumlah fantastis. Namun, permintaan tersebut terpaksa ditolak.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya jadi perbincangan warganet, tapi juga dirasakan dampaknya secara langsung oleh para petani lokal. Hal ini diungkapkan oleh seorang petani hidroponik bernama Mas Pit melalui akun TT-nya @mas.pit.owner.baf.</p>
<p>Dalam video yang diunggah pada 14 April 2026 dan telah ditonton lebih dari 116 ribu kali itu, Mas Pit dengan gaya blak-blakan menceritakan bagaimana program MBG membuat stok sayurannya terkuras habis.</p>
<p>&#8220;MBG berulah lagi, teman-teman. MBG berulah lagi. Ini kalau kayak gini bikin susah petani, teman-teman ya,&#8221; ujar Mas Pit dalam videonya yang diberi caption: &#8216;Serangan MBG memang nyata poll, bikin selada gak betah di kebun&#8217;.</p>
<p>Dampak kelangkaan ini ternyata cukup luas. Mas Pit menuturkan, &#8220;Bukan hanya stok saya, stok teman-teman saya, itu juga habis. Bukan hanya stok teman-teman saya, tapi stok temannya teman-teman saya, juga habis, teman-teman.&#8221;</p>
<p>Ia bahkan menunjukkan bukti tangkapan layar percakapan dengan supplier yang meminta pasokan selada dalam jumlah fantastis. Namun, permintaan tersebut terpaksa ditolak.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</title>
		<link>https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu</link>
					<comments>https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 09:59:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anak kurang gizi]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran mbg]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[berita politik terkini]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Kemendikdasmen]]></category>
		<category><![CDATA[kementerian sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[nanik sudaryati deyang]]></category>
		<category><![CDATA[penyaluran bantuan gizi]]></category>
		<category><![CDATA[program andalan pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[program mbg prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[siswa kurang mampu]]></category>
		<category><![CDATA[survei mbg jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tim optimalisasi penerima manfaat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30094</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb6" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb6.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Presiden RI Prabowo Subianto telah mengarahkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipukul rata, melainkan disasarkan secara spesifik bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu yang rentan mengalami kekurangan gizi. Merespons instruksi tegas tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah taktis dengan membentuk satuan tugas bernama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat. Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan kali ini murni berbasis kebutuhan esensial para pelajar. Program andalan pemerintah ini tidak akan diterapkan secara kaku kepada seluruh peserta didik, terutama bagi mereka yang sudah terjamin asupan nutrisinya dari pihak keluarga. “Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik memberikan pemahaman terkait arahan Kepala Negara. Lebih lanjut, ia menerangkan logika di balik keputusan mengeluarkan kelompok siswa dari keluarga mapan dari daftar penerima bantuan pangan ini. “Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” tambah Nanik. Sebagai tindak lanjut, BGN tidak akan bekerja sendirian. Instansi ini tengah menjalin konsolidasi lintas sektoral dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna melakukan sinkronisasi data masyarakat. Nantinya, data silang yang telah dikompilasi dari kedua kementerian tersebut akan divalidasi secara faktual ke lapangan oleh tim yang baru dibentuk. Menanggapi rujukan akhir dari database yang akan dipakai, Nanik memastikan kesiapan lembaganya. \"Iya nantinya data dari kita,\" ujarnya singkat. Langkah konkret pendataan di lapangan pun dipastikan segera dieksekusi. Ibu Kota Jakarta ditunjuk sebagai titik awal pemetaan para kandidat penerima manfaat. “Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” paparnya lebih lanjut. Sebagai informasi tambahan berdasarkan data pemerintah, optimalisasi penargetan ini dirasa sangat vital mengingat program MBG menelan alokasi anggaran fantastis yang mencapai angka Rp 71 triliun dalam APBN untuk menjangkau belasan juta anak. Dengan nilai sebesar itu, ketepatan penyaluran wajib dikawal ketat agar tidak ada uang negara yang menguap sia-sia ke kelompok masyarakat di luar kriteria. Hal tersebut sangat selaras dengan komitmen internal BGN untuk terus mengevaluasi dan memperketat keberjalanan program dari waktu ke waktu. “Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” pungkas Nanik menutup penjelasannya.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Presiden RI Prabowo Subianto telah mengarahkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak dipukul rata, melainkan disasarkan secara spesifik bagi anak-anak dari kalangan kurang mampu yang rentan mengalami kekurangan gizi. Merespons instruksi tegas tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil langkah taktis dengan membentuk satuan tugas bernama Tim Optimalisasi Penerima Manfaat.</p>
