<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MBG Archives - Barakati ID</title>
	<atom:link href="https://barakati.id/tag/mbg/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://barakati.id/tag/mbg/</link>
	<description>Information Visual Creator</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 07:51:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.4.8</generator>

<image>
	<url>https://barakati.id/wp-content/uploads/2025/01/cropped-logo-BARAKATI-copy-32x32.jpg</url>
	<title>MBG Archives - Barakati ID</title>
	<link>https://barakati.id/tag/mbg/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</title>
		<link>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2026 14:25:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dadan hindayana]]></category>
		<category><![CDATA[daging sapi]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi pangan]]></category>
		<category><![CDATA[gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[harga pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[isu viral]]></category>
		<category><![CDATA[kebijakan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[kebutuhan sapi]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi berita]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[telur]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30287</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb1" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb1.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi terkait kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kebutuhan harian, melainkan hanya hasil simulasi perhitungan. Penjelasan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik mengenai skala kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut. Menurut Dadan, perhitungan tersebut dibuat dengan asumsi tertentu, bukan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan. \"Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,\" jelasnya. Ia menerangkan bahwa kebutuhan tersebut dihitung jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan menyajikan menu berbahan dasar daging sapi. Dalam praktiknya, hal tersebut tidak dilakukan. Dalam satu kali proses memasak, satu SPPG membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi. Jumlah itu setara dengan satu ekor sapi untuk kebutuhan daging. \"Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,\" papar Dadan. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menerapkan kebijakan menu yang seragam secara nasional dalam program MBG. Pendekatan fleksibel dipilih agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga bahan pangan di pasar. Pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan jika konsumsi dilakukan secara serentak. Saat peringatan ulang tahun Presiden pada 17 Oktober lalu, misalnya, kebutuhan telur mencapai puluhan juta butir dalam satu hari. \"Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,\" ungkapnya. Sebagai langkah antisipasi, BGN mengadopsi strategi penyusunan menu berbasis potensi daerah. Setiap wilayah didorong memanfaatkan sumber daya lokal agar distribusi kebutuhan pangan lebih merata dan stabil. \"Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,\" tutupnya. Sejumlah laporan media nasional juga menegaskan hal serupa, bahwa angka 19.000 ekor sapi merupakan simulasi berbasis asumsi, bukan kebutuhan aktual harian dalam program MBG.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan informasi terkait kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan kebutuhan harian, melainkan hanya hasil simulasi perhitungan.</p>
<p>Penjelasan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman publik mengenai skala kebutuhan bahan pangan dalam program tersebut. Menurut Dadan, perhitungan tersebut dibuat dengan asumsi tertentu, bukan kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.</p>
<p>&#8220;Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG, kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau misalnya SPPG hari ini mau masak daging sapi. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian kita mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Ia menerangkan bahwa kebutuhan tersebut dihitung jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara bersamaan menyajikan menu berbahan dasar daging sapi. Dalam praktiknya, hal tersebut tidak dilakukan.</p>
<p>Dalam satu kali proses memasak, satu SPPG membutuhkan sekitar 350 hingga 382 kilogram daging sapi. Jumlah itu setara dengan satu ekor sapi untuk kebutuhan daging.</p>
