<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masyarakat Botubilotahu Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/masyarakat-botubilotahu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/masyarakat-botubilotahu/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 May 2025 15:22:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>Masyarakat Botubilotahu Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/masyarakat-botubilotahu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tambang vs Petani: DPRD Pohuwato Jembatani Solusi untuk Masyarakat Botubilotahu</title>
		<link>https://barakati.id/tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu</link>
					<comments>https://barakati.id/tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 May 2025 15:22:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[DPRD POHUWATO]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Masyarakat Botubilotahu]]></category>
		<category><![CDATA[peti pohuwato]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang vs Petani]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=25633</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu/">Tambang vs Petani: DPRD Pohuwato Jembatani Solusi untuk Masyarakat Botubilotahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu/">Tambang vs Petani: DPRD Pohuwato Jembatani Solusi untuk Masyarakat Botubilotahu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Pohuwato - Warga Desa Botubilotahu, Kecamatan Marisa, menyuarakan kekecewaan dan keresahan terhadap aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan Hulude Bulahu yang dinilai telah memberikan dampak negatif pada lingkungan dan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung. Warga menilai penggunaan alat berat seperti excavator dalam aktivitas PETI menyebabkan kerusakan lahan perkebunan, sehingga sejumlah petani mengalami gagal panen. “Silakan menambang, tapi jangan gunakan excavator. Bertambanglah secara tradisional,” ujar sejumlah warga kepada media dengan nada kecewa. Sebagai bentuk respons atas aduan tersebut, Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento, menerima langsung perwakilan warga di ruangannya pada Selasa (27/05/2025). Esok harinya, ia turun langsung ke Desa Botubilotahu didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumitro Monoarfa, Camat Marisa Mohamad Huntoyunga, serta aparat keamanan dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat. Dalam pertemuan musyawarah antara warga terdampak dan pelaku usaha tambang, Beni Nento menegaskan bahwa kehadirannya bersifat memediasi, mengingat kedua belah pihak merupakan warga dari desa yang sama. “Saya datang ke sini untuk mempertemukan masyarakat agar bisa bersama-sama mencari solusi, supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin,” ujar Beni. Setelah berdiskusi, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan aktivitas pertambangan dengan syarat adanya sedimentasi untuk mencegah dampak limbah terhadap lahan pertanian warga. “Hari ini para pelaku usaha tambang dan masyarakat petani telah bertemu dan sepakat bahwa tambang boleh tetap berjalan, tetapi harus dilakukan sedimentasi untuk mencegah kerusakan lahan,” kata Faisal, salah satu tokoh masyarakat. Sebagai bentuk kontribusi dan tanggung jawab sosial, para pelaku usaha tambang juga sepakat untuk mengumpulkan retribusi. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan sedimentasi serta kegiatan sosial lainnya seperti pembangunan tempat ibadah. “Atensi ini sebenarnya sudah berjalan. Sebelumnya, dana hasil retribusi sudah digunakan untuk pengerukan dan sisanya disumbangkan untuk pembangunan masjid,” tambah Faisal. Hasil musyawarah ini kemudian langsung disampaikan kepada pihak kecamatan dan Ketua DPRD Pohuwato sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p data-start="268" data-end="571">Pohuwato &#8211; Warga <strong data-start="302" data-end="323">Desa Botubilotahu</strong>, Kecamatan Marisa, menyuarakan kekecewaan dan keresahan terhadap aktivitas <strong data-start="399" data-end="433">Pertambangan Tanpa Izin (PETI)</strong> di kawasan <strong data-start="445" data-end="462">Hulude Bulahu</strong> yang dinilai telah memberikan dampak negatif pada lingkungan dan sektor pertanian, khususnya tanaman jagung.</p>
<p data-start="573" data-end="745">Warga menilai penggunaan alat berat seperti <strong data-start="617" data-end="630">excavator</strong> dalam aktivitas PETI menyebabkan kerusakan lahan perkebunan, sehingga sejumlah petani mengalami <strong data-start="727" data-end="742">gagal panen</strong>.</p>
<p data-start="573" data-end="745">“Silakan menambang, tapi jangan gunakan excavator. Bertambanglah secara tradisional,” ujar sejumlah warga kepada media dengan nada kecewa.</p>
<p data-start="889" data-end="1281">Sebagai bentuk respons atas aduan tersebut, <strong data-start="933" data-end="968">Ketua DPRD Pohuwato, Beni Nento</strong>, menerima langsung perwakilan warga di ruangannya pada <strong data-start="1024" data-end="1047">Selasa (27/05/2025)</strong>. Esok harinya, ia turun langsung ke Desa Botubilotahu didampingi oleh <strong data-start="1118" data-end="1174">Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumitro Monoarfa</strong>, <strong data-start="1176" data-end="1211">Camat Marisa Mohamad Huntoyunga</strong>, serta aparat keamanan dari <strong data-start="1240" data-end="1271">Bhabinkamtibmas dan Babinsa</strong> setempat.</p>
<p data-start="1283" data-end="1488">Dalam pertemuan musyawarah antara warga terdampak dan pelaku usaha tambang, Beni Nento menegaskan bahwa kehadirannya bersifat <strong data-start="1409" data-end="1422">memediasi</strong>, mengingat kedua belah pihak merupakan warga dari desa yang sama.</p>
<p data-start="1283" data-end="1488">“Saya datang ke sini untuk mempertemukan masyarakat agar bisa bersama-sama mencari solusi, supaya tidak terjadi kesalahpahaman yang bisa merusak hubungan kekeluargaan yang selama ini terjalin,” ujar Beni.</p>
<p data-start="1698" data-end="1880">Setelah berdiskusi, kedua pihak sepakat untuk melanjutkan aktivitas pertambangan <strong data-start="1779" data-end="1796">dengan syarat</strong> adanya <strong data-start="1804" data-end="1819">sedimentasi</strong> untuk mencegah dampak limbah terhadap lahan pertanian warga.</p>
<p data-start="1698" data-end="1880">“Hari ini para pelaku usaha tambang dan masyarakat petani telah bertemu dan sepakat bahwa tambang boleh tetap berjalan, tetapi harus dilakukan sedimentasi untuk mencegah kerusakan lahan,” kata <strong data-start="2077" data-end="2087">Faisal</strong>, salah satu tokoh masyarakat.</p>
<p data-start="2119" data-end="2378">Sebagai bentuk kontribusi dan tanggung jawab sosial, para pelaku usaha tambang juga sepakat untuk <strong data-start="2217" data-end="2243">mengumpulkan retribusi</strong>. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan sedimentasi serta kegiatan sosial lainnya seperti pembangunan tempat ibadah.</p>
<p data-start="2119" data-end="2378">“Atensi ini sebenarnya sudah berjalan. Sebelumnya, dana hasil retribusi sudah digunakan untuk pengerukan dan sisanya disumbangkan untuk pembangunan masjid,” tambah Faisal.</p>
<p data-start="2555" data-end="2770">Hasil musyawarah ini kemudian <strong data-start="2585" data-end="2609">langsung disampaikan</strong> kepada pihak kecamatan dan Ketua DPRD Pohuwato sebagai bentuk kesepakatan bersama untuk menjaga keseimbangan antara kegiatan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu/">Tambang vs Petani: DPRD Pohuwato Jembatani Solusi untuk Masyarakat Botubilotahu</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu/">Tambang vs Petani: DPRD Pohuwato Jembatani Solusi untuk Masyarakat Botubilotahu</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/tambang-vs-petani-dprd-pohuwato-jembatani-solusi-untuk-masyarakat-botubilotahu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