<p>Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan kali ini murni berbasis kebutuhan esensial para pelajar. Program andalan pemerintah ini tidak akan diterapkan secara kaku kepada seluruh peserta didik, terutama bagi mereka yang sudah terjamin asupan nutrisinya dari pihak keluarga.</p>
<p>“Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG harus difokuskan kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan perbaikan gizi,” jelas Nanik memberikan pemahaman terkait arahan Kepala Negara.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menerangkan logika di balik keputusan mengeluarkan kelompok siswa dari keluarga mapan dari daftar penerima bantuan pangan ini.</p>
<p>“Jadi kalau anak-anak orang mampu, kan tidak membutuhkan MBG karena orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi yang baik di rumahnya,” tambah Nanik.</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, BGN tidak akan bekerja sendirian. Instansi ini tengah menjalin konsolidasi lintas sektoral dengan Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) guna melakukan sinkronisasi data masyarakat. Nantinya, data silang yang telah dikompilasi dari kedua kementerian tersebut akan divalidasi secara faktual ke lapangan oleh tim yang baru dibentuk. Menanggapi rujukan akhir dari database yang akan dipakai, Nanik memastikan kesiapan lembaganya.</p>
<p>&#8220;Iya nantinya data dari kita,&#8221; ujarnya singkat.</p>
<p>Langkah konkret pendataan di lapangan pun dipastikan segera dieksekusi. Ibu Kota Jakarta ditunjuk sebagai titik awal pemetaan para kandidat penerima manfaat.</p>
<p>“Minggu depan sudah mulai disurvei di Jakarta untuk menyisir penerima manfaat,” paparnya lebih lanjut.</p>
<p>Sebagai informasi tambahan berdasarkan data pemerintah, optimalisasi penargetan ini dirasa sangat vital mengingat program MBG menelan alokasi anggaran fantastis yang mencapai angka Rp 71 triliun dalam APBN untuk menjangkau belasan juta anak. Dengan nilai sebesar itu, ketepatan penyaluran wajib dikawal ketat agar tidak ada uang negara yang menguap sia-sia ke kelompok masyarakat di luar kriteria.</p>
<p>Hal tersebut sangat selaras dengan komitmen internal BGN untuk terus mengevaluasi dan memperketat keberjalanan program dari waktu ke waktu.</p>
<p>“Kami ingin memastikan MBG tepat sasaran dan memberi dampak nyata. Karena itu, pengawasan dan evaluasi akan terus kami perkuat agar program ini berjalan optimal,” pungkas Nanik menutup penjelasannya.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/">Tok! Prabowo Ubah Arah Kebijakan, Program Makan Bergizi Gratis Kini Khusus Untuk Anak Kurang Mampu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tok-prabowo-ubah-arah-kebijakan-program-makan-bergizi-gratis-kini-khusus-untuk-anak-kurang-mampu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</title>
		<link>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo</link>
					<comments>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 14:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran mbg]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bento superindo]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[katering mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[makanan siap saji superindo]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[menu makan siang gratis]]></category>
		<category><![CDATA[menu mbg 15 ribu]]></category>
		<category><![CDATA[netizen kritik mbg]]></category>
		<category><![CDATA[perbandingan menu mbg]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[standar gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[viral di medsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30071</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb7" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb7.