<p>&#8220;Menunya itu ada telur, ada ayam, ada sapi, ada ikan. Misalnya, kalau ini masak daging sapi, maka butuh 350 kilogram sekali masaknya berarti satu ekor sapi. Ini lah pentingnya makan bergizi agar tangkapan rasionya bagus. Jadi, satu kali masak daging sapi butuh 382 (kg), itu artinya satu ekor sapi, dagingnya saja,&#8221; papar Dadan.</p>
<p>Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak menerapkan kebijakan menu yang seragam secara nasional dalam program MBG. Pendekatan fleksibel dipilih agar tidak menimbulkan tekanan terhadap pasokan dan harga bahan pangan di pasar.</p>
<p>Pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan jika konsumsi dilakukan secara serentak. Saat peringatan ulang tahun Presiden pada 17 Oktober lalu, misalnya, kebutuhan telur mencapai puluhan juta butir dalam satu hari.</p>
<p>&#8220;Hari itu butuh 36 juta butir telur atau sekitar 2.200 ton. Dampaknya harga telur sempat naik Rp3.000,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sebagai langkah antisipasi, BGN mengadopsi strategi penyusunan menu berbasis potensi daerah. Setiap wilayah didorong memanfaatkan sumber daya lokal agar distribusi kebutuhan pangan lebih merata dan stabil.</p>
<p>&#8220;Karena kita ingin memberdayakan potensi sumber daya lokal dan juga kesukaan masyarakat lokal. Supaya juga tekanan terhadap konsumsinya tidak terlalu tinggi. Jadi kalau kita perintahkan menu nasional, pasti tekanannya tinggi, pasti harga naik,&#8221; tutupnya.</p>
<p>Sejumlah laporan media nasional juga menegaskan hal serupa, bahwa angka 19.000 ekor sapi merupakan simulasi berbasis asumsi, bukan kebutuhan aktual harian dalam program MBG.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/">Kepala BGN Meluruskan: Angka 19.000 Sapi Hanya Simulasi, Bukan Kebutuhan Harian MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/kepala-bgn-meluruskan-angka-19-000-sapi-hanya-simulasi-bukan-kebutuhan-harian-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</title>
		<link>https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah</link>
					<comments>https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2026 14:15:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[berita viral]]></category>
		<category><![CDATA[curhat petani]]></category>
		<category><![CDATA[dampak MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Ketahanan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Mas Pit]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[panen sayur]]></category>
		<category><![CDATA[pasokan sayur]]></category>
		<category><![CDATA[petani hidroponik]]></category>
		<category><![CDATA[selada]]></category>
		<category><![CDATA[stok sayur ludes]]></category>
		<category><![CDATA[supplier sayur]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Viral TikTok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30120</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb2" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb2.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("NEWS - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya jadi perbincangan warganet, tapi juga dirasakan dampaknya secara langsung oleh para petani lokal. Hal ini diungkapkan oleh seorang petani hidroponik bernama Mas Pit melalui akun TT-nya @mas.pit.owner.baf. Dalam video yang diunggah pada 14 April 2026 dan telah ditonton lebih dari 116 ribu kali itu, Mas Pit dengan gaya blak-blakan menceritakan bagaimana program MBG membuat stok sayurannya terkuras habis. \"MBG berulah lagi, teman-teman. MBG berulah lagi. Ini kalau kayak gini bikin susah petani, teman-teman ya,\" ujar Mas Pit dalam videonya yang diberi caption: \'Serangan MBG memang nyata poll, bikin selada gak betah di kebun\'. Dampak kelangkaan ini ternyata cukup luas. Mas Pit menuturkan, \"Bukan hanya stok saya, stok teman-teman saya, itu juga habis. Bukan hanya stok teman-teman saya, tapi stok temannya teman-teman saya, juga habis, teman-teman.\" Ia bahkan menunjukkan bukti tangkapan layar percakapan dengan supplier yang meminta pasokan selada dalam jumlah fantastis. Namun, permintaan tersebut terpaksa ditolak.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p>NEWS &#8211; Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya jadi perbincangan warganet, tapi juga dirasakan dampaknya secara langsung oleh para petani lokal. Hal ini diungkapkan oleh seorang petani hidroponik bernama Mas Pit melalui akun TT-nya @mas.pit.owner.baf.</p>
<p>Dalam video yang diunggah pada 14 April 2026 dan telah ditonton lebih dari 116 ribu kali itu, Mas Pit dengan gaya blak-blakan menceritakan bagaimana program MBG membuat stok sayurannya terkuras habis.</p>
<p>&#8220;MBG berulah lagi, teman-teman. MBG berulah lagi. Ini kalau kayak gini bikin susah petani, teman-teman ya,&#8221; ujar Mas Pit dalam videonya yang diberi caption: &#8216;Serangan MBG memang nyata poll, bikin selada gak betah di kebun&#8217;.</p>
<p>Dampak kelangkaan ini ternyata cukup luas. Mas Pit menuturkan, &#8220;Bukan hanya stok saya, stok teman-teman saya, itu juga habis. Bukan hanya stok teman-teman saya, tapi stok temannya teman-teman saya, juga habis, teman-teman.&#8221;</p>
<p>Ia bahkan menunjukkan bukti tangkapan layar percakapan dengan supplier yang meminta pasokan selada dalam jumlah fantastis. Namun, permintaan tersebut terpaksa ditolak.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/">Petani Curhat &#8220;MBG Mengerikan dan Bikin Susah&#8221;</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/petani-curhat-mbg-mengerikan-dan-bikin-susah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</title>
		<link>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo</link>
					<comments>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 14:00:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anggaran mbg]]></category>
		<category><![CDATA[badan gizi nasional]]></category>
		<category><![CDATA[bento superindo]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[katering mbg]]></category>
		<category><![CDATA[Makan Bergizi Gratis]]></category>
		<category><![CDATA[makanan siap saji superindo]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[menu makan siang gratis]]></category>
		<category><![CDATA[menu mbg 15 ribu]]></category>
		<category><![CDATA[netizen kritik mbg]]></category>
		<category><![CDATA[perbandingan menu mbg]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[standar gizi anak]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[viral di medsos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=30071</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb3" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb3.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("JAKARTA – Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam di jagat maya. Belakangan ini, linimasa media sosial ramai oleh aksi warganet yang menyandingkan potret menu uji coba MBG dengan paket makanan siap saji dari gerai supermarket Superindo. Tak pelak, perbandingan ini langsung memicu perdebatan sengit terkait kelayakan porsi dan standar gizi yang diberikan kepada pelajar. Sorotan utama publik terletak pada nominal yang nyaris sama namun menghasilkan kualitas yang dianggap jomplang. Sebagai informasi, alokasi anggaran pemerintah untuk satu porsi MBG dipatok di kisaran Rp15.000. Angka tersebut langsung dibandingkan dengan paket bento ala Superindo yang dibanderol hanya seharga Rp14.900. Dalam berbagai foto dan video viral yang beredar, paket makanan ritel swasta tersebut tampak jauh lebih menggugah selera. Dengan harga di bawah lima belas ribu rupiah, konsumen sudah mendapatkan variasi lauk pauk yang lengkap, tata letak penyajian yang rapi, serta kualitas rasa yang terjamin. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa temuan foto menu uji coba MBG di lapangan yang kerap dinilai terlalu minimalis oleh publik. Kritik bernada satire pun tak terbendung. Publik dibuat keheranan mengapa pihak swasta bisa menekan biaya produksi serendah mungkin dengan output hidangan yang layak, sementara program raksasa dengan dana triliunan justru kerap kedapatan menyajikan menu yang mengundang tanda tanya. Salah satu komentar warganet yang memantik banyak persetujuan bahkan secara blak-blakan menyentil pihak penyelenggara. “Menu Superindo Rp14.900 lebih enak dari MBG. Harusnya Superindo saja yang buka (katering) Makan Bergizi Gratis,” tulis salah satu netizen yang unggahannya viral melintasi berbagai platform media sosial. Melansir laporan dari media Hasanah dan pantauan Harian Narasi, fenomena ini bukan sekadar ajang adu visual makanan, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap efektivitas anggaran negara. Lebih lanjut, informasi yang turut diviralkan oleh akun agregator Lambe Turah dan Repelita memperlihatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar agar pemerintah segera mengevaluasi rantai pasok dan standar dapur katering MBG. Netizen berharap, kehebohan komparasi ini bisa menjadi tamparan sekaligus masukan konstruktif bagi Badan Gizi Nasional (BGN). Jika supermarket saja bisa menyajikan hidangan berkualitas dengan budget yang sama, seharusnya negara mampu memberikan nutrisi yang jauh lebih optimal untuk anak-anak Indonesia.