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("JAKARTA – Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam di jagat maya. Belakangan ini, linimasa media sosial ramai oleh aksi warganet yang menyandingkan potret menu uji coba MBG dengan paket makanan siap saji dari gerai supermarket Superindo. Tak pelak, perbandingan ini langsung memicu perdebatan sengit terkait kelayakan porsi dan standar gizi yang diberikan kepada pelajar. Sorotan utama publik terletak pada nominal yang nyaris sama namun menghasilkan kualitas yang dianggap jomplang. Sebagai informasi, alokasi anggaran pemerintah untuk satu porsi MBG dipatok di kisaran Rp15.000. Angka tersebut langsung dibandingkan dengan paket bento ala Superindo yang dibanderol hanya seharga Rp14.900. Dalam berbagai foto dan video viral yang beredar, paket makanan ritel swasta tersebut tampak jauh lebih menggugah selera. Dengan harga di bawah lima belas ribu rupiah, konsumen sudah mendapatkan variasi lauk pauk yang lengkap, tata letak penyajian yang rapi, serta kualitas rasa yang terjamin. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa temuan foto menu uji coba MBG di lapangan yang kerap dinilai terlalu minimalis oleh publik. Kritik bernada satire pun tak terbendung. Publik dibuat keheranan mengapa pihak swasta bisa menekan biaya produksi serendah mungkin dengan output hidangan yang layak, sementara program raksasa dengan dana triliunan justru kerap kedapatan menyajikan menu yang mengundang tanda tanya. Salah satu komentar warganet yang memantik banyak persetujuan bahkan secara blak-blakan menyentil pihak penyelenggara. “Menu Superindo Rp14.900 lebih enak dari MBG. Harusnya Superindo saja yang buka (katering) Makan Bergizi Gratis,” tulis salah satu netizen yang unggahannya viral melintasi berbagai platform media sosial. Melansir laporan dari media Hasanah dan pantauan Harian Narasi, fenomena ini bukan sekadar ajang adu visual makanan, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap efektivitas anggaran negara. Lebih lanjut, informasi yang turut diviralkan oleh akun agregator Lambe Turah dan Repelita memperlihatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar agar pemerintah segera mengevaluasi rantai pasok dan standar dapur katering MBG. Netizen berharap, kehebohan komparasi ini bisa menjadi tamparan sekaligus masukan konstruktif bagi Badan Gizi Nasional (BGN). Jika supermarket saja bisa menyajikan hidangan berkualitas dengan budget yang sama, seharusnya negara mampu memberikan nutrisi yang jauh lebih optimal untuk anak-anak Indonesia.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>JAKARTA</strong> – Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam di jagat maya. Belakangan ini, linimasa media sosial ramai oleh aksi warganet yang menyandingkan potret menu uji coba MBG dengan paket makanan siap saji dari gerai supermarket Superindo. Tak pelak, perbandingan ini langsung memicu perdebatan sengit terkait kelayakan porsi dan standar gizi yang diberikan kepada pelajar.</p>
<p>Sorotan utama publik terletak pada nominal yang nyaris sama namun menghasilkan kualitas yang dianggap jomplang. Sebagai informasi, alokasi anggaran pemerintah untuk satu porsi MBG dipatok di kisaran Rp15.000. Angka tersebut langsung dibandingkan dengan paket bento ala Superindo yang dibanderol hanya seharga Rp14.900.</p>
<p>Dalam berbagai foto dan video viral yang beredar, paket makanan ritel swasta tersebut tampak jauh lebih menggugah selera. Dengan harga di bawah lima belas ribu rupiah, konsumen sudah mendapatkan variasi lauk pauk yang lengkap, tata letak penyajian yang rapi, serta kualitas rasa yang terjamin. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa temuan foto menu uji coba MBG di lapangan yang kerap dinilai terlalu minimalis oleh publik.</p>
<p>Kritik bernada satire pun tak terbendung. Publik dibuat keheranan mengapa pihak swasta bisa menekan biaya produksi serendah mungkin dengan output hidangan yang layak, sementara program raksasa dengan dana triliunan justru kerap kedapatan menyajikan menu yang mengundang tanda tanya.</p>
<p>Salah satu komentar warganet yang memantik banyak persetujuan bahkan secara blak-blakan menyentil pihak penyelenggara.</p>
<p>“Menu Superindo Rp14.900 lebih enak dari MBG. Harusnya Superindo saja yang buka (katering) Makan Bergizi Gratis,” tulis salah satu netizen yang unggahannya viral melintasi berbagai platform media sosial.</p>
<p>Melansir laporan dari media Hasanah dan pantauan Harian Narasi, fenomena ini bukan sekadar ajang adu visual makanan, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap efektivitas anggaran negara. Lebih lanjut, informasi yang turut diviralkan oleh akun agregator Lambe Turah dan Repelita memperlihatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar agar pemerintah segera mengevaluasi rantai pasok dan standar dapur katering MBG.</p>
<p>Netizen berharap, kehebohan komparasi ini bisa menjadi tamparan sekaligus masukan konstruktif bagi Badan Gizi Nasional (BGN). Jika supermarket saja bisa menyajikan hidangan berkualitas dengan budget yang sama, seharusnya negara mampu memberikan nutrisi yang jauh lebih optimal untuk anak-anak Indonesia.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