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p><strong>JAKARTA</strong> – Program andalan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menuai sorotan tajam di jagat maya. Belakangan ini, linimasa media sosial ramai oleh aksi warganet yang menyandingkan potret menu uji coba MBG dengan paket makanan siap saji dari gerai supermarket Superindo. Tak pelak, perbandingan ini langsung memicu perdebatan sengit terkait kelayakan porsi dan standar gizi yang diberikan kepada pelajar.</p>
<p>Sorotan utama publik terletak pada nominal yang nyaris sama namun menghasilkan kualitas yang dianggap jomplang. Sebagai informasi, alokasi anggaran pemerintah untuk satu porsi MBG dipatok di kisaran Rp15.000. Angka tersebut langsung dibandingkan dengan paket bento ala Superindo yang dibanderol hanya seharga Rp14.900.</p>
<p>Dalam berbagai foto dan video viral yang beredar, paket makanan ritel swasta tersebut tampak jauh lebih menggugah selera. Dengan harga di bawah lima belas ribu rupiah, konsumen sudah mendapatkan variasi lauk pauk yang lengkap, tata letak penyajian yang rapi, serta kualitas rasa yang terjamin. Kondisi ini berbanding terbalik dengan beberapa temuan foto menu uji coba MBG di lapangan yang kerap dinilai terlalu minimalis oleh publik.</p>
<p>Kritik bernada satire pun tak terbendung. Publik dibuat keheranan mengapa pihak swasta bisa menekan biaya produksi serendah mungkin dengan output hidangan yang layak, sementara program raksasa dengan dana triliunan justru kerap kedapatan menyajikan menu yang mengundang tanda tanya.</p>
<p>Salah satu komentar warganet yang memantik banyak persetujuan bahkan secara blak-blakan menyentil pihak penyelenggara.</p>
<p>“Menu Superindo Rp14.900 lebih enak dari MBG. Harusnya Superindo saja yang buka (katering) Makan Bergizi Gratis,” tulis salah satu netizen yang unggahannya viral melintasi berbagai platform media sosial.</p>
<p>Melansir laporan dari media Hasanah dan pantauan Harian Narasi, fenomena ini bukan sekadar ajang adu visual makanan, melainkan bentuk keresahan masyarakat terhadap efektivitas anggaran negara. Lebih lanjut, informasi yang turut diviralkan oleh akun agregator Lambe Turah dan Repelita memperlihatkan bahwa publik menaruh ekspektasi besar agar pemerintah segera mengevaluasi rantai pasok dan standar dapur katering MBG.</p>
<p>Netizen berharap, kehebohan komparasi ini bisa menjadi tamparan sekaligus masukan konstruktif bagi Badan Gizi Nasional (BGN). Jika supermarket saja bisa menyajikan hidangan berkualitas dengan budget yang sama, seharusnya negara mampu memberikan nutrisi yang jauh lebih optimal untuk anak-anak Indonesia.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/">Viral! Netizen Soroti Jomplangnya Porsi Makan Bergizi Gratis Dibanding Makanan Superindo</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/viral-netizen-soroti-jomplangnya-porsi-makan-bergizi-gratis-dibanding-makanan-superindo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sorotan Desa: AKSI Ditegaskan Harus Dilibatkan dalam Program MBG</title>
		<link>https://barakati.id/sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg</link>
					<comments>https://barakati.id/sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2025 15:03:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Asosiasi Kepala Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Audiensi DPR]]></category>
		<category><![CDATA[Badan Usaha Milik Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Gerai Koperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Desa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[koperasi desa]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerintah desa]]></category>
		<category><![CDATA[Perputaran Ekonomi Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Program Prabowo]]></category>
		<category><![CDATA[Sufmi Dasco Ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[Tata Kelola MBG]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Tim Koordinasi MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27997</guid>

					<description><![CDATA[<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg/">Sorotan Desa: AKSI Ditegaskan Harus Dilibatkan dalam Program MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg/">Sorotan Desa: AKSI Ditegaskan Harus Dilibatkan dalam Program MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<button id="bb4" type="button" value="Play" class="responsivevoice-button" title="ResponsiveVoice Tap to Start/Stop Speech"><span>&#128266; Dengarkan berita</span></button>
        <script>
            bb4.onclick = function(){
                if(responsiveVoice.isPlaying()){
                    responsiveVoice.cancel();
                }else{
                    responsiveVoice.speak("Jakarta — Sejumlah pimpinan DPR RI, termasuk Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, menerima audiensi dari Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (4/11/2025). Pertemuan tersebut membahas aspirasi para kepala desa terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan gagasan prioritas Presiden Prabowo Subianto.​ Dalam audiensi, AKSI menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, mengingat peran strategis kepala desa dalam memastikan program nasional berjalan efektif hingga desa-desa.​ Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi atas antusiasme tersebut dan menyampaikan secara jelas, “Mereka menjadi yang pertama untuk mengungkap dukungan terhadap Astacita yang diusulkan oleh Presiden, serta menyatakan dukungan untuk program MBG dan Koperasi Desa,” ungkap Dasco.​ AKSI juga meminta agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ikut serta mendukung program MBG secara terkoordinasi, sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Dasco menegaskan pentingnya hal ini dalam penguatan desa, “Begitu juga dengan MBG, mereka meminta agar BUMDes dilibatkan dan terkoordinasi dengan kepala desa sehingga perputaran uang dapat terjadi di desa dan dapat menghasilkan peningkatan pendapatan serta pertumbuhan ekonomi,” tutup Dasco.​ Selain itu, dalam pertemuan turut dibahas kendala pengadaan tanah bagi pembangunan koperasi desa dan gerai koperasi. Menanggapi masukan tersebut, Dasco menyatakan, “Kami telah menyampaikan bahwa ada beberapa solusi yang akan disampaikan oleh pemerintah kepada kepala desa berdasarkan informasi yang sudah kami terima. Jadi, ada kemungkinan untuk tanah yang diperlukan dalam pembangunan gerai tersebut sudah ada solusinya,” lanjut Dasco.​ Dukungan dan permintaan AKSI ini selaras dengan langkah pemerintah yang telah menyiapkan Perpres untuk tata kelola MBG dan membentuk Tim Koordinasi MBG seperti yang ditekankan Menteri PAN-RB. Upaya evaluasi dan penguatan program MBG juga terus digalakkan mengingat sejumlah peristiwa keracunan makanan bergizi di beberapa daerah masih dalam proses investigasi aparat hukum.​ Seluruh aspirasi dari AKSI—mulai dari pelibatan kepala desa hingga penguatan ekonomi desa—direspon positif oleh pimpinan DPR RI, demi kelancaran program nasional dan tata kelola desa yang berkeadilan.", "Indonesian Male");
                }
            };
        </script>
    </p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Jakarta — Sejumlah pimpinan DPR RI, termasuk Wakil Ketua Sufmi Dasco Ahmad, menerima audiensi dari Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (4/11/2025). Pertemuan tersebut membahas aspirasi para kepala desa terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penguatan Koperasi Desa Merah Putih yang merupakan gagasan prioritas Presiden Prabowo Subianto.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dalam audiensi, AKSI menyampaikan komitmen penuh untuk mendukung program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, mengingat peran strategis kepala desa dalam memastikan program nasional berjalan efektif hingga desa-desa.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sufmi Dasco Ahmad memberikan apresiasi atas antusiasme tersebut dan menyampaikan secara jelas, “Mereka menjadi yang pertama untuk mengungkap dukungan terhadap Astacita yang diusulkan oleh Presiden, serta menyatakan dukungan untuk program MBG dan Koperasi Desa,” ungkap Dasco.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">AKSI juga meminta agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) ikut serta mendukung program MBG secara terkoordinasi, sehingga perputaran ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Dasco menegaskan pentingnya hal ini dalam penguatan desa, “Begitu juga dengan MBG, mereka meminta agar BUMDes dilibatkan dan terkoordinasi dengan kepala desa sehingga perputaran uang dapat terjadi di desa dan dapat menghasilkan peningkatan pendapatan serta pertumbuhan ekonomi,” tutup Dasco.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Selain itu, dalam pertemuan turut dibahas kendala pengadaan tanah bagi pembangunan koperasi desa dan gerai koperasi. Menanggapi masukan tersebut, Dasco menyatakan, “Kami telah menyampaikan bahwa ada beberapa solusi yang akan disampaikan oleh pemerintah kepada kepala desa berdasarkan informasi yang sudah kami terima. Jadi, ada kemungkinan untuk tanah yang diperlukan dalam pembangunan gerai tersebut sudah ada solusinya,” lanjut Dasco.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Dukungan dan permintaan AKSI ini selaras dengan langkah pemerintah yang telah menyiapkan Perpres untuk tata kelola MBG dan membentuk Tim Koordinasi MBG seperti yang ditekankan Menteri PAN-RB. Upaya evaluasi dan penguatan program MBG juga terus digalakkan mengingat sejumlah peristiwa keracunan makanan bergizi di beberapa daerah masih dalam proses investigasi aparat hukum.​</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Seluruh aspirasi dari AKSI—mulai dari pelibatan kepala desa hingga penguatan ekonomi desa—direspon positif oleh pimpinan DPR RI, demi kelancaran program nasional dan tata kelola desa yang berkeadilan.
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg/">Sorotan Desa: AKSI Ditegaskan Harus Dilibatkan dalam Program MBG</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg/">Sorotan Desa: AKSI Ditegaskan Harus Dilibatkan dalam Program MBG</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/sorotan-desa-aksi-ditegaskan-harus-dilibatkan-dalam-program-mbg/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</title>
		<link>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis</link>
					<comments>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2025 10:27:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[AUDIT]]></category>
		<category><![CDATA[bandung barat]]></category>
		<category><![CDATA[dapur sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[dedi mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[hygiene]]></category>
		<category><![CDATA[IDAI]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[labkes]]></category>
		<category><![CDATA[makanan basi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan]]></category>
		<category><![CDATA[program gizi]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[trauma anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kasus keracunan massal yang melibatkan ribuan siswa di Bandung Barat akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyoroti buruknya manajemen dan distribusi pangan di sekolah. Data yang dihimpun menyebutkan angka korban mencapai lebih dari 1.000 siswa dengan gejala mual, pusing, sesak napas, bahkan kejang. Hasil investigasi Labkes Provinsi Jawa Barat mengungkap makanan basi akibat proses masak dan distribusi yang tidak higienis sebagai penyebab utama.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan evaluasi ketat terhadap program MBG.<br />
<em>&#8220;Peristiwa keracunan yang terjadi, misalnya, saya akan meminta evaluasi terhadap dapur, apakah higienis atau tidak, atau dalam istilah akademis, dilakukan audit,&#8221;</em> jelas Dedi Mulyadi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ia juga menyoroti persoalan waktu memasak:<br />
<em>&#8220;Kami akan menilai dari segi waktu memasak, karena jika dimasak pada pukul 12.00 WIB malam dan diantarkan ke siswa pada pukul 12 siang, waktu yang terlalu lama akan menjadi masalah. Harapan saya, ke depan dapur itu harus lebih dekat dengan sekolah dan jumlah siswa yang dilayani tidak terlalu banyak,&#8221;</em> tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Kepala Labkes Jabar Ryan Bayusantika menyebut faktor utama keracunan adalah mikrobiologi dan fisik akibat penyimpanan yang tidak sesuai standar, menyebabkan bakteri patogen cepat berkembang.<br />
<em>&#8220;Faktor mikrobiologi, terjadi pertumbuhan bakteri pada makanan yang kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak,&#8221;</em> ujar Ryan.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Pakar gizi Atik Nirwanawati menyoroti lemahnya pengawasan dan standar keamanan pangan, serta waktu distribusi yang terlalu lama.<br />
<em>&#8220;Jadi saya berasumsi kalau tim supervisinya jalan nggak akan terjadi keracunan,&#8221;</em> kata Atik dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Surat terbuka Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan agar keselamatan anak dan kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam program MBG.</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/">Evaluasi Total! Dedi Mulyadi Bongkar Manajemen Buruk Program Makan Gratis</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/evaluasi-total-dedi-mulyadi-bongkar-manajemen-buruk-program-makan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</title>
		<link>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional</link>
					<comments>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi Barakati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2025 13:02:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[anak keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[BGN]]></category>
		<category><![CDATA[dr Tan Shot Yen]]></category>
		<category><![CDATA[hiu goreng]]></category>
		<category><![CDATA[Kalimantan Barat]]></category>
		<category><![CDATA[kearifan lokal]]></category>
		<category><![CDATA[keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Ketapang]]></category>
		<category><![CDATA[makanan bergizi]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[menu sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pengawasan pangan]]></category>
		<category><![CDATA[program pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[tradisi makanan]]></category>
		<category><![CDATA[YLKI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://barakati.id/?p=27219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menu hiu goreng pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan kontroversi usai 24 siswa dan seorang guru mengalami mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap hidangan tersebut. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menegaskan bahwa hiu goreng dipilih sebagai bagian dari kearifan lokal [&#8230;]</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Menu hiu goreng pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, menimbulkan kontroversi usai 24 siswa dan seorang guru mengalami mual, muntah, serta sakit perut setelah menyantap hidangan tersebut. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang, menegaskan bahwa hiu goreng dipilih sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Ketapang. “Jadi sebetulnya begini, menu apapun itu kan karena judulnya kearifan lokal. Jadi apa yang menjadi kearifan lokal, ya kita gunakan,” kata Nanik di Cibubur, Jakarta (25/9/2025).</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Nanik menerangkan, menu ikan hiu baru diberikan dua kali di sekolah tersebut dan merupakan makanan yang lumrah dikonsumsi di wilayah Ketapang. Ia menambahkan, “Kalau hiu misalnya, ternyata di situ biasa memang hiu dihidangkan. Kalau di sini kan hiu mahal banget, tapi karena di sana banyak hiu, jadi ya diberikan.” Namun, ia memastikan BGN tak akan lagi menggunakan bahan makanan yang terbukti menyebabkan keracunan. “Saya tegaskan, jika ada makanan yang terbukti menyebabkan keracunan, kita tidak akan memakainya di wilayah tersebut, meskipun banyak,” tegasnya.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Sementara itu, ahli gizi dr. Tan Shot Yen menyoroti risiko kandungan merkuri tinggi pada hiu dan menolak klaim hiu sebagai menu kearifan lokal di Kalimantan Barat. Ia menyatakan, “Tidak ada orang Kalbar yang makan ikan hiu,” ujar dr Tan, dan menyarankan penggunaan menu lokal lain seperti bubur paddas dan pengkang yang lebih aman dan bergizi.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Niti Emiliana, meminta penghentian sementara program MBG guna evaluasi menyeluruh pascainsiden keracunan. “Bila perlu untuk dilakukan penghentian sementara program MBG untuk menjamin perbaikan secara sempurna dan menyeluruh,” tegas Niti.</p>
<p class="my-2 [&amp;+p]:mt-4 [&amp;_strong:has(+br)]:inline-block [&amp;_strong:has(+br)]:pb-2">Data menunjukkan, keracunan makanan ini menyebabkan 25 korban. Insiden ini mendorong evaluasi pada penerapan menu berbasis kearifan lokal dalam program MBG demi menjamin keamanan dan kesehatan siswa</p>
<p>The post <a rel="nofollow" href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a rel="nofollow" href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
<p>The post <a href="https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/">Berujung Keracunan, Menu Hiu Goreng MBG Disorot Pakar Gizi Nasional</a> appeared first on <a href="https://barakati.id">Barakati ID</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://barakati.id/berujung-keracunan-menu-hiu-goreng-mbg-disorot-pakar-gizi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
